NovelToon NovelToon
TEROR

TEROR

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Pembunuhan / Eksplorasi-misteri dan gaib / Dendam Kesumat / Mata Batin / Roh Supernatural / Balas Dendam / Sudah Terbit
Popularitas:3.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Riumi

Echa dan teman-temannya harus kembali terlibat dengan pembantaian ilmu hitam yang merajalela dan semakin memiliki kekuatan besar.

Takdir selalu saja menuntun Echa dan teman-temannya untuk memusnahkan ilmu hitam, namun bagi mereka ilmu hitam itu sudah seperti akar pohon, meskipun pohonnya di tebang tapi akarnya masih tertanam didalam tanah.

Semakin hari teror semakin mengintai mereka. Datang dari seorang wanita misterius yang kembali bangkit dari masalalunya, dia ingin membalaskan dendam atas perbuatan Echa dan teman-temannya di masalalu.

"Mereka harus merasakan apa yang aku rasakan. Terutama rasa sakit."

Dendam, kecewa, sakit hati, amarah yang ada di dalam hati wanita misterius itu tidak pernah padam. Bahkan, tujuannya hanyalah satu.

"Aku hanya ingin melihat mereka.. Mati."

Akankah Echa dan teman-temannya berhasil mengungkap siapa akar dari teror yang mengintainya selama ini atau bahkan mereka yang akan mati penasaran?

On IG: @ry_riuu

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

|05| PAKU DAN RAMBUT

Setelah mengobati Echa, Bara langsung pergi ke kamar Echa dan membenarkan posisi ranjang milik kekasihnya itu. Setelah di rasa posisi ranjangnya tidak membuat Echa terjatuh Bara langsung merebahkan tubuhnya.

Maklum saja jika Bara banyak tertidur satu hari ini, kemarin Bara ada beberapa tugas kampus yang harus di segera di kerjakan.

Sedangkan Echa menunggu Hanin datang ke apartemen miliknya. Tak lama kemudian Hanin datang ke apartemen Echa bersama dengan Nathan.

"Bara gak kesini?" Tanya Nathan yang melihat Echa sedang duduk di sofa.

"Ada di kamar." Jawab Echa sambil melihat kearah Hanin dan Nathan.

"Boleh ke kamarnya?" Tanya Nathan meminta Izin kepada Echa untuk ke kamar miliknya.

"Boleh." Jawab Echa. Nathan yang mendapat jawaban seperti itu langsung melangkahkan kakinya menuju kamar Echa untuk menemui Bara yang sedang tertidur.

"Ada apa Ca?" Tanya Hanin yang sudah duduk di samping sofa Echa.

Echa menceritakan semuanya kepada Hanin, tentang dirinya yang melihat asap dari apartemen Tania, Tania yang tergeletak di lantai dengan pisau di genggaman tangannya dan dirinya yang menginjak paku di apartemen milik Tania.

"Pakunya mana?" Tanya Hanin.

"Nih." Jawab Echa sambil memberikan tisu yang berisi paku dan rambut yang tadi Hans temukan.

Hanin yang melihat itu langsung membukanya dan menyimpan di atas meja, untuk melihat apa itu benda kiriman atau hanya kebetulan saja.

Hanin memejamkan mata, menghela nafasnya sambil melihat kearah paku dan tisu yang berada di atas meja.

Tiba-tiba saja, Echa melihat ada asap hitam yang keluar dari paku, bahkan rambut yang ada di sebelah paku itu hangus terbakar, padahal sama sekali tidak ada api.

"Kiriman," ucap Hanin yang melihat ada asap keluar dari paku tersebut.

Asap yang keluar sekarang berbeda dengan asap yang Echa lihat ketika di apartemen Tania.

"Kiriman? Tapi Caca gak liat apa-apa." Tanya Echa.

"Kiriman juga bisa berupa media paku atau rambut dari si korban, kemungkinan Tania kena santet, entah alasannya kenapa tapi Hanin bisa ngerasain iri dari hati si pengirim." Jawab Hanin.

"Pengirim nya udah pro biar si sosoknya ini gak keliatan sama Caca tapi, nyimpennya apik banget sampai Caca gak bisa liat dan Hanin juga gak bisa ngerasain energi dari sosok itu." Sambung Hanin.

"Emang ada ya yang kayak gitu?" Tanya Echa.

"Ada, kemungkinan aja keadaan Tania sekarang gara-gara sosok itu yang buat dirinya seolah-olah bingung. Sedangkan menurut medis atau psikolog keadaan ini bakalan di sebut kepribadian ganda atau disosiatif." Jawab Hanin.

"Baru juga mau tinggal disini udah ada yang kayak gini," ucap Echa sambil menghela nafasnya panjang.

"Udah biarin aja, selama sosok itu gak ganggu kita ya udah biarin aja," ucap Hanin.

"Tapi kasian kan Tania, dia gak tau apa-apa tapi malah di kirim kayak gini." Ujar Echa.

