NovelToon NovelToon
Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Obsesi Cinta Sang Bodyguard

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Bad Boy / Penyelamat
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Vedyta Hyuk

Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.

"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

5. Pengakuan kakak beradik.

Kembali ke lobi hotel dengan lengan berdarah, Ethan melangkah mendekati Nayla yang masih duduk di sofa dengan gemetaran. Pria itu menarik pinggang ramping Nayla tanpa permisi agar dia bisa berdiri, membawa tubuh ramping bergaun pink itu mendekat ke dalam pelukannya, untuk memastikan gadis itu aman.

"K-kamu... terluka" suara Nayla tercekat penuh rasa khawatir, dia menatap iris mata Ethan yang tajam dan pekat dari jarak yang sangat dekat.

"Ka- kamu nggak apa-apa kan?" tangis Nayla makin membesar, Ethan menatap lurus ke dalam mata abu-abu Nayla. Tangan kekarnya memegang tengkuk Nayla dengan posesif, namun lembut, memancarkan naluri pelindung seorang Alpha Male.

"Dengar baik-baik, Nayla," bisik Ethan dengan suara rendah, dalam, dan penuh keputusan yang mutlak. "Mulai malam ini, terlepas dari kamu membenciku atau tidak... kamu adalah calon istriku, Siapa pun yang berani menyentuh sehelai rambutmu, akan berurusan langsung denganku." Nayla terpaku kaku, tak mampu berkutik, Ethan memeluknya lagi dalam dekapan hangat yang mendadak terasa dominan dan penuh dengan perlindungan.

***

Rumah Keluarga Atmaja.

Baru saja tiba di rumah, Nayla masih tak henti-hentinya menyuarakan protes. Sepanjang acara di hotel tadi hingga ada insiden penembakan yang tiba-tiba membuat Ethan terluka, dia memilih diam dan menahan diri agar tidak mempermalukan keluarganya di depan umum dan membuat kehebohan, namun sejujurnya dia sama sekali tidak mau mengikuti rencana perjodohan yang menurutnya aneh ini.

"Kak Denis! Aku benar-benar ingin membatalkan pertunangan ini! Hiks, aku tak mau menikah dengan Ethan kami belum saling kenal baik dan dia sampai tertusuk pisau tadi!!"

Denis yang sedari tadi mengabaikan protes adiknya itu akhirnya menghela napas panjang. dia merasa sangat bersalah karena telah menyetujui tawaran dari pak Victor.

"Maafkan Abang, Nayla... bisakah kita duduk dulu dan bicara dengan kepala dingin?" pinta Denis dengan nada memohon. Tatapannya berubah sendu, membuat Nayla bingung saat kakaknya menuntunnya duduk di sofa, lalu dia dan Soran berdiri tepat di hadapannya.

"KYAAAA!!! Kak Denis! Kak Soran! Apa yang kalian lakukan?!" Nayla terkejut setengah mati. Dia segera memaksa kedua kakaknya untuk berdiri kembali dari posisi berlutut mereka. Keheranannya makin bertambah saat Soran tiba-tiba menangis tersedu-sedu sambil tetap berlutut di hadapannya.

"Sebenarnya Nayla, kami tak ingin membebani kamu dengan masalah ini. Ini murni kesalahan kami yang bodoh dan tak becus mengelola perusahaan peninggalan orang tua kamu, maafkan kami," isak Soran.

"Nayla, maafkan kami jika menyusahkan kamu. Abang memang bodoh dan tak pantas menjadi CEO di perusahaan," tambah Denis dengan suara bergetar.

"Bang Denis, Kak Soran, sebenarnya apa yang terjadi? Ayo berdiri, kenapa malah berlutut padaku begini?"

"Hiks... hanya kamu harapan kami, Nayla. Jika kamu menolak menikah dengan Ethan, maka kita semua akan menjadi gelandangan," ucap Soran lirih.

"Apa?!" Nayla menganga tak percaya, lalu menggeleng gusar saat kedua kakaknya akhirnya berdiri. Soran segera duduk di sampingnya dan menggenggam tangan adiknya erat.

"Bang Denis, apa maksudnya tadi? Bagaimana bisa jadi gelandangan?"

Denis menghela napas sedih, saatnya dia harus berterus terang sepenuhnya pada Nayla.

"Proyek kita di Sumbawa menderita kerugian besar akibat kecurangan rekan kerja kita, JYJ Makmur group, Kamu ingat kan soal itu? Sejak kamu membatalkan pertunangan dengan anak pak Kevin Alexander, dia terus berusaha menjatuhkan kita. Pihak pengembang pun menuntut ganti rugi, dan akhirnya Kakak harus membayar jumlah yang sangat besar kepada mereka."

