NovelToon NovelToon
Rumah Untuk Si Bungsu

Rumah Untuk Si Bungsu

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Kehidupan di Kantor / Keluarga / Karir / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Nana Kusumaningrum

Kisah seorang anak perempuan terakhir yang hidupnya selalu di tentukan oleh orang tuanya,dan tidak di beri kesempatan untuk memilih untuk hidupnya.
hingga akhirnya ia pergi dari rumah, dan bertemu dengan seseorang yang mampu untuk ia jadikan rumah dan tempat bersandar

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

RUSB 6

Raynar dan Haris lebih memilih menunggu di luar rungan, sedangkan Anin sedang menenagkan sang Adik ipar.

Haris tampak sedang memikirkan perkataan sang adik, ia pikir cukup egois juga dia selama ini pada sang adik, Haris merasa telah gagal menjadi kakak yang baik untuk adik perempuannya.

" Sabar mas, memang kadang kita sudah melakukan yang terbaik untuk adik kita, namun kadang yang kita usahakan yang terbaik, juga bukan yang sedang di butuhkan untuk adik kita"ujar Raynar.

Raynar dan Haris berteman cukup lama, bahkan sebelum Raynar berangkat kuliah keluar negeri, mereka bertemu di saat Haris sedang merintis usahanya.

Bahkan bukan cuman dengan Raynar ia dekat, namun dengan keluarga Raynar pun, dekat dengan Haris, seperti kakek kastara dan Ayah Danu, yang suka dengan vespa jadul dan memiliki koleksi yang begitu banyak.

Begitu pula dengan Haris, Haris lah yang banyak membantu Kakek Kastara dan ayah Danu, mencari vespa incaran mereka.

Raynar bahkan tidak menyangka jika gadis yang membuatnya berdebar tadi adalah adik dari Haris.

" gue liat adik loe,cukup berbakat bang di bidang marketing dan desain, selera dia tinggi, dia bahkan baru saja di pindah ke divisi marketing dan desain bang" Ujar Raynar memberi tahu apa yang di dapat dari adiknya.

Haris menoleh ke arah Raynar, seakan mencari kebenaran apa yang di ucapkan oleh Raynar.

" yang bener loe? setau gue dia enggak bisa apa- apa, bahkan melakukan kerjaan rumah aja malas- malasan dia" sahut Haris.

" Tapi it.... " ucapan Raynar terpotong karena dering ponselnya berbunyi.

"bentar bang, gue angkat telfon dulu" ujar Raynar .

Raynar tak beranjak dari tempatnya, panggilan dari sang kakek, sang kakek pasti senang jika tahu dirinya sedang bersama dengan Haris.

" Halo Assalamualaikum kek"

" Waalaikumsalam, ada keributan apa di toko, kakek dapat laporan jika ada keributan" tanya Kakek Kastara to the point.

Raynar melihat ke arah Haris sebentar yang masih memandang lurus ke arah ruangnya yang tertutup.

"Hanya salah paham kek, antara Bang Haris dengan Nina"jawab Raynar.

Haris menoleh ke arah Raynar yang sedang menerima telfon dari Kakek Kastara, ia mengangkat dagunya seakan bertanya ada apa?.

" Nina yang baru saja yang pramuniaga itu? ada apa? enggak biasanya Haris marah- marah jika ada salah paham?"

" Masalah keluarga kek" jawab Raynar sedikit menjauh dari Haris.

"hah masalah keluarga gimana?" tanya Kakek Kastara.

" ternyata Nina itu adik kandung abang Haris, untuk masalah Raynar enggak berani bilang, karena itu masalah mereka, Raynar enggak mau ikut campur " .

" Oalah Ya sudah, ohh yaa nanti minta Nina temui kakek di ruangan ayah kamu yaa, suruh Haris temui kakek, anak itu mentang- mentang sibuk enggak pernah dateng menemui kakek"

" Iya kek, Raynar sampaikan sekarang" ujar Raynar.

Lalu telfon di tutup oleh Raynar, Raynar kembali ke tempat Haris di sana sudah ada Nina, Anin dan juga Chessy.

" pak maaf jika mengganggu waktu dan tempatnya, terima kasih sebelumnya, saya kembali bekerja dulu " pamit Nina, namun segera di tahan oleh Raynar.

" ehh tunggu, siapa kamu? Ni- Nina yaa di minta kakek Kastara untuk ke rungannya, bang loe juga di suruh menemui kakek, beliau kangen sama loe" ujar Raynar.

" ada apa yaa pak?" tanya Nina pada Raynar.

Belum sempat Raynar membalas, tangan Nina sudah di tarik oleh Haris, Nina memberontak, namun karena badan Haris yang besar dan tinggi ia berhasil menyeret sang adik.

Haris mencoba untuk memperbaiki hubungnya dengan sang adik, kini mereka berjalan beriringan, Haris merangkul Nina yang terus memberontak, karena ia merasa geli karena tidak biasa mendapatkan perilaku tersebut, karena keluarga Nina terkenal cuek dan gengsi satu sama lain.

" lepas bang" gerutu Nina.

Bukannya melepaskan rangkulangnya, Haris semakin jahil pada sang adik.

Anin da Raynar di belakang hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah kakak adik, dengan jarak cukup Jauh itu.

" bisa gitu ya kak? tadi marah- marah, nangis, terus mode jahil?" bisik Raynar.

" udah biasa itu mah, kalau Nina diem Bang Haris yang jahil kalau enggak, kakak satunya, kalau mereka diem Nina yang jahil, enggak pernah akur aja mereka" jawab Anin yang memang sudah hafal.

