NovelToon NovelToon
Satu Malam Berujung Drama

Satu Malam Berujung Drama

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / One Night Stand / Hamil di luar nikah
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Mom AL

Vania Adinata, tanpa sengaja melewatkan malam panasnya dengan seorang CEO terkenal. Putus cinta membuatnya frustasi hingga dia mabuk dan melakukan one night stand tanpa sengaja.

Dikucilkan karena hamil, hingga dijodohkan dengan pria tua. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, dia kabur dan tanpa di duga bisa bertemu dengan Ayah biologis bayi yang ada dalam kandungannya.

Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa kira kira CEO terkenal dan nomor satu itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 5 Kabur dari rumah

Tak menunggu lama, akhirnya Gio pun tiba di kediaman Adinata. Dia disambut istimewa oleh Baskara, Risna dan juga Ratu. Senyum merekah terus terukir dibibir Ratu, sepertinya dia sangat tertarik dengan kewibawaan Gio.

"Akhirnya Tuan Abraham sampai juga. Perkenalkan, ini putri saya, Ratu." ucap Baskara menyambut.

Ratu mengulurkan tangannya dan tersenyum manis. Sementara Gio, dia hanya sekedar menjabat saja. Tak ada senyum sedikitpun di wajahnya, bahkan terkesan datar.

"Selamat ulang tahun." ucapnya singkat.

"Terima kasih. Oh ya, silakan masuk. Semoga Anda menikmati pesta ini." sahut Ratu bersikap sopan.

Gio melihat banyak orang yang hadir di pesta tersebut, termasuk beberapa orang yang dia kenal dari dunia bisnis. Satu persatu Gio bertemu dengan para pengusaha yang dia kenal. Mereka pun saling mengobrol.

Berbeda dengan keriuhan di lantai bawah, kini Vania yang berada di dalam kamar merasa tidak nyaman. Bahkan dirinya bolak-balik ke kamar mandi karena mual. Vani mengambil napas dalam-dalam kemudian menghembuskannya pelan. Dia mengelus perutnya yang terasa kram.

"Apa sebaiknya aku lihat keadaan dibawah? Entah kenapa aku merasa sesak dikamar ini." ucapnya berbicara dengan diri sendiri.

Perlahan langkah gadis itu membawanya menuju ke lantai bawah. Tiba-tiba lampu padam, membuat semua orang yang ada disana bertanya-tanya. Tak lama kemudian, lampu hanya menyorot ke arah Vania yang berjalan anggun menuruni anak tangga. Semua mata tertuju padanya, membuat Ratu menjadi marah.

'Sial! Untuk apa dia turun? Ini pestaku, tapi semua mata tertuju padanya. Aku benci kau Vania, aku benci!' batin Ratu meluapkan amarahannya.

Sesampainya di lantai bawah, barulah semua lampu hidup seperti awal. Di sudut lain, Gio merasa familiar dengan gadis yang baru saja turun dari tangga. Langkahnya semakin tidak terkontrol hingga pada akhirnya, Gio berdiri tak jauh dari Vania. Mata pria itu tidak lepas dari pandangannya.

"Kau sengaja ingin menyaingi ku, ya?" bisik Ratu yang berada di sebelah Vania.

"Jadi kau merasa tersaingi olehku?" bukannya menjawab, Vania malah bertanya dengan nada mengejek.

Ratu menghentakkan heelsnya di lantai. "Seharusnya kau malu, hamil tanpa seorang suami. Dan sekarang, masih berani menampakkan diri di depan banyak orang."

"Memangnya kenapa, Ratu? Itu kan hakku, Papa saja tidak melarang, kenapa kau yang repot?"

Ratu yang semakin terpojok pergi meninggalkan Vania dengan membawa kekesalannya.

"Dasar aneh!" gumam Vania menggelengkan kepalanya.

Baskara dan Risna berjalan menghampiri Vania, pria paruh baya itu merasa bahagia karena pada akhirnya, Vania mau turun ke bawah untuk merayakan pesta ulang tahun Ratu.

"Vania, Papa —"

"Aku turun karena merasa berisik, bukan ingin merayakan ulang tahunnya Ratu." sahut Vania menyela dengan cepat. Dia pun bergegas pergi keluar dari rumahnya itu. Menjauhi keramaian.

Hati Gio tergerak untuk menanyakan tentang Vania lebih dalam lagi. Dia pun berjalan mendekati Baskara yang masih mematung ditempatnya. Pria paruh baya itu hampir murka karena sikap putri semata wayangnya.

"Tuan Adinata," Panggil Gio berdiri di belakang Baskara.

"Ada yang bisa saya bantu, Tuan Abraham?" tanya Baskara membalikkan tubuhnya.

"Saya hanya ingin bertanya, apa gadis tadi salah satu dari keluarga Anda?"

Baskara menghela napas panjang. "Dia putri saya dari almarhum istri yang pertama. Namanya Vania. Mohon maaf apabila Anda melihat dia yang bersikap tidak sopan tadi."

