NovelToon NovelToon
AL - IHSANIYYAH

AL - IHSANIYYAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Duniahiburan / Murid Genius / Idola sekolah / Mengubah Takdir
Popularitas:14
Nilai: 5
Nama Author: blue_era

Di Pesantren Al-Ihsaniyyah, cinta, ilmu, dan takdir keluarga Ihsani bersatu. Warisan Abah Muzzamil diuji, pilihan Inayah mengubah segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blue_era, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rewelnya Ning: Antara Rindu, Penyakit, dan Kasih Keluarga

Hana sangat rewel, berbeda dari biasanya. Hana sudah sadar dan sekarang sedang tidur karena habis minum obat.

(Gus Wildan masuk ke dalam ruangan dan melihat Utinya yang sedang menjaga adiknya.)

- Gus Wildan (dengan nada pelan): "Uti, Hana gimana?"

- Uti (dengan nada lelah): "Rewel, Wildan. Dari semalaman baru bisa tidur barusan setelah minum obat."

(Tidak lama kemudian, datanglah Gus Rama dan Abi.)

- Abi Haikal (dengan nada khawatir): "Hana gimana, Umi?"

- Uti (menghela napas): "Makin rewel, Haikal. Umi tadi sempat bingung bagaimana menenangkannya, karena rewelnya melebihi biasanya sehingga agak juwal (kewalahan)."

(Gus Wildan mendekat ke tempat tidur Hana dan melihat adiknya yang sedang tidur dengan wajah pucat.)

- Gus Wildan (berbisik): "Ya Allah, Dek. Cepet sembuh ya."

(Gus Rama mendekati Utinya dan memijat pundaknya.)

- Gus Rama (dengan nada prihatin): "Uti istirahat dulu aja, biar Rama yang jagain Hana."

- Uti (menggeleng): "Nggak papa, Rama. Uti masih kuat kok. Hana kan lebih tenang kalau ada Uti."

(Abi melihat Uminya dengan tatapan penuh kasih sayang.)

- Abi Haikal (berpikir dalam hati): "Umi memang selalu jadi malaikat bagi kami semua."

(Suasana di ruangan itu terasa hening dan penuh dengan kekhawatiran. Mereka semua berharap agar Hana segera sembuh dan kembali ceria seperti semula.)

Setelah satu hari dirawat, Ning Hana sudah agak baikan dan diperbolehkan pulang. Utinya dan Abinya yang mengurus kepulangannya. Saat akan pulang Ning Hana meminta izin ke dokter untuk minum kopi dan dokter menolak karena tidak baik. Dan Ning Hana hanya bisa pasrah dan menurut dengan ucapan dokternya.

(Di ruang rawat inap, Gus Haikal sedang membereskan barang-barang Ning Hana. Sementara itu, Ning Hana sedang berbicara dengan dokternya.)

- Ning Hana (dengan nada memohon): "Dokter, boleh ya saya minum kopi sedikit aja? Saya udah kangen banget sama kopi."

- Dokter (dengan nada tegas namun lembut): "Maaf, Ning. Untuk sementara waktu, Ning Hana tidak boleh minum kopi dulu ya. Kondisi Ning Hana masih belum stabil. Kopi itu tidak baik untuk lambung dan bisa memperlambat proses penyembuhan."

- Ning Hana (dengan nada kecewa): "Tapi, Dok..."

- Dokter (tersenyum): "Sabar ya, Ning. Nanti kalau sudah benar-benar sembuh, baru boleh minum kopi lagi. Sekarang fokus sama kesehatan dulu ya."

- Ning Hana (dengan nada pasrah): "Baik, Dok."

(Gus Haikal dan Uti menghampiri Ning Hana dan dokternya.)

- Abi Haikal (kepada dokter): "Bagaimana, Dok? Apa kami sudah bisa membawa Hana pulang?"

- Dokter: "Sudah bisa, Pak. Kondisi Ning Hana sudah membaik. Tapi tetap harus dijaga ya, jangan sampai kecapekan dan harus makan teratur."

- Uti : "Inggih, Dok. Pasti kami jaga dengan baik."

- Dokter (kepada Ning Hana): "Ning Hana, jangan lupa minum obatnya ya dan контрол selalu kesehatan ke sini."

- Ning Hana (tersenyum): "Siap, Dok. Terima kasih banyak ya, Dok."

Hana langsung kembali ikut kegiatan pondok juga kegiatan sekolah seperti biasa, hanya saja tidak terlalu diforsir mengingat sebentar lagi sekolah juga pondok akan mengadakan ujian tengah semester. Utinya selalu mewanti wanti untuk tidak capek.

(Sesampainya di pondok, Ning Hana disambut dengan gembira oleh teman-temannya.)

- Santriwati 1 (dengan nada senang): "Ning Hana! Akhirnya kamu pulang juga! Kita semua kangen banget sama kamu."

- Santriwati 2: "Iya, Ning. Kita semua khawatir banget waktu kamu sakit."

- Ning Hana (tersenyum): "Makasih ya, teman-teman. Hana juga kangen banget sama kalian."

(Ning Hana kembali ke kamarnya dan beristirahat sejenak. Setelah itu, ia mulai mengikuti kegiatan pondok seperti biasa.)

- (Di kelas Diniyah, Ning Hana kembali belajar dengan semangat.)

- Ustadzah: "Alhamdulillah, Ning Hana sudah kembali sehat. Mari kita lanjutkan pelajaran kita."

(Di asrama, Ning Hana kembali berinteraksi dengan teman-temannya dan berbagi cerita.)

- Ning Hana: "Kemarin di rumah sakit bosen banget, nggak ada temen. Untung sekarang udah bisa kumpul lagi sama kalian."

- Santriwati 3: "Iya, Ning. Kita juga seneng banget Ning Hana udah sembuh."

(Uti selalu mengingatkan Ning Hana untuk tidak terlalu memaksakan diri.)

- Uti (dengan nada lembut): "Hana, jangan terlalu capek ya, Nak. Ingat, kamu baru sembuh dari sakit. Jangan lupa istirahat yang cukup dan makan yang teratur."

- Ning Hana (tersenyum): "Inggih, Uti. Hana janji akan jaga kesehatan."

(Ning Hana menyadari bahwa kesehatan itu sangat berharga. Ia bertekad untuk menjaga kesehatannya dengan baik agar bisa terus mengikuti kegiatan pondok dan sekolah dengan lancar.)

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!