Glegg
Arsa menelan ludahnya saat melihat tubuh Aurel yang hanya memakai lingerie tipis berwarna hitam, bahkan Arsa bisa melihat apa yang ada di dalamnya.
"Sayang boleh ya." Ucap Arsa memohon.
Aurel hanya mengangguk malu malu sambil menyilangkan tangannya, melihat anggukan Aurel, tanpa ragu lagi Arsa mulai mengeksplor setiap inchi tubuh istrinya.
"Emhhh, Arsa " Aurel mulai terbuai atas perlakuan Arsa, Arsa memperlakukannya sangat lembut, meski terkesan tidak sabaran namun Arsa berhasil menahan diri agar tidak menyakiti Aurel karena ini adalah pengalaman pertama mereka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Saya Bukan Mata Mata
" Oh jadi Arsa susah bangun tidur?" Ucap Karina dengan nada berpura pura prihatin.
" Jangan buka aib suami di depan orang sayang." Arsa menarik pinggang Aurel
" Iya iya maaf." Jawab Aurel
Karina dan Rey tertawa melihat pasangan suami istri muda ini, Derry pun sama, ia tak pernah menyangka kalau putri nya bakal nikah muda seperti ini.
" Jadi ada kabar gembira apa ni?" Tanya Aurelia
Karina dan Rey saling pandang, kemudian ke dua nya menatap Derry.
" Kenapa kalian malah liatin ayah?" Derry mengangkat bahu nya.
" Kak Rey mau bilang, kalau Kakak sudah melamar Kak Karina dan Kak Karina menerima Kakak." Ucap Rey Antusias.
" Wah serius, bentar lagi kalian nikah dong?" Aurelia begitu senang mendengar kabar membahagiakan dari Kakak nya.
" Selamat Kak Karina" Aurel memeluk Karin kembali, kemudian memeluk Rey, mereka jadi berpelukan bertiga.
" Makasih Aurel." Ucap Karina
Akhir nya Aurel bisa melihat Kak Rey dan Kak Karina bahagia, dulu ia bah kan tak bisa melihat Kedua nya bersatu.
" Iya sayang, semua ini berkat kamu, kalau kamu enggak bawa Karina ke rumah ini, mungkin Kakak enggak akan tau kalau ada wanita secantik ini di luaran sana." Gombalan Rey berhasil membuat Karina tersipu malu.
" Ciye ciye, sekarang udah bisa nge gombal Ciyeee ... " Aurel meledek Rey yang terlihat malu malu.
" Nah tinggal tentukan kapan akan pergi ke rumah Karin untuk melamar." Ucap Derry menghentikan kecanggungan mereka.
" Lusa yah" jawab Ret
" Lusa, memang tak perlu persiapan?" Tanya Derry.
" Semua sudah di siap kan yah, untuk apa Rey punya dua asisten dan satu sekretaris kalau tidak bisa menghandle semua itu." Jelas Rey.
" Kamu tak melibatkan Ayah?" Protes Derry.
" Buat apa, Ayah udah tua, Rey tak ingin membuat ayah kecapean." Jelas Rey
" Tujuan kamu si bagus, ingin membuat Ayah tidak cape, tapi tua nya itu loh." Perkataan Derry membuat anak dan mantu nya tergelak.
" Lah emang bener Ayah udah tua juga." Rey kembali menggoda Ayah nya.
" Sudah lah, kalian cuma bisa meledek orang tua ini." Tanpa sadar Derry mengakui diri nya sudah tua.
"Nah kan, Ayah ngaku tua juga." Lagi lagi Ucapan Rey membuat semuanya tergelak termasuk Derry sendiri.
"Meski pun Ayah sudah tua, Ayah adalah Ayah terbaik di seluruh dunia." Aurel memeluk Ayahnya
" Ayah enggak tergantikan kan?" Tanya Derry kekanakan
" Jelas posisi Ayah sudah tergeser oleh Arsa yah." Ucap Arsa sambil menyunggingkan senyum menyebalkan bagi Derry.
Derry melotot, dan ingin menjawab, namun Arsa segera menghentikan omongan Derry.
" Eits, enggak bisa protes Yah, sekarang Aurel sudah jadi istri Arsa dan tanggung jawab Arsa dan Ayah sudah tidak harus bertanggung jawab atas istri Arsa yah, percayakan Aurel pada Arsa ya yah."
Omongan Arsa memang benar, tapi Derry tidak akan pernah menerima itu, selama nya putri nya adalah tanggung jawab nya.
" Sampai kapan pun Aurel tetap putri kecil ayah, suatu saat kalian bisa bercerai, tapi hubungan ayah dan anak tak bisa di putuskan begitu saja." Jelas Derry
" Ayah, enggak boleh bilang gitu, Arsa dan Aurel enggak akan bercerai." Ucap Aurel lantang.
