NovelToon NovelToon
Married By Arrangement, Love By Fate

Married By Arrangement, Love By Fate

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.4k
Nilai: 5
Nama Author: Mutia Ratnasari Husein

Tidak update harian!!

Zalina Asyara, seorang gadis muda yang harus menelan pahit kehidupan setelah ayahnya jatuh bangkrut dan terlihat hutang pada seorang rentenir. Ibunya memilih lari, meninggalkan ayahnya yang sudah jatuh bangkrut itu juga dirinya.

Zalina terpaksa bekerja sebagai pelayan restoran, untuk membantu ayahnya membayar hutang.

Namun, suatu hari, sepasang suami-istri kaya membawa sebuah lamaran pernikahan untuk Zalina.

mereka adalah kenalan lama ayahnya. Dulu, ayahnya pernah membantunya di saat mereka sedang kesulitan. Kini, saatnya mereka datang untuk membalas Budi.

Apakah Zalina akan menyetujui lamaran mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mutia Ratnasari Husein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kekhawatiran orang tua.

"Berpisah...?!"

Belinda tampak terkejut mendengar alasan yang diutarakan oleh Reyhan mengenai ketidakhadiran istrinya di rumah itu. Seingatnya dulu, Reyhan dan Mariana adalah pasangan yang harmonis. Mereka selalu terlihat mesra dan penuh kasih.

Bahkan, Belinda sering merasa kagum ketika melihat bagaimana Reyhan selalu memuji istrinya di depan orang lain. Baginya, Mariana adalah wanita yang sempurna, begitu yang selalu Reyhan katakan dengan penuh kebanggaan.

Namun, setelah mendengar kenyataan itu, hati Belinda diliputi rasa tidak percaya. Semua yang pernah ia lihat runtuh dalam sekejap.

"Kenapa kalian bisa sampai bercerai?" tanya Belinda, tanpa sadar.

Zafran lalu menyentuh punggung tangan istrinya. "Ma..." ia lalu menggeleng pelan, meminta istrinya untuk tidak terlalu jauh mencampuri urusan itu.

Belinda lalu terdiam, menutup mulutnya.

Suasana mendadak berubah menjadi canggung dan hening. Tidak ada satu pun di antara mereka yang membuka mulut.

*

*

Zafran dan istrinya lalu berpamitan setelah mengobrol beberapa saat dengan Reyhan dan putrinya. Mereka berjanji akan kembali berkunjung saat mereka punya waktu luang.

Di dalam perjalan, Belinda tiba-tiba saja terpikir sesuatu. Ia lalu mengutarakan pikirannya pada suaminya.

"Pa..." panggilnya lembut.

"Hem..."

"Bagaimana kalau kita menjodohkan Zalina dengan Kaiden?" tanyanya tiba-tiba.

Zafran hanya tersenyum tipis ke arahnya. "Apa kau pikir, manusia kaku seperti Kai akan menerima perjodohan ini begitu saja?" tanyanya sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, merasa bahwa itu lucu.

"Ya... tidak ada salahnya mencoba. Kai sudah terlalu lama melajang. Mama takut kalau dia tidak tertarik pada wanita. Zaman sekarang 'kan banyak pria yang... hmm..." ia bahkan terlihat ragu untuk melanjutkan perkataannya.

Zafran lalu tertawa kecil. "Mama ada-ada saja. Tidak mungkin putra kita bengkok."

"Mama hanya khawatir, Pa. Anak itu tidak pernah mengenalkan satu wanita pun kepada kita. Apalagi dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Mama takut dia malah menikmati kesendiriannya itu." jelas Belinda Dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

"Papa mengerti, Ma. Papa juga khawatir padanya." pria paruh baya itu tampak menghela napas sejenak, lalu kembali melanjutkan perkataannya. "Baiklah, nanti papa akan coba bicara padanya."

Belinda menanggapi hal tersebut dengan senyum lega yang seketika menghiasi wajahnya.

Kaiden sudah berusia tiga puluh tahun, namun pria itu masih betah melajang hingga saat ini. Ibu mana yang tidak khawatir melihat putranya yang selalu disibukkan dengan pekerjaannya. Bahkan, Kaiden tidak lagi tinggal dengan mereka sejak lima tahun yang lalu. Ia lebih memilih hidup menyendiri di apartemennya.

Kaiden juga bukan pria yang mudah ditebak. Bahkan Belinda terkadang merasa kesulitan untuk berkomunikasi dengannya. Putranya itu sangat tertutup.

Ketika ia melihat Zalina, entah kenapa ia tiba-tiba saja merasa tertarik pada kepribadian gadis itu yang ceria dan penuh kehangatan. Ia bahkan bisa menerima keadaan ayahnya yang tidak lagi bisa memberikannya kemewahan.

Ia yakin, jika Zalina menikah dengan putranya, putranya mungkin bisa berubah menjadi lebih terbuka dan menikmati hidupnya.

🥀🥀🥀

Sementara itu di ruang kerjanya, Kaiden sedang duduk di kursinya, menatap berkas-berkas perusahaan yang baru saja masuk ke ruangannya.

