NovelToon NovelToon
Aku Di Kelilingi Manusia Binatang

Aku Di Kelilingi Manusia Binatang

Status: sedang berlangsung
Genre:Satu wanita banyak pria / Fantasi Wanita / Time Travel
Popularitas:79.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hua chia

"Hei Betina! Dia Jantan ku! Apa kau berani, menyentuh Milikku?" lembut, namun tajam.

Qingling, gadis dengan sejuta pesona yang selalu menampilkan wajah datar tanpa ekspresi setelah kematian kakeknya.

Tanpa disadari ia telah melakukan perjalanan waktu karena ulah seniornya, hingga sampai zaman dimana, para Orc atau Beastman berkuasa.

"Jantan Tampan, Manis, Arogan, Penurut dan suka Mengintimidasi aku memiliki semuanya."

"Mereka memaksaku untuk kawin dengan mereka semua? yang benar saja!"

Penasaran dengan kisah Qingling dan Jantan Tampan disekelilingnya? Bukan hanya Percintaan, tapi juga tentang Hubungan, Keberanian, Kejujuran, dan Balas Dendam.

Yuk! Simak kehidupan Qingling di Dunia Binatang.

No Plagiat. Karya murni dari isi pikiran Author. Jika ada Kesamaan Nama atau Tokoh, Mohon di maafkan..

Selamat Membaca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hua chia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5 Inti Roh

Tak terasa hari berlalu dengan cepat, di bawah perawatan Qingling luka pada Yuze cepat sembuh dan mereka semakin dekat. Banyak hal yang terjadi yang menyisakan tanda tanya bagi Qingling, bagaimana ia bisa terlempar di zaman manusia binatang? apakah ia bisa kembali? beribu pertanyaan menghantuinya setiap malam. Tapi, Qingling memilih menikmati hari-harinya yang jauh lebih berwarna, seperti sekarang di hamparan bunga tepatnya di bawah pohon, Yuze terlihat sedang menggoda Qingling untuk kawin dengannya.

Qingling yang jengah mendengar kalimat yang sering keluar dari mulut Yuze hanya bisa menghela nafas pasrah, "Berhentilah menggodaku Yuze, aku tak ingin kawin dengan mu atau dengan siapa pun".

Yuze yang mendengar penolakan Qingling bukannya marah hanya tersenyum lembut, Qingling yang melihat senyuman Yuze terdiam, jantungnya berdebar, rona merah tercetak di pipinya, 'Oh, tuhan, dalam bentuk singa saja aku terpanah, apalagi dalam bentuk manusia? tidak, sadarlah Ling, Yuze siluman,' batinnya menjerit menolak pesona Yuze yang sangat gagah.

Seakan mendengar jeritan hati Qingling, "Ling, kau tak bisa menolak pesonaku" Yuze terlihat sangat mendominasi, ia yang mendengar ucapan Yuze hanya memutar mata malas dan merebahkan badannya di bawah pohon menikmati angin sepoi-sepoi yang menerbangkan rambutnya.

Yuze yang melihat Qingling memejamkan matanya tak mampu untuk mengalihkan pandangan, 'Sangat cantik, bahkan kata 'cantik' tak mampu untuk disandingkan denganmu Ling'. Tanpa Qingling sadari, Yuze menjilati tangannya yang terluka.

"Ling, bangunlah hari mulai petang" Qingling merasakan sensasi geli di pipinya, saat membuka mata ternyata Yuze yang sibuk menjilati pipinya. Ia melenguh dan merenggangkan ototnya saat mengucek matanya ia menyadari tangannya telah sembuh.

"Yuze, apa kau yang menyembuhkannya?" tunjuk Qingling ke tangannya yang dibalas anggukan oleh Yuze.

Qingling yang melihat anggukan Yuze cukup tersentuh, ia mengelus kepala Yuze dan mengajaknya kembali ke gua. " Oh, ya aku belum pernah melihatmu bertransformasi, apakah untuk menjadi manusia sulit?" Yuze seketika berhenti mendengar celetukan Qingling, Ia terlihat bingung dan putus asa. Qingling yang menyadari kesalahannya hanya tertawa dan mengubah topik pembicaraan, 'Yuze terlihat sedih, apa yang aku lakukan' Qingling merutuki kebodohannya dan berusaha mencairkan suasana.

