Kisah ini masih belum banyak di revisi. Masih amburadul apa adanya seperti dulu. Sudah mulai konsisten di bab. 82 ya.... semoga dapat mengambil hikmah dari kisah ini.
Seorang gadis biasa yang di temukan oleh sepasang Kakek Nenek di emperan toko ketika hujan. Yang mereka beri nama Vera Kania Putri. Telah tumbuh menjadi sosok gadis yang tangguh, baik hati, pekerja keras. Mendambakan cinta dari seorang guru magang bernama Fatih, namun harus rela kehilangan cintanya karena ditinggal untuk selama-lamanya dan ia harus menikah dengan kakak yang di cintainya bernama Rey, dan cinta mereka akan terus berlanjut ketika badai memisahkan mereka
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dhewhy M, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 6
Kania berniat akan segera menghubungi Dita, agar Dita tidak menggunakan kesempatan itu untuk mencuri dan menjual sertifikat rumah, tanpa sepengetahuan Kania.
Tar....
Suara gelas jatuh tersenggol lengan Kania, karena suara oecahan gelas itu, Neta dan Fatih terbangun dari tidurnya. Kania pura-pura melanjutkan tidurnya lagi, namun Fatih mengetahuinya jika Kania hanya bersandiwara.
"Masih mau pura-pura tidur Kania?" Tanya Fatih.
"Emm, ternyata menginginkan ciumanku nih pacar aku yang cantik ini" Sambung Fatih.
"Aku bangun, iya aku udah bangun, hehehe "Kata Kania, mana mungkin Kania mau dicium lagi oleh Fatih, sedangkan di ruangan itu masih ada Neta.
Neta berjalan mendekati Kania, ia ingin menanyakan sesuatu yang sejak semalam mengganjal di fikirannya. Ini masalah siapa Kania sebenarnya.
"Kania, aku boleh tanya sesuatu. Tapi kamu jawab dengan jujur" Kata Neta.
"Boleh dong, Kak Neta mau tanya apa? " Kata Kania.
"Darah kita memiliki kecocokan 98% dan darah kita ini langka, sebenarnya siapa kamu? " Tanya Neta serius.
"Aku siapa? Aku Vera Kania Putri, siswi nya Kak Fatih, siapa lagi?" Kata Kania.
"Kakak boleh ketemu orang tuamu gak? " Tanya Neta Lagi.
Kania terdiam, ia berfikir kenapa Neta tiba-tiba menanyakan hal itu. Bahkan tatapan Neta juga membuat Kania bersedih, berharap Kania bisa mengatakan iya, dengan bangga. Namun kenyataannya, Kania tidak memilikinkeluarga saat ini.
"Kamu apa-apaan sih, Kania baru saja sadar. Jangan karena darahmu sama dengannya, kamu berfikiran yang bukan-bukan ya" Kata Fatih.
"Tapi ini aneh, darah langka ini hanya di miliki di keluarga kami. Dan saat kamu menggendong Kania tadi, aku lihat ada tahi lalat di atas, maaf pantat Kania yang sama dengan adikku yang hilang waktu bayi di rumah sakit. " Jelas Neta.
Kebingungan melanda fikiran Kania, ia berhayal jika Neta tiba-tiba mengatakan bahwa dia adalah kakak kandungnya. Namun, Kania tidak akan berhayal lagi, semua itu tidak lah mungkin, jika Neta adalah kakaknya.
"Kania di jawab dong. Aku butuh bertanya dengan orang tuamu, atau keluarga kamu yang lain?" Kata Neta.
"Gak usah tanya dia, dia bukan adik kandung aku. bahkan dia hanyalah anak pungut yang di pungut oleh almahrum Kakek Nenek ku, dan nama yang ia miliki itu adalah nama Ibunya " Kata Dita.
"Kak Dita ngapain ke sini" Tanyaku.
"Nih, jelas untuk mengusirmu, jangan kembali ke rumah itu, rumah itu sudah aku jual, bye!"Kata Dita dan pergi dengan melemparkan tas besar milik Kania.
"Hahaha fiks aku jadi gembel sekarang " Kata Kania.
Kania sangat kesal, hidupnya dari dulu memang seperti itu, tidak ada yang menginginkannya hidup. Bahkan sejak bayi ia dibuang, di sekolah sering di bully bahkan dimata masyarakat juga Kania ternilai sangat buruk.
Hanya saja kotak berharga miliknya yang ia miliki, identitasnya semua ada pada kotak itu. Baju bayi, nama di gelang, sepatu dan bandana juga ada dalam kotak itu.
"Sayang, kamu gak papa kan? Yang sabar ya" Kata Fatih memeluk Kania.
"Aku baik-baik aja kok kak, udah terbiasa seperti ini " Kata Kania.
"Setelah keluar dari sini, kamu tinggal aja denganku, Mama dan Papa pasti bahagia " Kata Neta.
