[Apakah anda ingin sembuh dan mengangkat semua rasa sakit di tubuh anda?]
"Apa kau mampu melakukannya?"
[Sistem bisa melakukannya. tapi anda harus menerima persyaratan dari Sistem.]
"Apa persyaratan yang harus ku penuhi?"
[Jadilah seorang Host!]
Demi mengangkat rasa sakit yang di alami Damar pasca kecelakaan, pria yang saat itu masih berusia 11 tahun membuat sebuah pilihan yang sangat serius. yaitu mempercayai Sistem yang muncul bagaikan halusinasi.
Dengan Sistem di dalam tubuh Damar, bagaimana dia akan tumbuh Dewasa?
Tertarik? Gas langsung baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlackRoby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Quest penjelajahan
Damar mulai terbiasa menyelesaikan Quest dari sistem, meskipun Quest yang dia dapatkan terbilang sederhana, tapi Damar bisa merasakan dampak positif dalam hidupnya karena menyelesaikan berbagai Quest dari sistem.
Contohnya adalah semakin rukunnya hubungan Damar dengan kedua orangtuanya.
[Map of Toramin]
[Kordinat : 2°21'34" - 2°28'30"LS Dan 111°46'0" – 112°0'0” BT]
[Luas Wilayah : 7.448 ha.]
[Topografi : Dataran rendah.]
[Ketinggian : 29 mdpl.]
“Aku sama sekali tidak paham dengan tulisan yang tertera pada Map milik sistem, yang aku paham cuma soal luas wilayahnya saja,” ucap Damar.
Manik matanya tertuju pada layar Sistem yang menunjukkan sebuah Map.
“Quest yang di berikan oleh Sistem kini adalah Quest penjelajahan, di bandingkan dengan Quest sederhana yang selalu Sistem berikan, yang satu ini cukup unik.”
Sembari berjalan Damar memperhatikan layar apung yang ada di hadapannya.
[Quest nomor 25 : Jelajahi semua tempat yang ada di Distrik Toramin.]
[Syarat penyelesaian Quest : (1) Kandidat telah melalui semua jalan yang berada di dalam Map tanpa terkecuali.]
[(2) Kandidat harus berinteraksi dengan setidaknya sepuluh penduduk Toramin (0/10)]
[Waktu penyelesaian Quest nomor 25 : 3 hari penuh.]
“Tiga hari adalah waktu yang banyak, tapi apa aku bisa menjelajahi seluruh Toramin?! Di map saja sudah tertera luas dari tempat ini, ini adalah distrik seluas ribuan hektar. Bisakah Sistem bersikap sedikit lebih masuk akal?!” gerutu Damar sepanjang jalan.
[Apakah Kandidat merasa tidak mampu menyelesaikan Quest kali ini?]
[Yes/No]
[Tekan Yes jika Kandidat memilih mengabaikan Quest kali ini, hukuman Sistem akan segera di berikan.]
Damar mengacak-acak rambutnya karena kesal sambil mengutuk Sistem di dalam hatinya. “Sistem ini bahkan berani mengancamku, tunggu sampai aku menjadi Host dan kita akan melihat apa yang bisa aku lakukan untukmu, Sistem sialan!”
‘Swuuussshh!!’
Rambut Damar yang sudah acak-acakan di tiup oleh angin, hembusannya menyadarkan Damar akan tempat di mana ia berdiri. Di bandingkan dengan apa yang dia lihat di Map, tempat yang akan dia jelajahi jelas terlihat lebih luas.
Anak muda itu hanya bisa menelan ludah sembari menatap luasnya pemandangan yang membentang.
“Gleg! Ini..., apa benar-benar bisa di selesaikan dalam waktu tiga hari?”
“Yakinlah Damar! Kau pasti bisa melakukannya!”
Damar pun melanjutkan perjalanannya untuk menjelajah Distrik Toramin, selama perjalanan... Anak itu menyadari banyak hal. Meskipun di kenal sebagai Distrik, tapi Toramin masih terlalu sepi.
Tempat itu sama sekali bukan lingkungan yang padat penduduk, Toramin lebih pantas di sebut sebagai sebuah desa kecil.
“Setelah berjalan cukup jauh, aku baru melewati beberapa rumah saja. Dan jarak setiap rumah cukup berjauhan. Bagaimana anak-anak kecil main di lingkungan seperti ini?”
“Lagipula..., aku tidak melihat satu orang anak pun di desa ini dari tadi. Toramin hampir seperti wilayah mati.”
“Tapi ada satu hal yang membuatku lega, jalanan di desa ini sangat kosong. Setidaknya jika aku berlarian di sepanjang jalan, tidak akan ada lagi bus yang menabrakku.”
