Sarah yang baru ditinggal keluarganya dan diusir dari rumahnya sendiri,akhirnya pergi merantau keluar kota untuk bekerja menjadi pelayan dirumah orang terkaya dikota itu.....dan mulai jatuh cinta dengan tuan mudanya....
Lalu bagaimana kisah selanjutnya....
Yuuuk....dibaca aja langsung, smoga suka....😊😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuliati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 6
Diusir....
Di dalam kamar,sarah pun masih memikirkan apa yang akan dia lakukan.Sebenarnya dia ngak mau pergi ke kota hanya untuk menjadi pelayan,dia ingin pergi ke kota dengan tujuan untuk menimba ilmu di salah satu universitas di kota tapi apa mau dikata lagi, semua nya sudah tak bisa lagi ia harap kan.
Sarah sudah memutuskan akan ikut bik gini ke kota,walaupun hanya menjadi seorang pelayan daripada harus menjadi istri ketiga dari tua bangka. Sarah sangat tau siapa rentenir di desa nya,seorang tua Bangka yang selalu meminjamkan uang kepada orang-orang yang memiliki anak gadis ataupun keponakan yang masih muda.
Dengan pikiran yang sudah bulat,sarah pun langsung memejamkan matanya dan berharap smuanya akan lebih baik lagi ketika ia bangun...
***********
Keesokan harinya....
tok...
tok...
tok....
ketukan pintu rumah sarah pun berbunyi saat sarah dan bik gini sedang sarapan,sarah tau pasti tamu yang mengetuk pintu itu adalah pamannya.Dengan sedikit malas,sarah pun berjalan ke arah pintu untuk membuka kan pintu. Terlihat dibalik pintu sudah ada beberapa orang yang memakai jas dan dasi dan memegang sebuah map.
"kamu sudah bersiap-siap sarah?perkenalkan ini pengacara ruben, dia akan membacakan apa yang sudah ayah mungkin tandatangani."ucap leo paman sarah
sesuai yang dijelaskan gina kepada sarah,bahwa surat itu memang sudah ditandatangani ayah nya.Pengacara pun menjelaskan secara singkat isi surat itu....
"jadi nona sarah,anda bisa kluar hari ini dari rumah bapak leo."ucap pengacara itu."anda akan diberikan waktu selama 24jam"sambung nya lagi
Sarah hanya bisa menerima nya,kemudian pengacara dan rombongan paman nya pun pergi dari rumah sarah. Sarah pun langsung menuju kamar nya dah menyiapkan segalanya, gina langsung mengikuti gina dari belakang dan membantunya membereskan barang-barang nya.
"apa keputusan mungkin nak?apa kamu mau ikut dengan bibik ke kota?bibik harap kamu mau sarah,karna bibik jga sudah berjanji kepada ibu mu untuk menjaga mu nak"ucap gina setelah membereskan barang-barang sarah.
"apakah sarah tidak akan merepotkan bibik?sarah ngak mau kalau membuat bibik repot,trus bagaimana dengan barang-barang ayah dan ibu bik?"lanjut sarah
"kamu ngak usah ngawatir,majikan bibik sangat baik jadi bibik rasa bibik tidak akan merasa direpotkan jika kamu bersedia ikut bibik" jawab gina sambil memeluk sarah..."keputusan mu sudah bagus sarah,kamu akan memulai awal yang baru dengan baik"lanjut gina
"masalah barang-barang ayah dan ibu mu bisa kita sumbang kan ke panti asuhan yang berada di desa ini,apalagi ibu dan bibik kan sering menyumbang di panti itu"ujar bik gina lagi
"iya,makasih bik...sarah lagi bingung jadi lupa kalau panti temennya ibu ada.Jadi kapan kita pergi bik?sarah tidak mau diusir secara paksa oleh paman leo"kata sarah sambil trus menangis
"kita akan berangkat siang ini sore ini setelah memberikan barang-barang orang tua mu,semalam bibik sudah menelpon tante ratih kalau barang-barang nya rani ibu kamu akan disumbangkan ke panti nya jadi siang ini mereka akan datang untuk menjemput barang-barang nya.Maaf bibik baru bilang sama kamu" kata gina
Sebelum pergi,sarah dan gina pun menunggu ratih untuk menyerahkan barang-barang orang tua sarah ke panti,baru mereka akan pergi ke kota.
yg konsisten dong thor 🙄