Sinta gadis berusia 18 tahun, dia baru saja masuk ke perguruan tinggi tahun ini, dia harus dihadapkan pada cinta yang rumit karena dia menyukai dua pria sekaligus dalam hidupnya, dia bernama Arlan dan juga Jayden, dan sayang nya dia tidak ingin menjadi istri seorang polisi, tapi dia begitu menyayangi Arlan yang seorang polisi, lalu bagaimana akhirnya Sinta akan memilih? Jay atau Arlan? atau dia akan berusaha untuk bisa bersama Arlan, walaupun dia seorang polisi?? yuk ikuti kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wachid Tiara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sinta love Arlan 6
...
"Sinta..."
"Cukup Arlan!!! Lebih baik kita segera ke kantor polisi dan menyelesaikan semuanya, setelah itu kita tidak perlu bertemu lagi." Sinta mengambil kunci mobilnya yang tergeletak di meja didepan nya dan segera melangkahkan kakinya keluar dari rumah Arlan tanpa menunggu Arlan.
'you are my man, even if you are not be able to touch my soul'
Dering handphone Sinta menghentikan langkahnya.
'Jay coku' terlihat di layar ponselnya.
"Halo sayang..." Sapa Sinta pada Jayden yang menghubunginya.
"Hai sayang, aku pulang hari ini, nanti sore sampai, jemput aku ya... Sekalian aku punya sesuatu buat kamu." jawab Jayden.
"Iya sayang, aku mau banget. Aku juga udah kangen sama kamu." ucap Sinta, dia tidak sadar jika Arlan tengah memperhatikannya sedari tadi di belakangnya.
"Iya, aku juga kangen sama kamu, ya udah aku tutup dulu ya, bye sweetheart."
"Bye honey..."
Sinta memasukkan kembali handphone nya kedalam tasnya, sinta terkejut hingga mundur dan terjungkal kebelakang.
"Arlan!!!" Teriaknya.
Arlan berjongkok didepan Sinta, dan tersenyum mengejek padanya.
"Seandainya saja Jay tahu kalau pacarnya menginap di rumah sahabatnya dan mereka tidur bersama, apa Jay masih mau bersama mu?" Tanya Arlan sinis.
"Kalau begitu coba saja! Kita lihat, siapa yang akan Jay pilih? Pacarnya atau sahabatnya? Dan aku yakin dia akan memilihku, dan meninggalkanmu, begitu juga aku yang memilih Jay dan meninggalkan mu!!!"
Sinta mendorong tubuh Arlan dan segera berdiri kemudian memasuki mobilnya dan segera membawanya menuju ke kantor polisi dimana dia harus menanggung semua perbuatannya tanpa menunggu Arlan yang masih berdiri mematung dan melihat mobilnya menghilang dari pandangannya.
"Selamat pagi pak, saya Sinta, Aurelie Sinta Lesmana, saya yang semalam tidak sengaja menabrak mobil patroli Polisi." jelas Sinta pada Bagas Ardi yang sedang bertugas.
"Oh nona Sinta, anda begitu banyak melakukan hal yang melanggar hukum, untung saja tidak ada korban disini, jadi bagaimana anda akan menyelesaikannya?"
"Saya, akan melakukan apapun, asal jangan masukan saya ke penjara ya pak, saya takut pak" pinta Sinta, sungguh Sinta merasa sudah ingin menangis saat ini.
"Bagas, biar aku yang selesaikan masalah ini dengannya" ucap Arlan yang juga sudah berada di sana.
"Arlan, baiklah secepatnya selesaikanlah" ucap Bagas sebelum dia pergi dari sana.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?" Tanya Sinta pada Arlan.
"Nona Aurelie Sinta Lesmana, pilih masuk penjara atau biarkan aku menjadi pacarmu, dan lakukan kewajibanmu sebagai pacarku" jelas Arlan.
"Kau!!!" Sinta berteriak geram pada Arlan membuat semua orang yang ada disana menatapnya.
