Apa jadinya jika pengetahuan kultivasi tingkat dewa dimiliki oleh jiwa pemuda modern
Qin Feng terbangun di dalam goa isolasi sebagai Master Legendaris Gu Tian. Namun, alih-alih bisa terbang membelah langit, musuh utamanya saat ini adalah encok, pinggang kram, dan jalur meridian yang kaku.
sang "Master Tua" berjiwa pemuda ini harus memutar otak agar tidak mati konyol untuk kedua kalinya di tengah kepungan musuh
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HINDRA10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 5
Dengan botol porselen hijau zamrud di dalam genggaman keriputnya, Qin Feng menarik napas panjang. Rasa dingin dari lantai goa tak lagi dihiraukannya.
Menggunakan sisa tenaga yang ada, dia membalikkan tubuh tuanya perlahan-lahan. Memanfaatkan ingatan fisik milik Gu Tian yang sudah menyatu dengan jiwanya, Qin Feng mengangkat bagian atas tubuhnya dan menegakkan punggungnya secara bertahap. Dia mengatur posisi kedua kakinya yang kaku hingga terlipat silang dengan sempurna.
Dalam hitungan detik, posisi merayap yang menyedihkan itu berganti menjadi postur duduk bersila yang anggun dan stabil—posisi khas seorang kultivator tingkat tinggi saat hendak bermeditasi.
"Baiklah... mari kita lihat seberapa dahsyat khasiat obat dari dunia kultivasi ini," gumam Qin Feng dengan tatapan mantap.
Dia memiringkan botol porselen tersebut ke telapak tangannya. Sebuah pil bundar berwarna hijau pekat sebesar biji kelereng bergulir keluar. Pil itu memancarkan kilau halus dan mengeluarkan aroma herbal segar yang seketika memenuhi seluruh penjuru goa batu.
Tanpa ragu sedikit pun, Qin Feng melemparkan pil tersebut ke dalam mulutnya dan langsung menelannya.
GLUK!
Begitu pil itu menyentuh tenggorokannya, obat tersebut tidak hancur seperti pil kimia biasa di Bumi. Pil itu meleleh seketika, berubah menjadi aliran cairan hangat murni yang meledak bagaikan gelombang air bah di dalam perutnya!
BOOM!
Sensasi energi kehidupan (Vitality) yang luar biasa dahsyat menyembur ke segala arah. Aliran energi hangat itu bergerak cepat menerobos setiap sudut jaringan tubuh tuanya yang selama ini layu dan rapuh.
"A-Kehangatan ini...!" Mata tua Qin Feng terbelalak sesaat.
Jika ini adalah manusia biasa tanpa pengetahuan kultivasi, ledakan energi mendadak seperti ini bisa saja membakar pembuluh darah dan merusak organ dalamnya. Namun, Qin Feng bukanlah orang biasa lagi. Di dalam kepalanya terpatri ratusan tahun pengalaman mengendalikan Qi milik Gu Tian.
Dengan tenang dan cekatan, Qin Feng memejamkan mata. Otaknya memandu aliran energi hangat tersebut secara teratur. Dia tidak membiarkan energi itu liar, melainkan mengarahkannya untuk membasahi jalur-jalur meridiannya yang menyempit dan kaku.
Ssssshhh...
Sensasi menyegarkan seolah-olah menyiramkan air sejuk di atas tanah tandus merayapi seluruh fisiknya. Jalur meridian yang tadinya keras bagaikan ranting kering perlahan-lahan dilunakkan kembali, mengembang, dan menjadi elastis. Tulang-tulang tuanya yang rapuh menyerap nutrisi gaib dari pil tersebut, memancarkan bunyi gemeretak halus yang ritmis.
Sensasi nyeri menusuk di bagian pinggang bawahnya—bekas encok akibat gaya-gayaan di bab awal—perlahan-lahan memudar. Otot-otot punggungnya yang tegang kembali fleksibel, dan persendian lututnya yang tadinya kaku kini terasa sangat ringan.
Darah tua di dalam tubuhnya memompa lebih cepat, mengalirkan oksigen murni ke seluruh sel yang sebelumnya nyaris mati. Warna kulit wajahnya yang kempot dan pucat secara bertahap membaik, berganti dengan rona segar yang sehat.
Satu jam bermeditasi menyerap energi pil berlalu bagaikan satu detik.
Haaaaah...
Qin Feng menghembuskan napas panjang melalui mulutnya. Sebuah kepulan asap keruh berwarna abu-abu—yang merupakan kotoran dan racun penuaan dari dalam tubuhnya—tertembak keluar dan menghilang di udara goa.
Kedua mata tuanya terbuka perlahan. Binar matanya kini terlihat sangat jernih dan penuh vitalitas, tak ada lagi kesan kuyu atau sekarat seperti sebelumnya.
"Luar biasa..." bisik Qin Feng terperanjat sambil menatap kedua telapak tangannya.
Meski kulitnya masih terlihat keriput dan berjanggut putih panjang khas orang tua, namun rasa lemas dan lelah yang menggerogoti tubuhnya telah hilang sepenuhnya. Dia bisa merasakan aliran darahnya berdenyut kuat dan bertenaga.
Untuk membuktikannya, Qin Feng mencoba berdiri.
Tanpa perlu memegangi dinding batu, tanpa suara krak yang mengerikan dari pinggangnya, dan tanpa rasa pusing sedikit pun—kakek berjanggut putih itu berdiri tegak secara lurus dan mantap!
Dia melangkah maju satu langkah. Dua langkah. Tiga langkah.
Gerakannya kini terasa sangat stabil, ringan, dan bebas masalah. Dia bahkan sempat melompat-lompat kecil di tempat untuk memastikan pinggang tuanya benar-benar sudah sembuh total.
"Hahaha! Sembuh! Pinggangku beneran sembuh total!" Qin Feng tertawa puas, menyapu janggut putih panjangnya dengan senyum lebar. "Tidak ada lagi encok, tidak ada lagi kram! Akhirnya aku bisa berjalan seperti manusia normal!"
Meskipun Dantian-nya saat ini masih belum terisi energi Qi kultivasi dan levelnya masih berada di tingkat paling dasar, pemulihan fisik ini adalah kemenangan besar pertama baginya. Setidaknya sekarang dia tidak akan mati konyol hanya karena terpleset atau salah urat.
Dengan fisik yang sudah bertenaga, Qin Feng kini berbalik dan menatap tumpukan harta karun, pedang pusaka, serta gulungan kitab yang berserakan di dalam goa dengan pandangan yang jauh lebih bersemangat.
"Nah, sekarang saatnya memeriksa peninggalan kakek Gu Tian ini lebih serius!"
Terima kasih sudah membaca cerita ini /Smile//Smile/