"Yuze, kau ingin makan apa? lihatlah, kita punya banyak macam makanan, apa kau ingin sup ikan? lihatlah ikan ini penuh dengan telur, kau sangat pintar memilihnya" pujinya berharap Yuze tersenyum dan merayunya lagi. tapi, semangat Qingling hilang, saat melihat Yuze tetap diam dan keputusasaan terlihat dimatanya.

Malam semakin larut dan Yuze belum menyentuh makanan yang disajikan Qingling. Tak tahan melihat tingkah Yuze dan masih dihinggapi rasa bersalah, ia menghampirinya dan membelai surai rambut dikepalanya, "Apa pun, yang terjadi, aku akan tetap bersamamu".

Yuze yang mendengar penuturan Qingling seketika menoleh, matanya berkaca-kaca ia tak menyangka bahwa betina yang ia sukai mengatakan akan tetap bersamanya, "Ling, apa kau serius," Yuze terlihat lebih bernyawa setelah Qingling mengatakan kalimat tadi. Ia mampu tersenyum tanpa beban menatap wajah Qingling yang tersenyum lembut.

Setelah segala bujuk rayu yang dilakukan Qingling membuahkan hasil, Yuze menikmati makan malamnya ditemani Qingling yang menyisir surai rambutnya dan celoteh kecil untuk mencairkan suasana. "Lingling, sebenarnya aku kehilangan 'Inti roh' hewan yang menjadi kebanggaan semua hewan," ucapnya dengan menunduk menahan malu, ia yakin Qingling setelah mendengar ini pasti akan meninggalkannya. 'Betina mana, yang sudi mempunyai pasangan cacat'.

Sunyi, sepi hanya terdengar suara jangkrik yang terdengar. Yuze menengadah kan kepalanya menatap Qingling yang terdiam menatapnya tanpa ekspresi, 'Seperti yang kuduga' Yuze memalingkan wajahnya yang sedih dan berjalan meninggalkan gua dengan perasaan campur aduk. Ia marah, kecewa, sedih pada dirinya sendiri, setelah ini ia tak akan sanggup menatap Qingling, dan akan menjadi bahan ejekan manusia hewan.

Qingling berlari dan memeluk Yuze saat sampai di pintu gua, Yuze terkejut saat ada yang memeluknya dari belakang. "Sebenarnya aku tak tau, apa itu 'Inti Roh' sepertinya itu sangat berharga untukmu ceritakan lah, Yuze aku akan mendengarkan mu" terangnya dengan mengelus rahang Yuze berharap terhibur dan mengajaknya masuk ke dalam gua.

Mendengar ucapan Qingling yang seperti magnet, Yuze yang semula terlihat marah kembali tenang dan merebahkan kepalanya di pangkuan Qingling. "Ada apa, Yuze" Pertama kali setelah kematian kakeknya Qingling kembali menjadi gadis yang lembut dan penuh perhatian. 'Kau, orang kedua yang membuatku merasa nyaman'. pikirnya dengan tangannya sibuk mengelus rambut Yuze.

Merasa nyaman dengan sentuhan Qingling, Yuze menjelaskan dan menceritakan apa itu 'Inti Roh' serta bahayanya kehilangan inti roh bagi manusia hewan. "Jadi, Inti roh kebanggaan bagi hewan, yang naik level ke ranah yang lebih tinggi?" jelas Qingling manggut-manggut setelah mendengar cerita Yuze yang dibalas senyuman hangat. 'Lingku sangat pintar'.

"Aku kehilangan Inti roh saat ranahku naik, dan suku kalajengking mencurinya" Yuze terlihat kesal saat menceritakan awal mula kehancuran kultivasinya. Qingling mulai mengelus kepalanya untuk menenangkannya kembali.

