Menikah dengan seseorang yang tidak kita kenal bukanlah suatu perkara mudah apalagi bagi seorang ANANDITA PUTRI ANASTASYA.
Dita menikah dikarenakan ayahnya yang sakit keras dan meminta dita untuk menikah dengan anak temannya bagaimanakah kisah anandita akankah dia menuruti kemauan ayahnya, atau malah menghindar?
Dan akankah seorang RADITYA ANDIKA MEGATARA menerima perjodohan tersebut sedangkan mereka berdua masih duduk di bangku SMA??
ohh ya buat kalian yang udah baca season 1 udah ada season 2 nya yang di novel ini juga
Mau tau nggak gimana kisah mereka
cusss baca cerita ini :')
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon aita suha15, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gaun Pengantin
Dika meletakkan Dita pada jok mobilnya. Dika heran dengan Dita. Karena, bisa bisanya gadis itu sehabis marah, nggak mau pulang bareng, ehh,.. malah tiba tiba tertidur. Kan aneh pikir Dika. Tapi biarlah. Kalau di lihat lihat gadis di gendongannya itu manis juga kalau tidur.
Dita merasakan bokongnya menyentuk jok mobil. Ia berusaha mengumpulkan nyawanya yang belum terkumpul sepenuhnya. Dahinya menyerengit, mencoba mengenali keadaan di sekitarnya.
" Gue dimana ?" Ucap Dita dengan muka bantalnya, sambil mengucek mata, ia mengamati sekitarnya, ia sadar betul sedang tidak di mobil miliknya.
"Dika ngapain lo disini!" Teriak Dita kaget dengan apa yang barusan ia lihat.
Sepersekian detik, akhirnya ia sadar bahwa sekarang, ia ada di mobil Dika. Dika hanya menatap datar wajah Dita.
"Dika ! kan tadi udah gue bilang, gue nggak mau pulang bareng lo, gue udah bawa mobil sendiri. Sekarang mobil gue gimana dong nasibnya, kan kasian mobil gue kalau harus nginep di sekolah. Dan lagi, tas gue gimana? Dika balikin gue ke sekolah lagi! gueee...." Dika jengah mendengar perkataan Dita.
"Lo bisa diem nggak sih ! Gue masih nyetir mobil. Lo mau kecelakaan, gara gara gue nggak konsen nyetirnya? suara lo tuh udah bikin konsen gue buyar" potong Dika
" Dan satu lagi tas sama mobil lo udah sama Dara" Dita yang mendapat jawaban seperti itu dari Dika memilih bungkam. Ia tak mau membuat laki laki di sebelahnya lebih marah.
Dita mengamati jalan yang di laluinya. Dahinya menyerengit. Sadar bahwa ini bukan jalan rumahnyya. "Dika kita mau kemana?. Ini bukan jalan ke rumah gue ?"
"Mau ke butik "
"Ngapain ke butik ?" ucap Dita heran. Ia kan tak ingin ke butik.
"Di suruh Mama " Dita hanya ber oh ria. tak mau komen. Gadis itu memilih mengamati jalanan yang di laluinya.
---
ANANDITA POV
Demi apapun gue ada dimana. WHAT THE HELL GUE DI MOBIL DIKA! Demi apapun gue baru inget, gue tadi marah marah trus habis itu gue tidur di pelukannya! what the **** gue malu banget, masak iya gue marah marah terus tidur dan itu nggak lucu banget loo .
ok rileks, rileks gue harus tanya sama dika ini gue mau di bawa kemana soalnnya gue yakin banget ini bukan jalan kerumah gue ataupun ke rumah sakit papa. Masak iya gue mau di culik. Ahh nggak mungkin Dika nyulik gue. Mending gue tanya aja deh.
"Dika kita mau kemana. bukannya ini bukan jalan ke rumah gue ya.?"
"Mau ke butik "
"Ngapain ke butik "
"Di suruh Mama " itu kenapa ya Dika muka datar terus? masak marah datar, di tanya datar, semua serba datar itu muka apa tembok sih. Kok nggak ada bedanya sama sekali. Ok ngapain juga gue ngurusin mukanya dia. Mending gue diam aja, nggak ada yang mau di omongin juga dari pada kalau gue ngomong dia malah marah. kan lebih baik diem.*
---
Selang beberapa menit mobil Dika akhirnya sampai di depan butik heppines. Butik dengan tampilan sederhana di luarnya namun elegan. Tapi jangan salah sangka dulu, butik ini termasauk salah satu jajaran butik paling terkenal di sini. Butik yang paling di incar kaum hawa brand terbarunya. Apalagi perancanggnya salah satu perancang terkenal di dunia.
"Ehh nak Dita udah sampai, masuk yukk, tante udah nunggu dari tadi loo " Nikita a.k.a Mama Dika mengajak Dita masuk ke butik . "Iya tann "
"Jangan tante dong kalau manggil, Mama aja biar enak kan bentar lagi kan kamu jadi istrinya Dika" Dita hanya tersenyum simpul menanggapi perkataan Nikita, ia berjalan di belakang Nikita, mengikuti dimana kaki wanita paruh baya itu beranjak. Sedangkan Dika , ia memilih untuk duduk di ruang tunggu yang di sediakan butik.
