Diana seorang gadis pintar dan cantik. Ia dipertemukan dengan seorang bos yang ternyata adalah teman masa kecilnya. Ya teman kecil yang sangat usil padanya.
Selama menjadi salah satu karyawannya, hal-hal konyol selalu terjadi dan membuat si bos dingin itu menjadi bobrok. Adu mulut dan pertengkaran kecil pun tak terhindarkan.
Hingga suatu hari mereka harus menyetujui pernikahan yang tak berlandaskan cinta satu sama lain.
Bagaimana kelanjutannya?
Yuk kita kepoin cerita sama-sama.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sripujiayu620, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 6
"Iya makasih ya. " Jawab Nenek Jumanti.
"Bagaimana dengan keadaan Diana? saya sudah lama tidak bertemu dengannya." Tanya Pandu dengan arah pandangan kemana-mana untuk mencari keberadaan Diana.
"Dia baik-baik saja." Jawab Nenek Jumanti.
"Dimana dia? saya tidak melihat nya? " tanya Pandu sangat ingin melihat Diana.
"Diana tidak ada di rumah. Dia mengantarkan pesanan kue. " Tutur nenek Jumanti.
"Oh." Jawab Pandu singkat.
"Jadi sekarang ini Diana bekerja di mana? " tanya Pandu.
"Awalnya dia bekerja di salah satu perusahaan. Namun saat perusahaan tempat Diana bekerja mengalami kebangkrutan, semua karyawan terpaksa di berhentikan. " Tutur nenek Jumanti dengan raut wajah yang cemberut.
"Maafkan aku Bu, seharusnya aku tidak menanyakan ini. " Jawab Pandu menyesali pertanyaan yang telah ia lontarkan itu.
"Tidak apa-apa. "Jawab Nenek Jumanti tersenyum lebar.
" Kalau Diana mau, ia bisa saja bekerja di perusahaan saya. Sekarang ini anak saya membutuhkan sekretaris. Mungkin Diana mau? " tawar Pandu.
"Sekretaris? " tanya nenek Jumanti yang tak percaya.
"Iya, jadi kalau Diana mau dia bisa bekerja mulai besok di perusahaan xxxx. " Tutur Pandu.
"Pasti Diana mau. " Jawab nenek Jumanti sangat bahagia.
"Ya sudah aku pergi dulu. " Ucap Pandu melihat jam tangan ada di tangannya.
"Terimakasih." Ucap Nenek Jumanti dan di balas oleh anggukan.
Flashback off
Mendengar penuturan neneknya, Diana sangat senang. "Kamu pasti mau kan Nak? " tanya Nenek Jumanti.
Diana menatap neneknya dan tersenyum yang menandakan bahwa ia pasti akan mau. "Tentu saja aku mau. Kesempatan itu gak datang dua kali. " Jawab Diana.
Di sisi lain...
Rifki baru saja datang ke kantor. Ia mencari-cari keberadaan ayahnya yang tak ia lihat sedari tadi. "Dimana Papi? apa dia marah karena aku terlambat. " Gerutu Rifki.
"Rifki." Seorang yang memanggil namanya dari belakang. Rifki langsung menoleh ke belakang. "Papi dari mana aja sih dari tadi aku cari juga. " Ucap Rifki.
"Tadi Papi pergi ke rumah teman lama Papi. " Jawab Pandu dengan singkat.
"Ya sudah to the poin aja, jadi hal perlu apa yang mau Papi sampein? " tanya Rifki.
"Papi udah cariin kamu sekretaris baru buat kamu. " Ucap Pandu merasa bangga.
"Cowok atau cewek? " tanya Rifki yang menyipitkan matanya pada sang ayah.
"Cewek." Jawab Pandu dengan singkat.
"Cewek? apa aku tidak salah dengar? " jawab Rifki tak percaya.
"Apa kau tuli? Papi bilang sekretaris mu itu cewek. " Jawab Pandu.
"Kenapa harus cewek? " keluh Rifki.
"Memangnya kenapa? mau cowok atau cewek kan sama saja " ketus Pandu.
Rifki menatap kearah lain dan tanpa berbicara apa pun pada sang ayah. "Tenang saja, sekretaris mu itu pasti orang yang sangat kamu kenal. " Ucap Pandu terkekeh.
Rifki menatap ayahnya. "Orang yang ku kenal? Siapa? " tanya Rifki yang penasaran.
"Sudahlah jangan banyak tanya, besok kau pasti akan tau. " Jawab Pandu dan kemudian pergi berlalu.
"Siapa ya? apa teman-teman sekolah ku dulu? atau mantan pacarku? atau gebetan ku? "batin Rifki yang masih saja bertanya-tanya.
"Akhh buat apa aku memikirkan itu toh juga nanti aku pasti akan tau. " Gerutu Rifki sambil mengacak-acak rambutnya.
Dari semua kebingungan nya itu, Rifki teringat seseorang perempuan teman masa kecilnya. "Apakah yang di maksud Papi itu monyet liar? " ucap Rifki yang bertanya-tanya.
kata Khan peta ,,,
😅😂🤣 ithu Khan kata Dora ,,,
smga kedepan'a lebih seru dan menghibur,,,😅