NovelToon NovelToon
Si Kembar Cantik

Si Kembar Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Romansa Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:244
Nilai: 5
Nama Author: Nafras

Mengisahkan 3 anak kembar yaitu Farah, Gabriella, dan Galu dengan kisah cintanya masing-masing dan hubungan mereka dengan keluarganya
akankah hubungan mereka harmonis?
ikuti terus kelanjutan ceritanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nafras, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mami dan Papi

" Ya sudah kalau begitu Mami matikan sambungan teleponnya terlebih dahulu ya, nanti malam jangan lupa untuk menjemput Mami dan juga Papi di bandara. Kalau kau sampai lupa untuk menjemput kami, Kau pasti akan mendapatkan hukuman dari mami."

" Aku tidak akan lupa untuk menjemput Mami dan juga Papi, Mami jaga jangan khawatir ya. Nanti sebelum jam 09.00 aku juga akan berangkat, jadi tidak akan terlambat untuk menjemput Mami dan juga Papi."

" Baiklah kalau kau paham dan juga mengerti dengan apa yang mami dan juga Tapi maksud, semoga saja kau tidak akan lupa karena kau sibuk main ml-mu itu."

" Aku memang mencintai game ku yaitu mobile legends mami, tetapi aku tidak mungkin lebih mementingkan game ku itu daripada Mami dan juga Papi."

" Tentu saja kau harus lebih mementingkan kami berdua, karena jika kau lebih mementingkan game mu itu maka Mami akan menjualnya."

" Tolong jangan dijual game ku lah mami, aku janji akan selalu lebih mengutamakan mami."

" Syukurlah kalau kau memang berusaha untuk lebih mengutamakan mami, karena Mami berharap semuanya akan baik-baik saja."

" Aku sangat menyayangi mami, dan tidak akan membiarkan siapapun menyakiti Mami dan juga keluarga besar kita ini."

" Ya sudah kalau begitu, memi matikan dulu ya sambungan teleponnya karena sebentar lagi pesawat akan terbang."

" Oke mami." ucapnya dan kemudian sambungan telepon pun terputus.

...🌒🌒🌒...

Apartemen milik Farah tiba-tiba saja kedatangan tamu, tentunya ia sangat terkejut dengan pintunya yang tiba-tiba saja belnya sejak tadi berbunyi. Ia pun melihat siapakah sosok yang datang ke apartemennya tersebut, dan ternyata itu adalah temannya yang memang sebelumnya sudah ia beritahu kalau ia akan pindah ke Jakarta.

" Maaf ya kalau aku datangnya di jam seperti ini." ucap sebuah suara yang langsung berpelukan dengan Farah.

" Kau sama sekali tidak menggangguku Wina, Aku justru sangat senang karena kau mau mampir ke apartemenku ini."

" Tapi seharusnya aku menjemputmu bersama dengan Uswatun, Tapi karena tadi aku ada project modeling jadinya aku nggak bisa jemput kamu."

" Aku nggak marah karena kau tidak bisa menjemput ku Wina, ayo sekarang kita masuk terlebih dahulu ke dalam kebetulan Uswatun masih di dalam."

" Aku kira Uswatun sudah pulang, ternyata Uswatun masih berada di unit apartemen mu."

" Uswatun rencananya mau menginap di sini, kau mau menginap di sini juga nggak?"

" Tentu saja jika Uswatun menginap maka aku akan menginap juga, Ya kali Uswatun menginap aku nggak menginap. Nanti yang ada setelah ini aku akan dibanding-bandingkan dengan Uswatun, karena aku teman yang tidak mengerti kondisi temannya sendiri." ucapnya

" Aku tidak mungkin membanding-bandingkan kalian berdua, kalian berdua adalah teman-temanku. Dan jujur saja tanpa ada kalian berdua mungkin aku tidak akan menjadi aku yang sekarang, mungkin saja aku masih anak manja yang selalu berusaha mendapatkan penghasilan dari orang tua. Dan akhirnya aku akan tetap berada di rumah malah petaka itu dan terus saja mendengarkan pertengkaran, tapi sekarang aku bisa bebas dari huru harap pertengkaran itu."

" Maaf ya aku tidak bisa menemanimu ketika kau mendapatkan kabar buruk perpisahan kedua orang tuamu."