"Astaga... lalu bagaimana keadaan perusahaan kita sekarang?" Nayla mulai merasa cemas melihat Soran yang makin terisak dan menunduk sedih.

"Hampir setahun ini kita tak mampu membayar cicilan utang bank, dan proyek di Sumbawa pun terpaksa Abang hentikan karena tak ada dana. Ditambah lagi bunga utang yang makin membengkak. Jika dalam dua bulan ke depan kita belum bisa melunasi cicilan, bank akan menyita seluruh aset perusahaan, termasuk rumah kita ini."

"Astaga... berarti rumah ini juga akan disita bank?"

"Iya Nayla. Kita akan kehilangan rumah peninggalan Ayah dan Ibu kamu. Maafkan kami..." Nayla menggeleng sedih. Hal yang paling berat baginya adalah kehilangan rumah ini, tempat dia lahir, tumbuh besar, dan menyimpan begitu banyak kenangan bersama mendiang kedua orang tuanya.

"Maafkan Abang... tadinya Abang pikir bisa menyelesaikan masalah ini sendiri, tapi lama-kelamaan kami bingung harus mencari jalan keluar kemana. Kemudian Pak Victor menawarkan kerja sama. Ia bersedia membeli separuh saham perusahaan kita,, lalu memberikan saham itu khusus untuk anak tunggalnya dan kelak untuk cucunya. Dengan kata lain, dia memintamu menjadi menantunya agar aset perusahaan ini aman. Hiks, Kakak baru tahu juga kalau dulu bang Bekti pernah berjanji pada pak Victor untuk menjalin ikatan kekeluargaan dengan mereka saat kamu masih kecil."

"Bang Denis... kenapa bisa sampai begini? Jadi aku harus menikah dengan Ethan?"

"Itu adalah janji Ayah dan Ibu kamu dulu. Saat itu Abang belum tahu, tapi Abang percaya karena Ibu kamu dulu adalah sahabat dekat Bu Yohana." Wajah Soran tampak perih, dia meremas tangan adiknya erat.

"Nayla, tolonglah... kami benar-benar tak punya jalan lain. Jika bulan depan belum ada solusi, Kakak terpaksa harus memberhentikan 90% karyawan kita. Dan mungkin kita benar-benar akan bangkrut."

"Tapi kenapa bisa separah ini? Aku tak mau jadi tumbal... aku sama sekali tak menyukai Ethan itu! Aku tak kenal dia kak"

"Kami hanya bisa memohon padamu. Kami akan berhutang budi seumur hidup jika kau bersedia," rayu Denis.

Keduanya kembali berlutut, Denis menangis tersedu-sedu karena sungguh bimbang andai saja ada jalan lain, dia merasa malu pada almarhum pak Bekti yang dulu mempercayai mengurus perusahaan ini.

"Bang Denis, Kak Soran, ayo berdiri! Astaga Kak Soran, kamu sedang hamil, jangan berlutut seperti itu!"

"Nayla, tolonglah anggap ini permintaan Abang. Selama ini Abang tak pernah meminta apa-apa padamu dan selalu menuruti keinginanmu. Kali ini Abang sungguh memohon."

Hati Nayla terenyuh. Benar juga, sejak ibunya meninggal saat dia masih SMA dan ayahnya menyusul saat dia kuliah, Denis-lah yang menjaganya dengan sepenuh hati, sebagai sama-sama anak tunggal mereka sudah saling mendukung dan menguatkan sejak muda..

Mungkin juga masalah ini bermula dari dirinya—dia yang memutus hubungan dengan keluarga Alexander setelah tahu tunangannya berselingkuh, dan tentu saja hal itu memicu dendam.

"Bang Denis, Kak Soran, ayo duduklah..."

Keduanya pun duduk di sisi kanan dan kiri Nayla sambil masih terisak.

"Jika memang ini satu-satunya jalan keluar... baiklah, aku bersedia menikah dengan Ethan. Asalkan bang Denis tetap semangat mengurus perusahaan, karena itu satu-satunya harta warisan kita."

"Nayla?!" Denis langsung memeluk adiknya erat. "Maafkan aku... selama ini aku tak pernah mengerti beban yang Abang pikul. Aku sungguh adik yang buruk," isak Nayla.

"Terima kasih, Nayla. Jangan merasa bersalah, ini murni kesalahan Kami Maafkan kami ya..." Mereka berpelukan sambil menangis, saling memaafkan atas segala kesalahpahaman dan beban yang selama ini mereka sembunyikan satu sama lain.

1
Ananda Boy
lanjutin kak, wahhhh buku baru😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!