" Maksud Ayah bukan gitu nak, Ayah cuma mengibaratkan." Derry mencoba menjelaskan.
" Pokok nya Ayah enggak boleh ngomong gitu lagi." Kekeh Aurel.
" Iya sayang, maaf." Derry akhir nya menyerah dan meminta maaf.
" Kenapa jadi ribut begini si, ini hari bahagia Rey dan Karin, ayo dong kita rayakan." Rey mencoba mencairkan suasana.
" Oh iya bener, maaf ya Kak." Ucap Aurel.
" Ya sudah, ayo kita makan dulu, Kak Karin sengaja masak tadi buat hari bahagia ini, yuk." Karina mengajak semua nya untuk menuju ruang makan, Dan semua nya tak ada lagi yang berbicara, mereka mengikuti Karin yang sudah terlebih dulu berjalan.
*
*
Sementara itu, sebuah motor dengan pengendara yang masih lengkap dengan atribut nya sedang memperhatikan dari jauh mansion keluarga Cassano.
Sebenar nya lelaki itu tidak berniat untuk menguntit, namun saat tadi di jalan ia melihat Arsa dan Aur berkejar kejaran memakai motor, ia iseng mengikuti arah motor Aurel dan Arsa, yang berakhir di mansion Cassano.
Lelaki itu adalah Awan, ia sungguh penasaran akan identitas Arsa dan Aurel, Awan tau kalau kedua nya bukan orang biasa.
Namun saat ini ia sedikit tercengang saat melihat kedua nya memasuki Mansion Cassano.
" Apa kah mereka bagian dari keluarga Cassano ?" Gumam awan dalam hati.
Saat ia masih berfikir, tiba tiba sebuah pukulan menghantam tengkuk leher nya.
Bughh
Seketika Awan pingsan tak sadarkan diri.
Byurrr..
Awan gelagapan saat wajah nya di siram air oleh felix.
Uhuuk uhuuk uhukk
Lelaki itu terbatuk saat air yang menyiram wajah nya masuk kedalam hidung dan mulut nya.
" Katakan siapa yang menyuruh mu?" Tanya Felix
Awan tak menjawab, ia masih mengatur nafas nya yang sedikit tersengal.
Felix mendongakkan wajah Awan dan bertanya sekali lagi, " Cepat katakan apa tujuan mu memata matai mansion ini dan siapa yang menyuruh mu?"
" Maaf, saya bukan mata mata." Jawab Awan
" Bohong, kalau bukan mata mata tak mungkin anda berkeliaran disekitar mansion dan bergerak mencurigakan." Ucap Felix
" Saya tidak bohong tuan, saya teman kuliah Aurel dan Arsa, waktu itu saya tak sengaja bertemu dengan Aurel dan Arsa lalu mengikuti nya dan berakhir disini." Jelas Awan
" Anda pikir kami akan percaya dengan penjelasan yang tak masuk akal." Ucap Felix
" Saya tidak bohong tuan, silah kan tanyakan pada mereka, pasti mereka mengenal saya." Awan terus berusaha menjelaskan, namun sepertinya orang di hadapan nya ini tak begitu saja percaya.
" Baik lah, kalau kamu tetap tak mau mengaku, kau tanggung resiko nya, siksa dia." Felix benar benar tak memberi ampun, kalau pun benar ia mengenal Arsa dan Aurel, ia tetap harus memberi pelajaran pada orang yang suka menguntit.
" Tuan tolong jangan lakukan, tolong tanyakan pada Aurelia dan Arsa, mereka pasti mengenalku." Seru Awan
Bugh
Bak
Buk
" Tom, Burhan, laporkan pada Nona Aurel masalah ini, bilang pada Nona, orang ini mengenal Nona dan Tuan muda." Ucap Felix.
" Apakah tidak sebaik nya kita laporkan pada tuan Derry atau tuan Rey ?" Tanya Tom
" Mereka biar saya yang memberitahu, tugas kalian memberitahu majikan kalian." Jawab Felix
Sebenarnya orang yang menangkap Awan adalah Tom dan Burhan yang curiga karena Awan terus mengikuti Aurel dan Arsa, lalu Tom membuat Awan pingsan dan menyerahkan nya pada Felix.
Felix juga sebenar nya sudah memeriksa latar belakang Awan dan juga ponsel awan, memang tak ada yang mencurigakan, ia juga sudah melaporkan nya pada Derry dan Rey, Derry bilang Awan tetap harus mempertanggung jawabkan perbuatan nya baru laporkan pada Aurelia dan Arsa, itu lah yang di lakukan Felix saat ini.
Tom dan Burhan undur diri dari hadapan Felix dan menemui nona majikan nya.
Semangat 💪💪