🌹 Clarisa & Kevin Lee 🌹
Aku bekerja sebagai pembantu di rumah salah satu pengusaha kaya raya, di Korea Selatan bernama Kevin Lee.
Niatku adalah merubah nasib keluargaku, agar jauh lebih baik, tapi justru aku menikahi Suami dari majikanku.
Diakhir hidupnya, Nona Shin meminta aku menggantikan posisinya sebagai istri Tuan Kevin. Sebab menurutnya, aku adalah wanita yang tepat menggantikan posisinya, setelah kepergiannya nanti.
Tuan Kevin awalnya menolak, permintaan istrinya, karena ia sangat mencintai Nona Shin, tapi karena istrinya tetap memaksa akhirnya kamipun menikah.
Tuan Kevin tidak mencintaiku, hingga hanya hinaan, yang aku terima.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon popyani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ep.6.Permintaan terakhir Shin
🏚️ Kediaman Kevin Lee🏚️
Kevin duduk termenung, didalam ruang kerjanya.
Setelah menikmati ramen beberapa sendok, Kevin kembali duduk merenung, diruang kerjanya.
Pria tampan itu, tampak begitu frustasi saat mendengar ucapan istrinya.
Bagaimana tidak, ia sangat terkejut mendengar ucapan istrinya, yang menurutnya sangat tidak masuk akal, dan dia tidak mungkin memenuhinya.
Bagaimana mungkin, Shin memintahnya menikahi Clarisa. Dan tidak mungkin, dia melakukan hal gila itu.
" Apa dia sudah gila..., mana mungkin dia menyuruhku menikahi pembantu itu. Karena sampai kapanpun aku tidak pernah akan mau. Dengan raut wajah, yang terlihat gelisah.
flasback onn
Saat memasuki kamar, Kevin duduk disisi istrinya. Dia terus menatap wajah pucat, wanita yang dicintainya.Hatinya begitu sakit, saat melihat keadaan wanita yang dicintainya, semakin tak berdaya akibat penyakit yang dideritanya.
Shin yang menyadari kedatangan Suaminya, seketika membuka matanya perlahan.
" Sayang..., kau sudah pulang..? Bertanya dengan suara pelan,dan berusaha bangun dari tidurnya.
Tapi seketika, niatnya langsung ditahan oleh Suaminya.
" Tidurlah..." Serunya pelan.
" Sayang...aku ingin berbicara serius padamu, dan keputusanku ini, sudah aku pikirkan matang - matang.
" Keputusan apa Sayang...? Tanya Kevin, yang terlihat penasaran.
Shin menatap dalam bolamata pria yang dicintainya, walaupun tidak rela berbagi cinta dengan wanita lain, meskipun ia sudah meninggal sekalipun, tapi menurutnya, Clarisa adalah wanita yang tepat.Mengingat bagaimana liciknya Jeni saudari perempuannya, membuat ia takut Suaminya Kevin, akan terjebak oleh adiknya sendiri. Dan sebelum itu terjadi, dan sebelum kematiannya, ia ingin melihat Kevin menikah, dengan wanita pilihannya.
" Sebelum aku meninggal.., aku ingin kau menikahi Clarisa. Supaya disaat aku sudah pergi, aku bisa pergi dengan tenang. Sebab aku meninggalkanmu, dengan wanita yang tepat.
Betapa terkejutnya Kevin, saat mendengar ucapan istrinya.
" Apa kau sudah gila Sayang..., kau menyuruh aku menikahi pembantu itu, lagi pula sekalipun kau pergi meninggalkanku, aku tidak akan pernah mau menikah lagi Shin. Karena dihatiku hanya ada satu wanita yaitu, dirimu Shin.
Mendengar ucapan Kevin, air mata Shin lolos begitu saja.Ia merasa menjadi wanita yang paling bahagia didunia ini, memiliki Suami yang begitu mencintainya, dan setia. Tapi dia menyadari selama menikah dengan Kevin, dia tidak bisa membuat Kevin bahagia. Mungkin dengan menikahi Clarisa, Kevin bisa menemukan kehadiran seorang anak, yang selama ini diharapkan mereka.
" Terimah kasih karena sudah mencintaiku, tapi kau tau Sayang..., dalam hubungan ini aku tidak mau egois, dan aku yakin Clarisa bisa membuatmu bahagia." Seru Shin pelan, dengan terus menangis.
" Tapi Sayang..., aku tidak bisa.
" Aku mohon Sayang...,hiks...,hiks...,hiks..., aku mohon..." Pintanya, dengan terus menangis sambil, mengatupkan kedua tangannya.
Flasback off
Waktu terus berjalan, tak terasa sudah satu bulan Clarisa bekerja dikediaman, pengusaha kaya raya Kevin Lee.