"Manusia hewan yang telah menghasilkan Inti Roh memiliki pola hewan di bagian tubuhnya, contohnya aku di lengan kiri dan mereka yang kehilangan Inti Roh tidak akan bisa menjadi manusia dan..." Yuze terlihat ragu untuk melanjutkan kalimatnya, ia takut membuat sedih Qingling. "Lanjutkan, aku akan mendengarkan mu" senyum lembut Qingling menembus hati Yuze sungguh, ia tak mampu menolak satu kata pun dari Qingling.

"Umurnya, tak akan panjang" dengan berat hati Yuze melanjutkan kalimatnya.

Jderrr

Seperti Petir menyambar hati Qingling. Takut, itu yang dirasakannya apalagi kenangan kakeknya meninggalkannya masih menghantuinya, tubuhnya bergetar. Yuze yang menyadari keanehan pada Qingling menegakkan kepalanya, ia terkejut melihat Qingling menangis dalam diam, hanya tubuh yang berbicara.

Yuze ingin memeluknya, tapi bagaimana caranya?

"Ling, apa kau mengkhawatirkan aku? aku sangat bahagia apa kau mau kawin denganku?" Yuze terlihat sangat bahagia saat melihat Qingling menangis, rasa gundah yang dirasakan selama ini hilang, 'Ling mencintaiku' pikirnya dengan hati berbunga-bunga.

Dasar Singa bodoh! pada saat seperti ini masih mengajak kawin?, kenyataannya rasa trauma ditinggalkan orang terdekat yang membuat Qingling seperti itu. Siapa pun, nasihatilah Yuze.

Rasa takut ditinggalkan seseorang masih membekas dihati Qingling, memikirkannya saja membuatnya hanyut dalam kesedihan tak berujung. Tiba-tiba, ia merasakan jilatan halus di tangannya saat mendongak ternyata Yuze yang menatapnya prihatin, "Air matamu berharga Ling, Jangan menangis aku tak akan meninggalkanmu".

Qingling mengangguk, ia sadar menangis bukan jalan keluar yang terbaik. "Maafkan, aku" seraya menghapus air matanya. "Seperti apa Inti Roh," tanyanya setelah mendapatkan ketenangannya.

Yuze senang melihat Qingling tidak menangis lagi, "Inti Roh seperti mutiara kecil yang memancarkan cahaya, benda itu bercahaya dalam kegelapan dan menyimpan hawa kehidupan" terangnya dengan mengamati raut wajah Qingling yang telah menjadi candunya.

'Sepertinya...'

Seru enggak Episode ini?😚 Jika iya, dukung author dengan like dan comment ya...🥺

Terima kasih, readers😌

1
pdm
yahhh... kok bukan yuze sih yg pertama. ihhhh bikin kecewa dehhh..... /Cry/
pdm
masa iya dipisahkan... kawin aja blm
Afriatus Sadiyah
luar biasa...
semangat tor.. /Determined//Determined/
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus kak 😍😍
Atalia
semoga aja mereka nggak kepancing yaa

ditunggu ya kelanjutannya author 🤭
jangan lama2 soalnya penasaran nungguin yaa author
Atalia
wah seru nih
Fahreziy
🖒🖒🖒
xuer jinghao
kak lanjut semangat kak 😁😁
Restu
🤭🤭
jangan lama2 thor
Atalia
harus adil nii kalau bisa perang Dingin 🤣🤣
Atalia
harus adil yaa ling 🤭
azmira mira
5 terus author👍😍
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus kak 😁😁
Saturnus🪐: Semangatin trs pokoknyaaa😍
total 1 replies
Khalila Rsy
semangat💪💪
Fahreziy
🖒🖒🖒🖒
Khalila Rsy: kpn up lagi kk
total 1 replies
Khalila Rsy
kpn up lagi thorrr
Restu
q menunggu lanjutannya .thor
Restu
lanjut thor...
jangan lama-lama😊😊😊😊
Restu
wow.. thor
Dian WRP
kapan up LG kak
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!