NovelToon NovelToon
Langkah Sunyi Arunika

Langkah Sunyi Arunika

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Konflik etika / Penyesalan Suami
Popularitas:17.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bunaya

Empat tahun lamanya Arunika mengalah dan hidup sebagai istri pajangan, demi menghormati amanah almarhum ayahnya. Namun, segalanya hancur saat ia mendengar rencana kejam Saka. Pria itu berniat menikah lagi dengan kekasihnya, namun menolak menceraikan Arunika hanya karena butuh statusnya demi warisan keluarga Daniswara. Saka mengira Arunika wanita lemah yang akan pasrah dipoligami.
Kekecewaan mendalam itu justru membangkitkan sisi cerdas yang selama ini Arunika sembunyikan. Tanpa labrakan histeris, Arunika menyusun skenario skakmat dalam senyap. Tepat di hari pernikahan megah Saka, ia melangkah pergi membawa dokumen cerai dan menayangkan video perselingkuhan suaminya di gedung pesta. Sebuah langkah sunyi yang tidak hanya menyelamatkan harga dirinya, tetapi juga menjadi awal runtuhnya seluruh takhta palsu yang Saka banggakan.

Ingin tahu kisah selengkapnya? Yuk ikuti cerita Langkah Sunyi Arunika hanya di NovelToon

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bunaya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Retaknya Topeng Kesombongan

Pagi hari di kawasan rumah elite miliknya, tidak pernah terasa sedingin ini bagi Saka. Sinar matahari yang menerobos dari celah gorden kelabu di ruang kerjanya, sama sekali tidak membawa kehangatan. Di atas meja kerja berbahan jati yang kokoh, sisa serpihan kertas salinan gugatan cerai yang dicabik-cabiknya semalam sudah dibersihkan oleh pelayan, namun rasa panas di dadanya tidak kunjung padam.

Saka duduk di kursi kebesarannya dengan penampilan yang jauh dari kata rapi. CEO muda yang biasanya tampil klimis dan dikagumi banyak orang itu, kini tampak berantakan. Kemeja putih yang ia kenakan sejak semalam masih melekat di tubuhnya, kusut, dengan beberapa kancing atas yang sengaja dibuka paksa demi memberikan ruang bagi napasnya yang terasa sesak. Lingkaran hitam menghiasi sepasang matanya yang merah karena kurang tidur.

Di hadapan Saka, tiga orang detektif swasta terbaik di Jakarta yang sengaja dia sewa dengan tarif ratusan juta sejak subuh tadi, berdiri dengan kepala tertunduk. Atmosfer di dalam ruangan kedap suara itu terasa begitu menekan.

"Bagaimana mungkin kalian tidak bisa menemukan satu pun jejaknya?!" bentak Saka, suaranya parau namun bergetar oleh amarah yang tertahan. Tangannya memukul permukaan meja kaca hingga vas bunga kecil di atasnya bergetar serentak. "Aku membayar kalian bukan untuk mendengar alasan!"

Pemimpin detektif itu menarik napas dalam, mencoba menstabilkan suaranya sebelum menjawab. "Mohon maaf Tuan Saka. Nyonya Arunika seperti sudah merencanakan kepergian ini dengan sangat matang dan rapi. Semua nomor telepon lamanya sudah mati total dan tidak bisa dilacak melalui menara BTS. Lebih mengejutkan lagi, jejak finansialnya bersih."

Detektif itu menyodorkan selembar laporan digital. "Beliau sama sekali tidak menyentuh atau melakukan transaksi apa pun menggunakan kartu kredit maupun debit yang terhubung dengan rekening keluarga Daniswara sejak kemarin sore. Dompet digitalnya pun bersih. Beliau menghilang dari Jakarta tanpa meninggalkan jejak digital sedikit pun."

Saka merampas kertas laporan itu, membacanya dengan rahang yang mengeras. "Cari lagi! Gunakan semua koneksi yang kalian punya di dinas kependudukan atau kepolisian! Periksa semua teman kuliahnya, cari alamat kerabat lamanya di daerah! Arunika tidak mungkin lenyap begitu saja bak ditelan bumi! Dia pasti bersembunyi di suatu tempat!"

Para detektif itu buru-buru mengangguk khidmat, mengemasi berkas mereka, dan segera pamit keluar dari ruangan. Mereka tidak ingin menjadi sasaran amuk lebih lanjut dari sang CEO yang sedang kehilangan kendali diri.

Setelah pintu ruang kerja tertutup, Saka merosot di kursinya. Dia menjambak rambutnya sendiri dengan frustrasi yang amat sangat. Kepalanya berdenyut akibat kurang tidur dan stres berlapis. Baru saja lima menit yang lalu, sekretaris pribadinya mengirimkan laporan pra-pembukaan pasar saham pagi ini. Efek domino dari skandal video perselingkuhannya yang viral semalam langsung menghantam jantung korporasi. Saham Daniswara Group merosot tajam hingga dua belas persen dalam beberapa jam pertama, memicu kepanikan di kalangan dewan komisaris dan investor.

