Manis menggeliat , tubuhnya terasa panas . Kecupan ringan terasa menguliti tubuh nya netra nya terpejam , ia menikmati sentuhan hangat disetiap inci tubuhnya . Hembusan hangat menelisik kedalam tubuh nya . Nikmat dunia yang membuatnya berada diatas awan . Apakah ini mimpi ? Jika mimpi pun ia enggan untuk bangun ..
Ditinggal pas lagi sayang sayang nya tu sakiitt banged . Manis juga begitu . Raga nya mungkin terpisah . Namun hatinya masih bertaut .
Dalam desakan keadaan Ia terpaksa harus menikah dengan sang adik ipar . Tanpa tau ia tengah hamil 4 bulan .
Bagai mana cerita keduanya ?
Dan anak siapa yang ia kandung ?
bantu up ceritaku ya , dengan like dan komennya biar aku semangat ..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon uutami, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 6 kejutan Kevin
Sore itu Manis mengendari motor matik nya kembali kerumah. Dia telah memutuskan untuk mengambil cuti selama beberapa hari kedepan. Sesampai nya dihalaman rumah didapati nya sebuah mobil hitam yang sangat dikenali, namun ada sedikit penyok di bagian body nya.
Setelah memarkirkan motornya disamping teras. Dia menghampiri. Benar, itu adalah mobil suaminya, yang tewas beberapa minggu yang. lalu. Dia perhatikan lalu memutari nya pelan. Sampai ia kembali di bagian belakang mobil. Papa Yori menghampiri, ia juga baru pulang sore itu. Mama Rina yang keluar karena mendengar suara motor pun ikut menghampiri.
" Ini mobil Kevin kan ma? " tanya Manis sembari menujuk body besi didepan nya.
" Kenapa ada disini? " sambungnya lagi lirih
" Ini dari kepolisian, mereka mengirimnya kemari siang ini " jawab Mama Rina..
" Bukan kah Kevin kecelakaan? Kenapa masih utuh? " ucap Manis lagi.
" Dia.... tertabrak saat kembali dari membeli bunga.... " jawab Papa Yori menjelaskan, " Saat itu ia belum menaiki mobil jadi.... "
" Bunga?? Untuk apa dia beli bunga.." ucap Manis kesal,
" Ini nggak akan terjadi kalau dia nggak beli bunga.." lulut Manis melemas, ia menutup wajah nya dengan kedua telapak tangannya, dan berlutut..
" Kenapa harus beli bunga... Kenapa... Kenapa Kevinn..." ia mulai terisak ada sesal didadanya, rasa sakit kian membuncah, merobek robek hatinya.
Papa Yori dan Mama Rina hanya menatap iba. Mama Rina pun turut terisak, dalam dekapan papa Yori. Dia tak mampu lagi membendung airmatanya..
Dari belakang,sepasang tangan dengan lembut menyemtuh lengan Manis , dan menuntunnya berdiri . namun lutut Manis terlalu lemah untuk beranjak..
" Aku bantu kekamar kak.. " ucap sosok itu, yang tak lain adalah Daniel.
" Nggak seharusnya kamu disini . kamu baru pulang, dan kamu pasti kelelahan . " ucapnya lagi. lalu membopong Manis yang menenggelamkan wajahnya di dada Daniel , mereka masuk kedalam rumah, melangkah menaiki tangga, hingga sampai didepan kamar kakaknya. dibukanya pintu perlahan, memasukinya dan mendudukan Manis diatas tilam.
Daniel mulai beranjak pergi, menutup pintu kamar perlahan. dibiarkan nya Manis sendiri dikamar, agar ia bisa lebih leluasa menangis dan meluapkan perasaannya yang sempat tertahan selama beberapa hari terakhir sejak kematian Kevin. sementara didalam kamar Manis masih menangis, hingga ia tertidur.
20.20
Manis terbangun, matanya yang sembab membuatnya kesulitan membuka mata. ia lalu terduduk. dan mulai berjalan mendekati pintu. menuruni tangga dan menuju pintu depan.
Disisi lain, Daniel yang tengah merokok di balkon merasakan pergerakan kakaknya.. ia menoleh dan mulai mengikuti dari belakang.
Tepat didepannya sebuah kendaraan berwarna hitam yang terparkir dihalaman Manis berhenti,ia menyentuh bagian belakang kendaraan itu lalu membuka pintu bagaian belakang.. Bunga-bunga yang tampak layu dari berbagai jenis nan indah berhamburan, menyibak hingga tampak sekumpulan bunga mawar yang membentuk huruf.. Tertera sebuah kata berbahasa inggris
" I LOVE U "
Begitulah kira kira bila dibaca.
Manis tersentak.. Dia menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan nya, menahan air mata untuk keluar. Dia mulai terisak..
Didepan tulisan itu, tampak sebuah bungkusan kotak kado dengan pita pink yang menghiasinya. Perlahan Manis mendekat dan menarik ujung pita itu. Terbukalah keempat sisi kotak tersebut, dan menyeruak bungkusan-bungkusan kecil coklat, permen dan biskuit. Manis kembali terisak,
" Huuuk huuuukkk.... Huuuuuu . "
Masih ada kotak tersisa didalamnya dengan pita diatasnya, kembali ia menarik pita, dan terbukalah keempat sisi kotak ke2, kembali tampak bungkusan coklat dan biskuit berhamburan yg ditengahnya masih ada sebuah kotak kecil lagi .
Perlahan Manis membuka tutup kotak kecil itu. tampak didalam nya sebuah cincin yang berkilauan... Kembali Manis terisak..
" Huukkhuuuukkk... Huuuukkk.. Huuuu. "
Kali ini lebih kencang,, setelah ia sedikit lebih tenang,, ia mengambil cincin tersebut, ada ukiran nama nya dan Kevin dibagian dalam itu membuatnya kembali terisak. Perlahan disematkannya cincin itu dijari manisnya lalu menciumnya.
" Kevin.. Kenapa kau pergi begitu cepat. " ucapnya lirih. airmatanya mengalir deras dipipi..
Daniel yang sedari tadi berdiri memperhatikan dari belakang, mulai melangkah mendekat. Dia sangat tau hati kakak iparnya yang bersedih. Air mata tak kan mampu jd pelipur laranya. Perlahan Daniel memeluk Manis dari belakang, mendekapnya erat.
" Everything's gonna be okey " bisiknya lembut.. " Aku akan menjagamu kak . "
Mendengar itu membuat tangis Manis semakin menjadi.
Malam itu menjadi malam yang kelam bagi Manis, bila Kevin masih hidup, mungkin itu adalah sebuah kejutan yang manis untuknya.. Namun, kini Kevin telah tiada, ia hanya bisa menangis tanpa kata.
▪▪▪▪