NovelToon NovelToon
Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Kau Ambil Calon Suamiku Ku Nikahi Pria Idaman Mu!

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Cintapertama / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:52.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nadhira ohyver

Nuraa tersentak, di tangannya ada sebuah undangan pernikahan yang baru saja di kirim oleh seseorang entah siapa, mungkin saja seorang kurir. Nuraa tertegun memandangi 2 nama di bagian depan dari undangan tersebut. 2 nama yang sangat Nuraa kenal, bahkan kedua nama tersebut memiliki tempat istimewa di hatinya.
"Bagaimana mungkin? Tidak!" teriak Nuraa.
"Tidak mungkin mereka menikah." Undangan itu pun lolos begitu saja dari tangan Nuraa, bersamaan dengan tubuhnya yang merosot dan luruh ke lantai.

Penasaran dengan kelanjutan kisah Nuraa?

Ikuti terus dengan membaca novel ini yaa

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadhira ohyver, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6

Aska terus saja menarik paksa Evelyn, ia tidak peduli adiknya kesulitan mengikuti langkahnya yang panjang.

"Loh Pah, itu Aska mau kemana sama si Evelyn?"

"Mereka berdua belum sarapan loh."

Papah Aska menoleh sejenak ke arah ruang keluarga yang di lewati Aska untuk menuju pintu keluar rumah mereka.

"Biarin aja, Bund... mungkin Aska dan Evelyn ada urusan mendesak."

"Mereka sudah dewasa, Bund... apalagi si Aska, teman seusianya sudah menikah, malah ada yang sudah punya anak."

"Menurut Papah apa Aska gak normal?"

"Gak normal gimana maksudnya, Bund?" tanya Papah Aska memastikan maksud dari pertanyaan sang istri.

"Ya maksudnya dia gak suka sama perempuan gitu, Pah...."

"Huuustt Bunda ngomongnya sembarangan ah, ucapan adalah doa Bund... lagian apa Bunda gak dengar ucapan Aska semalam? Dia mau menikahi si Nuraa," balas Papah Aska.

"Iya sih... tapi bunda rasa itu cuma ucapan emosi aja deh pah, ucapan yg keluar karena rasa kecewa Aska sama Vivi."

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Lepasin, Kak... sakit tau, lagian ngapain segala pake narik paksa sih, aku kan bukan buronan." Sungut Evelyn, sebelah tangannya menghempaskan tangan Aska yang memegang lengannya.

"Aku gak mau ikut ke rumah Nuraa! Harusnya kakak ajak Vivi, bukan aku! Karena yang sahabatan sama Nuraa itu Vivi." Evelyn menghentakkan sebelah kakinya, memutar tubuhnya dan mulai berjalan kembali masuk ke dalam rumah.

"Eve... kakak mohon," lirih Aska.

"Kaka gak mungkin ketemu Nuraa sendirian Eve, rasanya pasti akan sangat canggung, kalo ajak Vivi yang ada suasananya akan tegang, belum tentu Nuraa mau ketemu lagi sama Vivi, setelah apa yang di lakukan Vivi ke dia."

"Meskipun kamu bukan sahabat Nuraa, tapi kalian kan pernah SMA dan kuliah di kampus yang sama."

"Lagian mau ngapain sih ketemu Nuraa? Kakak serius mau gantiin posisi Kevin untuk Nuraa?" Evelyn menghentikan langkahnya dan berbalik kembali ke arah Aska.

"Kayanya kaka udah ketularan gilanya si Vivi deh," cibir Evelyn, tersenyum miris.

"Eve!" Aska menatap tajam Evelyn.

"Iya-iya udah ayo, maksa banget!" Evelyn berjalan ke arah pintu mobil sebelah kiri dengan kaki yang ia hentak-hentakkan.

Evelyn menutup pintu mobil dengan kuat, sampai-sampai bahu Aska terangkat karena kaget.

"Eve... kamu mau bikin mobil kaka rusak?!" sindir Aska.

"Kalo rusak tinggal ganti aja yang baru, di showroom mobil kaka kan ada banyak, ribet banget jadi orang," jawabnya acuh.

Aska menghela napasnya sejenak untuk menetralisir kan rasa kesal terhadap adiknya.

