NovelToon NovelToon
Ayunda Dan Dosen Dingin

Ayunda Dan Dosen Dingin

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Identitas Tersembunyi / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Cinta Seiring Waktu / Cintapertama
Popularitas:315.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Gadis Scorpio

Saat semua mahasiswi mencari muka di hadapan Revan, si dosen tampan tapi dingin. Ayunda justru sudah kehilangan mukanya. Setiap kali bertemu Revan, Ayunda selalu dalam masalah yang membuatnya malu di hadapan dosennya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadis Scorpio, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 5

Ayunda melangkah lemah masuk kedalam rumah kontrakannya. Matanya yang sembab menunjukkan jika dia habis menangis. Ayunda merasa hari ini adalah hari yang paling berat dalam hidupnya. Namun Ayunda tidak punya waktu untuk meratapi hidup yang berat ini. Tak punya waktu untuk bersedih, apa lagi mengeluh.

Ayunda hanya butuh mengistirahatkan tubuhnya sebentar. Berbaring dengan nyaman di tempat tidur setelah membersihkan diri. Ayunda tiba-tiba teringat dengan Wiwit. Teman kuliahnya yang baik dan ramah.

Dulu Wiwit pernah bercerita jika dia kuliah sambil bekerja. Hidupnya juga tak jauh beda dengan Ayunda, yang ekonominya terbatas. Tapi hidupnya lebih beruntung, Wiwit bisa mendapatkan uang lebih dari pekerjaannya itu.

Ayunda pun langsung menghubungi temannya itu. Tidak menunggu lama, panggilan Ayunda di angkat dan Ayunda pun mengatakan maksudnya. Yaitu ingin mencari pekerjaan.

Setengah jam kemudian, Ayunda sudah tiba di rumah kos Wiwit. Sebelum mengajak Ayunda bekerja, Wiwit lebih dulu menceritakan tentang bagai mana pekerjaannya.

"Kau yakin ingin bekerja seperti ku ?" tanya Wiwit memastikan.

Melihat dari sifat Ayunda yang dia kenal, Wiwit tidak yakin jika Ayunda akan cocok dengan pekerjaan itu.

"Iya Wi, aku mau." jawab Ayunda yakin meski dalam hatinya ragu.

"Baiklah. Sekarang kita boleh bersiap. Setengah jam lagi kita akan pergi." kata Wiwit kemudian.

Sebenarnya Wiwit tidak mau mengajak Ayunda bekerja dengannya, namun setelah Ayunda menceritakan tentang keadaannya membuat Wiwit simpati dan merasa kasihan pada temannya itu.

Pukul tujuh malam, mereka sudah tiba di sebuah club di kota ini. Wiwit membawa Ayunda untuk bertemu manajer club lebih dulu. Setelah di interview, Ayunda akan di training selama tiga hari. Jika lulus maka Ayunda akan di terima kerja.

Hari belum terlalu malam, pengunjung club belum terlalu ramai. Wiwit mengajar Ayunda bagai mana caranya melayani pelanggan. Sama seperti menjadi pelayan di cafe, Di sini Ayunda juga menerima pesanan dan mengantarkan pesanan pelanggan. Hanya suasananya saja yang berbeda. Disini terasa lebih berisik dan menyeramkan bagi Ayunda.

Semakin larut, semakin banyak orang yang datang ke club. Hingar bingar bunyi musik membuat Ayunda tidak nyaman. Namun dia harus bertahan. Mungkin dia hanya belum terbiasa dengan suasana seperti ini. Sekarang Ayunda tidak di damping oleh Wiwit lagi. Karena temannya itu juga sedang sibuk dengan pekerjaan yang sama.

"Pelayan baru ya ?" tanya seorang pria saat Ayunda mengantarkan minuman pada salah satu meja.

Dengan sopan Ayunda menjawab dengan sebuah anggukan. Pria itu tersenyum sambil tangannya menyentuh lengan Ayunda dan itu membuat Ayunda refleks terkejut. Dia tidak pernah di sentuh seperti itu. Apa lagi oleh oleh yang tidak dia kenal.

Ayunda kemudian menepis tangan pria itu dan melanjutkan lagi meletakkan gelas minuman di atas meja.

"Jangan jual mahal sayang." kata pria itu sambil mengangkat tangannya untuk kembali menyentuh Ayunda.

Kali ini pria itu menyentuh bo***ng Ayunda dan Ayunda langsung menepisnya dengan kasar.

Darah Ayunda mendidih dan dadanya menjadi sesak karena menahan marah.

"Ah sepertinya kau menyukai cara yang kasar." kata pria itu sambil tertawa.

Pria itu kembali menyentuh bo***ng Ayunda dan kali ini sedikit mere**snya membuat Ayunda langsung melayangkan nampan di wajah pria itu.

Ayunda tidak berteriak atau marah-marah, namun air mata yang keluar cukup menjelaskan betapa besar kemarahan yang dia tahan.

Pria yang merasa harga dirinya direndahkan karena di tampar oleh Ayunda menjadi marah. Dia ingin membalas dengan menampar Ayunda, namun belum sempat mendarat di pipi Ayunda tangan pria itu di tahan oleh seseorang.

"Jangan jadi pria breng**k dengan melecehkan dan menyakiti seseorang wanita !" kata seorang yang menahan lengan pria itu.

1
ummu sulaim
lanjut thor💪
Maseni Maseni
wah perempuan ga tau malu itu dwi
dosen kok modelan gitu yah
kayaknya bakal diberhentikan dgn tdk hormat tuh dosen
ayunda harus jadi perempuan yg smart dan kuat mental
lanjut kak
Maseni Maseni
ayo ayunda selamatkan suamimu dari ulet bulu
lanjut kak
Maseni Maseni
akhirnya gooool
lanjut kak
Rian Moontero
mampiirr😍👍👍
Maseni Maseni
wkwkwk akhirnya konangan den,
semoga riska tdk salah paham
lanjut kak,
Maseni Maseni
saling cinta tapi tdk mau saling mengakui
Nayaka Utari Famuji
bagus
Maseni Maseni
menunggu upnya lama banget kak
Maseni Maseni
semoga setelah kejadian ini, ayunda dan revan makin mesra dan punya anak
lanjut kak😍
Maseni Maseni
ceritanya tetap bagus walau sudah lama banget baru update, makasih thor😍
Eroh Geulis
terimakasih author sudah update,semangat terus author updatenya.💪 klo bisa jangan lama lama updatenya🙏🙏
Manda Eme
yg dtunggu2 skian purnama, sampe lupa alurnya.. 😍
octa viani: aduh mana iya lagi
total 1 replies
Sekar Anggraini Indrawati
wah tidurx masih dilanjutin nih
Lastri Asiqoo
lanjut tor
Lastri Asiqoo
lanjut lagi dong
Lastri Asiqoo
lanjut dong
Lastri Asiqoo
lanjut lagi dong
Lastri Asiqoo
lanjut bagus
mfi Pebrian: Hay kak,mampir yuk di novel aku judul nya "dialah sang pewaris"di tunggu yah kak
total 1 replies
Eroh Geulis
lanjut Thor klo bisa up nya jangan lama lama👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!