"Tadi Mama udah pilihin kamu gaun pengantin, tapi Mama nggak tau kamu suka nggak" Nikita memanggil pelayan butik tersebut. " Mbak tolong bawa kesini gaun yang saya pesan tadi"
Pelayan tersebut bergegas mengambilkan gaun yang di pesan Nikita. " Ini bu gaunnya''
Mata Dita membelalak melihat gaun yang akan dipakainyya. Pasalnnya gaun tersebut indah banget menurutnya. Terkesan sangat elegan dan cocok untuk usiannya. Ia menyetujui usulan camernya untuk memilih gaun tersebut. Rasanya ia punya feel dengan gaun indah itu.
"Gimana Dita, kamu suka nggak gaunnya ? ''
Dita tersenyyum senang, namun entah mengapa setengah hatinnya merasa berat. ia tak tau Dika suka atau tidak dengan gaun yang dipakainnya. Ia takut kalau dengan gaun ini ia malah terlihat jelek di mata Dika. "suka ma. Dita ambil ini aja ma " putus Dita akhirnya
" Ya udah kamu coba dulu gaunnya "
"Iya ma" Dita berjalan ke ruang ganti .
Selang beberapa menit akhirnya Dita keluar dari ruang ganti. Semua yang ada di sana tercengang melihat betapa cantik serta pasnya Dita memakai gaun tersebut.
wajahnya abaikan aja yang penting gaunnya😂😂
"Ya Allah! Dita kamu cantik banget. Mama sampai pangling liat kamu. Sini Mama anterin kamu nemui Dika. Biar dia tau kalau calon istrinya itu cantik kayak bidadari.'' pipi Dita bersemu mendengar pujian yang dilontarkan calin mertuamnya itu. Nikita menggandeng Dita dengan sedikit paksa.
" Dita malu ma ketemu Dika, Dita takut nanti di bilang jelek sama Dika'' Dita khawatir dengan ekspresi yang akan di berikan Dika tentangnnya. Hatinya belum siap menerima penolakan
"Nggak bakal sayang, Mama yakin Dika bakal pangling juga liat kamu." Dita pasrah ditarik Nikita menuju ke Dika. Entah apa nanti penilaian dari Dika. Ia akan tetap menerimannya.
---
"Dika liat ini, Dita udah cantik belum '' Dika yang sedang fokus bermain hp pun mendongakkan pandangannya. Betapa terkejutnnya dia melihat Dita yang tampil sangat sangat cantik, ya, Dika mengakui bahwa Dita itu cantik, apalagi dengan gaun pengantin yang dipakainnya. Ia meneliti setiap inci pakain yang di gunakan Dita, matanya terfokus pada bagian atas gaun tersebut, Dika berpikir apa nggak terlalu terbuka bajunya. Namun, laki laki itu ia malas, untuk berdebat dengan mamanya. Akhirnyya ia lebih memilih diam. ia juga tak mau dikira perhatian dengan dita. mending ia diam dan ini segera selesai ia juga bisa segera pulang.
Sedangkan Dita yang di tatap begitu, hanya bisa salah tingkah dengan memainkan jari jarinnya.
"Gimana Dik. Dita cantik ngga?'' Nikita bertanyya penuh antusias kepada putra semata wayangnyya. Jujur Nikita sangat bahagia Dika bisa menikah sekarang, karena sekarang Dika sudah ada yang mengurusi serta lebih bisa bersikap tanggung jawab. Ia juga bahagia Dika bisa mendapat calon istri yang baik seperti Dita.
Dika yang di tannya begitu diam beberapa saat. Membuat semua orang yang ada di situ penasaran, termasuk Dita dan pelayan pelayan butik yang ada di sekitar situ.
" Biasa'' dengan muka datar serta tak bersalahnnya Dika hanya menjawab BIASA , membuat semua orang yang ada di situ melongo mendengarnya, termasuk juga Dita. Entah mengapa di hati gadis tersebut merasakan kekecewaan dengan ungkapan Dika.
Dika yang melihat perubahan raut Dita berucapap lagi "Tapi gue suka lo pakek baju itu ".Dita yang mendengar kata kata dika barusan membuat hatinya sedikit lega. Ada perasaan bahagia yang menelusup begitu saja di hatinya.
"Ya udah kalau gitu mbak, kita pilih gaun yang ini, Dita kamu ganti baju trus nanti biar di anterin Dika pulang" Dita berjalan ke ruang ganti. Untuk mengganti pakainnnya.
---
***jangan lupa komen like love sama masukannya ya gaiis ***
***author lagi pusing ***
tapi yang lain masih blum launching ia 🤔🤭
jadi agak bingung aku bacanya , maaf ia jika menyingung 🙏🙏
sekaligus calon bibit pelakor 🤣🤣🤣