NovelToon NovelToon
Diam-Diam Cinta

Diam-Diam Cinta

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Diam-Diam Cinta / Romansa / Tamat
Popularitas:31.1k
Nilai: 5
Nama Author: Win

Elena, ku mohon cepatlah sadar! Aku sangat merindukanmu!

Seorang Pria muda duduk di samping ranjang, menemani seorang wanita cantik yang baru saja kembali dari gerbang kematian.

Apa yang terjadi dengan wanita itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Win, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 6. Perlu mencuci mata

Ryuga sedang memeriksa laporan di kantor, dia duduk di kursi empuk berwarna hitam. Sesekali ia melirik jam dinding yang berada di depannya.

"Tok Tok Tok!"

"Masuk!"

Suara Ryuga terdengar di depan pintu, seorang laki-laki membuka pintu dan masuk ke dalam ruangan. Laki-laki itu memakai kemeja putih berlengan panjang dan celana hitam. Gagang kaca mata tebal juga terselip di antara telinganya. Laki-laki itu bernama Leo, asisten yang sudah bekerja sejak pertama kali Ryuga menjabat sebagai CEO di perusahaan.

“Pak Ryuga, saya mendapatkan informasi bahwa Steven akan melarikan diri keluar negeri besok pada penerbangan pagi hari.” lapor Leo.

"Segera hubungi polisi untuk memberikan informasi tersebut!” perintah Ryuga kepada asistennya.

"Baik, Pak!" jawab Leo yang lalu keluar untuk menelepon pihak kepolisian.

Sementara itu, di sebuah kamar sempit di dalam apartemen. Steven sedang membereskan semua barang-barangnya. Dia mendapatkan surat panggilan dari pihak kepolisian, karena surat itu, dia ketakutan dan langsung berpikiran untuk kabur.

"Tok Tok Tok!"

Suara ketukan pintu membuat Steven terperanjat, dia sampai membuang semua baju yang baru saja dia rapikan untuk dimasukkan ke dalam koper.

"Siapa yah? Jangan-jangan polisi!" gumam Steven yang mulai ketakutan.

"Tok Tok Tok!"

Pintu kembali di ketuk, Steven semakin panik. Namun rasa panik itu segera menghilang begitu ia mendengar suara wanita yang terdengar tidak asing di telinganya.

"Ceklek!"

"Ternyata kamu, buat kaget aja kamu tuh!" omel Steven mengeluarkan kekesalannya karena sudah di takuti oleh suara ketukan pintu.

"Sayang, kenapa sih marah-marah?" tanya Angel dengan suara manja sambil memeluk tubuh Steven.

"Lepasin, aku mau beres-beres dulu!"

Steven mendorong tubuh Angel menjauh, dia kembali merapikan baju-baju ke dalam koper. Angel mengerutkan alisnya, dia merasa heran kenapa Steven memasukkan pakaiannya ke dalam koper.

"Kamu mau ke mana sayang?" tanyanya.

"Ke mana aja asal nggak di sini!" jawab Steven dengan nada ketus.

Angel mulai kesal dengan perlakuan kasar dari laki-laki di depannya, namun karena dia menginginkan perpisahan Steven dengan Elena, dia menahan rasa kesal itu. Angel melepaskan kemeja yang dia pakai, dia lalu memeluk Steven dari belakang.

"Sayang, kamu nggak kangen sama aku? Kita kan udah lama nggak ngelakuin itu." Angel mencoba menggoda Steven dengan menyentuh bagian-bagian sensitif di tubuhnya.

Steven yang tadinya kesal kini menjadi bergairah, dia berbalik menatap Angel.

"Besok aku juga akan segera pergi dari sini, lebih baik ku nikmati saja wanita murahan ini sekali lagi." benak Steven.

Sementara itu Elena baru saja pulang dari kantor, Ryuga menjemputnya untuk pulang bersama.

"Ga, aku mau singgah bentar ke apartemen. Ada foto yang mau aku ambil di sana." ucap Elena.

"Oke. Nanti aku berhenti di depan. Mau aku temenin masuk? Mana tau kamu masih trauma."

"Nggak usa, aku bisa sendiri kok."

Mobil berhenti di depan pintu masuk apartemen, Elena lalu turun dari mobil setelah Ryuga membukakan pintu untuknya.

"Aku ni punya tangan lho, Ga!" ucap Elena karena merasa tidak enak selalu dibukakan pintu oleh laki-laki itu. Dia berpikir, "Steven aja nggak pernah memperlakukan aku sebaik ini."

Ryuga hanya tersenyum menanggapi keluhan Elena. "Aku tunggu di sini ya, kalau ada apa-apa, kamu telepon aku!"

"Aku benar-benar nggak rela Elena ketemuan terus dengan si brengsek itu!" benak Ryuga.

Elena baru saja keluar dari lift, dia berjalan cepat menuju ke pintu 88 A. Sebelum membuka pintu, dia mendengar suara-suara dari dalam. "Siapa ya? Jangan-jangan pencuri!" benak Elena.

Perlahan, Elena membuka pintu. Dia berjalan pelan agar tidak menimbulkan suara. Begitu sampai di kamar Steven, dia membuka pintu. Elena mengutuk dirinya sendiri karena sudah membuka pintu itu, matanya jadi harus melihat lagi kejadian yang sama. Steven dan Angel ternyata sedang asik bermain enjot-enjotan di atas ranjang.