"Tapi Kak, bagaimana dengan Oma? bukankah dia nggak suka dengan orang luar? Maksudnya tiba-tiba Kania ikut kamu gitu " Kata Fatih.
"Adik ipar, Oma pasti akan menuruti semua kemauanku, tenang saja " Kata Neta.
"Tunggu, Adik Ipar? Kalian saling kenal? " Tanya Kania bingung.
"Eh iya aku lupa, Fatih ini adik dari calon suamiku Kania. Aku di jodohin sama Kakak nya Fatih gitu " Jelas Neta
"Ha? Di jodohin? Dan Kakak mau? " Tanya Kania.
"Jaman sejarang masih ada sistem perjodohan?" Sambung Kania.
"Ya harus bagaimana lagi, perjodohan bisnis Kania. Tapi usia Kakaknya Fatih udah 30 tahun, sedangkan aku baru 24 tahun " Kata Neta.
Malam itu, Fatih pamit pulang, dia harus pulang karena dengar Kakak nya masuk rumah sakit. Awalnya Kania menyuruh Neta untuk mengikuti Fatih, karena pasti yang sakit adalah calon suaminya.
Namun, karena Kakaknya Fatih di rawat di rumah sakit yang sama, Neta tetap manemaninya. Tetapi Fatih akan tetap pulang dulu katanya. Kania banyak bercerita dengan Neta, mereka cocok sekali, seperti orang yang sudah lama saling kenal, dan Neta sangat perhatian dengan Kania.
Kania bercerita tentang rasa cintanya kepada Fatih, dan ia juga menceritakan kalau dirinya dan Fatih baru saja resmi berpacaran. Tapi mereka menjalin hubungan secara diam-diam karena Fatih seorang guru dan Kania adalah muridnya.
Pagi hari ketika Kania terbangun, Neta sudah tidak ada di sampingnya. Kania sudah merasa bosan, lalu ia membuka ponselnya. Betapa terkejutnya Kania, ada berita yang membuat hatinya sakit, sakit sesakit sakitnya, rasanya sama ketika Kakek dan Nenek angkatnya pergi meninggalkannya.
"Kania lu katanya sakit? Lu tau nggak? Pak Fatih semalam kecelakaan dan meninggal Kania. Lu udah tau belum"
Isi chat Lusi membuat dadanya semakin sesak, itu semua tidak mungkin, baru semalam Fatih bercanda ria dengannya. Merencanakan ujiannya, kuliahnya, masa depan mereka berdua, bagaimana mungkin dia tega meninggalkan Kania yang sedang menikmati rasa bahagia atas terbalasnya rasa cintanya itu.
Neta masuk membawakannya makanan, Kania yakin jika Neta tau semuannya. Mengingat bahwa Neta adalah calon kakak ipar dari Fatih. Tapi dia tidak memberitahu Kania akan kebenarannya. Kania pun mencoba untuk bertanya kepada Neta tentang berita orang tercintanya itu.
"Dimana Kak Fatih Kak? " Tanya Kania.
"Dia.. dia ya ngajarlah Kan. Kemana lagi memangnya? Dia kan seorang guru" Kata Neta dengan gugup.
"Lalu apa kebenaran berita ini Kak? Jujur Kak !!!" Tanya Kania.
Namun, Neta hanya diam saja, Kania tau semua berita itu benar, Fatih telah meninggalkannya, Kania merasa bahwa Fatih tidak lagi menyayanginya Kania menangis sejadi jadinya, Neta memeluk dan menenangkannya. Hatinya begitu hancur mendengar kepergian Fatih, bahakan Kania masih memakai baju yang Fatih belikan kemarin malam. Berharap pagi ini Kania akan di sambut dengan pelukannya.
Kania marah,sedih, dan menyesal, kenapa dirinya harus sakit seperti ini, bahkan ia tidak berada di sampinya ketika Fatih ketika ia pergi.
"Sabar Kania, kamu yang sabar, Fatih akan sedih jika melihat kamu seperti ini Kan!" KataNeta memenangkannya.
"Kenapa Tuhan nggak adil denganku Kak, Tuhan tidak menyayangiku, aku jalankan semua perintahnya, dan aku hindari semua larangannya, tapi kenapa dia mengambil orang orang yang aku kasihi Kak, kenapa semua orang meninggalkanku, aku benci dengan diriku sendiri. " Teriak Kania.
Kania benar-benar terpukul, dia merasa kalau dia akan hidup hampa sendirian, dia telah dibuang orang tuanya, di tinggal Kakek Nenek angkatnya yang selama ini merawat Kania, di buang oleh Kakak angkatnya juga, sekarang ia harus terima kenyataan bahawa cintanya juga pergi untuk selama-lamanya.
lanjutt thor🆙💖💪💪💪💪