Iqram, seorang laki-laki yang sudah cukup umur dan sudah mapan dalam pekerjaan nya,menerima jodoh yang di carikan bunda nya karena kecewa pada wanita yang dia cintai .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Depi Delita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Iqram dan Cahaya
" Kalau itu yang di ingin kan Cahaya,aku ikut aja Bun. Aku akan urus surat surat ku untuk keperluan di kantor KUA. Nanti aku hubungi Cahaya untuk meminta pas foto nya untuk keperluan pengurusan di kantor KUA " ucap Iqram.
" Alhamdulillah,bunda senang mendengar jawaban mu. Memang sebaiknya langsung nikah aja,buat apa bikin acara lamaran yang hanya akan membuang waktu dan uang. Sebaiknya kita perbanyak hantaran untuk Cahaya pas nanti kalian nikah" ucap buk Vita.
" Aku setuju Bun,bunda atur aja. Nanti semua biaya nya akan aku transfer " ucap Iqram.
" Nggak usah nak,yang mu kamu tabung aja buat beli rumah dan isi nya. Bunda pakai uang hasil kebun sawit jatah mu aja yang selama ini tidak pernah mau ambil" ucap buk Vita.
" Uang sawit itu kan untuk bunda,maka nya nggak aku ambil ambil" ucap Iqram.
Terdengar suara buk Vita tertawa pelan," kamu lupa anak kalau bunda ini seorang guru yang nerima gaji tiap bulan nya. Belum lagi uang jatah kebun sawit yang punya bunda. Buat apa uang mu bunda pakai. Buat makan bunda sehari hari juga Aisyah adik mu yang sediakan. Jadi yang mu Ama di rekening bunda. Nanti uang itu mau bunda gunakan untuk membiayai pesta pernikahan mu dan Cahaya. Nggak apa apa kan" ucap buk Vita.
" Kalau begitu terserah bunda saja. Aku ikut apa yang bunda mau" ucap Iqram.
" Ya sudah,bunda mau pergi ke rumah paman mu dulu. Nanti bunda hubungi kamu lagi ya. Assalamualaikum " ucap buk Vita.
" Hati hati Bun, waalaikumsalam " jawab Iqram.
Setelah menerima panggilan dari bunda nya, Iqram langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan badan nya.
Selesai makan malam,Iqram melihat ada notifikasi yang masuk ke dalam handphone nya. Asik nya Aisyah mengirimkan nomor WA Cahaya dengan caption," Abang jangan lupa hubungi calon kakak ipar ku" .
. Iqram tersenyum dan langsung menghubungi nomor nya Cahaya. Dalam deringan ke tiga, panggilan itu di angkat.
" Assalamualaikum" ucap Cahaya dengan suara merdu nya.
Jantung Iqram langsung berdebar kencang mendengar suara mertua Cahaya. " Waalaikumsalam Cahaya" jawab Iqram.
" Bang Iqram" tanya Cahaya.
" Iya dek,ini Abang. Kamu apa kabar" ucap.iqram berbasa basi.
" Alhamdulillah sehat bang" jawab Cahaya.
" Begini Cahaya,Abang mau nanya soal permintaan Cahaya tentang rencana pernikahan kita. Apa benar kamu menginginkan langsung nikah aja anggak usah ada acara lamaran " tanya Iqram.
" Benar bang. Kalau Abang benar benar serius mau menikahi aku,maka kedatangan bunda Abang kemaren sudah aku anggap sebagai lamaran resmi dari Abang dan aku menerima nya" jawab Cahaya dengan tegas tapi dengan suara lembut.
" Aku tau Abang kerja jauh dari kampung kita. Akan buang banyak waktu kalau diadakan acara lamaran dulu baru nikah. Abang juga bakal kerepotan untuk meminta cuti pada atasan Abang. Jadi sebaiknya saat Abang dapat cuti,di saat itulah kita nikah" ucap Cahaya lagi.
" Alhamdulillah,kamu memang jodoh yang paling tepat buat Abang" ucap Iqram memuji Cahaya.
" Tapi Abang,aku boleh minta sesuatu " tanya Cahaya.
" Boleh,kamu mau minta apa" tanya Iqram.
" Apa kamu mau minta Abang belikan rumah" tanya Iqram lagi.
