NovelToon NovelToon
ARJUNA

ARJUNA

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Mata Batin
Popularitas:785k
Nilai: 4.9
Nama Author: ali topan87

Di salah satu pegunungan yang ada di jawa tengah,ada seorang pria tua,yang suka menyendiri di gunung. Pria tua itu sedang melakukan meditasi,namun di saat melakukan meditasi,ia mendengar suara tangisan bayi. Pria tua merasa terganggu,ia berpikir itu ada ulah makhluk halus. Namun,suara tangisan bayi itu terus terdengar di telinganya. Mau tidak mau pria tua itu menghentikan meditasi. Lantas pria tua itu keluar dari rumah gubuknya,ia mempertanam indra pendengarannya untuk mengetahui dari mana asal suara tangisan itu. Setelah dapat,pria tua itu lantas melesat ke arah suara tangisan bayi tersebut.
Di saat pria itu menuju ke arah tangisan bayi,keadaan malam hari dan bulan purnama. Setelah mencari akhirnya pri tua itu menemukan sosok bayi tergeletak terbungkus kain selimut tebal dan ada sebuah kalung emas tergeletak di samping bayi tersebut. Lantas pria tua itu membawa bayi malang itu ke rumah anaknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ali topan87, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

AKU JUGA IKUT MATI DEK.

1 hari kemudian.

Arjuna membuka matanya ,ia melihat suasananya tak sama dengan yang terakhir ia lihat,lalu ia bangun dan mendapati dirinya telah berada di dalam ruangan serba putih.

" Apakah aku sudah mati?"

Arjuna mengira dirinya telah mati,lalu melihat di lengannya tertancap jarum infus.

" Apa ini?"

Seorang dokter pria berpakaian putih muncul di balik korden .

" Jangan banyak gerak dulu ya mas.." ucap pria itu.

" Bapak siapa? Dan aku di mana? Apakah aku sudah mati? Mbak Dini ada di mana? :ucap Arjuna.

Dokter itu lantas memeriksa Arjuna.

" Mas ada di rumah sakit,nama mas siapa?"ucap dokter.

" Arjuna dok..."ucap Arjuna.

" Oh iya...Ini kan rumah sakit..." ucap Arjuna dalam hati.

" Pak dokter...Mbakku ada di mana?" ucap Arjuna.

Dokter menghela nafas,lalu menyentuh pundak Arjuna.

" Tabahkan hatimu ya mas Arjun...." ucap pria itu.

" Mbakku meninggal kah pak dokter...?"

Dokter diam tak menjawab.

" Pak dokter..Jawab dong." ucap Arjuna khawatir.

" Yang sabar ya mas Arjuna.." ucap dokter.

Dokter itu membuka kain korden sebagai pemisah. Nampak Dini sedang tertidur,ada jarum infus menancap di lengannya.

" Jancook....Wasssuu..." ucap Arjuna. Ia mengira kakaknya meninggal.

Dokter itu lantas menyuntikkan obat ke selang infus Arjuna.

" Mamakku di mana pak dokter..Aku mau pergi mencari mam..." ucap Arjuna belum selesai berbicara ia tertidur akibat obat yang di suntik oleh dokter. Sebab Arjuna belum pulih sepenuhnya.

Pukul 2.20.

Arjuna membuka matanya lalu bangun. Kemudian Arjuna melepas jarum infus lalu turun dari tempat tidur. Ia ingin kembali ke desanya untuk mencari kedua orang tuanya. Sebelum itu,Arjuna melihat kakaknya lebih dulu.

Nampak Dini sudah bangun.

" Mbak..." ucap Arjuna sambil menghampiri.

Dini menoleh ke arah Arjuna.

" Iya dek.." ucap Dini.

" Aku mau kembali ke desa,mbak di sini aja dulu ya.." ucap Arjuna.

" Aku ikut..." ucap Dini.

" Jangan mbak...Do'akan aku agar bisa menemukan mamak dan bapak,semoga mereka selamat.." ucap Arjuna.

" Tapi..." ucap Dini.

" Aku hanya sehari saja mbak,setelah itu kembali ke sini..." ucap Arjuna lalu pergi.

Di saat Arjuna berjalan di lorong,seorang suster muncul dari salah satu pintu dan melihat Arjuna berjalan sendirian memakai baju rumah sakit. Lantas Suster itu menghampiri Arjuna.

" Mas Arjuna...Mas mau kemana?" ucap suster.

" Mau pulang mbak..." ucap Arjuna sambil berjalan meskipun ia tak tahu jalan keluar,ia terus berjalan.

" Jangan pulang dulu mas.." ucap suster.

