NovelToon NovelToon
Mertua Galak

Mertua Galak

Status: tamat
Genre:Romantis / Konflik Rumah Tangga-Konflik Etika / Tamat
Popularitas:225.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: rezza_handira

Sahara bertemu dengan suaminya yang bernama Bani, di kampusnya, Bani merupakan kakak tingkat Sahara, singkat cerita Bani jatuh hati dengan Sahara, ingin menikahi Sahara saat lulus kuliah nanti.

Namun sang mama, yang saat ini menjadi mertua Sahara begitu keras dan galak, suka berbicara lantang, keras, dan menusuk di hati, mertua Sahara belum rela anaknya menikah dan takut kalau anaknya menikah melupakan jasa sang mama yang telah merawat Bani dari dalam kandungan sampai beranjak dewasa, dia merasa Bani belum bisa membahagiakan mama nya, maka menentang dia untuk menikah dini, dan seperti memusuhi mantu nya dengan kata kata pedasnya, namun yang buat Sahara heran, kenapa kalau di ceplosin selalu membuat drama air mata, mengadu kepada Bani, sehingga membuat Sahara dan Bani bertengkar.

Akan kah sahara kuat menghadapi mertua galaknya?.

Ikuti yuk kisah mertua galak, kisah pasutri bernama Sahara dan Bani, yang rumah tangga nya selalu di kisruhi mama mertua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rezza_handira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

mertua galak 4

Satu bulan di rumah mertua aku sudah tidak tahan lagi apapun yang aku lakukan serba salah, dan suka adu arguman dengan mertua dan selalu saja ada drama air mata buaya dari mertua yang diadukan ke bani. Ya, Akhirnya kami bertengkar gara gara banyak aduan yang di terima Bani dari mertua. Mulai dari uang bulanan yang diberikan Bani jauh berkurang seperti biasa saat Bani masih bujang. Hingga urusan belanja rumah tangga selalu ingin tahu. Rasanya aku tidak punya privasi sendiri di rumah ini karena semuanya mertua harus tahu apa yang sedang kami rencanakan atau lakukan.

"Bani sudah saatnya kita harus pindah dari kediaman ini" pintaku tegas.

"Kita rencanakan dulu kepindahan kita ini, Satu bulan lagi ya kita baru pindah" jawab Bani.

"Tapi aku sudah tidak kuat tinggal dirumah ini, setiap hari ada aja yang di omong buat nyesek di hati" jawab ku.

"Kita cari rumah yang cocok dulu. Saat semuanya sudah siap kita baru pindah" jawab Bani.

Aku menyetujui permintaan Bani bahwa bulan depan akan pindah rumah aku mulai searching kontrakan di aplikasi penyedia jasa sewa rumah sudah beberapa kami kunjungi memang belum ada yang cocok.

Bani mengutarakan niatnya untuk pisah rumah dengan mertua, Dan reaksi mama mertua ya tentu sudah bisa ditebak seperti itulah semaunya dia ngomong apa.

"Apa mau pindah rumah? mau jauh dari mama. di bujuk istrimu biar g dekat sama mama lagi?" kata mertua ku.

"Bukan begitu ma kita mau hidup mandiri, namanya sudah berumah tangga biar merasakan ngurus rumah tangga sendiri" jawab Bani.

"Iya emang istri kamu engga bisa disatuin sama keluarga ini, mau nya misah jauh terus dari mama dan adek kamu, mama itu maunya kalian berdua kalau sudah nikah rumah nya samping mama, Jadi Deket kalau mau ngomelin kamu" kata mertua.

"Engga kok ma kita murni pengen mandiri" kata Bani.

"Kalau hamil jangan pindahan tidak boleh, masa hamil pindahan nanti keguguran" kata mertua.

"Sahara kan belum hamil ma" kata Bani.

"Periksain istrimu kenapa belum hamil, jangan jangan kandungannya bermasalah lagi, itu tetangga sudah pada hamil nikah nya di bulan yang sama dengan bulan nikah kalian berdua" kata mertua.

"Kita emang planning kok ma untuk kehamilan" kata Bani.

Ku ingin marah dengar kata kata mertua dari balik pintu kamar, namun ku tahan niatku untuk bantah dan marah karena sudah tau dia pasti akan playing victim denga Air mata buaya nya, siapa yang tidak bisa di satuin sama keluarga, siapa juga yang betah tinggal sama mertua yang ngomong semena mena seperti dia, kalau di bantah ngadu yang engga engga ke suami, di diamin malah menjadi gerutuku dalam hati, tapi boleh lah kalau sudah dongkol dihati di ceplosin biar plong.