[Peringatan kemajuan Quest Penjelajahan! Kandidat telah berhasil menjelajahi sepertiga Distrik Toramin. Lanjutkan kerja bagus anda!”
“Eh? Aku sudah menjelajah sepertiganya? Benarkah? Aku tidak merasa sudah berkeliling sejauh ribuan hektar.”
“Perlihatkan Map!”
[Konfirmasi!]
Sistem pun menunjukkan Map seperti yang di minta Damar, dan benar saja... Sepertiga warna pada Map telah berubah.
“Oh..., jadi sebenarnya aku tidak perlu berkeliling di area persawahan, cukup melintasi semua area perumahan dan tempat-tempat penting yang berada di desa maka Quest ini akan di anggap terselesaikan.”
“Ternyata Sistem ini cukup masuk akal, aku jadi tak enak hati karena pernah mengumpat padanya.”
“Sekarang aku jadi cukup percaya diri bisa menyelesaikan persyaratan yang pertama, tapi bagaimana dengan yang kedua?”
[(2) Kandidat harus berinteraksi dengan setidaknya sepuluh penduduk Toramin (0/10)]
“Jangankan sepuluh, setelah aku berjalan sejauh ini aku masih belum melihat satu pun orang berlalu lalang. Terlebih... Aku tidak pernah mengobrol dengan orang lain, jadi aku agak ragu untuk melakukannya.”
Setelah Damar berpikir cukup lama, tak jauh dari tempatnya berdiri dia melihat seorang perempuan tua keluar dari rumahnya, perempuan tua itu tampak menyiram sayuran yang ditanam olehnya di pekarangan.
“Ada seseorang! Haruskah aku pergi untuk berinteraksi dengannya?” Damar melangkah ke arah rumah perempuan tua itu cukup bersemangat.
Setelah beberapa langkah niatnya dia urungkan, “Tidak, aku tidak punya keberanian untuk itu.”
“Santai saja dulu Damar, lagian waktu Questnya juga masih tiga hari.”
“Tidak, jangan berpikir begitu. Kalau setelah tiga hari kita masih belum menemui seseorang gimana? Percuma juga menjelajah.”
Anak muda itu berjalan maju mundur penuh pertimbangan. Pada akhirnya Damar pun memutuskan untuk melakukannya.
“Selamat siang, Bibi!” sapa Damar yang kemudian menelan ludah karena gugup.
Dalam hati Damar dia melompat kegirangan karena berhasil melontarkan kalimat pembuka obrolan, “Yes! Sepertinya aku bisa melakukan ini juga.”
“Oh..., seorang anak muda. Selamat siang Nak, apa ada yang bisa aku bantu?” tanya Bibi Tua yang Damar hampiri.
Damar pun terhenyak dengan mulut keluh.
“Bagus! Sekarang apa yang harus aku katakan?” dalam hatinya.
“Umm..., Na-nama, nama saya Damar. Saya baru pindah ke Toramin, ti-tidak terlalu tau banyak tentang tempat ini.”
“Ka-kalau, kalau sa-saya boleh tau..., em..., apakah ada toko di sekitar sini?” tanya Damar dengan keringat membasahi keningnya.
“Aku menanyakan apapun yang keluar di dalam pikiranku, toko? Toko apa? Aku bahkan tidak membawa uang di sakuku,” dalam hati si anak muda.
“Kau baru saja pindah ke Toramin, ya. Hmm.., kalau anak muda mencari toko, maka berjalan lurus saja dari sini. Setelah melewati tiga rumah, kau akan sampai di toko,” jawab sang Bibi Tua.
“Saya... Mengerti,” ketika hendak berbalik badan, Bibi Tua itu menghentikan Damar dengan mengatakan sesuatu.
“Nak Damar, namaku Sumidah. Bisakah aku minta tolong sesuatu?”
“Umm..., tentu Bibi Sumidah. Apa yang bisa saya bantu?”
“Jika kau nanti melihat seorang pria tua dengan tahi lalat di bawah hidung, minta dia untuk pulang.”
“Baiklah.”
Damar pun membungkuk sambil berterimakasih pada perempuan itu, dan dengan gugupnya Damar berlalu pergi setelah Bibi Tua melambaikan tangannya dengan ramah pada Damar.
“Huff..., aku tidak percaya aku baru saja mengobrol dengan orang asing, aku merasa jadi sedikit dewasa sekarang.”
[Kandidat telah berhasil melakukan interaksi pertama dengan penduduk Toramin, sembilan langkah lagi untuk pencapaian penuh!]
[Berinteraksi dengan Penduduk Toramin : (1/10)]
“Yosh! Berikutnya pasti akan jadi lebih baik lagi!”