Arjuna memghentikan langkahnya dan melihat ke arah suster.

" Aku mau cari mamak dan bapakku mbak...." ucap Arjuna.

" Tunggu besok pagi...Nanti mas akan di antar.." ucap suster mencoba membujuk.

Arjuna melanjutkan lagi langkah kakinya.

" Aku maunya sekarang..." ucap Arjuna.

Suster itu panik dan meminta bantuan ke yang lainnya.

2 orang pria mendekati Arjuna yang sedang berjalan.

" Mas....Tunggu..." ucap pria 1.

Arjuna menoleh ke pria yang berbicara.

" Aku mau pulang..." ucap Arjuna.

" Besok pagi saja mas pulang..Kami akan mengantar mas " ucap pria 1.

Arjuna menghentikan langkahnya lalu melihat ke arah pria1.

" Aku mau mencari kedua orang tuaku kang..." ucap Arjuna.

Pria 1 meletakkan tangan kanan di pundak kiri Arjuna.

" Sabar ya mas...Tim SAR berusaha mencari kedua orang tua mas Arjuna. " ucap pria 1.

Arjuna merasa lega,ada tim SAR yang mencari keberadaan orang tuanya.

" Apakah tim SAR sudah menemukan orang tuaku?" ucap Arjuna.

" Menurut informasi yang aku dapat, baru 3 orang korban yang di temukan. Jadi..."

" Mas besok pagi saja ke sana...Ya..." ucap pria 1.

" Baiklah...." ucap Arjuna akhirnya menuruti ucapan pria 1 tersebut. Karena tim SAR telah membantu mencari keluarganya.

Kedua pria itu mengantar Arjuna ke kamar inap.

Arjuna melihat sosok tak kasat mata dan melihat tulisan di atas pintu *KAMAR JENASAH*.

" Jiangkreek...Pantesan banyak hantunya di sini..." ucap Arjuna dalam hati melihat beberapa sosok hantu.

Pagi harinya.

Dokter memeriksa Arjuna dan juga Dini.

" Pak dokter...Saya mau kembali ke desa..." ucap Arjuna saat di periksa.

" Tunggu jam sepuluh ya mas Arjuna,." ucap dokter.

" Iya..."

" Kapan kami boleh pulang pak dokter?"ucap Arjuna.

" Hari ini kalian boleh pulang tapi tunggu jam 10 ya..." ucap dokter lalu pergi.

Tak lama kemudian muncul teman - teman sekolah Arjuna dan Dini. Beserta para guru.

" Assalam mu'alaikum..." ucap seorang bapak - bapak.

" Wa'alaikum salam...." ucap Arjuna dan Dini.

Arjuna bersalaman tak lupa cium tangan ke guru - gurunya.

" Kemarin kita mau menjenguk,tapi kamu belum sadar..." ucap bu Tika.

" Aku pingsan kah bu?" ucap Arjuna.

" Iya... Ibu melihat kalian itu tidak hadir."

" Gak hanya kalian saja,sodaramu juga gak ada datang ke sekolah. Terus ibu menyuruh pak Antok untuk ke sana mengecek. Mengapa kalian tidak masuk sekolah.."

" Pak Antok memberitahu ke ibu,bahwa desa kalian terkena longsoran tanah.." ucap bu Tika.

" Iya bu...Aku dan mbak pas datang melihat rumahku sudah hilang bu..." ucap Arjuna.

" Heemmm...Waktu kejadian,kalian ada di mana?" ucap pak Wawan.

" Kami mencari kayu bakar pak,terus mampir ke gubuk..Ndilalah udan deres..."

" Jadi kami menginap...Hujannya gak berenti berenti...Terpaksa kami menginap."

" Besok siangnya,hujannya baru berhenti. Jadi kami memutuskan pulang.."

" Pas sampe,aku lihat sudah longsor...Saya berusaha mencari keberadaan mamak dan bapak.."

" Sampe malam ku cari,tapiiiii....."

Arjuna meneteskan airmatanya.

" Tiba - tiba pandanganku gelap pak..."ucap Arjuna.

" Yang sabar ya Jun..." ucap pak Wawan.

" Iya pak...." ucap Arjuna lalu mengelap air matanya.

Bu Tika duduk di samping Arjuna dan memegang pundaknya Arjuna.

" Kamu mau gak tinggal bersama ibu?" ucap bu Tika.

Arjuna menggelengkan kepalanya.

" Apa tinggal bersama bapak?" ucap pak Wawan.

" Saya mau mencari kedua orang tua saya dulu pak..."