Sekertarisnya, Aluna, tampak menyerahkan laporan dari setiap divisi untuk ditandatangani oleh Kaiden, selaku Presiden Direktur di perusahaan tersebut.

"Apa jadwal saya setelah ini?" tanya pria itu disela-sela kesibukannya.

"Setelah ini, Bapak ada janji temu dengan Tuan Rudi di restoran untuk membahas proyek pembangunan cabang perusahaan kita yang baru sambil makan siang bersama." jelas Aluna dengan suara tegas.

Kaiden tampak mendengarkan dengan serius walau tangannya tidak berhenti bergerak di atas keyboard laptopnya.

"Selepas makan siang, Anda akan mengunjungi pabrik untuk melihat sampel produk terbaru kita yang akan diluncurkan akhir tahun ini. Dan..."

Wanita itu tampak berhenti sejenak, ia seketika menjadi ragu.

Kaiden lalu mengangkat wajahnya, menatap Aluna yang tiba-tiba berhenti bicara. "Dan apa?" tanyanya dingin.

"Dan... orang tua Anda mengundang Anda untuk makan malam bersama di rumah utama malam nanti." jelas Aluna, lalu membaca catatan kecil yang ia buat sebelumnya.

"Nyonya juga berpesan, bahwa Anda harus datang malam nanti." lanjutnya membacakan isi pesannya.

Mendengar hal tersebut, membuat Kaiden menghela napas pendek sejenak. "Baiklah."

Aluna lalu berpamitan keluar dari ruangan itu setelah menyelesaikan laporannya.

"Mau apa mereka menyuruhku untuk datang ke rumah?" gumam Kaiden selepas kepergian sekertarisnya.

"Haa... mereka pasti mau membicarakan tentang pernikahan lagi padaku." tebaknya yakin, seolah sudah tahu pasti apa yang akan dikatakan oleh orang tuanya nanti.

Kaiden Pradipta, putra tunggal Zafran Pradipta yang masih melajang hingga kini. Bagi sebagian orang, itu mungkin sekedar pilihan hidup. Namun di mata keluarganya, terutama sang Ibu, status itu perlahan berubah menjadi kegelisahan yang sulit disembunyikan.

Apakah itu sebuah aib yang harus segera diselesaikan?

Padahal, ia sendiri tidak pernah merasa ada yang salah. Ia menikmati kesendiriannya, tenang, teratur dan tanpa drama yang menguras emosi. Bukan berarti ia menolak pernikahan. Hanya saja, baginya, menikah bukan perkara yang bisa diputuskan karena tekanan atau tuntutan waktu. Ia belum menemukan alasan yang cukup kuat untuk melangkah saja.

Kesibukannya sebagai pewaris sekaligus pemimpin perusahaan keluarga sudah lebih dari cukup menghabiskan waktunya. Rapat demi rapat, keputusan besar yang harus diambil, hingga tanggung jawab yang berat, semuanya memaksa Kaiden terbiasa menempatkan logika di atas perasaan.

Namun, berbeda dengan putranya, Belinda melihat hal itu sebagai sesuatu yang tidak bisa ditunda. Usianya yang sudah matang, posisi dan statusnya pun tak lagi perlu dipertanyakan. Baginya, satu hal yang masih kosong dalam kehidupan putranya hanyalah seorang pendamping.

Dan kekosongan itu harus segera diisi.

Kaiden tetap pulang ke rumah utama sesuai janji dengan orang tuanya. Ia menyetir mobilnya sendiri membelah jalanan malam yang masih tampak dipadati oleh sejumlah kendaraan.

Sebelum pergi ke rumahnya, ia lebih dahulu singgah di toko kue kesukaan ibunya. Ia membeli beberapa potong kue tart strawberry kesukaan wanita itu.

Setelah selesai membayar pesanannya, ia langsung pergi menuju rumah orang tuanya.

Rumah mewah itu berada di pusat kota. Rumah bergaya Mediterania yang tampak asri dengan warna-warna terang yang menghangatkan mata. Pilar-pilar tinggi menjulang kokoh di bagian depan, menopang balkon luas dengan lengkungan artistik yang memberi kesan elegan sekaligus berwibawa.

Mobil sedan hitam itu, memasuki halaman depan yang dipenuhi tanaman hijau yang tertata rapi. Deretan pohon palem, dan bunga-bunga berwarna cerah menghiasi setiap sudut rumah.

Kaiden turun dari mobilnya. Langkah kakinya seketika bergema pelan menyusuri lantai marmer yang mengilap. Jas hitamnya masih tampak rapi, wajahnya tetap dingin seperti biasa, namun pikirannya sendiri tentu tidak setenang penampilannya.

"Kai sayang!" Belinda tampak menyambut putranya itu dengan sebuah pelukan hangat.

"Mama rindu sekali padamu. Sudah lama sekali kita tidak bertemu." lanjutnya, meluapkan perasaannya.

Kaiden menghela napas pendek. "Ma, kita baru saja bertemu kemarin di kantor. Apa Mama mendadak hilang ingatan?" ucapnya datar.