Namun, yang membuat dada Saka terasa dihantam godam besar saat ini bukanlah angka-angka saham yang memerah. Melainkan bayangan kamar di ujung lorong lantai dua yang kini kosong melompong tanpa menyisakan satu pun jejak pakaian atau tas mewah. Penyangkalan dalam dirinya mulai runtuh. Rasa takut kehilangan Arunika yang sesungguhnya mulai merayap naik, mencengkeram erat jantungnya hingga dia kesulitan bernapas.

Brak!

Pintu ruang kerja Saka didorong dengan kasar dari luar hingga menabrak dinding. Valerie melangkah masuk dengan napas memburu dan langkah kaki yang dihentakkan kuat. Penampilannya pagi ini jauh dari kesan sosialita papan atas yang biasa dia pamerkan di majalah gaya hidup. Matanya bengkak dan merah karena menangis semalaman, dan riasan wajahnya tampak minimalis serta terburu-buru.

"Saka! Apa-apaan semua ini?!" jerit Valerie, melemparkan tas jinjing mahalnya ke atas sofa kulit dengan kasar hingga menimbulkan bunyi dentuman yang cukup keras. "Kamu mengabaikan semua teleponku semalaman! Aku menghubungimu puluhan kali, Saka! Mama kamu juga tidak bisa dihubungi di rumah sakit karena kamarnya dijaga ketat! Dan sekarang, saat aku datang ke sini, pelayanmu bilang kamu malah sibuk menyuruh orang mencari si anak asisten itu?!"

Saka tidak menoleh sedikit pun. Dia tetap memijat pelipisnya yang berdenyut dengan jengkel. "Valerie, kepalaku sedang mau pecah karena urusan saham dan korporasi. Jangan mulai membuat drama sekarang."

"Jangan mulai?! Kamu bilang aku membuat drama?!" Valerie melangkah mendekat, mengikis jarak di antara mereka hingga dia berdiri tepat di depan meja kerja Saka. Kedua tangannya mencengkeram pinggiran meja, memaksanya menatap wajahnya.

"Saka, aku ini istri sah kamu sekarang! Kita baru saja menikah beberapa jam lalu! Tapi kamu... kamu meninggalkan aku sendirian di atas pelaminan hotel bintang lima, di depan ratusan relasi bisnis dan keluarga besarku!"

Air mata Valerie kembali menetes, menghapus sisa keangkuhannya. "Kamu mempermalukan aku dan orang tuaku demi mengejar wanita miskin yang tidak punya kasta itu! Kamu bilang kamu hanya mencintaiku, Saka! Kamu bilang pernikahanmu dengan Arunika selama empat tahun ini hanya karena wasiat Papa kamu dan untuk warisan! Lalu kenapa sekarang kamu seperti orang gila saat dia pergi?!"

Saka melepaskan tangan Valerie dari meja kerjanya dengan sentakan yang cukup kasar. Dia berdiri dari kursinya, membuat tubuh tingginya menjulang tegak di depan Valerie, memberikan intimidasi visual yang dingin. Sepasang mata Saka memancarkan kilat kemarahan yang membakar egonya sendiri.

"Memang benar!" dusta Saka, suaranya meninggi menekan suara Valerie. Dia menggunakan alasan materi untuk membentengi rasa takut kehilangan yang menolak dia akui di depan selingkuhannya.

"Aku mencarinya karena wasiat Papa! Kamu tahu sendiri, jika dia pergi karena hubungan kami berakhir, Papa mengancam posisiku di Daniswara Group, Valerie!

Saka menarik napas dalam, menatap Valerie dengan pandangan muak. "Jadi berhenti bersikap kekanak-kanakan dan berhenti menuntut apa pun disaat namaku dan reputasi bisnisku sedang hancur lebur karena video sialan itu!"

Valerie mundur satu langkah, menatap Saka dengan tawa sinis yang sarat akan rasa terluka sekaligus ketidakpercayaan. "Kekanak-kanakan? Aku menuntut hak dan kejelasan setelah wajahku dijadikan lelucon dan dihujat oleh seluruh netizen di akun gosip Indonesia, dan kamu bilang aku kekanak-kanakan?"

Valerie menunjuk wajah Saka dengan jari yang bergetar hebat karena amarah yang memuncak. "Dengarkan aku baik-baik, Tuan Saka Daniswara. Aku tidak peduli wasiat yang kamu sebutkan itu, atau tentang menstabilkan saham perusahaanmu. Tapi aku bersumpah, jika kamu berani membawa Arunika kembali ke rumah ini, atau jika kamu ternyata diam-diam sudah jatuh cinta pada wanita penyusup itu, aku akan memastikan hidupmu dan dinasti keluargamu akan jauh lebih hancur dari malam ini!"

