Tidak pernah terbayang sebelumnya. Lelaki yang dulu sangat mencintainya kini berubah drastis setelah pernikahan terjadi.
Pernikahan yang seharusnya penuh kebahagiaan justru berbanding terbalik dari angannya selama ini.
Tidak tau mengapa suaminya tiba-tiba bersikap dingin terhadapnya. Bahkan di malam pertama mereka suaminya meninggalkannya begitu saja.
Suamiku Membenciku....
Follow Akun Ig saya: lisa_gultom
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elizabetgultom191100, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 6
Flashback
Setelah Arian keluar dari kamar mandi, dia mendapati Shara duduk di tepi tempat tidur masih mengenakan lingerie sedang melamun. Dan tersadar ketika mendengar suara pintu kamar mandi terbuka. Shara kembali menghampiri Arian.
"Mas, sebenarnya kamu ini kenapa, kenapa tiba-tiba kamu berubah?" tanya Shara memegang lengan Arian.
"Lepas!" sentaknya. "Jangan pernah menyentuhku lagi, murahan!" Bentak Arian kemudian mendorong kasar tubuh mungil itu hingga terjerembab di lantai.
Shara memekik kesakitan, lagi-lagi dia dibaut terkejut akan sikap Arian. Ini adalah pertama kalinya Arian berbuat kasar sejak mereka menjadi pasangan kekasih. Mungkin saat pertama kali mereka bertemu Arian bersikap ketus dan kasar, Shara dapat maklum. Tapi saat ini keadaannya berbeda, sakit sekali rasanya ketika suami melakukan hal ini kepadanya.
"Mas... kamu mendorongku?" Shara mengabaikan rasa sakit di pinggangnya yang terhemapas kuat. Dia lebih memikirkan sikap suaminya itu.
Arian berdecih, "Memangnya kenapa? Perempuan murahan sepertimu memang pantas diperlakukan seperti ini. Asal kamu tau, aku menyesal telah menikahi perempuan murahan sepertimu!" kecam Arian dengan amarah yang berapi-api.
Shara terdiam, berusaha mencerna lontaran menyakitkan dari mulut sang suami. Menyesal. Arian menyesal? Dia tidak salah dengar kan. Apa yang salah dari dirinya sehingga Arian menyebutnya murahan. Seingatnya Shara merasa tidak pernah bermain dengan lelaki lain di belakangnya. Lagipula Arian adalah satu-satunya laki-laki yang pernah dekat dengannya, tidak ada yang lain.
Lalu dimana letak 'murahan' dalam dirinya hingga Arian bisa menilainya seburuk itu.
"Kamu menyesal?" lirihnya, "Kamu menyesal menikahiku? Kenapa? Bukankah kamu dulu yang ingin sekali menikahiku?"
Shara tidak lagi menghiraukan pinggangnya yang sakit akibat hempasan keras dari pria itu.
"Cih . Itu dulu sebelum aku tau seperti apa sifat aslimu yang sebenarnya. Selama ini aku telah salah menilaimu. Kukira kamu adalah gadis polos yang tidak mengerti apa-apa, namun nyatanya kau tidak lebih dari perempuan murahan yang hanya meninginkan hartaku saja." Ujar Arian mengeluarkan segala yang mengganjal dalam hatinya. Rahang pria itu mengeras ketika melihat wajah Shara yang seolah tidak percaya akan apa yang dikatakannya.
"Bodohnya aku yang tertipu dengan wajah polosmu itu." tangan kekarnya menyugar rambutnya ke belakang. Arian merasa tertipu selama ini oleh gadis yang dikiranya polos.
"Apa maksudmu Mas? Kenapa kamu berpikir seburuk itu padaku. Kenapa kamu menyebutku murahan?" Shara masih belum mengerti akan ucapan Arian.
"Jangan berpura-pura lagi Shara. Aku sudah tau semuanya. Kau tidak pernah mencintaiku, kau hanya menginginkan hartaku saja."
Shara bangkit dari atas lantai mendekati Arian, "Mas kamu ini kenapa sebenarnya, apa yang telah terjadi padamu." Shara mengguncang lengan kekar pria itu, berusaha menyadarkannya.
"Kubilang jangan menyentuhku lagi!" bentaknya, lagi dan lagi mendorong Shara hingga terjerembab di lantai dingin itu. Shara tidak kuasa lagi menahan air matanya. Mata bulat itu kembali membanjiri wajah cantiknya.
"Mas..." Shara terisak.
Arian mendengus, "Sudahlah Shara, hentikan sandiwaramu itu, aku sudah muak, aku muak melihat sandiwaramu itu!"
"Mas aku tidak pernah bersandiwara Mas. Aku benar-benar mencintaimu dan aku juga tidak pernah menginginkan hartamu barang sepeser pun Mas. Percaya padaku Mas, aku sangat mencintaimu."
"Diam!" bentaknya. Seketika Shara terdiam. Suara Arian menggema di kamar pengantin yang kini berubah menjadi tempat terkutuk bagi Shara.
kan govlok,,baru lihat foto aja langsung percaya tanpa tahu kebenaran nya,,seharusny kau selidiki dulu kebenaran foto itu,,asli atau editan,,kapan perlu kau panggil too ahli telematika untuk melihat asli ato palsu,, cape' deh,,olang kaya tapi GOBLOK🙉🙊🙈