not allowed to copy , cerita ini 100% hasil dari pikiran ku sendiri, jadi jangan copy cerita ini,
cerita ini berjudul *menikah dengan musuh!! *
pemeran perempuan dalam cerita ini sangat membenci seorang lelaki yang sangat nakal dan sering bolos waktu sma, dan nama nya adalah ALRESCHA dan kerap di panggil al/reska
ayana/ pemeran utama dari cerita ini sangat membenci al,namun al menyukai nya dari zaman sma hingga kuliah, namun al sama sekali tidak pernah mengungkapkan cinta nya kepada ayana, dan sekarang dia di pertemukan lagi, dan di paksa oleh kedua orang tua mereka untuk menikah
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NaNa/ji-eun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 5
ayana pun membawa reva ke kamar nya untuk bermain bersama

ting
HP ayana berbunyi
woi ayana, lu udah punya anak
belum woi, gw belum punya anak
terus yang di x itu anak siapa
itu ponakan gw, anak dari kakanya al
sumpah, gw kira lu udah punya anak
mana mungkin gw punya anak
halah, biasanya yang ngomong gitu tuh, anak nya banyak tau
halah
loh, gk percaya
gk lah
yaudah kita lihat aja nanti
ayana sama sekali tidak ingin terlalu berharap tentang anak, karena ia tidak ingin di sentuh oleh al, tapi kita lihat saja apa yang akan terjadi nanti
"reva, halo, udah cucu belum" (al)
ayana kaget melihat al yang bersikap seperti itu, semenjak menikah dengan ayana, al sama sekali tidak pernah berbicara seperti itu, apalagi sifat nya yang sudah berbeda
dulu nya dia sangat nakal, sekarang dia sangat dingin, bisa di bilang cool juga
pasti kalian bosen kan, yang author bahas itu mulu, maaf ya🤥
"nanti kalau kita punya anak, kamu mau nya cewe apa cowo"(ayana)
ayana terlalu gemas melihat tingkah laku al terhadap reva, hingga dia tidak sadar dengan apa yang dia katakan barusan
dia langsung melipat bibir nya waktu sadar dengan apa yang ia katakan, apalagi dia menggunakan kata 'kamu', dia sangat malu sampe sampe mukanya merah seperti tomat
"l-lu jagain reva dulu, gw mau mandi" (ayana)
ayana sangat gerogi+malu
"aduhhhh gw ngapain sih ngomong kek gitu, ini mulut apaan dah, gk bisa banget di ajak kerjasama" (ayana)
di dimensi lain
Ada Zean yang masih tidak percaya bahwa itu keponakan ayana
"gw gk bisa percaya sih sama orang itu, pasti dedek bayi itu anaknya, cuman dia gk mau ngomong aja" (Zean)
karena dia sangat sangat tidak percaya, dia pun menelpon ayana untuk memastikannya lagi
Trrrttttt
halo ayana, itu sebenarnya anak lu kan, gk usah boong dehhh
bilang aja kali kalau itu anak lu
ngapain lu diem aja, jawab kali
ayana jujur, anak itu ponakan dia, reva itu anak dari kakak saya,emang kenapa
tittt
Zean langsung mematikan telpon nya saat mendengar suara yang sangat berbeda dari suara ayana
"itu tadi siapa, jangan jangan suaminya ayana lagi, aduh, malu bet cokkkk" (Zean)
tadi Zean pusing karena tidak bisa mempercayai bahwa itu bukan anak ayana, sekarang ia pusing karena yang angkat telpon nya adalah al
Saat ayana keluar dari kamar mandi, al pun langsung memberitahu ayana, kalau ada teman dia yang menelpon
namun ayana tidak menghiraukannya, dia harus fokus menjaga anak alya agar tidak rewel
hingga tiba waktu malam, ayana langsung turun bersama reva dan suami nya al
Dan memberikan reva kepada alya, namun alya selalu menolak nya
"kamu aja ya yang jaga, soalnya mau berduaan dulu sama suami aku, udah lama gk beduaan" (alya)