"Kita juga kan gak tau Tania gimana dulunya, apa pernah nyakitin orang atau gimana, gak mungkin di kasih kayak gini kalau Tania gak berbuat salah." Ucap Hanin.

"Iya juga sih," Ujar Echa.

"Nanti kita liat kedepannya, kalau makin parah kita cari kebenarannya dari Tania, apalagi Tania bisa berubah-ubah, kita gak bakalan bisa ngambil info yang valid." Ucap Hanin.

"Terus ini darah Caca gak bakalan kenapa-kenapa kan?" Tanya Echa yang melihat ada darah di ujung paku tersebut.

"Gak bakalan kenapa-kenapa kok, Hanin udah buang energi negatifnya." Jawab Hanin.

"Gimana Shila?" Tanya Hanin sambil menatap kearah Echa.

"Masih gak mau damai sama masa lalunya." Jawab Echa.

"Hantu yang satu itu emang susah di bilangin tapi di sisi lain Hanin juga gak ikhlas kalau suatu saat Shila harus pergi." Ucap Hanin sambil menghela nafasnya.

"Mau gimana pun, kalau hantu itu selesai sama urusan di dunia ya pasti harus pergi, mereka cuman lagi beresin masalah di dunia." Ujar Echa.

"Iya, tapi Shila selalu bantu kita dalam masalah apapun dan ketika Shila harus pergi kita cari solusi ke siapa lagi?" Tanya Hanin.

Beberapa kali Echa, Hanin, Shiren dan Ivy mencoba untuk menyatukan Shila dengan Ibunya tetap saja Shila masih teguh pada pendiriannya.

Dia tetap tidak memaafkan ibunya itu, Shila masih belum bisa menerima semua penjelasan dari ibunya. Padahal itu demi kebaikan Shila.

"Ya itu konsekuensi kita." Jawab Echa sambil menghela nafasnya.

Jujur saja, Echa juga tidak ingin Shila pergi tapi suatu saat hal itu pasti akan terjadi dimana Shila akan berdamai dengan masa lalunya dan pergi ke tempat sesungguhnya.

"Udah lah gimana nanti aja," ucap Hanin. Echa menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.

Keheningan mengisi apartemen Echa. Bahkan suara Nathan dan Bara yang tadinya berisik sekarang sudah tidak terdengar lagi, mungkin mereka tertidur.

"Nin" panggil Echa sambil melihat keatas kamarnya untuk mengecek apa Bara benar tidur atau tidak.

"Kenapa?" Tanya Hanin bingung yang juga melihat ke kamar Echa.

"Gak apa-apa, Caca cuman mau curhat dikit." Jawab Echa sambil menatap Hanin.

"Biasanya juga langsung ngomong kenapa sekarang harus sembunyi-sembunyi kayak gini?" Tanya Hanin.

Echa menceritakan tentang Hans. Pegawai apartemen yang sudah dua kali bertemu dengan dirinya, bahkan secara terang-terangan Hans menatap kearah Echa dengan tatapan berbeda. Seperti memiliki perasaan lebih, padahal Echa tidak melakukan apapun.

"Udah fiks itu suka." Ucap Hanin yang sedari tadi mendengar cerita Echa.

"Kenapa gak bilang aja kalau Caca udah punya kak Bara?" Tanya Hanin.

"Caca mau bilang tapi selalu ada aja halangan ya." Jawab Echa.

"Udah nanti jangan di ladenin lagi, Hanin gak mau ada perdebatan antara Caca sama Kak Bara." Ucap Hanin.

"Caca gak lakuin apa-apa, Caca diem, Caca juga ketus tapi tetep aja responnya baik jadi gak tega kalau di jahatin." Ujar Echa.

"Salah satu kelemahan Caca, gak tegaan sama orang sedangkan orang seenaknya sama Caca." Ucap Hanin.

"Ya.. Caca juga gak tau kenapa punya sifat kayak gitu, siapa juga yang mau punya sifat kayak gitu, udah bawaan dari sananya," Ujar Echa.

Namun di tengaj-tengaj pembicaraan mereka berdua tiba-tiba saja ada suara seperti orang sedang merangkak cepat dari atas apartemen Echa.

"Apaan tuh?!" Tanya Hanin kaget.

"Cuman lewat doang." Jawab Echa yang merasakan sosok kurus hanya terlihat tulang, rambut sebahu berwarna abu-abu, mata melotot dan jari-jari yang panjang.

"Kaget banget ya ampun." Ucap Hanin sambil mengelus dadanya.

"Serem sih," ujar Echa yang sekilas melihat bayangan sosok tersebut.

"Udah ah jangan di bahas lagi, Ini udah malem." Ucap Hanin yang melihat jam sudah menunjukkan pukul 19.25

"Mau tidur disini?" Tanya Echa.

"Kayaknya engga deh." Jawab Hanin.

"Tapi Kak Nathan udah tidur di atas." Ucap Echa.

"Caca aja yang tidur di apartemen Hanin, biarin Kak Nathan sama Kak Bara disini." Ujar Hanin.

