NovelToon NovelToon
ROMANSA BIAS & ZEE

ROMANSA BIAS & ZEE

Status: tamat
Genre:Teen School/College
Popularitas:1.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Bubu.id

Zivanya Alkaridz siswi cerdas dan populer di Sekolah Menengah Pertama (SMP) memilih berpenampilan jelek saat masuk ke Sekolah SMA unggulan di kotanya.

Diejek tak memupuskan semangatnya, ia mencari persahabatan dan cinta yang tulus di masa peralihannya itu.

Bias Putra Samudra, seorang siswa tampan dan populer menarik perhatiannya. Hingga tanpa di duga sebuah surat yang menyatakan cinta ia terima tertanda Bias sang idola.

Hati Zee tak menentu, "Mungkinkah Kak Bias benar-benar menyukaiku yang jelek?"

Munculnya Surat itu adalah penyebab konflik dalam kisah ini. Yuk ikuti!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bubu.id, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BIAS KURANG SEHAT

..."Bibir bisa diam, tapi mata tak bisa berkolaborasi menyembunyikan perih, ada apa dengan kak Bias?" (Zee)🥀...

...________________________________________...

Zee melangkahkan kaki pagi itu dengan penuh semangat. Ia yang mendengar ujaran ibunya bahwa sepertinya tidak mungkin ada lelaki yang menyukai wajah hitamnya semakin memperkuat keraguan Zee akan pernyataan suka Bias. Pun Zee memilih mengabaikan surat itu dan tidak membalasnya. Zee ingin melihat reaksi Bias jika ia tak merespon.

Seperti biasa Zee berjalan tegap walau beberapa orang seperti biasa berbisik-bisik saat Zee lewat di depan mereka. Sebaliknya Zee tampak santai, toh ia aslinya cantik, begitu fikirnya.

Raga itu memasuki kelas. Siska yang sudah datang lebih dulu langsung menghampiri Zee saat melihat gadis yang kini menjadi sahabatnya itu tiba.

"Zee ... Zee ... syukur lo udah sampe. Lo udah ngerjain PR matematika 'kan?" Zee tersenyum dan mengangguk. Ia meletakkan tas dan mencari buku yang ditanyakan Siska. Wajah Siska langsung terlihat senang saat Zee menyodorkan bukunya.

Zee tidak berburuk sangka dan tampak enjoy. Sering Zee berusaha menerangkan cara penyelesaian jawaban pada sahabatnya, tapi mereka agaknya sulit memahami dan memilih menyontek jawaban saja. Di kejauhan Dhafa yang mulai akrab dengan rekan laki-laki di kelas itu hanya bisa mengeleng melihat Zee yang mudah dimanfaatkan.

"Hai semua ...."

Kini Ayu tiba. Tak berbeda dari Siska, gadis manis dengan rambut ikal itu langsung ikut duduk di samping Siska dan membuka buku tugasnya, ia tampak serius pula menyalin jawaban dari buku Zee.

Setelah beberapa saat, keduanya selesai menyalin. Melihat masih ada waktu sebelum bel berbunyi, keduanya tampak kompak menghadap wajah ke arah Zee, Siska bicara. "Gimana Zee, lo udah bales surat kak Bias 'kan? Sini biar kita-kita yang ngasih surat itu ke kak Bias! Lo pasti malu kan ngasih itu langsung?"

"Iya Zee, coba gue lihat. Lo tulis 'kan kalo lo juga suka kak Bias?" tambah Ayu antusias.

Zee menatap kedua sahabatnya baru berucap. "Maaf ... tapi aku nggak bales surat kak Bias."

"Lho kok gitu sih, Zee. Kasihan loh kak Bias!" Tatapan Siska jelas kecewa.

"Nggak! Aku mau fokus belajar aja! Toh kak Bias juga kelihatan biasa aja. Dia nggak mungkin suka aku!" lugas Zee membuat kedua sahabatnya terperangah dan saling menatap.

