NovelToon NovelToon
Obsesi Sang Mafia Kejam

Obsesi Sang Mafia Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Mafia / Diam-Diam Cinta
Popularitas:4.5k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Rosline gadis berusia 20 tahun yang terlahir bukan dari keluarga berada. Dia memiliki hidup yang sulit, bukan hanya menanggung beban hidupnya sendiri, tapi juga menanggung beban keluarganya. Suatu ketika Rosline mendapat tawaran kerja partime di salah satu rumah mewah untuk menjaga kakek tua, tapi tanpa diduga rumah itu ternyata rumah seorang Mafia kejam...

Rosline semakin bingung harus bertahan atau harus pergi dari sana. Sementara dia sangat butuh uang untuk keluarganya....
Apa yang terjadi selanjutnya dengan Rosline?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 17 : Penyusup

“Ya, Tuan?” jawab Daniel segera setelah masuk ke ruang kerja.

Bara memutar layar monitor sedikit ke arahnya. “Lihat ini.”

Daniel langsung memperhatikan rekaman CCTV itu serius. Tatapannya perlahan berubah waspada saat melihat bayangan hitam yang bergerak cepat di ujung koridor.

“Itu bukan pelayan mansion.” gumamnya pelan.

“Mm.”

Bara menyandarkan tubuhnya perlahan ke kursi kerja sambil mengetuk meja dengan jarinya. Tatapannya berubah jauh lebih dingin dari sebelumnya.

“Dia tahu titik buta CCTV.”

Daniel langsung memahami situasinya sekarang.

Itu berarti orang yang masuk bukan penyusup biasa. Belum sempat Daniel bicara lagi…

Brak!

Pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka cepat dari luar.

Dua pria berpakaian hitam masuk dengan napas sedikit terburu-buru. Mereka adalah penjaga utama mansion bagian luar.

“Maaf Tuan Bara!”

Tatapan Bara langsung terangkat tajam. “Apa?”

“Salah satu penjaga belakang melihat ada penyusup masuk ke area mansion.”

Suasana ruangan langsung berubah semakin tegang. Daniel langsung menoleh cepat. Sedangkan Bara perlahan berdiri dari kursinya dengan wajah dingin tanpa emosi sedikit pun.

“Berani sekali dia menyusup ke mansionku,” gumamnya rendah.

Aura pria itu langsung berubah menyeramkan sekarang. “Di mana dia sekarang?”

“Belum ditemukan Tuan.” jawab salah satu penjaga cepat. “Tapi sensor pagar timur sempat aktif beberapa menit lalu.”

Bara mendecak pelan penuh kesal. “Ada yang ingin mulai bermain di mansionku rupanya.”

Daniel langsung berdiri tegak. “Saya akan mengerahkan beberapa orang, Tuan.”

“Kerahkan semua anak buah di setiap sudut mansion.” perintah Bara dingin. “Perketat penjagaan.”

“Baik, Tuan.”

“Tidak boleh ada satupun sudut yang kosong malam ini.”

“Siap, Tuan.”

Dua penjaga itu langsung pergi cepat menjalankan perintah. Sedangkan Bara kembali menatap layar CCTV beberapa detik sebelum akhirnya mengambil ponselnya.

Daniel sedikit terdiam saat melihat nama yang muncul di layar ponsel Bara... Edwin.

Telepon langsung tersambung beberapa detik kemudian.

“Ada apa?” suara Edwin terdengar berat dari seberang sana.

Tatapan Bara tetap dingin. “Kau sebaiknya hati-hati.”

Edwin langsung diam beberapa saat. “Maksudmu apa? Apa terjadi sesuatu?”

“Ada penyusup yang masuk kedalam mansion.”

Suara Edwin langsung berubah serius. “Apa?”

“Aku juga baru mendapat pesan dari nomor tidak dikenal.” lanjut Bara rendah. “Mereka bilang keluarga Alexander sedang diawasi.”

Keheningan langsung memenuhi sambungan telepon beberapa detik.

