NovelToon NovelToon
Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Mendadak Menika Dengan Tuan Yang Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Cinta Seiring Waktu / Penyesalan Suami
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Nasib Shafiya terjebak dalam pernikahan yang dimulai dengan niat dendam dari seorang pria bernama Arash. Kematian kekasihnya yang tidak mendapat pertanggungjawaban dari keluarga Shafiya membuat pria tempramental itu menikahi kekasih yang seharusnya menjadi istri dari tunangannya.

Shafiya harus menerima takdirnya menjalani pernikahan dengan laki-laki yang tidak mencintainya, rumitnya pernikahannya dengan lika-liku drama pernikahan yang dia alami.

Apakah Shafiya akan bertahan dalam pernikahannya? atau justru pada akhirnya Shafiya menyerah karena lelah? tetapi apakah Arash akan melepaskannya?"

Jawabannya hanya ada di bab-bab berikutnya...

Jangan lupa di follow Ig saya.
ainunharahap 12

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6 Dia Sangat Kasar

Shafiya menghela nafas dengan kepala berkeliling melihat isi kamar tersebut sampai matanya tertuju pada satu foto yang terdapat di atas nakas di samping tempat tidur.

Shafiya begitu penasaran dengan melangkahkan kakinya, memegang bingkai foto tersebut dan ternyata foto itu adalah foto Arash bersama dengan Chantika, bagaimana terlihat begitu mesra dengan Arash merangkul bahu Chantika sembari mencium pipinya.

Shafiya terlihat sangat penasaran dan bertanya-tanya dengan foto tersebut.

"Jika Arash melihat kamu menyentuh foto itu, mungkin tangan kamu akan dipatahkan olehnya karena berani menyentuh barang yang paling berharga," Shafiya kaget mendengar suara tersebut dan dengan cepat menoleh ke belakang.

Ternyata Amelia berdiri di depan pintu kamar dengan melipat kedua tangannya di dadanya dan kemudian berjalan menghampiri Shafiya.

Amelia langsung mengambil foto tersebut dari tangan Shafiya dan meletakkan pada tempat semula.

"Maaf saya tidak bermaksud untuk menyentuhnya, saya hanya penasaran dengan wanita yang ada di dalam foto itu," ucap Shafiya.

"Chantika, dia adalah putri saya," jawab Amelia.

"Maaf saya benar-benar tidak bermaksud untuk menyentuhnya," sahut Shafiya lagi.

"Its oke, karena saya yang mendapati kamu menyentuhnya dan bukan Arash," sahut Shafiya.

"Putri saya juga pasti tidak suka, jika ada wanita lain berada di kamar ini dan harus melihat dirinya," ucap Amelia dengan menatap nanar foto tersebut.

"Saya benar-benar minta maaf jika sudah lancang menyentuh foto Chantika, sepertinya Mas Arash sangat menyayangi adiknya," ucap Shafiya.

Amelia mendengar perkataan itu mengerutkan dahi, "Adik," ucap Amelia.

Namun beberapa detik kemudian tiba-tiba saja dia tertawa terbahak-bahak membuat Shafiya kebingungan.

"Jadi kamu berpikiran bahwa wanita yang ada di dalam foto ini adalah adik dari Arash?" tanya Amelia.

"Jika bukan lalu siapa?" tanya Shafiya.

"Shafiya, wanita ini adalah wanita yang paling dicintai Arash, Chantika melupakan kekasih Arash," jawab Amelia berterus terang membuat Shafiya kaget dan tidak mengerti.

"Maksudnya?"

"Bagaimana mungkin wanita itu adalah kekasih dari Mas Arash, sementara Tante adalah ibunya dan bukankah Tante...."

"Saya bukan ibunya Arash. Saya adalah ibunya Chantika dan wanita yang kamu sebut wanita itu adalah orang yang paling dicintai Arash," tegas Amelia.

Mata Shafiya melihat kembali ke arah foto tersebut dan memang jika foto itu adalah foto kakak beradik kandung tidak mungkin berfoto mesra seperti itu.

