NovelToon NovelToon
Pesona Almira

Pesona Almira

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Nay Lissa

Almira merupakan abdi ndalem yang memiliki kepribadian ganda, kadang dirinya bersikap seperti preman karena dulunya di merupakan preman jalanan dan terkadang dia bersikap lemah lembut. Ia menikah dengan seorang Gus yang mana awalnya menjadi pembicaraan di keluarga suaminya karena Almira hidup sebatang kara. Dan Gus itu pun menerimanya hanya karena keterpaksaan dari orang tuanya. Bagaimana perjalanan kisah mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay Lissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Teman Lama

Liburan kali ini Almira tinggal bersama Mak Jum untuk sementara waktu. Mungkin dirinya akan menghabiskan waktu seminggu berkumpul bersama mereka sebelum kembali ke pesantren.

"Mak.. hari ini Rio cuma dapat segini." Seorang pria datang sambil menghitung uang recehan seribu dua ribu di tangannya " Rp 50.000." lanjutnya setelah menghitung. Ketika dirinya akan memberikan uang itu kepada emaknya tangannya terhenti di udara.

" Maaf gue kira Mak." Ucapnya sopan.

Meskipun Rio preman kasar sama seperti Almira namun dia masih bisa menghormati wanita yang berjilbab, tidak seperti Almira yang tak memandang siapapun. Rio melanjutkan jalannya tanpa basa basi dengan Almira, dirinya belum menyadari jika wanita itu adalah wanita yang selama ini ditunggunya.

"Maakkk..!" Teriaknya lagi mencari emaknya di setiap sudut rumahnya.

" Mak pergi ke warung." Ucap Almira akhirnya tak tega melihat sahabatnya terus berteriak mencari emaknya seperti anak ayam yang kehilangan induknya.

" Kenapa nggak ngomong dari tadi sih?" Gerutunya "Tunggu suara lo..?" Menyadari itu mirip seperti suara wanita yang dia rindukan Rio berhenti dan berbalik memandang lekat wajah wanita berjilbab biru itu.

"Maaf ada yang salah dengan suara saya?" Tanya Almira halus seperti ketika di pesantren, ia ingin sedikit menggoda sahabatnya yang tidak menyukai cewek itu.

" Suara Lo.. tunggu,tunggu, nama Lo siapa?"

"Ira." Ucap Almira.

"Bukan dia ya..?" Rio kembali kecewa ternya dia bukan seperti yang di bayangkan ya mana mungkin seorang Almira bisa sealim wanita di depannya itu. Ia kembali melangkah keluar rumah.

"Hahaha.."Almira tak bisa menahan ketawanya melihat wajah imut Rio ketika sedang putus asa.

"Kenapa Lo tertawa?" Rio heran melihat gadis berjilbab itu malah tertawa.

" Ira, Almira Nailal Humnah." Bukan menjawab malah Almira mengucapkan nama lengkapnya yang mana hanya Rio yang tau nama itu.

"Sialan Lo tipu gue!" umpat Rio.

" Salah sendiri mudah di tipu weekk.." Balas Almira sambil menjulurkan lidah.

"Lo tau nggak?.."

"Nggak." Sela Almira.

" Makanya kalo orang ngomong dengerin dulu monyong!" Ucap Rio sambil menonyor kepala Almira " Semenjak Lo pergi basecamp jadi sepi. " Lanjutnya.

"Oooo.." Hanya ini jawabannya yang semakin membuat Rio ingin menjitaknya lebih keras.

" Jadi Lo nggak kangen sama anak-anak?"

"Nggaklah, ngapain juga kangen."

Sombong amat nih bocah, pikir Rio.

"Yang ada itu mereka kangen sama gue. Emang Lo liat temen datang aja nggak mau nyapa apalagi kalo di jalan." Ocehnya.

Temen ya...?

" Lo pikir mereka bakal ngenalin Lo apa dengan pakaian Lo yang alim ulama' begini?"

" Pasti dong." Jawabnya tegas menantang.

" Ok, ntar sore kita kesana kalo mereka ngenalin Lo gue traktir bakso, tapi kalo mereka nggak ngenalin Lo, lo harus jadi pacar gue?" Tiga kata terakhir ia hanya dalam hatinya.

"Apa nraktir Lo bakso dua jumbo?" tantangnya.

" Bukan. Lo harus bantu gue jaga parkir gimana?" Inilah yang sering mereka lakukan bersama sehari-hari.

"Deal?" Melihat tangan Rio yang terulur hatinya terasa bergetar antara ingin menjabatnya dengan ingin menolaknya karena udah dua tahun dirinya tidak pernah bersentuhan dengan laki-laki meskipun sering berbicara.

Tapi kalo nggak Nerima kesannya sombong, bismillah....

"Deal." akhirnya Al menjabat tangan Sahabatnya sebagai tanda menerima tantangannya.

.................

Sorenya Rio dan Al pergi munuju basecamp mereka. Rio yang menjadi pemimpin mereka. Entah masih sama atau berubah Al tidak tau pasti.

"Woiii Bro!" Sapa teman Rio sambil melambaikan tangannya karena jarak mereka lumayan jauh. Rio hanya membalasnya dengan lambaian tangan dan senyuman.

"Lo kenal siapa dia?" Tanya Rio.

"Bentar! gue tebak dulu"

"Ya elah pakai tebak dulu segala." Rio tak sabar ingin mengalahkan Almira.

" Halah ribet, pentingkan gue tebak. Tubuhnya gendut, tingginya sama sama gue, kulitnya agak coklat." Al meniliti lebih tajam lagi ciri-ciri pria itu " Bimo? Nggak Bimo rambutnya nggak agak kriting sedikit."