" Bukan itu bang,aku mau tau kenapa Abang tiba tiba ingin menikah dengan ku. Padahal yang aku tau, di kota Abang sudah punya kekasih. Tolong jawab dengan jujur bang,agar tidak ada kesalahpahaman antara kita" ucap Cahaya.
Iqram menceritakan semua nya pada Cahaya,mulai dari rencana awal bunda nya ingin mencarikan jodoh sampai saat dia bertemu dengan kedua orang tua nya Vania.
" Kamu jangan salah paham Cahaya,Abang memilih kamu bukan karena Abang merasa parah hati atau menganggap kamu sebagai pelarian hati. Abang langsung ingin meminang kamu saat bunda mengatakan kalau wanita yang ingin bunda jodohkan sama bang itu kamu. Karena jujur saja,kamunlah wanita pertama yang diam diam Abang cintai dan kagumi dari dulu. Tapi perasaan Abang terpaksa Abang tahan karena mendengar kalau jamunsudah di jodohkan dengan orang lain" ucap Iqram.
" Aku nggak akan mikir ke situ bang,dan terimakasih atas kejujuran Abang. Jadi nantindi saat kita sudah menikah,kalau Vania datang lagi untuk mendekati Abang,aku sudah bisa siap untuk menghadapi nya" jawab Cahaya.
" Terima kasih sudah mau percaya sama Abang. Dan Abang janji akan selalu menjaga kepercayaan mu itu" ucap Iqram.
" Abang dapat cuti tiga minggu lagi. Kamunbisa tentu kan hati pernikahan kita di waktu itu. Dan kamu mu Abang kasih mahar apa" tanya Iqram.
" Terserah Abang saja,yang penting tidak memberatkan Abang dan tidak merendahkan aku" jawab Cahaya.
" Kalau begitu kamu istirahat lah,sudah malam. Nanti kalau ada perlu apa apa, hubungi saja Abang langsung " ucap Iqram.
" Baik bang. Assalamualaikum " ucap Cahaya.
" Waalaikumsalam " ucap Iqram sambil mematikan panggilan itu.
**
Hari hari berlalu seperti biasa nya, Iqram selalu tampak sibuk di kantor tanpa seorang pun yang tau kalau dia akan menikah dalam waktu dekat ini.
Keluarga besar nya dan keluarga besar Cahaya di kampung sedang sibuk mempersiapkan pesta pernikahan mereka berdua.
Sementara Vania setiap hari selalu memantau pergerakan Iqram di kantor nya melalui sahabat nya yang bekerja di kantor yang sama dengan Iqram.
" Gimana Stev, apa ada Iqram tampak ada punya gandengan baru di kantor kalian" tanya Vania.
" Nggak ada Van,Iqram itu gila kerja. Apa lagi sekarang diansudah jadi manager pemasaran,dia sibuk setiap hari. Palingan keluar cuma untuk makan siang dan sholat. Itu pun waktu nya nggak lama" jawab stebi sahabat nya.
" Buat apa sih Lo nanya itu tiap hari. Mending Lo samperin si Iqram dan minta balikan,beres cerita. Dari pada nanti keburu di embat orang. Kalau gue nih belum punya tunangan,gue pepet tu si Iqram. Cowok kayak dia itu langka neng" ucap Stevi yang membuat Vania sedikit takut.
" Gila Lo, cowok teman mau Lo embat juga" ucap Vania.
" Dari pada Lo anggurin mending buat gue kan" jawab Stevi sambil tertawa.
" Saran gue ni ya,mending Lo samperin si Iqram. Bicara ama dia baik baik. Perbaiki hubungan kalian. Dan tekan sedikit ego Lo,jangan mau menang terus. Laki laki seperti Iqram itu kalau udah lepas ke yang lain akan susah untuk Lo tarik kembali. Yakin deh Ama gue" saran Stevi.
Vania tertawa mendengar ucapan sahabat nya itu. " Iqram itu cinta mati Ama gue. Dia itu sekarang lagi pakai trik tarik ulur agar gue langsung samperin dia. Lo lihat aja nanti,dia pasti bakal ngejar gue kalau gue terpa sok bersikap acuh ama dia " ucap Vania.
" Terserah Lo deh. Tapi nanti Lo jangan sampai nangis Bombay kalau Iqram beralih hati ke wanita lain" ucap Stevi.
" Nggak bakalan " jawab Vania.
" Ya udah,gue lanjut kerja dulu. Bye" ucap Stevi yang kemudian langsung mematikan panggilan itu.