" Tidak masalah Wina, lagian menurutku itu semua sudah tidaklah penting. Yang terpenting adalah masa depanku pada saat ini, dan esok hari rencananya aku akan melanjutkan studiku di kampus kalian berdua."

" Akhirnya setelah ini jika aku ingin bertemu denganmu aku tidak perlu harus pergi ke Bandung lagi, nah sekarang kita bertiga telah tinggal di Jakarta bersama walaupun jarak unit apartemen kita yang sangat berbeda jauh." ucapnya yang sedikit kesal mengingat jarak wanita apartemen mereka.

" Sudahlah kau tidak perlu menyesali mengenai jarak, aku rasa jarak unit apartemen kita juga tidak terlalu jauh jadi kita masih bisa terus jalan bersama."

" Tapi kan lebih enak kalau unit apartemen kita di satu gedung yang sama, Dengan begitu kita bisa pergi kemanapun sebebas kita."

" Yang kau katakan itu memang sangat benar Wina, tapi dana tabunganku sudah tidak terlalu cukup untuk pindah ke unit apartemen dekat apartemen mu. Dan aku rasa wanita apartemen ini sudah cukup untuk aku sementara waktu, karena pengeluaran di Jakarta ini sangat tinggi dan tabunganku tidak cukup."

" Aku akan berusaha agar kau segera mendapat job, dengan begitu setelah ini kita bisa pergi kemana-mana bersama-sama. Akhirnya kita bertiga bisa bersama-sama lagi, dan aku sebenarnya sangat merindukan momen-momen kita bersama seperti dulu."

" Katanya kangen tapi tiap hari sibuk, siapa lagi kalau bukan Wina." ucap Uswatun yang baru saja dari dapur sambil membawa sepiring makanan.

" Maafin aku Uswatun, tapi setelah ini aku janji kalau kita akan terus bersama. Dan aku akan berusaha meminta agar kita dapat job bertiga, Dengan begitu kita tidak akan terpisahkan deh."

" Boleh juga tuh, tapi yang paling penting dan yang paling utama pada saat ini adalah kita pikirkan bagaimana caranya besok untuk mengurus informasi kepindahan kuliah dari Farah. Karena mengurusi informasi surat pindah itu tidaklah mudah, apalagi Farah pindah dari Bandung."

" Sudahlah kau tidak usah memikirkan mengenai itu Uswatun, nanti aku akan minta pada kakakku untuk mengurus semuanya tentang Farah. Jadi kita tidak perlu pusing mengenai kepindahan Farah, biarkan saja kakakku itu yang memikirkan hal tersebut. Farah, tolong kirimkan semua keperluan untuk kepindahan mu ke universitas kami biar kakakku yang mengurusnya." ucap Wina dan Farah pun segera mengirimnya melalui WhatsApp ke nomor Wina.

" Sudah aku kirim ya." ucapnya dan Wina pun langsung mengecek telepon genggamnya dan kemudian ia segera mengirimkan berkas tersebut kepada kakak sepupunya, dan ia berharap esok hari Farah bisa langsung kuliah di kampus mereka.

Ketika sahabat itu akhirnya memutuskan untuk bercerita sambil menonton film, tentunya itu adalah kegiatan rutinitas mereka dahulu. Dan sejak dipenuhi dengan kesibukan mereka tidak pernah seperti saat ini lagi, dan ini adalah momen yang sangat mereka tunggu-tunggu. Momen di mana mereka bisa santai dan mengobrol bersama, dan tentunya untuk mendapatkan waktu seperti itu sangatlah sulit.

...🌓🌓🌓...

Saat ini telah menunjukkan pukul 09.00 malam, Valentino akhirnya menjemput kedua orang tuanya di bandara. Tentunya Ia sangat senang dengan keputusan kedua orang tuanya yang pulang, karena memang esok hari adalah ulang tahun dari Winda. Sebenarnya ia sudah menyiapkan sebuah kejutan untuk Winda, dan kali ini kejutan yang disiapkannya akan semakin spesial karena kepulangan kedua orang tuanya.

" Mami dan Papi, Valen rindu." ucapnya yang langsung memeluk kedua orang tuanya itu.

" Kau ini sudah dewasa Valen, tolong jangan bertingkah seperti anak-anak lagi." ucap sang Papi

" Mau sebesar apapun Valen, di mata Mami Vallen masih tetap anak kecil." ucap sang Mami yang membela putranya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!