Mobil Aska pun mulai berjalan keluar dari pekarangan rumah mereka.

Aska menoleh ke arah Evelyn yang lebih memilih memalingkan wajahnya melihat keluar dari jendela mobil ketimbang bercerita dengannya.

"Eve...."

"Hmmm," jawab Evelyn acuh.

"Gimana keadaan cafe kamu? Apa semuanya baik-baik aja?" Aska mencoba membuka obrolan diantara dirinya dan Evelyn.

"Mendingan kak Aska jelasin ke aku maksud kita datang ke rumah Nuraa, itu jauh lebih baik."

"Dari pada ngebahas sesuatu yang aku rasa kak Aska sendiri pun tau jawabannya," lagi-lagi Evelyn bersikap acuh terhadap kakanya.

Rasanya sulit untuk Evelyn kembali menjadi diri nya yang dulu, menjadi seorang adik yang bersikap manja terhadap kakanya, karena Evelyn memendam rasa kecewa yang begitu dalam kepada Aska.

"Apa leher kamu gak sakit? Ngeliat ke samping terus," balas Aska berusaha mencairkan suasana antara dirinya dan Evelyn

Evelyn pun merubah posisi duduknya, kali ini tidak lagi menyamping, tapi Evelyn tetap enggan menatap sang kaka.

"Menurut kamu, langkah yang kaka ambil sudah benar belum?" tanya Aska mencoba meminta pendapat dari adiknya tersebut.

"Mana aku tau! Lagian yang jalanin kan kaka bukan aku."

"Aku tau kaka sebenarnya mengambil kesempatan dalam kesempitan, kaka aji mumpung, kan?" tebak Evelyn.

Aska menatap sejenak ke arah Evelyn, sebelum akhirnya ia kembali fokus mengemudi, menatap lurus ke depan.

"Sepertinya kamu tau sesuatu Eve," balas Aska.

"Ya! Aku tau banyak hal, meskipun aku terlihat acuh dan gak peduli sama apapun."

"Biar aku tebak."

"Kak Aska suka sama Nuraa sejak pertama kali Vivi ngenalin Nuraa sebagai sahabat lamanya ke kita semua."

"Tapi kak Aska memilih menyimpannya rapat-rapat karena saat itu kami masih SMP."

"Saat lulus sekolah, papah sama bunda malah mengirim kak Aska kuliah di luar negeri."

"Kak Aska gak pernah punya kesempatan untuk dekat dengan Nuraa, kan?"

"Dan saat berita kematian kedua orang tua Nuraa, kak Aska bela-belain pulang ke Indonesia untuk sekedar hadir di rumah duka."

"Saat di rumah duka juga ka Aska nempel terus sama Vivi, itu karena Vivi dekat banget sama Nuraa, ka Aska cuma pengen ada di dekat Nuraa."

"Dan lagi, saat di rumah duka, juga waktu di pemakaman, mungkin orang lain gak memperhatikan, tapi aku lihat tatapan kak Aska tuh seperti orang yang sedang menahan diri untuk gak memeluk Nuraa, meskipun hanya sedetik tapi aku berhasil lihat kak Aska mengusap air mata seolah-olah kak Aska ikut merasakan kesedihan Nuraa."

"Agak aneh rasanya, karena hal seperti itu cuma bisa dilakukan oleh seseorang yang mempunyai hubungan emosional dengan orang tersebut."

Aska tersenyum tipis mendengar semua ucapan Evelyn, ternyata benar, Evelyn tau banyak hal tentang dirinya, padahal selama ini ia lebih fokus memperhatikan Vivi juga lebih sering bersama Vivi.

"Kenapa kamu bisa tau semua itu, lebih dari kaka, Eve?" tanya Aska.

"Ya, itu karena kita keluar dari rahim yang sama! Jelas orang asing gak akan tau soal itu," sindir Evelyn.

"Adik kaka ternyata sudah dewasa ya." Aska mengacak lembut rambut Evelyn.

Evelyn berpura-pura marah dan merajuk, tapi sebenarnya Evelyn sangat menikmati kebersamaannya dengan sang kaka saat ini.

