NovelToon NovelToon
Cinta Terhalang Masa Lalu

Cinta Terhalang Masa Lalu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:102.8k
Nilai: 5
Nama Author: Alitha Fransisca

Kejadian di masa kecil membuat Celine membenci Mikho. Laki-laki tampan itu tak mengerti kenapa Celine begitu membencinya. Namun, semakin dibenci, Mikho semakin ingin mendekati. Kejadian demi kejadian membuat cinta tumbuh di hati Mikho. Akankah Celine bersedia terima cinta laki-laki itu? Bagaimana usaha Mikho dalam meraih hati Celine? Silahkan ikuti kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alitha Fransisca, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 6 ~ Naik ~

Mereka sampai di sebuah desa dengan alam pegunungan. Para peserta turun dari atas bus dan kembali berkumpul sambil menatap alam pegunungan dan udara yang segar. Wajah-wajah ceria terpancar dari raut wajah anak-anak remaja yang penuh semangat itu. Tak ada kegalauan dan kerisauan yang terpancar dari raut wajah mereka. Semua terlihat bahagia, kecuali sang Ketos yang hingga detik ini masih belum bisa membujuk gadis yang disukainya.

Begitu turun dari bus, Mikho langsung mencari-cari bus yang membawa anak IPS cantik itu. Setelah melihat-lihat akhirnya menemukan Celine yang sedang asyik tertawa bersama anak sispala.

Untuk apa mencarinya, mau membujuk lagi, dia bahkan tak peduli, malah asyik tertawa bersama anak-anak sispala itu, batin Mikho hingga akhirnya memutuskan tak menemui Celine lagi.

Laki-laki itu pasrah, telah berusaha membujuk gadis itu. Mengkhawatirkan gadis itu, memberi pengertian padanya tapi sedikit pun tak mendapat tanggapan. Mikho merasa usahanya sia-sia, semakin dikhawatirkan semakin Celine menentangnya. Laki-laki itu akhirnya melangkah bergabung dengan para panitia lainnya.

Tiara menatap sedih pada Mikho yang sejak tadi hanya diam menatap Celine yang asyik bergabung dengan anak sispala. Gadis itu semakin yakin kalau Mikho memiliki perasaan khusus pada Celine. Tiara tersenyum sambil tertunduk, juga pasrah pada kenyataan kalau Mikho yang diam-diam dikaguminya sejak dulu harus jatuh cinta pada sahabatnya yang cantik itu.

Seluruh anggota wisata pun diminta berkumpul, diberi pembekalan, arahan dan petunjuk. Semua anggota wisata akan berhenti di pesanggrahan. Menginap semalam di tenda yang disediakan. Keesokan harinya para pendaki yang ingin melanjutkan perjalanan ke puncak akan dipersilahkan. Para pendaki menginap di puncak selama dua malam kemudian bergabung kembali di pesanggrahan. Menginap lagi selama dua malam kemudian pulang bersama-sama.

Setelah semua jadwal dan aturan dijelaskan, para panitia meneriakkan yel-yel untuk menambah semangat. Para peserta dengan semangat memulai perjalanan mendaki gunung itu. Mikho sebagai panitia sekali memeriksa semua anggota mulai dari depan hingga ke belakang.

Tiara tahu, semua itu dilakukan Mikho hanya untuk melihat keadaan Celine. Meski terlihat tak peduli namun Mikho sebenarnya masih mengkhawatirkan gadis itu.

Mudah-mudahan dengan menginap semalam di pesanggrahan dia membatalkan niatnya naik ke puncak, batin Mikho.

Mereka pun mulai melakukan perjalanan mendaki gunung dengan medan yang cukup landai hingga membuat para pendaki pemula tak terlalu merasa berat. Namun, karena ditempuh dengan jarak yang cukup jauh membuat mereka cukup kelelahan.

Beruntung tak lama kemudian mereka sampai di pesanggrahan. Disambut oleh panitia perlengkapan yang telah mendirikan tenda sejak tadi malam. Para peserta wisata alam itu takjub melihat pemandangan yang indah pegunungan itu. Mereka sibuk mengambil foto Selfie sebagai kenangan-kenangan. Terlihat Celine yang juga ikut melakukan foto Selfie bersama teman-teman sekelasnya.

"Ayo sekarang giliran panitia!" seru para anggota OSIS.