"Bammmm!"

Pintu kamar di banting oleh Elena, membuat Steven dan Angel melompat kaget karena terkejut dengan suara yang begitu besar. Elena berjalan cepat menuju ke kamarnya, dia mengambil foto keluarga di atas meja lalu keluar dari apartemen.

"Sumpah ya, mereka itu macam nggak punya ********! Eh, kalau nggak punya ******** gimana pula bisa enjot-enjotan di dalam sana. Elena... Elena... Mata kamu nih perlu di cuci kayaknya!" Elena mengomel dalam hati.

Ryuga melihat wajah uring-uringan Elena dari kejauhan. "Kenapa kamu?" tanyanya saat Elena berjalan mendekat.

"Nggak pa-pa, cuma abis liat dua anjing gila yang saling menggigit." jawab Elena dengan wajah kesal.

"Udah, jangan marah-marah. Nanti cepet tua lho!" ledek Ryuga sambil mengelus kepala Elena.

"Krucukkkk!"

Perut Elena berbunyi, dia sudah kelaparan sejak jam pulang kerja tadi. Suara keroncongan membuat Ryuga tertawa keras, membuat wajah Elena memerah karena malu.

"Aduh, malu banget deh!" batin Elena.

"Yuk masuk, aku traktir makan!" ajak Ryuga yang sudah siap sedia membukakan pintu mobil untuk Elena.

Elena menutup wajahnya denga kedua telapak tangan, membuat Ryuga semakin ingin menggodanya.

"Cacing perutnya keluar tuh, Len!" ledek Ryuga sambil berbisik di telinga Elena.

"kamu nih, nyebelin!" Elena memukul pelan tangan Ryuga. Laki-laki itu hanya tertawa senang melihat reaksi dari wanita itu.

Mobil pun melaju, 20 menit kemudian mereka tiba di sebuah restoran jepang. Mata Elena langsung berbinar cerah ketika mobil memasuki area parkir.

"Kita makan di sini, Ga?" tanyanya sambil tersenyum lebar.

"Iya, kamu kan suka makanan jepang." jawab Ryuga lengkap beserta alasan kenapa dia memilih restoran Jepang.

"Yeahhh asikkk!" sahut Elena kegirangan.

Mobil Ryuga berhenti di sebuah parkiran yang kosong, dia lalu turun kemudian membukakan pintu untuk Elena.

Mereka berjalan masuk berdua, setelah sampai di dalam, Ryuga bertanya kepada Elena. "Kamu mau duduk di mana?"

"Di sana aja tuh, pojok!" Elena menjawab sambil menunjuk sebuah meja yang terletak di sudut restoran.

"Yuk!" ajak Ryuga sambil menggandeng tangan Elena.

Elena memesan 2 menu makanan, sementara Ryuga langsung memesan 10 menu yang semuanya adalah kesukaan Elena.

"Ga, ngapain pesan sebanyak ini? Emangnya kamu bisa habisin semuanya nanti?" tanya Elena dengan wajah terkejut.

"Kan ada kamu!" jawab Ryuga sambil menunjuk jari ke arah wanita yang duduk di depannya.

"Aku nggak bisa lho ngehabisin sebanyak itu. Lagian...!" Elena mendekatkan wajahnya ke telinga Ryuga, "Makanan di sini kan mahal banget, masa kamu pesan sebanyak itu!" bisiknya di telinga Ryuga.

"Deg Deg Deg!" jantung Ryuga tiba-tiba saja berdetak kencang.

"Kenapa aku malah jadi Deg Deg-an gini sih? Padahal dulu kami juga sering lebih dekat dari ini." benak Ryuga.

^^^BERSAMBUNG...^^^

1
Ney Maniez
mata mu trnodai😲😲🙄🙄
Ney Maniez
💪💪ga
Ney Maniez
lambattt ahhh,,,
nyatain ajj cwe suka kok sama cwo baik🤗
Ney Maniez
kok aku geregetn y pngn ngarungin Steven trus anyutin deh 🤭🤭
Ney Maniez
😲😲😲😲
Ney Maniez
kode-kode 🤭🤭
Ney Maniez
ayo ryu nikahin💪💪🤭
Ney Maniez
ryu💪💪
Ney Maniez
atuhh mending sahabat nya lah dr pd cwonya baj*ngn🤭💪💪
Ney Maniez
baru baca langsung ngenes🥺🥺
Ney Maniez
mampir🙏🤗
𝐀⃝🥀𒈒⃟ʟʙᴄ🦆͜͡Liez🅟ᴳ᯳ᷢ
kapan up s 2 nya ka ?
Aze_reen"
lanjut kk S2.. ditunggu yah
Win
Akan di lanjutkan kembali di season 2 jika banyak permintaan dari pembaca. Terima kasih❤❤
Cycle
oke
Hi No
Tolong dilanjutkan
Sugito S
dan aku pun penasaran
Lian
penulisannya rapi, mudah dibaca, gampang di pahami.
Hendy Wijaya
lanjutnya kpn ini?
Win Nie
next
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!