"Bilang aja Lo nggak tau?" Ejek Rio.

"Shuutt diem bentar napa?" Sarkasnya dengan keras " Itu Irul, ya Irul kribo. Ya kann..?" Dia mengenalnya dari cara pria itu ngupil hiiihhh... menjijikkan. Rio hanya diam membenarkan hanya saja ia ingin muntah saat ada yang bilang Irul mengupil karena sangat jorok apalagi kalo makan jarang cuci tangan.

"Mimpi apa semalam Lo bisa nemu bidadari?" Tanya temen Irul.

Mendengar dirinya di sebut sebagai bidadari, pipi Almira memerah bagaikan kepiting rebus tidak seperti Agam yang menyebutnya Monyet jadi-jadian.

" Kumpulin anak-anak gih!" Pinta Rio yang langsung di laksanakan oleh Irul dan temannya, anak buahnya bagaikan perintah seorang komandan.

"Liat aja Lo bakal jadi gosong di parkiran." Almira tak menggubrisnya malah ia sendiri kangen narik uang parkiran.

Semua anak-anaknya telah berkumpul. Kelompoknya bertambah banya malah ada yang kecil seumuran Ali, adiknya hingga seumurannya. Semua jika di hitung sekitar 15 , itu yang hanya di sini belum lagi yang masih kerja. Mereka dua memandang Al dengan takjub, tanpa ada yang menyebutkan namanya.

"Neng kok mau sih sama bos Rio? dia kan jarang mandi. Mending sama Abang aja, Abang udah punya motor looo buat keliling ."

"Sama Abang aja neng, nanti Abang ajak belanja deh."Mereka semua malah merayu Almira.

"Cukup, gue kumpulin kesini bukan untuk ngrayu dia, tapi gue mau nanya siapa yang kenal dengan nih orang?" Tanya Rio sambil menunjuk Almira yang sedang duduk santai dengan tatapan yang datar.

" Mana saya tau boss, yang penting dia cantik."

Plaakk..

Rio memukul kepala botak pria itu dengan kopyahnya, sedangkan yang lain masih berpikir memperhatikan detail tampilan dan wajah wanita yang di bawa bos mereka itu.

" Memangnya siapa bos dia?"

"Kak Al! Kak Al!" Teriak Ali menghampiri mereka.

Nih bocah pinter, dateng waktu ginian pasti mereka bakal tau siapa gue.

" Yang di panggil Ali Kak Al hanya satu." Ucap salah satu dari mereka lalu memandang Al dengan lekat.

" Kata emak kalo pulang jangan malam-malam, emak udah masak di rumah." Ucap Ali kemudian langsung pergi lagi membawa layangannya.

"Gue tau pasti dia Al... Al.." Irul mengehntika ucapannya karena lupa.

"Almira! Benerkan?" Ucap Dion, dia bisa menebak nama wanita itu. Rio hanya diam, kali ini takdir belum membelanya, sedangkan Almira begitu gembira akan mendapatkan bakso.

" Yes gue menang!" Teriak Almira seperti bocah menang undian " Karena kalian ngenalin gue sebagai hadiahnya besok pagi gue traktir Bakso, Gimana?" Tawarnya.

Pak Yai uangnya saya sedekahin nggak papa kan...? lagi pula kata beliau di suruh pakai. Berarti nggak papa.

" Traktir...traktir...bakso...bakso.." mereka kompak menyanyikan lagu saat ada yang mentraktir mereka. Kalo dulu Almira pastinya yang mimpin sekarang udah malu. Disisi lain Rio memandang Almira tanpa kedip, ada yang berbeda dengan wajah Almira yang dulu, kini wajahnya terlihat lebih damai, matanya hanya menunjukkan ketenangan, apalagi dirinya mengenakan jilbab menambah kecantikannya , semua itu membuat jantung Rio semakin bedegup kencang.

1
lizam libanon
apa sih maksud dari kata "Sedikit" di paragraf ini?
Abel Yasmin
good
Eva Sri Wahyuni
ngakak wkwk
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
🤣🤣🤣🤣🤣 ngakak ya allah
Widya Aza
ngakak ya allah 🤣🤣🤣🤣🤭
Har Tini
lanjut tjor baru MMpir👍
Nurul nurul
kapan mp nya??
Nurul nurul
kok agak aneh,klo Agam ngajar pagi bukannya sebelum berangkat seharusnya Almira dibangunin dulu
Nurul nurul
othor dari Tuban kah,berarti kita tetanggaan,aq Tuban rengel
Nurul nurul
pondoknya wilayah mana??ada Tuban...ada Bojonegoro...apa pondoknya wilayah Widang?Lamongan?atau mbabat...kan di mbabat ada ponpes terkenal,pondok langitan
Nurul nurul
mentang² istrinya mantan preman mau dijadikan ketua keamanan😂😂ada² aja lu gam
Nurul nurul
"Adam i'm coming"😂
Nurul nurul
pondoknya critanya asal mana ya,kok ada daerah Tuban juga...btw aq juga dari Tuban ,wilayah kecamatan Rengel
Nurul nurul
bukannya klo rebus telur itu pas airnya masih dingin,kok itu dimasukin pas udah mendidih
Nurul nurul
Thor,pake bahasa indo yg jelas napa,ada bahasa getek segala,kan bisa pake galah...untung aq Jawa,klo luar Jawa kn aq ngk faham
osie
semangat thor...
Ummi Alfa
Ibu tirinya koq gitu sih! ndak mencerminkan istri Kyai.
Ummi Alfa
Bener kata si Mbah kalo mereka mirip ternyata memang adik kakak.
Rini Apriyanti
Mentang2 istrinya preman, mau dijadikan ketua keamanan 🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!