ayana hanya terdiam tanpa kata, ayana tidak cape mengurus reva, namun ia takut jika suami alya tidak menyetujui reva di gendong ayana
"eh nanti malam, kamu tidur bareng reva juga ya, soalnya mau buat reva kedua" (alya)
"astaga kak, jangan dulu kak, reva nya masih kecil banget" (ayana)
semua orang rumah hanya tertawa saat mendengar jawaban ayana yang begitu polos
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
malam hari pun tiba, al menggunakan kemeja hitam dan celana hitam yang sangat rapi
ayana menatap al begitu tajam *tumben banget dia berpakaian rapi seperti ini*
ayana mulai penasaran, kemana dia akan pergi, namun ia menunggu al, siapa tau al akan memberitahu ayana dimana al ingin pergi
namun, al langsung pergi tanpa memberitahu kemana ia akan pergi
"dia kok mencurigakan gitu ya, apa gw ikutin dia aja ya" (ayana)
ayana mulai mengambil jaket nya yang ada di lemari, dan memberikan reva kepada mertua nya
"mah, ayana mau keluar bentar ya, ayana mau ambil paket dulu" (ayana)
alasan yang tidak masuk akal "kenapa kamu gk nyuruh kurirnya kesini " (alifa)
"dia gk bisa mah, maaf ya mah, aku buru buru, takutnya tukang kurir itu pergi" (ayana)
ayana memanggil satu supir yang berada di rumah itu, dan langsung mengejar mobil yang di gunakan oleh al
Mobil al berhenti tepat di cafe yang begitu jauh dari rumah dan sangat terpencil
Ayana semakin penasaran, mengapa pria itu pergi ke cafe yang sangat jauh dan terpencil seperti ini
ayana menggunakan masker dan topi agar tidak terlihat oleh mereka, dan ya, al bertemu dengan 2 perempuan dan 1 laki laki
ayana sedikit marah, mengapa, ya karena mereka seperti sedang double date
ayana mendengarkan apa yang mereka semua bicarakan
"bro, lu suka gk sih sama bini lu yang sekarang"(teman lki² al)
" kalau boleh jujur, saya sama sekali gk suka sama dia, and ya, kalau boleh milih, saya gk akan milih dia sebagai pendamping hidup saya"(al)
jawaban al spontan membuat hati mungil ayana ter iris *apa gw seburuk itu di mata al*
tanpa ayana sadari, ia meneteskan air mata, entah mengapa ia meneteskan air mata, padahal ayana tidak mencintai al
"ngapain lu gk nolak dia sih"
Ucap wanita yang sedang duduk di samping al "saya ingin menolak, namun saya tidak ingin membuat mama saya menangis karena saya"
jawaban itu membuat ayana semakin merendahkan dirinya sendiri
tanpa ayana ketahui, al mengetahui kedatangan ayana, ia mengucapkan itu karena iseng kepada ayana
ia sama sekali tidak tahu bahwa wanita itu meneteskan air mata, ia mengira ayana tersenyum gembira saat tau al tidak menyukai nya
namun itu sebaliknya, ayana meneteskan air mata yang begitu deras
karena al belum puas mengerjai ayana, ia pun pura pura menyuapi wanita yang berada di sampingnya itu
ayana yang melihat kemesraan al kepada wanita itu sudah tidak tahan, ia pun pergi dari tempat itu dan langsung menyuruh supir untuk ke pantai sejenak
ia ingin sendiri untuk beberapa menit,hatinya sangat sakit, karena perkataan al
Saat di pantai bukannya tenang, air mata ayana semakin deras
"lu kenapa sih ayana, lu kan benci sama al, ngapain lu nangis pas pas al ngomong kayak gitu" (ayana)
karena supir ayana kasian melihat ayana yang menangis sesegukan hingga sejam lebih, ia pun memberitahu al
pak al

permisi tuan, ini istri tuan sedari tadi tidak ingin pulang dan dia menangis hingga sesegukan seperti ini (supir al)
Kalian di pantai mana
di pantai cinta alam tuan
baik tunggu saya di sana
baik tuan