Dari kecil Raka tidak pernah merasakan kasih sayang seorang Ibu, Ibu nya selingkuh saat ia baru berusia satu tahun. dan saat itu Ayah nya tidak pernah menjalin hubungan dengan seorang perempuan.
Sampai Raka di usia 22 tahun, Ayah nya memutuskan untuk menikah dengan janda satu orang anak.
Disanalah hidupnya berubah setelah berkenalan dengan Adik tirinya bernama Nadine, Nadine baru berusia 20 tahun, mahasiswi semester 4 jurusan Tata boga.Dan ternyata mereka satu kampus.
Nadine tidak ikut tinggal dengan keluarga barunya, ia memilih untuk tinggal di apartemen nya, tapi sesekali ia akan menginap di rumah keluarga barunya, dan disanalah Mereka sering bertemu dan berinteraksi. mau di rumah ataupun di luar.
Ada kejadian dimana membuat Raka mulai jatuh cinta dan tertarik kepada Nadine.
kira-kira kejadian Apa ya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita03, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman Lima
***
Satu Minggu sudah berlalu, Raka dan Nadine jarang bertemu. Keduanya sama-sama sibuk dengan urusannya masing-masing.
Kalau di kampus juga sudah pasti tidak akan bertemu, karena fakultas mereka beda. Dan lumayan jauh.
Kangen? sudah pasti Nadine merasakan nya, dan sepertinya Malam ini rasa kangennya akan terobati. karena setiap Malam Minggu Akan menginap di Rumah keluarga barunya.
Nadine sedang mem-packing beberapa pakaian dan keperluan lainnya nya untuk di taruh disana, jadi nanti kalau nginap lagi tidak perlu bawa baju ganti.
“Apalagi ya?” gumamnya.
“Kayaknya sudah semuanya, Sekarang tinggal Mandi terus siap-siap berangkat.”
Ia akan membawa Mobilnya, agar nanti lebih mudah kalau mau kemana-mana. Memang sih Ayah tirinya sudah mengatakan kalau Nadine boleh memakai salah satu kendaraan yang ada di garasi Rumah. Tapi Nadine tidak seberani itu.
Beberapa menit kemudian, Nadine sudah siap untuk berangkat. Baru saja keluar dari Apartemen nya, ia sudah mendapat pesan dari Raka.
Raka : “Udah siap belum? jangan bawa mobil, udah jemput ini.”
“Loh, jangan-jangan Ibu yang ngasih tahu.”
Ada rasa senang nya juga mendapatkan pesan masuk dari Raka, beberapa hari terakhir ini mereka bukan hanya tidak bertemu, saling tukar kabar lewat hp saja tidak.
Sampai Nadine terus membuat story agar di reply oleh Raka atau sekedar di lihat, namun sayangnya tidak pernah sama sekali.
Nadine menarik koper nya menuju lift, dan tidak lupa ia suda membalas pesan Raka.
Jantungnya tiba-tiba berdegup lebih kencang, selalu seperti ini Kalau mau bertemu dengan Raka.
Sementara di bawah, Raka masih berada di dalam Mobil nya. Ia baru selesai bertemu Dosen pembimbing nya, baru saja ingin pulang sudah mendapatkan telepon dari Ibunya dan meminta bantuan untuk menjemput Nadine di Apartemen nya yang katanya mau nginap di Rumah mereka.
Tidak banyak Protes, Raka langsung menyanggupi nya.
Melihat Nadine berjalan ke arah mobilnya, Raka langsung keluar dan membantu Nadine memasukan Kopernya ke dalam bagasi.
Mereka masuk ke dalam mobil.
“Mau langsung ke Rumah atau mau ke tempat lain dulu?” Tanya Raka.
“Ke toko dulu ya, mau ngambil pesanan Ayah.”
“Toko Roti?”
“Iya, tahukan tempatnya?” tanya balik Nadine.
“Tahu.” jawab Raka.
Kembali hening, Nadine menatap lurus kedepan dengan tangan di lipat di bawah dadanya.
Ingin memulai pembicaraan tapi bingung mau bahas apa, jadi ya solusinya diam aja. begitu juga dengan Raka, pandangan nya memang fokus ke jalanan, tapi pikirannya sedang sibuk mencari ide soal obrolan selanjutnya.
Sampai tak terasa mereka sudah sampai di depan toko Roti milik Ibu nya yang kini sudah di serahkan sepenuhnya kepada Nadine.
“Mau ikut masuk?” tawar Nadine.
“Boleh, mau lihat-lihat.”
Ini baru Kedua kalinya Raka datang kesini, pertama ia hanya mengantarkan Ibu nya yang sekalian ia kampus.
Nadine berjalan lebih dulu dan di susul Raka di belakang nya.
“Mbak, mau ngambil pesanan.” Ucap Nadine kepada salah satu karyawannya.