Saka hanya menatap Valerie dengan pandangan yang sepenuhnya asing. Wanita yang selama dua tahun ini dia agungkan sebagai sosok yang menyenangkan dan penuh pengertian, kini terdengar begitu bising, menuntut, egois, dan penuh ancaman di telinganya. Hubungan mereka yang baru seumur jagung setelah pelaminan langsung terasa hambar dan meracuni kewarasannya.

Tanpa membalas ancaman Valerie dengan kata-kata, Saka menyambar kunci mobil sport-nya di atas meja kerja. Dia melangkah lebar melewati tubuh Valerie yang masih berdiri gemetar, mengabaikan teriakan histeris wanita itu yang terus memanggil namanya di sepanjang koridor lantai dua.

Saka masuk ke dalam mobilnya, menginjak pedal gas dalam-dalam, dan melaju kencang membelah kemacetan Jakarta tanpa tujuan yang pasti. Ego dan topeng kesombongannya sebagai CEO muda telah retak seribu jengkal. Di dalam hatinya yang sunyi, dia terus merapal kebohongan bahwa dia hanya membutuhkan Arunika demi mengamankan takhta Daniswara Group, sama sekali tidak menyadari bahwa di tempat lain, langkah sunyi Arunika sedang bersiap menjatuhkan bom fakta berikutnya yang akan menghancurkan seluruh silsilah darah palsu yang selama ini dia banggakan di ibu kota.

1
Aidil Kenzie Zie
bayangkan perasaan papa Raditya yang juga dikhianati tapi tetap diam 😡😡 serta Nika yang juga kamu khianati 😡😡😡
Noey Aprilia
Gmna rsanya d khianati???sakit kn???
gtu jg yg arunika rsakan dlu...jd trima nsib aja,hkum krma udh dtang.......
Lucy
nah ketauan juga kan Valeri,ank rian kau blg ank saka untung saka pinter GK mau kejadian dirinya terulang lagi😀😀
Lucy
lanjut Thor,penasaran isi surat keterangan Test DNA nya😃😃
Sri Widiyarti
lanjut kak penasaran..
Noey Aprilia
Kevin sm anknya udh nyman sm gita,tp oma'nya msih ttp mau mnjdohkn dgn kluarga yg setara ktanya....tp tnang aja,ibunya kevin udh ngsih lmpu hjau kyanya....
Sri Widiyarti
lanjut thor ditunggu up-nya...
Lucy
Oma Kevin seharusnya LBH mementingkan Kevin dan Keysha drpd martabat kluarga😡jgn mau di atur Oma mu kevin
Sri Widiyarti
arunika bahagia setelah lepas dari kamu saka....
Sri Widiyarti
saka...saka muak arunika liat mukamu...
Noey Aprilia
Oma'nya kevin mstinya lbh mmentingkn prsaan ccunya drpd skdr gengsi.....ngpn jg pke jdoh2an kl ga bsa bkin nyman,apa lg ada ank kcil yg btuh ssok ibu....udh nmpel gt sm anggita,msa ga ngrti.....
udh msuk rak kk,tp aku glau bcanya....sedih.....😭😭😭
Sri Widiyarti
semoga Abang mahen jodohnya sejatinya arunika ..
Sri Widiyarti
selamat hancur saka penyesalanmu ga guna ..
Noey Aprilia
Mga aja ga ada drama mnyebalkn dr kluarganya mahen,kn kl holang kaya biasanya songong....mskpn ga smua sih.....tkutnya blm apa2 udh kluar kta" tidak merestui krna prbedaan sosial"....🙄🙄🙄
Muft Smoker
lanjuuuuut kak
Noey Aprilia
Jgn usik nika....
skrng pawangnya bnyak,pd galak pula...sklinya ngusik,abis d bntai....😁😁😁
Nurhartiningsih
suka sama novel yg tokoh wanitanya cerdas..kuat .dan tangguh .nggak cengeng nggak menye2
Noey Aprilia
Ngarep bgt pgn ktmu arunika...
sorryyyy yeee.....😛😛😛
Ariany Sudjana
skak mat itulah hukum tabur tuai, kamu sudah membuang berlian mahal demi pelacur murahan seperti Valerie 🤣🤣😂😂
Noey Aprilia
Yg jd prtnyaan....
apakh kluarga bsar mahen dn kevin bkln mrestui????
emng sih skrng blm rsmi,tp kl suatu saat nnti mreka srius....bsakh mnerima arunika dgn statusnya????🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!