Setelah berfoto dengan dengan kelas masing-masing, panitia wisata yang terdiri dari pengurus OSIS itu pun berkumpul. Mikho berdiri di samping Celine. Sayangnya ada yang mulai menyeletuk.

"Pasangan pengantin ayo merapat!" Mendengar itu Celine langsung hendak beranjak pergi. Mikho langsung meraih tangan Celine.

"Jangan pedulikan! Dia cuma becanda," ucap Mikho seperti tahu kekesalan Celine yang tak suka dijodoh-jodohkan.

Tiara sampai mengepalkan tinju dan membelalakkan matanya pada siswa yang menyeletuk tadi. Siswa itu tersenyum lalu bertingkah seolah mengunci mulutnya. Photo bersama para panitia pun kembali berlangsung.

Mikho bahagia bisa berfoto bersama gadis itu tapi tak pernah berani terlalu akrab karena beresiko gadis itu bisa ngambek dan tak mau berfoto bersama lagi. Setelah puas foto bersama mereka pun bubar dan beristirahat di kelompok masing-masing yang telah menyediakan tenda untuk beristirahat.

Malamnya dilakukan kumpul bersama yang diisi dengan acara bernyanyi. Siapa yang akan bernyanyi akan dipilih dengan sebuah permainan. Siswa yang telah selesai bernyanyi akan di tutup matanya kemudian memutarkan diri. Lalu berjalan ke arah siswa lain dihadapannya yang membentuk lingkaran besar.

Para gadis-gadis yang terpilih merasa malu-malu untuk bernyanyi. Namun, karena diiringi oleh Ketos tampan itu dengan gitarnya, mereka bela-belain bernyanyi meski suaranya entah mau kemana. Minimal bisa memiliki dokumentasi yang menampilkannya bernyanyi bersama Ketos tampan itu.

Tiara sangat kagum pada kebaikan hati Mikho yang rela mengiringi semua siswa yang terpilih bernyanyi. Tak peduli dia cowok atau cewek, maaf, jelek atau cakep, suara indah atau suara Giant. Semua diiringi dan diarahkan olehnya. Dari lagu yang sedang hits hingga lagu anak-anak.

Sayangnya, Celine tak kunjung terpilih dan itu jadi sedikit penyesalan bagi Mikho. Tanpa disadari Celine menatapnya penuh kekaguman dan yang menyadari semua itu hanyalah Tiara. Celine tak terlalu anti lagi menatap Mikho. Kadang tersenyum bahkan tertawa saat laki-laki itu memberi semangat siswa yang tak bisa bernyanyi.

Tiara sedih tapi juga bahagia melihat sahabatnya tak lagi keras hati pada laki-laki itu. Tiara merasa mungkin suatu saat nanti Celine tidak akan membenci Mikho lagi. Letih bernyanyi mereka pun beristirahat di dalam tenda masing-masing. Mikho memeriksa tenda satu persatu menanyakan apa mungkin butuh sesuatu.

"Mik!"

"Ya Tiara ada apa? Apa butuh sesuatu?" tanya Mikho.

Tiara menggelengkan kepalanya. "Hanya ingin bicara sebentar, bisa?" tanya Tiara yang dibalas dengan anggukan oleh Mikho.

Berdua mereka mencari tempat untuk bicara. "Bagaimana kalau besok Celine tetap pergi?" tanya Tiara.

"Kenapa tanya padaku? Kamu 'kan temannya," ucap Mikho.

"Aku tahu kamu khawatir," jawab Tiara.

"Siapa yang nggak khawatir Ra? Dia pemula, meski banyak sispala yang menemani tapi dia seorang gadis. Setahuku tak ada gadis lain yang ikut mendaki. Tentu saja aku khawatir," jelas Mikho.

Kalau aku yang pergi apa kamu akan khawatir juga? batin Tiara bertanya.

Tentu hal itu tak akan ditanyakan Tiara, karena dia tahu jawabannya.

"Tapi aku sudah berusaha melarangnya, bahkan membuat acara di sini semeriah mungkin. Untuk acara besok pun sudah aku umumkan, berharap dia lebih tertarik untuk mengikuti acara di sini. Kalau sudah berusaha seperti itu … tetap tak bisa menghalanginya untuk pergi aku harus bagaimana lagi?" sambung Mikho sambil tersenyum miring.