Lalu suara Edwin terdengar jauh lebih dingin sekarang. “Siapa yang berani menyentuh keluarga kita.”

“Itu yang sedang kucari.”

Tatapan Bara perlahan menyipit. “Jangan kembali dulu malam ini.” lanjutnya datar. “Aku belum tahu target mereka siapa.”

“Dan Opa?”

“Opa masih aman di kamarnya.”

“Rosline?”

Pertanyaan itu membuat Daniel sedikit melirik Bara. Sedangkan Bara sendiri hanya menjawab pendek.

“Dia juga aman.”

Edwin menghela napas kecil dari seberang sana. “Hubungi aku kalau ada pergerakan lagi.”

“Baik.”

Telepon terputus.

Bara langsung melempar ponselnya kembali ke meja lalu menatap Daniel. “Lacak nomor tadi.”

“Baik Tuan.”

“Dan suruh semua orang memeriksa setiap kamar mansion.”

Tatapan Bara berubah jauh lebih tajam. “Kalau benar ada penyusup di dalam…” suaranya rendah penuh ancaman. “Aku akan mematahkan lehernya sendiri.”

Sementara itu…

Di dalam kamar lantai dua, Rosline yang baru saja tertidur mendadak terbangun karena suara langkah kaki dan suara mobil dari luar mansion.

“Ada apa sih berisik sekali.” Gadis itu mengucek matanya pelan bingung.

Namun semakin lama suara di luar terdengar semakin ramai. Rosline perlahan turun dari ranjang lalu berjalan mendekati jendela kamar.

Dan begitu tirai dibuka sedikit,ata Rosline langsung membesar..“Astaga…”

Halaman mansion yang tadi sunyi sekarang dipenuhi beberapa mobil hitam. Banyak pria berpakaian hitam berjaga di sekitar mansion sambil membawa alat komunikasi.

Suasana mansion mendadak berubah seperti markas rahasia besar.

Rosline langsung mundur pelan dari jendela dengan wajah pucat. “Aku…” tenggorokannya terasa kering sekarang. “Aku sepertinya sudah terjebak di dalam mansion mafia berbahaya, seperti Bara Alexander…”

Semakin lama semua ini semakin tidak normal. Ancaman, penyusup, dan pengawal bersenjata. Bara tadi berbicara tentang membunuh orang dengan wajah setenang itu.

Rosline memegang kepalanya sendiri pelan. “Sebenarnya…” bisiknya lirih penuh takut. “Apa pekerjaan Bara Alexander itu?”

Tidak terasa jam sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Sinar matahari pagi mulai masuk melalui jendela besar ruang makan mansion Alexander.

Suasana mansion kini jauh lebih tenang dibanding keributan semalam. Namun entah kenapa, udara di dalam rumah itu masih terasa menekan bagi Rosline.

Kakek Alberto sudah duduk santai di kursi makan sambil membaca koran. Sedangkan Rosline dan Bibi Rena sibuk menyiapkan sarapan di meja panjang mansion.

Rosline terlihat beberapa kali menguap kecil sambil membawa piring. Matanya masih sedikit sembab karena hampir tidak tidur semalaman.

“Nona Rosline benar-benar tidak tidur ya?” tanya Bibi Rena pelan.

Rosline langsung tersentak kecil lalu buru-buru menggeleng. “Ti-tidak juga Bi…”

Padahal semalaman gadis itu terus kepikiran soal bayangan misterius itu dan juga keluarga Alexander yang terasa menakutkan.

Suara langkah kaki tiba-tiba terdengar dari arah tangga besar mansion. Rosline refleks menoleh.

Bara turun dari lantai dua dengan kemeja hitam rapi sambil sibuk menatap layar ponselnya. Wajah pria itu terlihat dingin seperti biasa. Seolah keributan besar semalam sama sekali tidak mempengaruhinya.

“Pagi Opa,” sapanya singkat sambil duduk di kursi seberang Alberto.

“Hm…” jawab Alberto santai.