"Maksud lo surat itu ng-gak mungkin dari kak Bi-as?" tanya Ayu terbata.

"Bisa juga begitu. Yang jelas aku nggak lihat perilaku kak Bias kalau dia suka aku!"

"Eh Zee, lo pernah nonton gak drama-drama di televisi itu? Banyak lo tokoh cowok yang sebenernya suka tapi terlihat cuek. Nah kak Bias menurut gue sih tipikal itu, jadi belum tentu juga cueknya kak Bias lantaran nggak suka lo. Lo juga jangan shudzon bilang bukan kak Bias yang kirim itu Surat!" tandas Siska. Zee bergeming.

"Emang kalo bukan ka-k Bi-as siapa yang kirim surat i-tu me-nur______

"Udah ah nggak udah bahas ini!" Siska melebarkan matanya ke arah Ayu. Tak suka Ayu memperjelas asumsi Zee.

KRING ....

"Nah, pas tuh udah bel, kita siap-siap belajar guys!" kata Siska lagi.

Suasana hening seketika saat jam belajar dimulai. Hingga beberapa saat berlalu, Zee yang melihat jam analog di tangan hampir menunjuk setengah sembilan langsung meminta izin pada guru yang mengajar untuk ke luar kelas. Pun guru yang mengajar sudah tau Zee menjadi perwakilan sekolah langsung paham dan mengizinkan Zee meninggalkan pelajaran.

_______________

Suasana kantor sepi hanya ada beberapa guru yang tidak ada jam mengajar. Maharani di sudut bersama 9 orang termasuk Zee sedang berkumpul. Zee mengedar pandang mencari Bias, tapi Bias tak terlihat. Maharani bertanya-tanya tapi tidak satu pun dari peserta lomba lain tahu keberadaan Bias. Akhirnya Maharani meminta Zee memanggil Bias ke kelasnya. Zee awalnya menolak, tapi ucapan sinis kakak-kakak kelas yang tak suka penolakan Zee membuat Zee menurut.

Kaki-kaki itu melangkah sedikit lamban, Zee agaknya belum siap jika nanti harus beriringan dengan Bias. Berkali ia menetralkan rasanya, agaknya hatinya mulai tak baik membayangkan sosok kakak kelasnya itu. Jangankan membayangkan mendengar nama Bias saja dada itu sudah tak karuan.

Beberapa saat sampailah Zee di depan kelas Bias. Zee mengetuk pintu kelas dengan ragu, sontak gerakan jemari itu tak terdengar, kalah nyaring dengan suara pak Arif yang tengah mengajar mata pelajaran Biologi yaitu mengenai pertumbuhan dan perkembangan tanaman dan hewan.

Zee bergeming di muka pintu, sadar ia sedang diamanahi dan harus menjalankan amanah itu sebaiknya. Pun Zee kembali berniat mengetuk pintu dengan lebih kuat. Zee memejamkan mata sejenak baru akhirnya mengangkat tangannya kembali. Jemari itu terarah pada muka pintu. Zee mengepalkan tangan agar suara yang terdengar lebih nyaring dari sebelumnya. Hentakan itu ia lakukan dengan cukup kuat, namun bukan suara ketukan terdengar rintihan suara manusia justru terdengar.

Zee memundurkan langkah saat disadari bukan pintu yang dipukul tapi dada seorang pria dan kini ia tampak merintih kesakitan.

"Ahh ...."

"So-rry, Ka-k ...!" lirih Zee merasa bersalah. Zee sama sekali tak berani menatap wajah yang kesakitan akibat ulahnya itu.

"E-lo? Lo ngapain di depan kelas gue?" ucap Lelaki yang ingin Zee hampiri justru sudah ada di hadapannya.

"A-ku ma-u panggil Ka-kak," kata Zee setelah mengangkat kepala dan menyadari itu adalah Bias.