"Saya tidak melihat apa pun. Gadis itu terlihat baik dan sopan." pujinya agar tidak menyinggung perasaan Baskara.

"Mari, silakan menikmati pestanya kembali."

Bukannya menikmati pesta, Gio malah berjalan keluar dari rumah. Dia mencari keberadaan Vania, baru kali ini dirinya seperti merasa tertarik dengan seorang wanita. Matanya tertuju pada Vania yang duduk di kursi tak jauh dari rumah Adinata. Gio berjalan dengan penuh wibawa.

"Nona Vania," sapa Gio, tetapi tidak mendapat sambutan baik dari Vani. "Maaf menganggu waktunya sebentar, apa saya boleh duduk disini?"

"Kau ingin duduk disini? Silakan! Aku akan pergi." Vania melenggang pergi meninggalkan Gio yang penuh keheranan.

"Ada apa dengan gadis itu? Aku datang dan bicara baik, tapi malah begitu reaksinya."

.....

Dua Minggu kemudian.

Baskara menemui Vania yang sedang berada di dalam kamar. "Tanggal pernikahanmu sudah ditentukan, dan besok lah tanggal yang baik itu."

"Apa!" sontak Vania terkejut mendengar perkataan sang Papa. "Secepat itu? Pa, Purnomo itu udah tua, Papa tega menikahkan aku dengannya?"

"Inilah jalan satu-satunya, Vania. Kau tenang karena bayimu akan memiliki seorang Ayah, dan Papa pun tenang karena reputasi keluarga tetap baik."

"Semuanya hanya menguntungkan Papa, bukan aku!" Bentak Vania kesal. Dia mendorong tubuh Baskara agar keluar dari kamar itu. Kemudian, Vania menutup pintu dengan sangat keras.

"Vania! Buka pintunya!" Teriak Baskara menggedor, tetapi tidak dihiraukan oleh sang putri.

Di dalam Vania menangis sejadi-jadinya. Pikiran gadis itu mulai menerawang jauh.

"Tidak! Aku tidak mau menikah dengan si tua bangka itu." ucapnya memikirkan jalan untuk bisa bebas dari pernikahan konyol ini.

Vania mengambil ponsel yang berada di atas nakas, lalu dia mencari nomor kontak milik Mega.

Panggilan tersambung.

📱"Ya, Vani. Ada apa?"

"Apa kau sedang sibuk, Mega?"

📱"Tidak terlalu, aku hanya memeriksa laporan bulan lalu."

"Tolong bantu aku." Vania pun menceritakan semuanya kepada sang sahabat, sudah hampir satu bulan mereka tidak saling melempar kabar karena jadwal Mega yang sangat padat.

📱"Apa?" pekik Mega merasa iba. "Papamu itu keterlaluan, bisa-bisanya demi reputasi dia tega menikahkan putrinya dengan si tua bangka seperti Purnomo. Aku tidak habis pikir." ucapnya kesal.

"Maka dari itu aku butuh bantuanmu. Aku harus kabur dari rumah ini."

Hening.

Mega memikirkan konsekuensinya jika dia membantu Vania, pasti dirinya juga akan terseret dalam kasus rumit itu.

📱"Ck, kau tau Papamu kan, Van? Jika aku membantumu, keluarga ku pasti akan berada dalam masalah. Tapi aku juga tidak melihatmu harus menikah dengan laki-laki tua itu."

"Aku mohon Mega. Kau hanya perlu meminjam kan uang padaku, dan aku akan pergi jauh dari kota ini. Aku janji!" tekad Vania, sudah tidak punya pilihan lagi.

📱"Baiklah, aku akan membantumu. Tapi kau harus berjanji padaku kalau kau akan baik-baik saja dan tidak melakukan hal yang bodoh."

Vania merasa lega dan gembira karena Mega mau membantunya. "Terima kasih, Mega! Aku janji padamu kalau aku akan menjaga diriku dan mengembalikan uangmu."

📱"Tidak perlu dikembalikan, kau fokus saja pada kandunganmu. Masalah uang, kau bisa katakan padaku. Aku sudah menganggapmu seperti saudara kandungku, Vania. Saat keluargaku dalam kesulitan, kau lah yang selalu membantu kami."

Air mata Vania tiba-tiba menetes, dia merasa terharu dengan perkataan Mage.

📱"Aku sudah kirimkan uangnya ke rekeningmu, kalau kurang kau bisa hubungi aku lagi."

"Ini sudah lebih dari cukup. Terima kasih sekali lagi," ucap Vania. Nominal yang Mega berikan cukup besar, yakni lima puluh juta.

Panggilan pun terputus karena Mega harus kembali bekerja.

"Aku akan menyewa rumah, kemudian membuka usaha kecil-kecilan. Semoga semuanya lancar." Vani mengelus perutnya yang masih rata. "Maafkan Mama, Sayang. Kita harus berjuang bersama, memulai semuanya dari nol."

Malam pun tiba.