Bagaimana lagi? Meski sia-sia kamu tetap berusaha. Kamu benar-benar suka sama dia, apa kamu sadar itu? Batin Tiara bertanya-tanya.

Hening sejenak, Mikho pun akhirnya meminta Tiara untuk kembali ke tendanya dan beristirahat.

Besoknya setelah sarapan, para pendaki yang ingin melanjutkan perjalanan ke puncak telah bersiap-siap. Terlihat Celine yang juga telah kasak kusuk dengan ransel dan perlengkapan lainnya.

"Kamu benar-benar tetap akan pergi?" tanya Mikho yang tiba-tiba meraih tangan Celine.

Menggenggam tangan gadis itu dengan kedua tangannya. Celine hingga heran dengan sikap Ketos tampan itu. Menatap tangannya sendiri yang digenggamnya Mikho.

"Ya! Bukannya sejak kemarin-kemarin udah dikasih tahu," ucap Celine berusaha menarik tangannya dari genggaman Mikho.

Mikho sedih, Mikho kecewa, segala upayanya membuat gadis itu urung pergi ternyata sia-sia. Tak ada lagi yang bisa diperbuatnya untuk menahan gadis itu pergi. Mikho menarik tangan Celine hingga membuat tubuh gadis itu membentur tubuhnya. Laki-laki itu memeluknya.

"Jika terjadi sesuatu, bertahanlah, aku pasti akan menjemputmu," bisik Mikho.

Semua peserta wisata itu termangu menatap mereka, termasuk Tiara dan Erica. Kedua gadis yang sejak dulu diam-diam menyukai Mikho. Namun, mereka menatap dengan tatapan yang berbeda. Tiara dengan tatapan pasrah merelakan sedangkan Erica dengan tatapan yang penuh kebencian.

...~  Bersambung ~...

1
Citoz
semangat kk 💪
Alitha Fransisca: Makasih banyak 🤗🥰
total 1 replies
Henrita Henrita
bodoh, terlalu bertele-tele
martina melati
niat gk bagus nih... sekali mendayung 2 ato 3 pulau terlampaui...
martina melati
kykny dlm kehidupan nyata pernah terjadi spt gininy thor...

jujur, aku tak sanggup spt celine atopun tiara... krn jika cinta tidak bisa memiliki berarti bukan jodoh dan tidak bisa dpaksakn bgm pun sikonny
martina melati
untuk mencapai bahagia, apakah perlu ada pengorbanan? apakah perjuangan tidak cukup? setahu saya nih... selain usaha, semangat dan dukungan ortu, bahagia dpt dicapai. dan ingat, senantiasa berdoa.
martina melati
jangan dipelihara rasa cintamu pd mikho, celine...
pupuk terus rasa cinta dari yodi. pelan2 namun pasti kalian b2 akan saling mencintai.
martina melati
knp gk terbuka sm ortu y, terutama mama...
martina melati
masak gk sadar sih jika evita dan celine adalah org yg sama?? nama lengkap celine y evita celine...

sengaja y thor dbuat lupa, tak sadar gt
martina melati
hahaha...
sdh bangun ternyt yodi
martina melati
jangan jd pelakor y, celineee
kenangan masa lalu biarlah jadi kenangan yg tidak bisa dilupakn. namun jangan dijadikan pengulangan
martina melati
celineeee, mengaoa kamu gk curhat sm ortu... terutama mama/ibu/ mami
martina melati
dpaksa utk hidup y thor... biar novelny jd lebih seruuu
martina melati
depresi nih...
martina melati
cinta segitigaaa???
martina melati
hahaha....
tujuan utk penyelamatan gpp deh
martina melati
wadoh pasti merasa dlecehkb 2x nih SD dan SMU
Sering Halu
👍
Mustika Aira
erica jgn deh,,,, g dpat phala malah dosa kamu ntar,,,
Alitha Fransisca: hehehe, tau tuh Erica, udah hidup tenang malah frustasi 🤭
total 1 replies
Nita Ahmad
👌
Mustika Aira
ceritanya g lebay,,, kata"nya juga g lebay,,
tulisannya rapih,,, dannnn sangat SyuKa 🥰
Alitha Fransisca: Makasih banyak ya 🥰🥰🥰❤️❤️😘😘😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!