" Apakah tim SAR telah menemukan bapak dan mamakku pak...Buu....?" ucap Arjuna.

" Belum...Tim SAR belum menemukannya Juna.." ucap bu Tika.

ilustrasi bu Tika(Kartika)

*Sekilas info.Bu Kartika tinggal bersama adiknya,tetapi adiknya kuliah di kota,kadang adiknya pulang jika hari sabtu,malam seninnya kembali lagi. Bu Tika menggugat cerai suaminya karena ketahuan selingkuh.Bu Tika mengajar pelajaran Fisika di tempat Arjuna sekolah.

" Kapan kamu masuk sekolah Juna..." ucap Nono teman sekelas Arjuna.

" Gak tahu aku Nok...Mungkiiin.."

" Aku gak sekolah lagi..." ucap Arjuna.

" Jangan berhenti sekolah Juna...Ibu akan membantumu.." ucap bu Tika.

" Tapi..." ucap Arjuna merasa sungkan.

" Nanti orang tuamu menjadi sedih jika melihatmu berhenti sekolah..." ucap pak Wawan.

" Kalau mbak Dini mau,saya juga mau bu...Jika tidak. Maka saya tidak mau.." ucap Arjuna.

" Bagaimana Din...Kamu lanjut sekolah ya..." ucap pak Ganjar.

" Gak tahu pak... " ucap Dini.

" Kapan kalian di perbolehkan pulang?" ucap bu Tika.

" Kata pak dokter jam sepuluh bu..." ucap Arjuna.

" Hari ini?" ucap bu Tika.

" Tahun depan bu..." ucap Arjuna.

" Ooo...Tahun depan..Lama juga ya..." ucap bu Tika mengimbangi guyonan Arjuna.

" Iya bu...Pengennya seh di sini selamanya.."

" Tingggal makan dan tidur,gak perlu belajar lagi.." ucap Arjuna.

" Setelah itu di suntik mati ya Jun..." ucap pak Wawan.

" Asemm....Ya mati aku pak..." ucap Arjuna.

" Makanya...Jangan lama - lama di sini..Nanti kamu di suntik mati.." ucap pak Wawan.

" Gimana...Kamu pulang bareng sama ibu aja?" ucap bu Tika.

" Iya bu...." ucap Arjuna.

Hingga akhirnya Arjuna dan Dini pulang,mereka ikut dengan bu Tika. Bu Tika mempunyai sebuah mobil Avanza warna merah.

Di perjalanan,Arjuna melihat ke kaca jendela.

" Yang tabah ya Jun...Setiap manusia itu pasti ada cobaannya.." ucap bu Tika.

" Iya bu..." ucap Arjuna.

Sesampai di rumah bu Tika.

Mereka keluar dari mobil dan masuk ke dalam rumah.

Arjuna yang baru pertama kali masuk ke rumah bu Tika merasa takjub,sebab rumah bu Tika sangat bagus,daripada rumahnya.

Lantai rumah bu Tika telah di keramik,dinding juga di keramik. Perabotan rumah terpajang di setiap tempat.

" Anggap saja di rumah sendiri ya.." ucap bu Tika lalu melepas jilbabnya.

" Iya bu..." ucap Arjuna dan Dini.

" Oh iya...Juna.. "

" Apakah kamu tidur sekamar dengan kakakmu." ucap bu Tika.

" Dulu iya bu...Terus pas kelas 4 sudah enggak..

" Saya tidur di depan tivi,kadang di teras rumah bu.." ucap Arjuna.

" Begini..Kamarnya cuman 3,adik ibu kuliah di Jogja hari sabtu pulang,malam senin kembali.."

" Kamu tidur di ruang keluarga gakpapa kan? Atau kamu tidur dengan kakakmu?" ucap bu Tika.

" Heemmm....Saya tidur di mana aja gak masalah bu...Yang penting gak kehujanan.." ucap Arjuna.

" Ayo ikut ibu.." ucap bu Tika.

Arjuna dan Dini mengikuti bu Tika.

Bu Tika menunjukkan letak kamar tidur, kamar mandi dan dapur.

" Jika kalian mau makan,makan aja tapi jika tidak ada. Kalian masak sendiri ya.." ucap bu Tika.

" Iya bu..." ucap Arjuna dan Dini serempak.

" Bu...Saya ingin pulang bu..." ucap Arjuna.

" Nanti ibu akan mengantarmu setelah jam pulang sekolah ya..Ini sebentar lagi ibu akan kembali ke sekolah..." ucap bu Tika.

" Iya bu..." ucap Arjuna.

Bu Tika mengambil pakaian untuk Dini,setelah itu di berikan ke Dini.