Vania bergegas membereskan pakaiannya dan menaruh di atas balkon. Dia mengendap-endap keluar dari kamar untuk mencari tali, sebagai alat agar bisa turun ke bawah.

"Vani," panggil Risna yang memang belum tidur. "Kau belum tidur? Ini sudah tengah malam, bukannya besok hari pernikahanmu?"

Bukannya menjawab, Vani malah merasa kesal. "Oh, kau bahagia dengan kabar pernikahanku? Kau ingin aku segera pergi dari rumah ini agar kau dan anakmu itu bisa menguasai harta Papaku, iya?"

Risna menggeleng cepat. "Kenapa kau berpikir seperti itu? Mama sudah berusaha membujuk Papamu agar membatalkan perjodohan ini, tapi dia keras kepala dan terus bersikeras menikahkan mu dengan Purnomo."

"Diam! Dasar wanita ular, bermuka dua, siluman!" bentak Vania murka, dia melupakan niatnya untuk mengambil tali dan langsung bergegas kembali ke kamarnya.

Risna mengelus dada, berusaha sabar menghadapi sikap Vania yang sangat keras.

Brugh!

"Bagaimana ini?" Vania mondar-mandir di depan pintu kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul tiga dini hari. "Bagaimana caranya aku bisa keluar dari rumah ini?" bisiknya.

Sebuah ide terlintas di benak Vania, dia merasa mendapat angin segar. Kemudian dirinya langsung melakukan sesuatu yang saat ini ada dalam otaknya.

Mula-mula Vania menurunkan kopernya terlebih dahulu. Sebelum pergi, dia menyempatkan diri untuk menatap kamar yang sudah dia tinggali selama dua puluh tujuh tahun ini. Banyak kenangan yang tertinggal di kamar itu, senyuman indah sang Mama yang dulu terukir kini hanya tinggal bayangan. Perlahan Vania menundukkan kepalanya, sungguh berat bagi gadis itu untuk meninggalkan tempat bernaungnya selama dua puluh tujuh tahun ini.

"Maafkan Van, Ma. Tapi ini jalan satu-satunya agar Vania bisa bebas dari pernikahan yang tidak Vania inginkan." gumamnya pelan. Air mata pun jatuh menetes, dan Vania menyekanya dengan cepat.

Dia mulai memegang sprei yang sudah di sambung hingga menjulang ke bawah, Vania menggunakannya sebagai jalan agar bisa keluar dari rumah Adinata.

.........

BERSAMBUNG

1
🖤
Untuk hari ini, Othor update satu bab dulu ya, Kaka 🥲 Lanjut besok pagi 🤗
Sri Rahayu
rupanya Ratu bekerja sama dgn Jenny jalang yg cintanya sll ditolak Gio...kamu akan menyesal nanti Ratu krn kamu hanya dijadikan alat oleh Jenny....tp bentar lg kalian akan ditangkap Gio 🤪🤪🤪.... lanjut Thorr 😘😘😘
ˢ⍣⃟ₛ 𝐀⃝🥀J💜⃞⃟𝓛Adinѕ⍣⃝✰
kenapa orang itu begitu gampang masuk ke dalam rumah padahal udah ada bodyguard nya
Sri Rahayu
yachh Gio ktnya mau menjaga Vania tp ternyata ada org mencelakai Vania ...dimana bodyguard mu kok org bisa nyusup...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
siapa yg mengintai Vania dan Gio 😇😇😇... lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutannya Thorr...tak ksh vote 😘😘😘
🖤: Wah, maaciwww 😍
total 1 replies
Sri Rahayu
tentu kl Gio dan Vania menikah kami datang bw bunga sekebon 😍😍😍...lanjut Thorr 😘😘😘
🖤: 😍 wow... Pake pickup dong bawanya
total 1 replies
Sri Rahayu
Alhamdulillah Vania dan bayi nya bisa diselamatkan...semoga Vania.cepet sadar dan ingat kl Elang sengaja ingin mencalakainya...lanjut Thorr 😘😘😘
Oma Gavin
semoga vania dan bayinya selamat dan sehat
Sri Rahayu
double donk Thorr. 💖💖💖...ditunggu lanjutan nya😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Oma Gavin
berarti erlangga mendekati vania memang ada maunya untuk balas dendam untung vania menolak, semoga gio gercep lindungi vania dari erlangga
🖤: Feeling nya Vania kuat Bun, makanya menolak
total 1 replies
Sri Rahayu
nah gitu Thorr double up nya biar mantap bacanya 😘😘😘...lanjut Thorr😍😍😍
🖤: Siappp, Kaka 😍
total 1 replies
Oma Gavin
double up dong mom
🖤: 🤗🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr 😘😘😘😘😘
🖤: 🤗🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
Anto D Cotto
menarik
Anto D Cotto: sama2 👌👍
total 2 replies
Anto D Cotto
lanjut crazy up Thor
🖤: Siap, Kak 🤗
total 1 replies
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
semoga berhasil Vania...lanjut Thorr😘😘😘
Sri Rahayu
ditunggu lanjutan nya Thorr😘😘😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!