“Bentar Ya Bu bos, Dela ambil dulu.”
Nadine Melirik ke samping, dimana Raka sudah pindah posisinya ke samping dirinya.
“Yang paling banyak di cari yang mana?” tanya Raka.
“Croissant, tapi karena sedang ramenya donat. Banyak juga yang beli, awalnya gak ada donat tapi ada yang nyaranin eh ternyata laku.”
“Kalau gitu aku beli Croissant isiannya campur, sama donatnya.” Ucap Raka.
“Donat udah Ayah beli, mau beli lagi?“
“Banyak nggak beli nya?”
“Lumayan.”
“Yaudah berarti nggak usah, itu nya aja.” ucap Raka.
Tak lama kemudian, karyawan Nadine yang bernama Dela sudah kembali membawa dua paper bag yang berisi donat pesanan Ayah Meraka.
“Ini Bu Bos.”
“Udah di bayar Ibu kan?”
“Udah kok.”
“Oh iya Mbak, mau pesan Croissant.” Ucap Nadine.
“Mau yang isian Apa, Bu Bos?” tanya Dela.
Nadine tidak langsung menjawab, ia menatap Raka dulu. “Masing-masing mau berapa?”
“2 aja.”
Kemudian Nadine kembali menatap Dela. “Semua isian, masing-masing dua ya. Mbak.”
“Siap, di tunggu lagi ya.” balas Dela.
“Mau duduk atau tetap berdiri?” tanya Nadine pada Raka.
“Berdiri aja, mau sekalian lihat-lihat lagi.”
Selama Raka lihat-lihat beberapa varian roti yang terpajang di sana, Nadine menyempatkan waktunya untuk menemui karyawan lain,dan meminta mengirimkan laporan keuangan bulanan kepadanya.
Nadine kembali menghampiri Raka, dan pesanan Raka juga sudah selesai dan langsung di bayar oleh Raka.
Mereka mengucapkan terima kasih dan keluar dari toko tersebut.
Nadine dan Raka melanjutkan perjalanan nya.
“Kalau kamu atau Ibu pengen, berarti harus tetap bayar?” tanya Raka.
“Kalau pesannya banyak ya harus bayar, kalau nggak bayar nanti laporan keuangan nya nggak bakalan sesuai.” jawab Nadine.
“Kenapa kamu nggak ambil jurusan Bisnis aja? kenapa malah tata boga?”
“Ya karena dari kecil aku suka masak, tapi sebenarnya dulu itu cita-cita nya pengen jadi dokter, terus ganti jadi guru, eh pas mau lulus SMA malah kepikiran ngambil jurusan tata boga, karena waktu itu nggak tahu kenapa pas buka sosmed malah nyari jurusan yang berkaitan sama masak, Nemu tuh jawabannya. Jadi Ambil itu.”
“Nanti pas lulus kuliah mau lanjut kuliah lagi? Atau mau buka usaha kuliner? atau tetap mau di Roti dan buka cabang?” tanya Raka.
“Kayaknya mau buka usaha kecil-kecilan dulu di dunia kuliner, sebenarnya kata dosen nya pernah bilang, nanti kan kita Magang ya, nah kadang suka ada restaurant yang mau ngajak kita kerja disana, tapi kayaknya aku nggak tertarik kalau harus Kerja di tempat orang.” jawab Nadine.
“Kalau punya modal sama kemampuan, lebih baik buka usaha sendiri.” ucap Raka
Selang beberapa menit, Mobil yang di kendarai nya sudah sampai di depan Rumah. Nadine keluar duluan, sementara Raka memasukan Mobil nya ke Garasi.
Nadine tidak langsung masuk ke rumah, ia lebih dulu menunggu Raka.
“Bisa?” Tanya Nadine saat melihat Raka membawa semua paper bag yang berisi Donat dan Croissant.
“Bisa, Yuk masuk.” balas Raka.
Saat mereka masuk, ternyata sudah di tunggu oleh kedua orang tuanya di ruang tamu.
“Akhirnya datang juga.” ucap Pak Irawan.
Raka memberikan Pesanan Ayah nya. “Banyak banget belinya, memangnya sanggup Ngehabisin semuanya?” Tanya Raka.
“Bukan buat Ayah semuanya, buat di bagi-bagi sama sebagian buat jamu teman Aya yang sebentar lagi mau datang.” Jawab Pak Irawan.
Kemudian Pak Irawan melihat ke arah Raka yang sedang membuka paper bag milik Raka.
“Beli Apa itu?” Tanya Pak Irawan.
“Croissant.”
“Mau Ayah, udah lama nggak makan itu.”
“Bentar.”
Raka membaginya, yang makan Croissant hanya Raka, Pak Irawan dan Bu Rini. Sementara Nadine milih Donat.