hallo, saya sun sarang putri bungsu dari pasangan sun siwan dan hayega dinata, sun siwan yang tak lain adalah ayahku pembisnis pakaian dan ibuku hayega adalah seorang dokter.
anak pertama mereka kembar yaitu sun saga si paling tua 10 menit dan sun sagi , dan anak berikutnya ya saya si cantik sun sarang.
kakak pertama saga dia mengikuti gen sang ibu yaitu dokter dan kak sagi dia ikut jejak sang ayah yaitu pembisnis,
sedangkan aku? yah aku sekolah kedokteran tetapi kalian tau aku tidak mau jadi dokter , dan sekarang pekerjaan ku cukup tidak jelas,
kadang produser, kadang vidiografer dan kadang yah cuman tidur aja.
aku gak suka ribet apalagi di atur orang lain dan ternyata aku juga harus ngalamin pase di mana aku harus merendah dan mengontrol semua yang aku lakukan,
saat bertemu dengannya semuanya tampak salah, tidak seharusnya aku menyetujuinya kan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anita zahara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
6. gejolak asmara
sebenarnya wanita mana yang tidak akan tergoda dengan posisi seperti ini, tetapi ini bukan masalah posisi tapi dia adalah do yanqi bias sejuta wanita,
Aku meyakinkan diriku agar tetap waras "bisakah lepaskan aku tuan,,," ujarku dengan datar tapi sepertinya wajahku benar² ketakutan,
Tanpa permisi dia mengangkat tubuhku dengan gagah ke lantai 2 dan dia membuka sebuah pintu lalu menurunkanku, sialnya aku malah balik memeluknya karna takut terjatuh bahkan tidak memberontak,
Dasar sun sarang bodoh!!!!
"istirahat disini malam ini,,,, di luar sudah mulai badai" ujarnya lalu turun kembali ke lantai bawah meninggalkanku yang mematung di depan pintu,
'bukannya tinggal bilang dari tadi, gak usah ada acara gendong² segala' pikir ku kesal,
Yah tentu saja itu membuat senam jantung dan tidak baik untuk kesehatan apa justru sangat baik yah.
...****************...
Tidurku cukup lelap bahkan aku tidak ingat tidur di rumah siapa, mungkin karna cuacanya cukup dingin jadi aku begitu nyenyak,
Terdengar sayup2 suara keyboard aku mengerjapkan mataku, sayup² cahaya matahari terlihat di balik lipatan gordeng yang masih tertutup,
Seseorang tengah duduk di sofa dan fokus dengan laptopnya, aku mencoba mengucek mataku dan melihat dengan sangat jelas pria itu,
Dia mengenakan boxer setengah paha dan juga kaos berwarna hitam, rambutnya berantakan karna dia tampaknya juga baru bangun tidur,
Wajahnya yang tampak putih bersih dan bentuk rahang yang begitu ideal membuatnya semakin terlihat gagah,
Aku membangkitkan tubuhku dan menyandarkannya di bahu ranjang,
" morningggg,,, apakah nyenyak tidurnya" ujar dia sembari melihat ke arahku seolah sejak tadi dia menunggu aku terbangun,
"apa kau tidur di sana?" ujar ku tak ingat apapun karna semalam setelah mandi air hangat aku langsung tertidur tanpa ingat apapun,
"eummm,,, " jawabnya sembari pokus lagi ke laptopnya,
"bukannya masih ada kamar lain? " tanyaku lagi padahal sudah jelas ini kamar utamanya, lantas mengapa dia membiarkan orang asing tidur di kamar utama.
"adikku terjebak badai salju, jadi semalam dia mampir untuk menumpang" jawabnya ,
Aku berpikir sejenak lalu bangkit menuju kamar mandi untuk cuci muka sebelum pulang,
saat aku mengeringkan wajah dengan handuk yanqi sudah duduk di samping wastafel dengan tatapan sayu nya yang mungkin bisa ku anggap begitu karismatik,
"apa sebenarnya kamu punya pacar atau orang yang kau taksir?" tanyanya tiba²,
"why? Tiba² nanya itu?" tanyaku balik sambil melihatnya dengan tenang dan menggubris sedemikian pemikiran yang tak di perlukan,
"bisakah jawab dulu,,," ujarnya lagi sembari menarik paksa tubuhku agar lebih mendekat,
Sebenarnya dengan posisi sedekat ini aku tidak menjamin bahwa detak jantungku tidak dia dengar,
Bahkan aku mengutuk diriku yang merasa mulai terkena pesonanya,
aku menggeleng "tidak ada seorangpun" jawabku dan dengan satu tarikan dia benar² memelukku,
Wangi tubuhnya begitu menggiurkan bahkan aku tidak rela untuk sesaat melepaskan pelukannya,
"bagaimana kalau kita menikah saja" ujarnya membuat rasa sadarku kembali dengab cepat , aku melepaskan pelukannya,
"tidak, menikah bukan untuk coba coba aku tidak setuju" ujar ku cepat,
Ya aku tidak mau lupa sesaat dan terjebak seumur hidup bahkan aku tidak tau dia orang seperti apa sebenarnya,
"aku sudah bertekad ini bukan untuk coba², hanya saja aku benar² tidak bisa melepasmu percayalah" ujarnya membuatku benar² tidak percaya,
Bagaimana tidak kita baru bertemu 2kali dan dia bilang tidak bisa melepasku itu sangat tidak mungkin, bahkan dulu seseorang bersama ku hampir 3 tahun demi seorang candy dia rela membuangku dengan santai.