"Tapi kamu belum ada pacar ya?" tanya Aska.

"Nanti aja, aku masih males, kaka aja udah 30 tahuh lebih belum nikah."

"Bentar lagi kan mau nikah," jawab Aska di sertai senyum percaya diri.

"Ciihh percaya diri banget, belum tentu Nuraa mau nerima kaka, apalagi tiba-tiba kaya gini, biar bagaimanapun Nuraa sama Kevin itu udah 5 tahun pacaran kak, pasti banyak suka duka yang mereka lewatin."

Mendengar ucapan Evelyn senyum di wajah Aska memudar, benar yang Evelyn katakan, bagaimana bisa dirinya begitu percaya diri, Nuraa akan menyetujui idenya tersebut, apalagi pernikahan adalah hubungan yang sakral dan juga semua orang berharap akan menikah sekali dalam hidupnya.

Melihat perubahan ekspresi di wajah kakanya, Evelyn merasa kasihan.

"Aku harus bantu kaka meyakinkan Nuraa, sepertinya dengan cara ini juga semua bakalan tau sifat asli Vivi, ya ya ya ya rencana yang bagus." Evelyn tersenyum puas sembari mengangguk-anggukan kepalanya.

"Soal cinta nanti juga tumbuh sendiri," bathin Evelyn.

Bersambung...

1
D_wiwied
endingnya koq gantung ya rasanya
Dhira: coba deh baca novelku yg judulnya pembalasan senyap sang istri sah kak...kali aja suka sama alur ceritanya hehehe...
total 3 replies
D_wiwied
si aska ini jd lelaki krg tegas, gampang bgt terpengaruh, untung aj Nuraa udh cinta jd bs menerima
D_wiwied
go kepin, segera ambil diary vivi, baca isinya apa aja
D_wiwied
karena Nuraa nunggu pria yg benar2 tepat, bahagia selalu ya kalian berdua Azka Nuraa
D_wiwied
apalah daya jiwa missqueen ku meronta rontaaaa 😆😆
Dhira: 🤣🤣🤣🤣 wkwkwkw
total 1 replies
D_wiwied
kalo sampe percaya berarti kamu mmg bodoh Ka
D_wiwied
apa hakmu nglarang2
D_wiwied
bunda lupa klo punya anak kandung mlh lbh mentingin si anak tiri yg gatau diri, heran deh koq bisa ya berlaku tdk adil bahkan selalu negatif thinking sm anak sendiri 🤔😠
D_wiwied
Nura nya emang pingin dihukum tu 😁
D_wiwied
heeehhh terus yg kemarin di apart apa piiin, amnesia ya kamu pake ga ngaku udah ena2 ma vivi
D_wiwied: sama2 kak, aku baru nemu novel ini ceritanya bagus so far 👍
total 2 replies
D_wiwied
yaa begitulah cewek, baju selemari tp bingung pake yg mana 😆😁😁
Rismawati Damhoeri
kenapa nggak ke rumah nuraa aja?, kan punya rumah mewah juga, suka2 mau ngapain berdua, drpd satu rumah 3 kk
Dhira: makasih yaa udah luangin waktu buat baca novel aku...trimakasih kak hehehe
total 2 replies
Astri Maulina
novelnya bagus kak ... semangat ya
Dhira: terimakasih kak...baca novel aku yang lain juga dong hehehe...kalo lagi banyak waktu luang yaa..
total 1 replies
D_wiwied
lepasin aja si kepin, mup on cari lg yg lain yg lebih segalanya dr si mantan
D_wiwied
rubah licik
D_wiwied
tadinya masih mikir jangan2 kepin dijebak sm vivi, ternyata... kepin ta sepolos yg ku kira 🤭😱
Nur Hafidah
belum sadra juga kebangeten ibunya aska,kasihan evelyn dirumah sendiri malah diabaikan demi anak pungut ratu drama
Nur Hafidah
kenapa ibu dan ayahnya azka belum sadar juga siapa vivi sebenarnya ya,yang suka drama
Nur Hafidah
Selamat nura semoga samawa
Nur Hafidah
makanya jadi orang jangan jahat kamu vi,kena juga kan dikerjain sama si kevin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!