NovelToon NovelToon
Manuver Nine

Manuver Nine

Status: sedang berlangsung
Genre:Drama / Musik / Light Novel
Popularitas:127
Nilai: 5
Nama Author: Awazaki Chiru

Daniel, Minami dan Latifa. Tiga sahabat yang bermimpi membangun sebuah roket bersama. Impian besar ini mereka rancang sedari mereka masih berada di sekolah dasar. mereka berambisius untuk membangun roket bersama.

Namun kondisi Latifa begitu kritis, disaat-saat terakhirnya, Latifa ingin impian mereka tetap berjalan meski tanpa dirinya.

Daniel dan Minami berjanji untuk menuntaskan misi besar yang diberikan Latifa sebelum dirinya tiada.

ini adalah kisah tiga sahabat yang bermimpi membawa umat manusia selangkah lebih maju.

ManuverNine.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awazaki Chiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Flute

"Tidak usah sok baik denganku!" Latifa berlari keluar gerbang, ia menangis. semua emosinya sudah benar-benar keluar, tak bisa terbendung sama sekali.

Latifa terlari dan terus berlari. Nafasnya tidak menghalanginya dalam berlari, ia sudah terbiasa mengambil nafas dalam-dalam saat bermain flute.

ia ingat saat pertama kali memainkan Flute, ibunya mengajarinya dengan sepenuh hati, waktu itu sungguh susah baginya untuk menyimpan nafas dalam. namun ibunya selalu memberikannya semangat penuh agar anaknya bisa.

"Bu, Ini susah! aku gak bisa menarik nafas begitu dalam lagi" Ucap Latifa kecil. sang ibu tersenyum dan menyuruhnya untuk mengambil nafas melalui mulut, bukan hidung.

Perlahan ia menarik nafas melalui mulut, kemudian ia hembuskan. meski belum bisa menyimpan banyak nafas, pada awal percobaan ini sudah sangat bagus. Ibunya menyuruh Latifa untuk berlari keliling lapangan sembari membawa Flute. Ini digunakan untuk mengatur nafas Latifa.

"Bu! aku sedang belajar musik, bukan masuk akademi olahraga" Latifa kecil mengeluh dengan ibunya, ia menganggap bahwa ibunya sedang mengerjainya.

sang ibu menjelaskan bahwa ini adalah teknik yang banyak dipakai oleh pemain instrumen yang dimainkan dengan cara ditiup, sama seperti Latifa.

Latifa hanya mengiyakannya dan tetap berlari jauh- Jauh,— jauh. hingga saat ini ia masih berlari meski latihan yang diberikan ibunya sudah tidak terdengar lagi.

Latifa menangis, sekarang alasan ia berlari bukan untuk latihan yang diinstruksikan oleh ibunya, melainkan lari hanya untuk menghindari masalahnya sekarang.

...

Langkahnya terhenti, ia mulai kelelahan.

"Sepertinya dia gak ngejar aku lagi" Latifa terduduk di samping pohon besar, pohon tua yang sebentar lagi akan ditebang. Latifa berkeluh kesah dengan pohon itu. ia tidak bisa menemukan orang yang bisa mendengar ceritanya, termasuk ayahnya sendiri ia tidak percaya.

di pohon itu, ia berkeluh kesah, ia menceritakan keahilannya dan masalah yang sering menimpanya.

"Pak Pohon, Aku gak tau lagi harus ngapain" Latifa menundukan kepalanya sembari bersandar di pohon tua itu.

"Semuanya sama saja, mereka selalu mempermainkanku, pak pohon." Latifa mulai meneteskan air mata.

"Bisa gak aku ikut hilang bersama kamu, pak pohon?"

"Aku capek, mereka sudah menghancurkan mimpiku"

"Aku benci mereka. aku benci!"

"Ku harap, jika bukan mereka yang menghilang, Tolong aku aja yang hilang."

"Ayahku terlalu menyayangiku sampai dia gak ngerti perasaanku"

"Bahkan ayahku gak bisa ngerti aku"

"siapa lagi yang bisa ngerti aku? gaada!"

"Pak pohon, Tolong bawa aku hilang bersamamu."

"Aku gamau liat muka mereka lagi. aku capek, pak pohon"

"Bahkan langit saja tidak mengerti perasaanku."

"Aku harus apa, Pak pohon?"

Latifa menangis sejadi-jadinya, Ia tak ingin melanjutkan hidupnya. mimpinya saja sudah hilang, apa yang perlu ia pertahankan lagi? tidak ada!.

"Kau tidak boleh ngomong gitu" Ucap pak Pohon

Latifa terkejut ketika mendengar jawaban dari Pohon itu.

"Pak Pohon, Kamu bisa berbicara?" Latifa mulai berbalik badan dan memandang pohon itu.

"Tentu, Meski besok aku akan hilang, tapi kamu jangan hilang!" Ucap pohon itu.

"Hidupmu masih panjang anak muda, Aku gak akan biarkan kamu hilang bersamaku" Lanjutnya.

"Tapi mereka selalu membuatku sedih, Pak. bagaimana aku harus bertahan?" Latifa menjawab dengan sedikit emosi.

"Meski begitu, kamu harus melanjutkan hidupmu, mungkin bersama teman kamu di sekolah" Ucap Pohon itu

mendengar kata teman, Latifa marah dan berteriak kepada pohon itu.