*Hari pindah rumah*

Kami sudah menemukan rumah yang cocok di pinggiran kota. Dengan pertimbangan lingkungan yang nyaman, bagus untuk tumbuh kembang anak kami nanti, dibandingkan di tengah kota yang padat dan sudah tidak ada lahan untuk bermain anak, barang sudah selesai kami kemas dan siap untuk pindah, tak lupa pamit dulu sama nyonya besar yang galak ( mertua galak )

"Ma kami, pamit untuk pindah rumah hari ini, semoga rejeki kami makin melimpah, dan mama panjang umur untuk bisa main dengan cucu" kata Bani.

"Mama ikut pindahan, mama pengen lihat rumah seperti apa yang kalian dambakan sehingga mau pisah rumah sama mama, layak tidak rumah nya buat di tempati" kata mertua.

Aku masih menahan untuk tidak keceplosan karena sebentar lagi aku akan pisah rumah harus meninggalkan kesan yang bagus buat mertua.

*Sampai di rumah baru*

"Ini mah jauh sekali rumah ini. Satu jam dari rumah mama" celoteh mertuaku sambil lihat sekeliling

"Banyak warung di belakang rumah Bu. ada tukang sayur warung sembako mini market dan pasar juga dekat" Jelas penyewa rumah kepada mertuaku.

"Oh bagus lah strategis tempat nya" Jawab nya.

Kami membereskan semua barang kami dan menata rumah karna emang pengantin baru beberapa bulan barang kami masih sedikit, mertua pamit pulang karena sudah sore.

"Sekarang sudah jauh ya dari mama nanti kalo mama sakit gimana" kata mertua.

"Ya tinggal telpon nanti kami jenguk ma" jawabku

"Bani sekarang sudah jauh tinggal dari mama nanti kalau mama sakit sampai sekarat, kamu baru jalan dapat setengah jalan mama Uda g ada duluan dong" kata mertua.

"TIdak gitu juga kali ma, Perjalanan kan cuma satu jam dari rumah mama, kami ini pengen mandiri pisah rumah bukan buat saya misahin ibu dan anak" jawabku menahan amarah.

"Ingat Bani. Ibumu tiga kali, Baru anak istrimu yang kamu urus, Memuliakan hati ibu itu hidup berkah rejeki kamu mengalir deras" kata mertua.

"Emang aku nyuruh Bani buat ngejauh dari mama apa ma, nglarang Bani untuk tidak berbakti sama mama, kok ngomongnya begitu seolah aku ini pembawa pengaruh buruk" Bantahku lagi saking kesalnya.

"Sudah jangan ribut lagi ayo ma Bani antar pulang dulu. Sahara ayo minta maaf sama mama bagaimana pun juga dia orang tua. ridho ya berkah buat kita" kata Bani.

Bani mengantar mama mertua pulang dan aku masih membereskan barang di rumah dengan menggerutu kesal, gila saja punya mertua kalau ngomong ngga pakai mikir, asal ngucap aja tanpa mikir perasaan orang. serba salah emang yang jadi anak muda.

~Bersambung~

1
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
winezy
❤️❤️
mutoharoh
seruuu sekali ternyata ceritanya
mutoharoh
mampir untuk membaca,jangan lupa mampir juga kak
Puan Harahap
hadir thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
udah hadir thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
lanjut kk
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
hadir kk

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
hadir kk thor
Puan Harahap
hadir kk thor

🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Puan Harahap
hello
🌷🌷Salam Pria Idola dan Menikahi Pria
Urakan🌷🌷
Lidia Tikla
next author, semangat
Lidia Tikla
wah, masuk penjara
Lidia Tikla
ih, ngeselin banget ni mantan mertua
Lidia Tikla
Bani jadi stress ya
Lidia Tikla
yang kuat mama Nisa
Lidia Tikla
wah, cerai ya
Tika Ardiani
thour lanjutan mertua galak gada yaa?
Afandi
mertua kayak gitu ke laut aja
Windye Indie Prakoso
Like n vote untukmu thor..

Semangat selalu.. Semoga berkenan mampir ya thor 🙏 🤗
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!