Bara mengambil sepotong sandwich, lalu meminum susu hangat tanpa benar-benar fokus pada sarapannya. Tablet dan ponselnya tetap berada di dekat tangannya.

Tatapan Rosline diam-diam memperhatikan pria itu sebentar. Bagaimana bisa dia setenang itu setelah semalam ada sesuatu di dalam mansion…

Kakek Alberto akhirnya menurunkan korannya sedikit. “Bara.”

“Iya?”

“Semalam Opa mendengar keributan di luar.” ujar pria tua itu. “Memangnya ada apa?”

Tatapan Bara langsung terangkat sedikit. “Biasalah, Opa.”

“Maksud kau biasa yang bagaimana?”

“Ada penyusup yang mencoba masuk ke dalam mansion.”

Rosline yang sedang menuang teh langsung membeku. Tangannya bahkan hampir menjatuhkan teko karena gugup.

“Pe-penyusup?” ulangnya pelan tanpa sadar.

Tatapan Bara perlahan bergeser ke arah Rosline beberapa detik sebelum kembali santai lagi.

Kakek Alberto langsung mengernyit kecil. “Lalu bagaimana?”

“Belum tertangkap.”

Mendengar jawaban itu, Rosline langsung menoleh cepat ke arah Bara dengan wajah makin pucat.

Belum tertangkap? Berarti… orang itu mungkin masih ada di sekitar mansion?

Melihat reaksi Rosline, Alberto malah tertawa kecil. “Sepertinya gadis kurus itu benar-benar ketakutan.”

“Sa-saya tidak takut…” bantah Rosline cepat meski suaranya jelas tidak meyakinkan.

Bara mendecak kecil sambil meminum susunya. “Kalau takut, jangan berjalan sendiri tengah malam.”

Rosline langsung tersedak kecil mendengar itu.

Bibi Rena langsung bingung. “Tengah malam?”

Kakek Alberto langsung mengangkat alis tertarik. “Kalian bertemu semalam?”

Rosline langsung panik. “Ti-tidak seperti itu Tuan Besar!”

“Lalu seperti apa?” goda Alberto jahil.

Wajah Rosline langsung memerah mengingat kejadian semalam saat Bara menarik tubuhnya ke pelukan pria itu. Sedangkan Bara tetap terlihat tenang sambil membuka tabletnya lagi.

Namun beberapa detik kemudian…

“Daniel.”

“Ya Tuan.”

Daniel yang baru masuk ke ruang makan langsung berdiri tegak.

“Bagaimana hasil pemeriksaan?”

Daniel langsung menjawab serius. “Kami menemukan jejak di area timur mansion.”

Tatapan Bara langsung berubah dingin lagi.

“Tapi penyusupnya belum ditemukan.”

Suasana meja makan langsung terasa jauh lebih tegang sekarang. Rosline diam-diam menggenggam ujung apron-nya sendiri. Entah kenapa… ia mulai merasa mansion ini jauh lebih berbahaya daripada yang ia bayangkan sebelumnya.

1
Indri
Sukaaaa🤣
It's me Sky: wkwkwkkw/Proud/
total 1 replies
Keenan41
semangat thor
It's me Sky: Pasti dong, mksh dukungannya✌🏻/Hey/
total 1 replies
Hennyy exo
semangat rosaline🤭🤭
It's me Sky: Hihihihi, mksh/Smile/
total 1 replies
Hennyy exo
wow sampai sini alurnya bagus thor
It's me Sky: terimakasih bnykk/Smile/
total 1 replies
Amoera
semakin menegangkan thoor, lanjutkan dong😍
It's me Sky: hrs dong/Chuckle/
total 1 replies
Amoera
ceritanya sangat menarik, lanjutkan ceritanya thoor... semangat ratusan bab
It's me Sky: psti dong, mksh/Doge//Rose/
total 1 replies
Amoera
woww... ada cerita baru nih, wajib baca sih kayanya... semangat thoor😍
It's me Sky: iya dong, sni¹ mmpir/Hey/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!