Mengorbankan segalanya dan bahkan mendonorkan ginjalnya untuk sang ibu mertua.
justru membuat dirinya dibuang seperti sampah oleh sang suami dan keluarganya.
Karna dianggap penyakitan dan tidak dibutuhkan lagi.
Apa yang akan dilakukan pada si wanita cantik,untuk membalaskan dendamnya pada sang mantan suami dan juga keluarganya??
Follow Ig Me : Mitha_shin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 6 - Seorang Cucu
Setelah melakukan pemeriksaan,Randy meminta Zia untuk membelikan makanan diluar.Zia pun menurutinya dan langsung pergi membelikannya.
Secara bersamaan mereka memandang Zia yang pergi dengan tatapan yang sinis.
"Gadis yang benar-benar polos..Dimana kau bisa menemukan gadis seperti itu??" sahut ibu Randy dengan nada sinis.
"Hasil pemeriksaannya pasti cocok,sebelum menikah dia sudah melakukan cek kesehatan.." ujar Randy.
"Artinya kita harus secepatnya melakukan operasi itu." sahut Rania sambil tersenyum miring.
"Apa kau sudah memberitahu Cintya??" tanya ibu Randy yang tiba-tiba saja menyinggung nama wanita lain bernama Cintya.
"Tentu saja sudah bu..Tidak lama lagi dia akan segera melakukan persalinan..dia sudah berjuang sampai sejauh ini,kuharap ibu bisa memperlakukannya dengan baik." jawab Randy memberitahu ibunya.
"Pasti nak..Artinya sebentar lagi aku akan melihat cucu ku dan aku akan segera menjadi seorang nenek..Ibu sudah sangat tidak sabar untuk melihat cucu ibu Randy..hehe." jawab ibu Randy tertawa semangat.
"Saking tidak sabarnya,ibu sampai menyuruhku membeli stroller bayi..ibu lucu sekali..haha." gurau Rania menertawai ibunya.
"Haha..Tentu saja,kan demi menyambut cucu kesayangan ibu nak." jawab ibunya ikut tertawa bahagia.
"Aku akan memberitahu Cintya nanti." ujar Randy.
...****************...
Beberapa hari kemudian..
Sebelum Zia akan melakukan operasinya besok,ia lebih dulu menghubungi Aurel kakak sepupunya.
"Apa donor ginjal??apa kau serius Zia??" sentak Aurel saat bicara melalui panggilan teleponnya dan tidak diketahui Randy.
"Iya kak,demi ibu mertua ku." jawab Zia.
"Coba pikirkan lagi Zia,itu bukan hal yang bisa disepelekan..Efek sampingnya juga tidak main-main.." ujar Aurel mengingatkan Zia.
"Aku tahu kak,tapi aku juga tidak bisa menolak karena ini permintaan ibu mertua ku sendiri.Jadi aku akan lakukan." jawab Zia menjelaskan.
"Tapi Zia,kenapa harus kau yang mengorbankan ginjal mu??bukankah suami mu bisa?atau kakak ipar mu??seharusnya mereka lah yang melakukannya,bukan kau." tanya Aurel yang merasa heran dan menyinggung mereka.
"Golongan darah Randy tidak cocok untuk donor kan ginjalnya kak,sedangkan kakak ipar ku menolak karena dia belum menikah dan tidak mau mengorbankan ginjalnya..itu sebabnya aku terpaksa memenuhi permintaan ibu mertua ku kak." jawab Zia kembali menjelaskan.
"Tapi ini terlalu beresiko Zia,itu akan mempengaruhi kesehatan mu nantinya.tolong pikirkan lagi,jangan sampai keputusan mu membuat hidupmu jadi menderita karena kau akan merasakan rasa yang sangat sakit nantinya.." ucap Aurel yang terus mengingatkan Zia dengan keputusannya.
Sesaat Zia diam tertunduk dan kembali merasa bingung.
"Tidak apa-apa kak,demi ibu mertua ku.Aku akan ikhlas melakukannya.Karena bagaimana pun dia juga sudah sepertu ibu ku."jawab Zia dengan nada yang seperti pasrah.
"Huhft..aku benar-benar tidak mengerti dengan mu..kenapa kau harus mengorbankan hidup mu seperti ini." ujar Aurel dengan nada kecewa dan langsung menutup panggilannya.
Zia pun tidak bisa berbuat apa pun dan mengerti dengan sikap Aurel yang sudah jelas menentang keputusannya tersebut.
Tidak berapa lama Rania dan ibu mertuanya datang.Sang ibu mertua yang memakai kursi roda langsung tersenyum menyapa Zia.
"Zia,menantu kesayangan ibu..terima kasih karena kamu bersedia melakukan ini untuk ibu." sahut ibu mertuanya dengan nada ramah.
"Sama-sama bu.Ibu jangan berterima kasih padaku.Karena aku melakukan ini memang demi ibu,supaya kedepannya kita bisa hidup bahagia." ucap Zia sambil tersenyum.
"Setelah operasi ini lancar dan ibu sudah sehat,kita akan makan keluarga bersama.." sahut Rania memberi ide untuk makan bersama.
Zia pun mengangguk dan setuju dengan ide kakak iparnya.
puaskan balasdendanmu Zia