NovelToon NovelToon
Takdir Sekar

Takdir Sekar

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:7.3k
Nilai: 5
Nama Author: Dhevy Yuliana

Karena tak kunjung hamil, Sekar Arunika- wanita muda berusia 25 tahun, harus mendapati kenyataan pahit suaminya menikah lagi. karena tidak ingin di madu, Sekar memilih mundur dan merantau.

namun sepertinya Tuhan masih belum ingin membuatnya tenang. karena saat sudah bahagia, Sekar justru di pertemukan kembali dengan orang-orang yang menyakitinya.

bagaimana langkah selanjutnya yang akan di ambil Sekar? memaafkan atau memilih menyimpan dendam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhevy Yuliana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Setelah menunggu beberapa saat pada akhirnya tamu yang ditunggu oleh semua orang sudah datang.

Reaksi yang diperlihatkan Rangga saat melihat orang itu adalah terdiam kaku di tempatnya. sementara Gendis dan Ayu sempat menatap orang itu sebentar namun tak lama senyuman mereka terbit begitu saja.

sementara Bu Risty, sudah berjalan dan langsung merangkul lengan orang itu dengan senyuman lebar yang begitu manis.

" Gimana kabarmu sayang? " Bu Risty mengusap kepala orang itu dengan lembut.

Rinjani yang ditanya seperti itu menatap sekilas ke arah wanita paruh baya itu dengan senyuman tipis yang begitu menenangkan.

" aku baik-baik aja Bu, aku kembali ke sini karena ada butik yang mau aku beli. kebetulan beberapa tahun ini aku belajar mendesain baju, jadi aku berniat mau beli butik buat usaha aku. " sahur Rinjani dengan seniman tipis.

semua orang di sana tampak berdetak kagum, tak terkecuali Rangga sendiri yang sejak tadi tidak melepaskan tatapannya terhadap Rinjani.

" Wah kamu sudah menjadi orang hebat ya sekarang, " puji Gendis dengan tatapan berbinar.

"he, em, andai aja kamu dulu jadi ipar aku mungkin sekarang kalian udah jadi sama-sama sukses. " Timpal Ayu dengan tatapan menerawang jauh.

Rinjani seketika tersenyum Canggung, sesekali wanita itu akan menatap ke arah Rangga dengan tatapan tidak enak.

" kalian jangan gitu dong Mbak, kita harus menghargai pilihan Rangga. dia sudah bahagia sama istrinya, " Rinjani tersenyum tipis yang begitu manis.

Gendis dan Ayu tiba-tiba saja kompak mencebikkan tidurnya mendengar penuturan Rinjani.

" sepertinya dulu adikku Terlalu bodoh untuk mengambil keputusan, andai saja dia mau mempertahankan kamu, mungkin sekarang kalian sudah menjadi pasangan serasi. " ungkap Ayu.

Rangga yang mendengar itu hanya diam. walaupun itu semua bukan kesalahannya, Tapi laki-laki itu tidak sampai hati untuk menjelekkan ibunya sendiri di depan orang lain.

walaupun kenyataannya, Rangga tidak sama sekali Ikut andil dalam perpisahan mereka. itu murni karena desakan Bu Risty.

Tapi Ya Sudahlah, hal seperti itu menurutnya tidak penting.

" jangan kebanyakan bicara ayo kita duduk makan malamnya sudah hampir siap, " Bu Risty menengahi semuanya dan mengajak mereka untuk duduk.

***

Sementara itu di tempat lain seseorang juga Tengah berada di ruang makan. perempuan itu baru saja ingin menyendokkan makanannya ke dalam mulut sebelum akhirnya sebuah panggilan terdengar mengudara.

Dan setelah dilihat itu adalah ibunya sendiri. dengan senyuman mengembang, Sekar menekan tombol hijau dan langsung mendengar sambutan suara yang sangat dia rindukan Kehadiranmu.

" Kamu sedang apa nak? " suara Bu Mega langsung menghantam ulu hati Sekar.

Tanpa terasa air mata wanita itu mengalir deras karena merasakan rindu yang luar biasa. sekuat tenaga wanita itu menggigit Bibir bawahnya menahan tangis agar tidak keluar.

" ini aku lagi makan malam, " sahut Sekar dengan suara sedikit bergetar.

" makan dengan suami kamu? " Bu Mega kembali bertanya dari seberang sana.

" dia lagi Lembur di kantor aku makan sendirian, " sahut Sekar dengan suara dibuat sepet tenang mungkin.

" oh, lagi makan apa? " pertanyaan itu kembali mengudara.

" makan sayur lodeh sama telur dadar, " sahut Sekar lagi.

Tak lama oh bulan mengangkut dengan suasana hangat dan sesekali sang ayah juga akan menimbun menanyakan kabar dan lain sebagainya.

" sudah dulu ya Bu aku mau istirahat, " pamit sebelum menutup telepon.

Brak!

1
Anonim
BUNUH BUNUH BUNUH SEMUA MUSUHMU SEKAR...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!