Zahra Syariah zalza Bila adalah seorang anak broken home, ia anak yg di besarkan oleh ibunya sebatang kara, akibat orang tuanya yang berpisah di usia dimn anak lain masih mendapatkan peran kedua orang tua nya, Zahra harus mencari peran itu dari orang² terdekat nya, namun sifat Zahra yang selalu susah di atur dan selalu membuat masalah bagi ibunya di tambah ibu nya juga yg sudh tua, ibunya pun harus menikah kan Zahra dengan seorang duda yang bernama Ansar zuliyan kerna menurut nya Ansar akan mampu mendidik Zahra di dalam proses menuju dewasa.....
di bacaa ya teman teman biar tau Gimn kelanjutan kisahnya Zahra dan Ansar.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bini pond, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertemuan pertama???
di SMA negeri pelita jaya
"Zahra kapan kamu mau membayar sisa uang seragam kamu"ucap guru yang melihat Zahra berjalan menggendong tas di koridor
"maaf Bu mungkin saya akan bayar besok lusa atau tidak besok Bu soalnya sawit saya belum dimuat"ucap Zahra sopan terhadap gurunya itu
"jika memang sudah ada uangnya tolong diantar ke ruang guru ya nak"ucapkan itu lalu pergi meninggalkan Zahra
sepanjang jalan Zahra merenungi nasibnya itu, kenapa ayah nya tega tidak menafkahinya hingga Zahra tidak sadar bahwa ada mobil BMW yang melaju kencang ke arahnya hingga.......
Tin tin tinnn
(aku nggak tahu bunyi klakson kayak mana sumpah lah ✌🏻)
//saat Zahra menoleh badannya hampir saja bersentuhan dengan body mobil di depan itu
saat Zahra sedang menenangkan detak jantungnya yang begitu dag dig dug
seorang pria turun dari mobil dan berdecak pinggang di samping mobilnya
"makanya jalan tuh ngeliat yg betul oon"ucap pria itu dengan suara yang tegas pria itu adalah Ansar dan Azizah
mereka baru saja pulang dari acara aqiqah anaknya Dimas
Zahra yang mendengar seorang pengemudi yang memarahinya itu pun merasa jengkel karena seharusnya dia lah yang harus meminta maaf bukan malah memarahinya
"eh om, om itu yang jalannya pakai mata om pikir di sini tuh jalanan tempat orang balapan apa"omel Zahra
"anak zaman sekarang dikasih tahu juga ,Kamu tuh yang salah jalan kok sampai melamun gitu kayak banyak banget beban dipikiran kamu"ucap Ansar yang tidak mau mengalah
"dih udah salah bukannya minta maaf malah marahi orang yang jalan kaki aneh"ucap Zahra yg memandang Ansar sinis
"eh anak kecil Ka-"
"sudahlah kak kita pulang saja"ucapkan aja atau potong saat mendengar suara Azizah yang memanggilnya
"dasar anak aneh"ucap ansar lalu masuk ke dalam mobilnya
Zahra yang mendengar itu hanya merasa jengkel ke arah mobil itu rasanya ia ingin melempar kan sebuah batu ke depan mobil itu biarin saja orang itu
"woi minggir oon"suara ansar kembali terdengar saat meneriaki Zahra
"iss apasih tua "ucap Zahra lalu minggir dari depan mobil itu
sepanjang jalan pulang Zahra dibuat jengkel dan kesal dengan sikap pengemudi itu
"dasar Om om aneh"gumamnya
tak sadar Zahra pun akhirnya sampai di depan rumah kakeknya
"Zahra pulang"ucapnya memasuki rumah
"sudah pulang kamu Nak makan dulu sana"ucap nama Zahra yang menyambut Zahra begitu hangat
"ibu belum pulang Nek"tanya Zahra karena memang ibunya izin ke Zahra mau pergi kerja ke kota dan menitipkan Zahra ke kakek dan neneknya
"belum nak"
"oh ya sudahlah Zahra naik dulu ya nek mau ganti baju"ucap Zahra pamit kepada neneknya ingin mengganti seragam sekolahnya dengan baju biasa
"iya nak habis itu turun makan ya, nanti nemenin nenek juga ya "
"nenek mau kemn "
"temani nenek lihat sawit Kita dimuat sama orang nak"
"Oke nek nanti Zahra turun makan baru Zahra temenin"
Zahra pun akhirnya pergi mengganti pakaian lalu turun dan makan
"Zahra ayo nek "nenek Zahra memanggil Zahra dengan dendeng tas yang mungkin berisi air minum
"bentar Nek "daerah pun turun dengan menggunakan setelan celana panjang dan baju kaos lengan panjang yang berwarna hitam
"sawit yang di mana nek baru mau dimuat"tanya Zahra dengan berjalan di samping neneknya
"sawit yang di belakang rumah itu loh nak mau dimuat ada di panen kemarin"
Zahra dan neneknya pun mengobrol hingga tidak sadar mereka sampai di tempat tumpukan sawit yang mungkin akan dimuat sebentar lagi
"duduk sini Nak"panggilan negara menepuk kursi panjang di sampingnya yang disediakan untuk beristirahat
Zahra gua mendekat dan duduk di samping neneknya
"yang muat sawit Kita ini ganteng loh nak "ucap nenek Zahra
"masa sih Nek"
"iya nak hidungnya tuh mancung baru tinggi putih lagi"ucap nenek Zahra menjelaskan detailnya tubuh pemuat sawit mereka
"ah nenek jangan begitu, nanti kakek dengar kakek bisa cemburu "ucap Zahra bercanda