"Tapi kalau kak Bara nyariin gimana? Tadi aja baru di tinggal sebentar udah gak bersahabat mukanya." Ucap Echa.

"Gak bakalan, Kak Bara pasti tau Caca di apartemen Hanin." Ujar Hanin.

"Yaudah ayo." Ajak Echa sambil berdiri dari duduknya.

Namun dia tidak menyadari bahwa telapak kakinya masih terasa sakit.

"Awww.." ringgis Echa yang langsung duduk kembali di sofa karena kakinya kembali linu.

"Hanin lupa Caca luka, sakit lagi?" Tanya Hanin.

"Sakit lagi." Jawab Echa yang sbil.melihat perban yang ada di telapak kakinya itu mengeluarkan darah.

"Kenapa?" Tanya Bara yang sedang turun dari tangga dan mengucek matanya itu.

"Tadi Caca berdiri, terus berdarah lagi kakinya." Jawab Hanin yang melihat Bara tiba-tiba saja bangun.

"Makannya jangan kemana-mana, sakit lagi kan kakinya." Ucap Bara sambil melangkahkan kakinya menuju Echa untuk melihat lukanya yang kembali berdarah.

Padahal hanya luka kecil saja tapi kenapa darahnya bisa keluar terus?

"Caca lupa," Ujar Echa yang melihat Bara sedang membuka perban di kakinya itu.

"Hanin bangunin dulu Kak Nathan." Ucap Hanin sambil melangkahkan kakinya ke kamar Echa namun di cegah oleh Bara.

"Jangan, dia gak tidur semalaman abis ngerjain tugas, Hanin di sini, biar Caca yang tidur di apartemen kakak." Ujar Bara.

"Eh, gak apa-apa Ca?" Tanya Hanin sambil menatap kearah Echa.

"Gak apa-apa, kasian juga Kak Nathan kalau harus di bangunin lagi, nanti bakalan susah tidur." Jawab Echa.

"Ya udah deh Hanin disini, pinjem apartemen nya." Ucap Hanin.

"Iya," Ujar Echa yang melihat Bara sudah selesai Menganti perban miliknya dengan yang baru.

1
Fitri Andriani
kapan ini mau update lg udh thn 2026 lohhh...
Nungguin lohhhhh aku thorrrrr
sheina azzahra
jangan gampangan juga kali ca, semua cowok di tanggepin, udah punya cowok tapi mau aja tangan nya di cium cowok lain🙄🙄
Tyas Alya
kk udah 2026 nih kapan upload lagi
Dinda nur Fadila
halooo kaaaa, udah lama ga upload nihh aku nungguin lohhh
Vera Apriani
yahhh lagi seru nh...
kapan up lagi thor??
雅那
btw yang tahu ig author apa ya
雅那
2026
semoga author sehat selalu dan segera up
katria yuisna💫
#2020—2026😭🙏🥰
katria yuisna💫
kapan up lagi thor udh nungguin bertahun"😭🙏
kadal buntung
kaka apakah masih lama baru afdet lagi
Rita Hartati
sempat di hapus kemaren app nya,kesel nunggu upload nya lama bgt.
Mama Nakal
ini sudah di tahun 2026 Thor....kapan update nya...? semangat terus yah
Apit Ferfetty
udh hmpir 2th nih ,,kka riumi sehat2 kn,,,update lh ,
Zul Fa
dimulai dari tahun 2021 sekarang di akhir tahun 2025 masih blom aplod juga Thor...... sehat kan thorrrrr
Qori Denisa
thor, kamu gpp kan?
aku udah nungguin loh, mau up kpn? udah mau 2 tahun loh kamu gk up lagi
Nadya Maujud
thor up dong, udah sekitar 4 kali nih di baca ceritanya dari tahun lalu sampai sekarang lo thor di baca ulang ceritanya up dong
Liscya: mau beli buku gak tau caranya,penasaran banget sama ceritanya,up dong pliss 🙏
total 2 replies
Cahaya
Thor, are u okay? sudah 2tahun lebih berlalu. ada apa?
verlyn05
echa buat baraa aja gapapa sumpahh Bright nya buatt guaaa🤭🤭😍😍😍
Matthias Von Herhardt
Di tarik secara singkat dari inti semua ini tuh, teman2 yg Caca anggap baik ternyata bnyk yg berkhianat, tapi tidak untuk bara, dia cahaya untuk Caca, hampir semua ikut serta dalam pemujaan atau ilmu hitam, krna ternyata dari ayah kandung Caca pun dia seorang pengabdi setan, jadi merambat ke mana2, terutama yg tidak suka dgn Caca.
kadal buntung: maaf kaka apakah masih lama baru afdet lagi
total 2 replies
Imliyana Syafi'i
thorrrrr kamu baik" saja kan thorrr
udh satu thun thor aku nunggu....aku bulak balik pengen tau thorrrr
aku cari" di tik tok tkut ada novel kamu
download aplikadi lain cuma pengen tau tkut ada ketmu sih thorrrr
tpi sma aja berhnti disisni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!