Walau baru mengenal pria itu, tapi pria itu adalah suaminya dan hati siapa yang tidak terluka jika melihat foto mesra itu berada di kamar suaminya dan sementara dia sudah menjadi istrinya.

"Jadi saya mengingatkan kamu sekali lagi untuk tidak menyentuh foto itu, apalagi mencoba untuk membuangnya jika tidak ingin mendapat masalah dari Arash, dia akan menjadi monster jika sesuatu hal yang dia cintai berani disentuh tangan-tangan yang menjijikkan," bisik Amelia.

Deg.

Perasaan Shafiya semakin tidak mengerti, Arash memutuskan untuk menikah dengannya dan sekarang ketika dia berada di rumah itu dan ada foto wanita lain.

Amelia juga tidak ingin mengatakan apapun lagi dan langsung berlalu dari hadapan Shafiya, keluar dari kamar tersebut tanpa menutup pintu, sementara Shafiya berdiri mematung dengan tatapan matanya tertuju pada wanita yang berada di dalam foto, Shafiya sampai detik ini masih tidak mengerti dengan situasi pernikahannya.

****

Sudah cukup 4 jam lebih Shafiya di kamar itu dan hanya duduk di sofa. Kopernya masih tetap berdiri di sudut kamar tanpa dibuka atau pakaian yang tidak disusun sama sekali. Suara pintu kamar terbuka dengan pria pemilik kamar itu akhirnya memasuki kamar sembari melonggarkan jasnya.

"Jangan pernah menyentuh apapun di kamar ini, jika sampai terjadi jangan salahkan aku jika kau akan kehilangan tanganmu," ucap Arash dengan kata-kata kasar sampai menembus ulu hati Shafiya.

Apa yang dikatakan Amelia sama seperti apa yang di Arash saat ini yang tidak menyukai barang-barang berharganya disentuh.

"Dua lemari di sudut itu kosong, gunakan untuk pakaianmu dan jangan menyentuh yang lainnya tanpa seijin dariku!" tegas Arash dengan suara berat membuka kancing lengan kemejanya dan menggulung jangan kemeja itu sampai sikunya.

"Kenapa melihatku seperti itu? Kau ingin mengatakan sesuatu?" tanya Arash menyadari pandangan Shafiya tanpa merespon ucapannya sejak tadi.

"Kenapa Mas langsung memberi penekanan ini dan itu tanpa menjelaskan apapun sebelumnya," ucap Shafiya dengan lembut berbicara.

"Penjelasan apa yang kau maksud?" tanya Arash.

"Saya baru saja sampai di rumah ini dan sudah diserang berbagai banyak pertanyaan yang berkumpul di dalam pikiran saya," jawab Shafiya.

"Katakan langsung pada intinya dan saya tidak suka tebak-tebakan!" tegas Arash.

"Wanita yang ada di dalam foto itu, siapa dan apa bukankah Tante Amelia Ibu dari, Mas?" tanya Shafiya memberanikan.

"Aku sungguh tidak peduli jika harus menjelaskan kepadamu, tetapi baiklah aku cukup mengatakan satu hal kepadamu. Wanita yang ada di dalam foto itu adalah kekasihku Chantika dan artinya jangan pernah menyentuhnya sedikitpun, lalu dugaanmu memang benar Tante Amelia bukan ibuku melainkan Ibu darimu Chantika begitu juga dengan Tami bukanlah adikku atau bukan Kakaku!" tegas Arash.

Apa yang dikatakan Amelia memang benar apa adanya. Shafiya benar-benar tidak menduga dan masih penuh dengan kebingungan mengapa ibu dari kekasihnya harus tinggal bersamanya.

"Mas yang memilih untuk menikah denganku mengganti Mas Zidan, kita berdua sudah sah menjadi pasangan suami istri dan bukankah sangat tidak etis jika ada foto wanita lain berada di dalam kamar pasangan suami istri," ucap Shafiya.

"Hah! Apa katamu tidak etis jika foto Chantika berada di kamar ini. Lalu menurutmu aku harus memajang foto pernikahan kita di kamar ini dan itu yang dinamakan etis. Shafiya jangan terlalu bermimpi dan aku tidak peduli dengan hal itu!" tegas Arash penuh dengan penekanan.

