¤¤ Budayakan like, komen dan Vote ya, setelah membaca.
Kiran berasal dari keluarga kaya, dia berusia 24 tahun. Kehidupannya Glamor. Sifatnya plinplan suka menyakiti hati laki-laki. Kehidupan malam dan kemewahan lekat padanya.
Sebenarnya dulu Kiran adalah anak yang penurut, namun berubah ketika putus dengan pacar pertamanya. Hingga membuat dia berbuat sesukanya.
Kiran akhirnya dijodohkan dengan sopir pribadinya. Yang bersifat baik dan sholeh. Dia adalah Andrian, awalnya Kiran menolak perjodohan itu. Karena, dijodohkan dengan pria miskin yang tidak sesuai dengan kriterianya. Tetapi karena paksaan orang tuanya akhirnya Kiran menerima dengan terpaksa dan menikah dengan Andrian.
Andrian sebenarnya bukanlah dari keluarga miskin. Penasaran? Yuk simak ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hijrah Muslimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Eps.6 Pertemuan tak sengaja
Keesokan harinya Kiran dan teman-temannya kembali kerumah. Kiran bersama Friska sedangkan Rion bersama Leo. Dimobil Kiran dan Friska asyik bercanda tertawa riang, Sesekali Kiran menoleh kearah Friska sambil tertawa.
"Hmm fres rasa badan beb, semua lelah hilang seketika. Friska memegang pundak Kiran.
"Iya nih harus sering-sering kita jalan-jalan agar otak fres. Wkwkwkw." Kiran tertawa sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.
"Awas beb, jangan keras-keras nanti nabrak orang!" Ujar Friska sambil memukul pundak Kiran.
"Ahhh sudahlah kamu diam saja disitu, gak usah brisik. Jadi gak konsen akunya bawa mobil." Kiran tampak cemberut.
"Awas...awas...itu...!" Friska berusaha menunjuk kedepan karena Kiran tidak fokus membawa mobil.
"Haahhhhh, bagaimana ini? "Kiran tampak panik.
"Kesamping, kesamping arahkan kesamping." Friska tampak gugup.
Sreeeetttttt
Kiran mengarahkan setir mobilnya kearah samping.
"Astaga siapa sih itu, jalan ditengah tidak liat-liat kalau ketabrak bagaimana!" Hardik Kiran.
"Lagian kamu yang salah beb, dia mau nyebrang seharusnya kita kasih waktu. Kamu terlalu ngebut bawa mobilnya." Friska mengomel.
"Harus diberi pelajaran dia, belom tau siapa Kiran." Kiran tampak bergegas turun dari mobilnya.
"Ehh jangan sudahlah gak da yang rusak juga. Kita kan yang salah." Friska berusaha menarik lengan Kiran.
"Ahhh diam kamu!" Kiran menepis tangan Friska.
"He, kalau jalan liat-liat, punya mata tidak. Kalau sampai ketabrak bukan kamu saja yang rugi." Hardik Kiran sambil menunjuk-nunjuk muka cowok didepannya.
"Sudah, sudah beb malu diliat orang banyak." Friska berusaha menenangkan Kiran.
Cowok didepannya hanya terdiam tertunduk.
"Hey, ngomong dong jangan diam saja kayak patung." Kiran mendorong dada cowok itu.
"Iya maaf, saya agak melamun tadi saya yang salah." Cowok itu berusaha minta maaf walaupun bukan dia yang salah.
"Gitu dong udah ngaku salah khan." Kiran tersenyum sinis.
"Ini untuk beli makan." Kiran menyodorkan 2 lembaran warna merah.
"Ehh maaf, saya tidak bisa menerimanya." Tolak cowok itu secara halus.
"Sombong kamu!" Kiran berlalu.
"Ya Tuhan, sabarkan hatiku, ini ujian. Baru memulai sudah mendapatkan ujian. Ternyata keras kehidupan ini." Andrian duduk dipinggir jalan karena masih syok.
Andrian pun melangkah mencari tempat cost. Kesana kemari belum mendapatkannya. Dia hanya membawa tas ransel berisi pakaian. Diperjalanan di depan pasar tradisional, dia melihat ibu-ibu sedang membawa barang belanjaan. Rina nampak keberatan membawa belanjaan, Rina memang lebih suka belanja ditempat tradisional walaupun dia orang kaya.
"Maaf bu, saya boleh bawakan belanjaannya sampai ke mobil? Nampaknya ibu kewalahan membawa belanjaan."
"O..iya nak, tolong bantu ibu ya." Rina menyerahkan belanjaannya ke Andrian.
"Makasih ya nak, nama kamu siapa?"
"Nama saya Andrian bu," Andrian menjabat tangan Rina.
"Ini nak untuk ucapan terimakasih." Rina menyodorkan 1 lembar kertas merah.
"Maaf bu, saya ikhlas membantu." Andrian menolak dengan lembut.
"Kamu seperti lagi bingung?" Rina menatap dalam-dalam wajah Andrian.
"Iya bu saya lagi cari cost dan kerjaan." Andrian tertunduk.
"Ini kartu nama ibu kalau butuh bantuan hubungi ibu." Rina menyodorkan kartu nama.
"Iya bu, terimakasih atas bantuannya." Andrian tersenyum.
"Ibu yang harus terimakasih nak, ternyata jaman sekarang masih ada anak yang peduli dengan sekitar. Semoga Tuhan selalu melindungimu nak." Rina memegang pundak Andrian.
"Terimakasih pujiannya bu Saya pamit dulu bu." Andrian menjabat tangan Rina dan berlalu dari hadapan Rina.
"Baik sekali kamu nak." Gumam Rina dalam hati.
~ Jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen dan jika berkenan vote ya. Supaya penulis lebih bersemangat. Terimakasih🙏
aku asli lo Thor ngikutin kamu dri thn 2020,sampe skrng blm ada apdate terbaru si...