"Disuruh bu Maharani?" tanya Bias lembut. Zee mengangguk.

Keduanya berjalan beriringan setelahnya. Di sepanjang jalan suasana hening, beberapa kali Zee melihat Bias memijat pangkal hidung sambil menghirup masuk lendir di hidung. Jelas kondisi Bias sedang kurang baik. Zee yang pernah di tolong kakak kelasnya itu khawatir, ia meyakini Bias adalah lelaki baik dari bahasanya yang sopan dan ia tak tega melihat Bias merasakan sakit. Pun Zee memberanikan diri bertanya.

"Ka-kk ...," panggilan itu sangat lirih, namun masih bisa didengar Bias. Bias menoleh.

"Lo kenapa?" tanya Bias.

"Ka-kak, sa-kit?"

Tidak ada jawaban, Bias hanya tersenyum tipis. Merasa tidak direspon Zee hanya menunduk, hingga sampai di muka kantor tiba-tiba Bias bicara.

"Makasih udah peduli, gue gpp!" Seketika Zee bergeming dan langkahnya terhenti sedang Bias menyelonong maju dan masuk ke kantor.

Kak Bi-as sa-kit? kasihan ....

"Eh tuh anak, ngapain juga bengong begitu. Woi Zee ... buruan masuk! Kita harus meeting dan langsung cus ke sekolah Mandala," pekik seorang kakak kelas. Zee tersadar dan langsung mendekat.

Di dalam mobil milik seorang guru, semua siswa tenang. Raga-raga itu sedang mengingat setiap materi sebelum akhirnya mereka sampai ke sekolah yang di tuju. Pun Zee juga demikian. Sembari mengingat setiap rumus, ia diam-diam menoleh ke belakang. Ya, Zee penasaran dengan kondisi Bias. Mereka memang satu mobil, Zee duduk di jok tengah, sedang Bias di belakang. Zee menatap Bias yang bergeming menatap tanpa titik pasti.

Tiba-tiba aku ingat surat itu .... Apa benar laki-laki ini suka aku? Wajah kak Bias datar dan terlihat tenang saja, tidak menunjukkan ekspresi suka saat melihatku. Tunggu, tapi mengapa seolah ada kesedihan di mata i-tu?

..._______________________________________...

🥀Happy reading😘

🥀Makasih atas supportnya selalu. Terus kasih komen terbaik kalian sebagai apresiasi untuk Bubu❤️❤️🙏🙏

1
Enddless Bettle
teranat susah menyingkirkan seseorang yg sudah terpatri dlm hati
IK
ini satyo supir zee dlu bkn
IK
cewe matre
IK
semoga bias terzee zee cinta nya Zee
IK
emang ruwet masalah rumah tangga.. mnding Bias sabar n nemuin bukti klo papa nya mmg slingkuh
IK
kan duo racun ngerjain Zee
IK
karena dy pinter
IK
gercep yaa Zee
IK
izin baca yaa thor
Mutiara Bocil
oleng si Zee untung sadar zee
Mutiara Bocil
lah iya kan
Mutiara Bocil
sadar zee
Evi
aku suka karna visualnya org Indonesia semua
Rusma Yulida
menurutku sih bias bodoh LBH bodoh lagi Zee🤣🤣🤭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suami ku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
Ika Fitri
info karya baru itu judulnya apa Thor?
blarala
klau suami setengah iklas pasti ada aja yg terjadi mendingan nurut aja zee
ellis siti aisyah
emang agak egois sih ..kan dia yang cinta duluan ya....
Nhinicancer
nama sekolahx kadang salah
fa _azzahra
tadinya mau dkung jihan.tp di part ini aq di ingatkan bhwa johan ga jauh bda dg bias.sama2 suka zee setelah tau kecantikan zee
fa _azzahra
satyo kalo ga salah dlu sopir nya ayah zee bukan ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!