"TEMAN? APA MAKSUDNYA TEMAN? JANGAN BERCANDA!" Teriak Latifa

"MEREKA SELALU MENGHINAKU, MENCELAKU, BAHKAN MENGHANCURKAN MIMPIKU, APAKAH ITU BISA DISEBUT TEMAN? OMONG KOSONG"

"AKU DATANG KE SINI KARNA INGIN LARI DARI KENYATAAN! KAU MALAH BERBICARA SEAKAN-AKAN DUNIA BESOK BAIK-BAIK SAJA. JANGAN BERCANDA!"

"KAU HANYA POHON YANG GAK NGERTI CARA KEHIDUPAN, KAU SELALU BERDIRI DI SANA TANPA MERASA PENDERITAAN YANG AKU ALAMI, KAU HANYA DIAM-DIAM-DIAM. HANYA DIAM!"

"APA YANG POHON RASAKAN? TIDAK ADA! KAU HANYA TUMBUH DAN DITEBANG OLEH MANUSIA"

"KAU MASIH BISA MATI DENGAN MUDAH, SEDANGKAN AKU TIDAK BISA MATI DENGAN CARA SEPERTIMU!"

"KAU TAK MENGERTI! KAU TAK MENGERTI..."

Latifa terjatuh, ia menangis.

pohon ini melanjutkan pembicaraannya.

"Aku gak tau penderitaan apa yang kamu alami"

Ucap pohon itu.

"Aku juga gak tau bagaimana rasa sakitnya" Lanjut pohon itu.

"Tapi, lihat. kamu tidak sendirian" Ucap pohon itu.

Latifa sedikit melirik ke arah pohon itu.

"Kau salah, Aku sendirian." Ucap singkat Latifa.

"Tidak! kamu gak sendirian, kok. Masih ada seorang gadis cantik yang ingin berteman denganmu" Ucap pohon itu. Dari balik pohon, muncul seorang gadis cantik. Ia adalah Minami.

"Kamu gak sendiri, Aku di sini!" Ucap Minami. Minami memberikan tangannya berharap Latifa mau menyambut tangannya.

Latifa terdiam, ia tak tau apa yang harus ia lakukan.

"Tak ada bukti jika kau bukan seperti mereka" Ucap Latifa.

"Aku bisa buktikan bahwa aku bukan seperti orang yang kamu maksud" Minami tersenyum dan masih menunggu Latifa menyambut tangannya.

"Dan.. Tolong beritahu namamu, aku ingin berteman denganmu" Ucap Minami yang membuat Latifa terhempas ke hamparan putih.

ia melihat ibunya yang memberikan tangannya untuk disambut Latifa.

"Lain kali jangan jatuh lagi, ya! jadi kotor kan baju kamu" Ucap sang ibu.

Latifa perlahan meraih tangannya dan ia kembali ke tempat di mana Minami memberikan tangannya kepada Latifa. ia berhasil menyambut tangan itu sama seperti ia meraih tangan ibunya saat ia terjatuh dulu.

"Latifa.." Ucapnya singkat.

"Ehh.. Siapa??" Tanya Minami terkejut.

"Latifa, Namaku Latifa.." Latifa tersenyum.

Minami segera menariknya, Latifa menanyakan apakah Minami salah satu dari orang yang sering menjahilinya atau bukan.

Minami bersikeras jika dia bukan seperti orang yang dimaksud. Minami bersumpah jika memang ia yang bersalah, ia siap menelan ribuan jarum.

Latifa tertawa kecil sembari mengatakan terimakasih.

...

Keesokan harinya Latifa seperti biasa berangkat dengan keadaan murung, masih sama seperti sebelumnya, isi lokernya berisi coretan dan noda. itulah yang ia pikirkan, saat Latifa membuka Lokernya, tidak ada lagi noda dan coretan. Seakan ini tidak pernah terjadi sebelumnya. ia tak tau siapa yang membersihkannya.

Di depan kelas, ia bertemu Minami yang sedang membersihkan mejanya yang penuh akan coretan. Minami datang lebih pagi hanya untuk membersihkan noda dan coretan yang dibuat oleh orang yang menjahili Latifa.

"Apa yang kau lakukan?" Latifa mendekati Minami yang sedang membersihkan meja nya.

"Ah. tidak, aku tadi liat ada orang yang mencoret-coret meja kamu, jadi aku bersihkan" Jawabnya

"Kau tak perlu sejauh ini, Ini urusanku!" Ucap Latifa yang masih meragukan Minami.

"Sudah ku bilang kan, aku berbeda dari mereka. aku akan membatu kamu membersihkan ini sampai tuntas! mau itu setiap hari sekalipun, aku akan membantumu." Minami kembali membersihkan meja Latifa yang sekarang tampak lebih baik dari sebelumnya. Latifa masih belum bisa menerimanya. tapi ia yakin kalau Minami adalah orang yang baik.

Namun ia salah pilih teman.

1
miilieaa
kenapa latifa lari ke hutan? mending di mall aja gaes 🤭🤣
miilieaa
ayo Daniel ceritakan padaku jugaaa🤭
AkuNulis: Daniel blak blakan, nanti cerita hal ga penting 🤭
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!