Mereka akhirnya memasuki lift dan menuju ke lantai atas, dimana rungan kakek Kastara berada, di dalam lift dan beberapa orang,termasuk icha.

Nina kini sudah pasrah di rangkul oleh Haris, kini Haris mengamati tubuh sang adik yang kini terlihat sangat kurus.

" nduk diet? " tanya Haris mengengam Pergelangan tangan Nina dan di tunjukan pada sang istri.

Nina tampak merindukan panggilan nduk, Haris selalu saja memanggil dirinya nduk, sedari kecil.

" lihat sayang, gaya banget diet , di rumah aja laper dikit tantrum" ujar Haris .

" bang malu ih, lepas "ujar Nina berusaha melepaskan dirinya dari Haris.

" kenapa sih nduk? kamu lupa dulu waktu kamu kecil yang ngajak main siapa? masak sekarang di rangkul doang enggak mau " protes Haris.

" abang kan, setiap sore selalu ngajak naik sepeda habis itu sering di jatuhin ke sawah,padahal aku baru habis di mandiin ibu" jawab Nina dengan muka datar.

" emang iya Sayang?" Tanya Anin pada sang suami.

" Iya kak,hampir tiap hari kalau pulang selalu di marahin mbah" jawab Nina.

Sedangkan Raynar hanya menyimak obrolan keluarga yang berusaha untuk kembali itu, Raynar memandang Nina yang kini sedang menggendong Chessy, ia melihat Chessy begitu lengket dengan Nina.

"apa gue bisa dapetin dia? tapi susah harus lewati bang haris dulu" guman Raynar di dalam hatinya.

Mereka akhirnya sampai di lantai tertinggi di gedung tersebut, Mereka akhirnya turun begitu pula dengan Icha.

Icha sedari tadi menatap sinis ke arah Nina, hal itu di sadari oleh Anin, yang memang sedari memperhatikan Icha.

Nina menyerahkan Chessy pada Nina dan merapikan bajunya sebelum bertemu dengan Tuan Kastara.

" dek cewek yang masuk ke rungan Kakek Kastara siapa? kok kayaknya dari tadi liatin kamu sinis gitu? " tanya Anin sedikit berbisik.

Nina tersenyum kecut, ia memang tau jika Icha orang yang begitu membencinya, " biarin ajalah kak orang enggak mau kalah, biasa" sahut Nina.

" Hati- hati loh dek, sama orang kayak gitu" peringat Anin pada sang adik ipar.

" Iya kak, Nina tau kok" jawab Nina.

" ekhmm " Raynar berdehem membuat Anin dan Nina menatapnya.

"Sudah di tunggu kakek" ujar Raynar kemudian kembali masuk.

Saat memasuki rungan Kakek Kastara Chessy meminta untuk turun dan kemudian berlari ke arah Kakek Kastara.

"Kakekkkkk" teriak Chessy

Chessy dengan keluarga Raynar memang sudah dekat, kerap kali Chessy menghabiskan weekendnya di rumah keluarga Raynar, walau Raynar tidak ada di rumah.

" Kak, Chessy kak" bisik Nina di samping Kakak iparnya.

" Heii anak cantik, kakek rindu sama kamu, kenapa tidak pernah main ke rumah kakek, atau ke rumah Opa?" Kakek Raynar kemudian memangku Chessy, ia menganggap Chessy sudah seperti cicitnya sendiri.

" Sudah bias,bahkan dia pernah menginap sendiri bersama dengan Bunda Arista, tanpa kakak atau abang" jawab Anin.

" Daddy cibuk, mommy uga cibuk, atu habis dali colo uga" jawab Chessy dengan bahasa balitanya.

" oh yaa ngapain aja di solo? ketemu uti dan kakung dong? ketemu Nana ndak, katanya kamu kangen sama Nana kamu? kakek juga mau dong kenalan sama Nana" Dialog kakek Kastara dengan Chessy.

Nina yang berdiri di samping Anin yang sudah duduk di sofa, bersama dengan Haris dan Raynar mulai menegang.

Chessy kemudian menujuk ke arah Nina yang sedang menundukan kepalanya.

" tuh kek, orangnya enggak usah di cari lagi " ujar Haris menunjuk ke arah Nina.

" Oalah pantes,pas bunda kamu ngenalin ke kakek, kakek agak familiar sama wajah adik kamu, ternyata mirip juga sama kamu yaa Ris" jawab kakek Kastara.

" Iya kek, yang beda juga nakal nya aja, sama dia cengeng kek" ujar Haris yang mendapatkan tatapan tajam dari sang adik.

"Nina ya... oh yaa Icha saya mau kasih tau kamu, mulai minggu depan kamu saya pindah ke gudang ya... biar yang di depan Nina yang pegang, saya akan mengangkat dia jadi manajer operasional, untuk marketing dan desain saya evaluasi lagi nanti" Ujar Kakek Kastara yang mengingat ia memanggil Icha.

" Tapi tuan...." baru saja Icha akan protes Raynar bersuara.

"Tidak ada kepentingan lagi, silahkan keluar"

1
Nana Ningrum
luar biasa
Elly Maryani
semangat bang Ray rebut hati Nina,,jgn kalah ma bawahan🤭...up tiap hari ya Thor,bagus ceritanya
Makhfuz Zaelanì
lanjut thor
Makhfuz Zaelanì
ini ga ada kelanjutan kah thor
Nana Ningrum: ada dong readers, di tunggu yaa
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!