" Ini ibu punya baju,dulu ini punya adik ibu.." ucap bu Tika.

" Terima kasih bu.." ucap Dini.

" Baju cowok ada gak bu?" ucap Arjuna.

" Gak ada... Kamu mau pakai baju milik ibu?" ucap bu Tika.

" Wegaah bu...Aku ini lanang bu..Bukan arek wedok..." ucap Arjuna.

" Iya..Tapi..Kamu juga terlihat cantik jika pakai baju ibu.." ucap bu Tika

" Jiangkreek..." ucap Arjuna.

" Ha....Ha....Ha....Ha...Ha....Ha...." bu Tika tertawa lepas.

Arjuna yang melihat bu Tika tertawa pun kaget,sebab saat mengajar bu Tika sangat kejam. Ia pernah kena lempar penghapus papan tulis karena ribut dengan teman sebangkunya. Namun saat ini yang ia lihat bukan bu Tika yang seperti biasa ia lihat.

Arjuna menoleh ke Dini lalu menaruh jari telunjuk di kening posisi miring.

" Heeh...Kenapa kamu bilang ibu ini gilaa.." ucap bu Tika sambil mendelikkan matanya.

" Eeng....Eng..Enggak bu...Keningku gatal.." ucap Arjuna sambil menggaruk - garuk dengan satu jarinya.Ia merasa takut bila terkena hukuman oleh bu Tika yang terkenal killer di sekolahan. Bahkan para guru pria tak berani menggoda bu Tika. Pernah suatu ketika ada seorang guru menggoda bu Tika,seketika penggaris besi yang selalu ia bawa di pukul ke guru tersebut dan memakinya. Akan tetapi bila guru itu ramah,bu Tika nampak jutek.

" Ya sudah..Ibu mau ke sekolah dulu..." ucap bu Tika.

" Iya bu..." ucap Arjuna dan Dini.

Arjuna bernafas lega,ia pikir bu Tika akan marah kepadanya

Setelah bu Tika pergi .

Arjuna dan Dini bingung mau ngapain.

" Dek..." ucap Dini.

" Iya mbak.." ucap Arjuna.

" Tadi itu beneran bu Kartika apa bukan seh?" ucap Dini.

" Embooh mbak..." ucap Arjuna lalu berjalan ke teras rumah.

Sesampai teras rumah,ia melihat bunga Anggrek tergantung.

Arjuna memetik beberapa bunga tersebut lalu memakannya.Ia melihat halaman rumah bu gurunya cukup luas.

Dini muncul lalu duduk di samping Arjuna yang sedang mengunyah bunga Anggrek.

" Nanti bu Tika marah loh dek.Kamu ambil gak bilang..." ucap Dini.

" Sedikit aja mbak..." ucap Arjuna.

" Dek..."

" Kira - kira mamak sama bapak selamat apa enggak?" ucap Dini.

" Gak tahu mbak..."

" Jika kejadiannya siang,mungkin selamat..Jika malam maka tidak selamat.." ucap Arjuna.

" Jika aku gak ikut kamu,maka.."

" Aku juga ikut mati dek.." ucap Dini.

1
koclok boy
udah berbulan bulan menunggu
Kure Kure
belum ada hilal nya
koclok boy
udah ganti tahun belum ada tanda2
Yohanes Giovani Pion Makung
lanjut updaten6a dong bang,keren banget ceritanya
Joker 95
bayi yg di bawa sama ayu itu anak siapa hu ??
Agus Hidayat
koq cerita nya incest Mulu,,,
ngentu seputaran keluarga terus,,
aanccoookk,,jangan jangan author jg pelaku incest..
Kure Kure
jalan di tempat
koclok boy
udah berganti tahun masih belum ada tanda2
Laskar Mataram
lhah udah tamat apa ya?
koclok boy
udah ganti taun tapi masih ga ada kejelasannya...semoga bang ali sehat selalu
koclok boy
mana nih bang ali
Halo kak
Cak ali
koclok boy
kayaknya tamat nih
Firman Sah
baik
Firman Sah
baik
koclok boy
kelompok eyang menemukan rumah arjuna dan menculik hana dan sella di perkosa kaya diana arjuna stres lalu bunuh diri/Grin//Grin//Grin/
Rohad™
Bongkar kebusukan Imam thor 😡
koclok boy
hmmmz
Sruwal Mlorot
sambil berdiri ya jdinya gk tenang gtu terkesan buru² juga.. coba nanti smbil tiduran klo ndak kpalanya di pangkuan bu ayu.. jd bisa lebih manja²an
koclok boy
waduh udah sebulan aja nih🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!