"Maaf semuanya, nona ini menolak untuk mengganti rugi kepada pihak kita untuk memperbaiki mobil patroli yang dia tabrak dan juga menolak untuk menandatangani surat pernyataan." jelas Arlan pada semuanya, namun langsung mendapat tatapan tajam yang seakan bisa membunuhnya dari Sinta.
"Jadi nona Sinta, anda mau masuk penjara atau terima syarat dari kami! Dan tanda tangan surat ini?!" Tanya Arlan seolah Sinta seperti seorang yang sedang ingin berdebat dengan pihak yang berwajib.
"Fine!!!" Sinta mengambil pulpen dan segera menandatangani dua lembar surat yang ada di mejanya.
"Terimakasih nona Sinta atas kerjasama anda, saya sendiri yang menjadi penjamin anda, saya harap nona Sinta tidak akan mengulanginya lagi, atau lain kali kami akan bertindak lebih tegas lagi." ucap Arlan dengan nada formalnya.
"Tidak akan pernah ada kata 'lain kali' jadi anda tidak perlu khawatir, saya sangat menyesali perbuatannya yang telah saya lakukan, dan saya memohon maaf kepada semuanya, karena saya telah melakukan hal yang begitu buruk." ucap Sinta basa-basi.
"Sama-sama, ingat jangan lakukan hal itu lagi" ucap Arlan kembali mengingatkan.
"Iya pak Arlan, kalau begitu saya permisi dulu, terimakasih atas segala kebaikannya yang telah memberikan saya kesempatan kedua." Sinta menyalami mereka semua yang ada disana secara bergantian dan mengucapkan penyesalannya berkali-kali.
Sinta memasuki mobilnya dan kemudian memasang seat beltnya, hatinya terasa begitu kesal.
"Sinta..."
"Astaga!!! Ngapain sih nongol lagi!!" gerutu sinta pada Arlan yang tiba-tiba muncul lagi di depannya.
"Handphone kamu ketinggalan." Arlan memberikan handphone yang ada di tangannya pada Sinta.
"Kok bisa?" Sinta tidak tahu kenapa handphone nya yang sudah masuk dalam tasnya, tiba-tiba tertinggal di meja kantor polisi.
"Aku yang mengambilnya dari tasmu" jelas Arlan tanpa rasa bersalah.
"Kamu?!! Kamu lebih tepat disebut pencuri daripada polisi" desis Sinta.
"Terserah, sekarang aku pacarmu, aku minta jatah pacar"
"Jatah pacar?!"
"Yups... Peluk, cium itu yang paling penting dan lagi telfon, chat semuanya harus di balas, okay? Sekarang beri aku jatah cium." pinta Arlan seenaknya.
"Apa kamu menggadaikan otakmu? Aku sudah punya pacar, dan lagi, ini adalah kantor polisi, jaga wibawa mu, bod*h!!!" Umpat Sinta yang sudah benar-benar dibuat marah oleh Arlan.
"Jadi, kamu peduli dengan reputasiku?" Tanya Arlan, dia ingin memastikan jika Sinta memang peduli padanya.
"Tentu saja aku peduli! Apa lagi memangnya?!"
Arlan tersenyum manis kemudian mengecup kening Sinta sekilas.
"Terimakasih" ucapnya.
Sinta masih belum sadar dari apa yang barusan Arlan lakukan.
"Hati-hati, aku harus kembali bekerja" Arlan mengecup kembali kening Sinta sekilas dan kemudian berlalu meninggalkan sinta yang masih belum sadar pada apa yang terjadi
"Dasar pria b*doh, keras kepala, menyebalkan, aneh, semaunya sendiri, b*doh, keras kepala, apa lagi ya... Sepertinya aku mengulangnya tadi, ah bodo amat!!! Yang jelas Arlan kamu menyebalkan!!!" Umpat Sinta saat dia membawa mobilnya mulai meninggalkan kantor kepolisian.
--------
Udah 4 bab ya 🤗
Jangan lupa untuk like dan komen ya 😉
gak bertele-tele,,,
bener" memabukkan..
wkwkwk
rebutin wanita tidak berantem