Arash ingin memilih meninggalkan Shafiya, namun Shafiya langsung berdiri menghadang langkah pria tersebut.

"Mas, kita sudah menikah dan ada janji di hadapan Allah dalam pernikahan, saya tidak ingin mempertanyakan tentang masa lalu Mas, tetapi bukankah seharusnya Mas menghargai pernikahan kita," ucap Shafiya.

"Apa katamu menghargai pernikahan ini? Lalu kau ingin dihargai berapa hah!" sahut Arash memberi jawaban dan bahkan pertanyaan timbal balik kepada istrinya itu.

"Aku sangat tidak suka dengan caramu berbicara terlalu banyak kepadaku. Ingat kau hanya istri yang aku nikahi secara terpaksa karena untuk menyelamatkan nama baik keluargamu, daripada kau banyak cerita ingin mengetahui ini dan itu, lebih baik diam dan berterima kasih kepadaku!" tegas Arash tidak peduli dan langsung berlalu dari hada Shafiya.

"Mas tunggu..." Shafiya masih berusaha menahan suaminya itu dengan memegang tangannya.

Namun siapa sangka langsung ditepis oleh Arash, tepisan itu bahkan sangat kuat sampai membuat Shafiya terjatuh dan terduduk di lantai, sungguh Shafiya tidak percaya saat kedua telapak tangannya menyentuh lantai dengan kepalanya sedikit tertunduk dan perlahan mengangkat kepalanya melihat bagaimana Arash menatapnya dengan tajam.

"Jangan pernah berani menyentuhku sedikitpun, jangan pernah menghalangi jalanku dan berbicara terlalu banyak kepadaku, sungguh apa yang kau lakukan dan suaramu yang terdengar di telingaku membuatku sakit kepala dan merasa jijik!" ucap Arash.

Shafiya benar-benar terluka dengan perkataan yang menusuk hatinya hatinya itu, matanya terlihat berkaca-kaca, dengan nafas naik turun sanggup tidak percaya dengan semua yang di katakan Arash kepadanya.

Bersambung .....

1
Dew666
💝💝
vitrienoor99
gitu donk Arash kamu jangan langsung emosi denger dulu penjelasan shafiya
Dew666
☀️☀️☀️
vitrienoor99
Arash sebaiknya masalah kecelakaan cantika kamu omongin baik baik dengan abi thoriq biar jelas semuanya
Dew666
🪭🪭🪭
vitrienoor99
semoga Arash benar-benar sudah berubah, jadian shafiya
vitrienoor99
Arash yang benar nie... ga mau belah duren😄 nanti kalau udah berhasil belah duren pasti kamu ketagihan
vitrienoor99
usir aja Amelia dari rumah Arash, nek
vitrienoor99
ternyata Arash pintar juga menghadapi Amelia, lama lama tumbuh benih cinta dech si Arash ke shafiya
vitrienoor99
oh ternyata Arash sudah menyelidiki tentang Amelia dan masa lalunya, semoga Arash cepat menyadari kalau dirinya hanya dijadiin alat balas dendam Amelia, semangat updatenya thor
Dew666
🔥🔥🔥
vitrienoor99
kira kira siapa yang berkunjung mau bertemu dengan willi ya, berarti willi masuk penjara gara gara Kanaya ya, masalahnya apa ya sampai willi masuk penjara
Anonim
Maaf ….. aku paling benci baca novel wabita yg selalu terrindas …..
mama: 🤣sama kak,pling benci baca novel wanita ny lemah yg bisanya cm nangis🤭.. gk seruuuu.
total 1 replies
Dew666
🍎🍎🍎
vitrienoor99
esmosi banget aku bacanya, Arash lucu ketika zidan ngasih harapan ke syafiyah, Arash ga Terima. Arash jangan terlalu benci ke syafiyah takutnya nanti kamu bencimu jadi bucin kan malu nanti
Dew666
👑👑👑
Dew666
💜💜💜
Dew666
🌹🌹🌹
Dew666
💎💎💎
Dew666
🪻🪻🪻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!