Belinda lalu menekuk wajahnya lalu memukul lengan tegap putranya itu karena kesal.

Kaiden tampak menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah ibunya.

"Hei, jangan buat istriku cemberut, ya. Duduklah!" ucap Zafran tiba-tiba menimpali ketika masuk ke ruang makan.

Kaiden lalu duduk di kursinya. "Ini kue tart kesukaan Mama." ucapnya sambil meletakkan kotak kue yang ia bawa di atas meja.

Wajah Belinda seketika menjadi cerah. Ia tahu, walaupun putranya itu tampak dingin dan ketus di luar, namun ia tetap saja putranya yang pengertian. Kaiden bahkan tahu apa yang ia suka dan tidak suka.

Ia mencium pipi putranya itu dengan lembut. "Terima kasih, sayang."

Kemesraan sederhana itu justru membuat raut wajah Zafran mengeras. Ia berdeham cukupnkeras untuk menarik perhatian.

Belinda hanya tersenyum tipis. Ia tentu saja paham betul bagaimana sifat suaminya itu yang sangat pencemburu, bahkan pada putranya sendiri.

"Pria tua ini..." gumamnya pelan, nyaris tertawa. Belinda lalu mendekatinya dan mengecup keningnya singkat, untuk meredakan rasa cemburunya yang berlebihan itu.

Kecupan itu seketika meluluhkan hati Zafran.Wajahnya yang semula kaku berubah cerah. Pria itu lalu tersenyum lebar dan suasana hatinya berubah hangat kembali.

Sementara itu, Kaiden hanya memutar bola matanya karena merasa geli melihatnya.

Tak lama kemudian, para pelayan mulai berdatangan untuk menyusun makan malam di atas meja yang panjang. Semua makanan itu dimasak dengan penuh cinta oleh tangan Belinda sendiri.

Bagi Belinda, memasak bukan sekedar kewajiban. Itu adalah caranya menunjukkan kasih sayang untuk kedua orang yang dicintainya itu.

"Coba yang ini, Kai. Mama membuatnya khusuk untukmu." ucapnya lembut, sambil menyendokkan semur daging kesukaan putranya itu. "Makanlah yang banyak. Kau tampak kurus."

"Berat badanku sudah ideal, Ma." sahut Kaiden datar.

"Pokoknya makanlah lebih banyak." ucap Belinda sedikit memaksa.

Kaiden lalu menghela napas pendek. Lalu mulai memakan makanan di piringnya. "Ini sangat lezat, Ma. Terima kasih." ucapnya pelan, walau tanpa ekspresi sedikit pun di wajahnya.

Suasana malam itu tampak hangat dan menenangkan. Mereka memang jarang sekali berada di satu meja seperti ini karena kesibukan mereka.

Setelah selesai makan, barulah Zafran dan Belinda menyampaikan maksud kepada Kaiden.

"Apa kau sudah punya kekasih, Nak?"

Pertanyaan dari ayahnya itu seketika membuat Kaiden mendengus pelan.

🥀🥀🥀

Bonus gambar.

Kaiden Pradipta, 30 tahun.

1
Xlyzy
dia terlalu serius jadi ga denger saat di panggil
Xlyzy
Malu nya ketahuan lagi stalking di depan orang nya langsung
Cimol krispy
kalau memang itu satu satunya jalan, dicoba aja dulu Zal
Cimol krispy
dengar penjelasan ayahmu dulu Zalina.
Mingyu gf😘
lailahaillah 1 m😭😭
Mingyu gf😘
Ayahmu berhutang zal, dan bakal jatuh tampo 2 hari lagi😭
ginevra
yahh nggak ada adegan malam pertama donk. padahal nungguin banget nih 🤭🤭
ginevra
yakin? nanti juga lama2 kalian saling jatuh cinta. kalau si kai normal loh ya
Filan
lho... ortumu normal lho... hubungan mereka harmonis. kamu bukan dari keluarga broken. Padahal biasanya anak lihat ortunya.
-Thiea-: dia punya pandangan sendiri sepertinya.😅
total 1 replies
Filan
ga usah mengendalikan diri kalau sama istri 😌
Filan
syukurlah kalau dia normal 😅
Three Flowers
terasa berat karena itu dialami sendiri oleh keluarganya
Three Flowers
berarti Kaiden ada nafsu juga pada wanita, ya?
Miu.Nuha
ibumu backgraundny udh tajir Zal, jadi diajak susah gk mau kan, hiks... kepekaan hatinya kurang itu...
Miu.Nuha
malah makin penasaran ya Diandra
ini ya si pria yang merangkul kaiden kemarin ☺ centil juga orangnya...
Ali
ga sopan nih anak, cabein aja bu itu bibir anaknya
Myz Pena
ini seperti menukar diri dengan sesuatu yang berharga.. kalau di dunia nyata bisa saja beruntung kalau menemukan orang yang tepat dan bisa saling mencintai.. 🤧
Myz Pena
wkwkwkwm pura pura lupa 🤣🤣🤣
Xlyzy
udah biar kan aja kaiden cari cuan
Xlyzy
bilang aja sekarang mau sarapan pagi karna ada istri
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!