Dan selama waktu itu pun, Shin berusaha membujuk Suaminya agar mau menikahi Clarisa, dan seperti jawaban sebelumnya yang diucapkan Kevin " tidak".
Dan siang itu, Shin merasakan kepalanya teramat sakit , dan pandangannya pun kabur, hingga membuat dia kehilangan keseimbangan, dan pingsan.
Clarisa yang sedang mengambil makanan didapur, sangat terkejut, saat kembali kekamar, ia mendapati tubuh Shin tergeletak di lantai.
" Nyonyaa...." Teriak Clarisa, sambil menyambangi tubuh wanita itu.
" Nyonya bangun Nyonya..., bangun " Seru Clarisa menangis, sambil menepuk - nepuk pelan pipi wanita itu, tapi Shin tak kunjung sadar.
Tak lama muncul Kevin, dan juga Elena, yang baru saja, memasuki kamar itu.
" Sayang...!! Panggil Kevin, sambil menyambangi tubuh istrinya, yang tergelak tak sadarkan diri.
" Elena cepat telepone Dokrer Kim..! Titah Kevin, yang sudah panik dengan keadaan istrinya.
" BaikTuan.."
🌟 30 menit kemudian🌟
Alat bantu pernapasan telah terpasang dihidung, wanita itu. Dan Kevin terus menangis menatap istrinya, yang tak kunjung sadarkan diri.
Karena sangat mencintai istrinya, Kevin ingin istrinya dirawat dirumah, walaupun ia harus mengeluarkan biaya, yang cukup menguras kantong untuk membeli alat - alat kesehatan itu.
" Bagaimana keadaan istri saya Dokter..?
" Berdoalah pada Tuhan.., Tuan.., hanya dia yang mempunyai kuasa.
Mendengar ucapan Dokter, mereka semua yang berada didalam ruangan itu, hanya meneteskan air matanya.
" Tuhan aku mohon berikan mujizat buat Nyonya Shin." Bathin Clarisa, dengan airmata yang sudah lolos, dari kedua sudut matanya.
"Bagus ,dengan begini tidak lama lagi aku akan cepat menjadi Nyonya Kevin." Bathin Jeni tersenyum bahagia, saat perkataan Dokter, kalau Kondisi Kakaknya semakin menurun.
Jeni berlalu keluar dari kamar itu, dengan perasaan yang begitu bahagia.
" Ha...ha...ha..., sebentar lagi aku akan menjadi Nyonya Kevin." Serunya tertawa bahagia ,saat menuruni anak tangga.
🌹15 menit kemudian🌹
Shin membuka matanya perlahan - lahan, dan mendapati orang - orang yang menyayanginya tengah berada dikamar.
" Sayang..., kau sudah sadar..? Seru Kevin, sambil mengusap air matanya yang membasahi pipi.
Tersenyum, menatap wajah tampan Suaminya.
" Buat apa kau menangis Sayang.., karena cepat atau lambat aku akan meninggalkanmu.
Aku mohon penuhilah permintaanku yang terakhir kali." Sambil mengatupkan kedua tangannya, memohon pada Kevin.
" Tapi Shin..."
" Clarisa kemarilah" Panggilnya
Clarisa menghampiri Shin, dengan wajah yang terlihat bingung.
" Ada apa Nyonya.?"
" Kau selalu bilang, kau menganggap ku, sudah seperti Kakakmu sendiri, mau kah kau memenuhi permintaan terakhir Kakakmu ini."
" Permintaan apa Nyonya..? Bertanya, karena sesungguhnya ia sangat penasaran.
" Menikahlah dengan Suamiku Kevin.., aku mohon.." sambil menangis.
" Apaa..." Terkejutnya Clarisa.
" Sayang..." Seru Kevin menangis.
" Clarisa aku mohon..., aku mohon..., biarkan aku pergi dengan tenang, hiks...hiks..hiks.." Pintanya, sambil menangis.
Clarisa hanya diam,dan menatap Bibi Sophia dan Ana secara bergantian.
Mereka hanya menganggukkan kepala, dan menangis. Karena trenyuh dengan permintaan Shin, yang sangat menyayat hati.
" Baiklah kalau itu mau mu.., aku akan menikahi Clarisa." Ucap Kevin, dengan nada tegas.
" Tapi Tuan..."
" Clarisa..." Seru Bibi Sophia, menganggukkan kepalanya, agar Clarisa mau menuruti permintaan Shin.
Clarisa menghela nafas berat, inilah keputusan yang paling besar, yang diambil dalam hidupnya, menikah dengan pria yang tidak mencintainya, dan tak di cintainya.
" Baiklah Nyonya, aku mau menikah dengan Tuan Kevin"
H
H
malah Dara
menyangkaH
dll
menyangkah
apalagi yaa