NovelToon NovelToon
The Halycone Code

The Halycone Code

Status: tamat
Genre:Misteri / Identitas Tersembunyi / Balas Dendam / Mata-mata/Agen / Action / Tamat
Popularitas:16.9k
Nilai: 5
Nama Author: Hernn Khrnsa

Elias Alexander Rainer, menyaksikan sendiri bagaimana ibunya dibunuh di apartemen kecil mereka di Brooklyn. Tetapi, karena usianya yang masih kecil, kesaksiannya dianggap tidak benar. Kasus pembunuhan itu akhirnya ditutup sebagai perampokan biasa dan pembunuh ibunya tak pernah ditemukan.

20 tahun kemudian, Elias tumbuh menjadi pria jenius yang sangat berbakat di dunia digital. Ia bertekad untuk menemukan pelaku pembunuhan ibunya dengan menyamar menjadi seorang Programmer IT.

Namun, semakin ia mendekati sang pelaku utama, Elias justru terlibat makin dalam. Yang membuatnya terancam bahaya. Orang-orang dari Zenthera mulai mengejar dan menargetkannya.

Belum lagi, kedatangan seorang agen divisi kejahatan siber ikut memburunya dan mencurigai Elias sebagai pelaku dari skandal jatuhnya beberapa pejabat penting dan tokoh publik terkenal.

Akankah Elias berhasil menemukan pembunuh ibunya? Mampukah Elias membongkar kejahatan-kejahatan yang dilakukan Zenthera Corp?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hernn Khrnsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

THC 05

"Apa? Kau curiga seseorang mungkin sengaja menjatuhkan nama baik editor tak berguna itu? Tapi, untuk apa?" tanya Nicholas, terkejut saat Raymond memberitahu isi pikirannya atas skandal pemerkos*an Dennis. 

Alih-alih menjawab, Raymond justru duduk di sofa sambil membawa gelas minuman di tangannya. Ia menggoyangkan gelas itu hingga cairan di dalamnya beriak mengikuti gerakan tangannya. 

Nicholas menunggu dengan tak sabar. Ia merasa pria di hadapannya itu benar-benar menyebalkan. 

"Hari ini aku bertemu dengan seorang anak muda bernama Elias," kata Raymond pada akhirnya. 

Nicholas yang semula menatap ke luar jendela itu seketika menoleh pada Raymond. "Apa katamu? Apakah dia putranya Rainer?" 

Raymond menggeleng pelan, kemudian menatap Nicholas dengan serius. "Aku tidak tahu, tetapi jika anak itu benar-benar putranya jurnalis konyol itu, kita harus …." Raymond sengaja menggantung ucapannya, menenggak minumannya hingga habis. 

"Membun*hnya," tambah Nicholas, melengkapi kalimat Raymond. 

Pria itu kembali menggeleng pelan sambil meletakkan gelas minumannya di meja kerja Nick. "Tidak. Tidak akan semudah itu untuk membunuhnya. Sekarang ini, dia mungkin sudah tahu mengenai kita semua," ucapnya serius. 

"Lalu? Apa yang harus kita lakukan? Jika Elias itu benar-benar putranya Rainer, maka habislah kita, Ray! Dia pasti akan membalas dendam." Nicholas merasa ngeri sendiri. 

"Tapi, bisa jadi bukan. Bagaimanapun, putra Rainer itu tiba-tiba menghilang setelah persidangannya ditutup." Raymond berjalan mendekati foto Nicholas muda yang terpasang di salah satu dinding ruang kerjanya. 

Ia menatap lama foto itu, Nicholas saat masih muda terlihat sangat gagah dan berkuasa. 

"Bisakah kau katakan apa rencanamu yang sebenarnya, Ray? Aku tidak ingin berakhir sama seperti si Caldwell itu," kata Nicholas mulai kesal, menurutnya Raymond terlalu bertele-tele hari ini. 

"Hubungi Mulholland, aku tak bisa membicarakan hal ini di sini," sahutnya santai sambil menelusupkan tangannya ke dalam saku celana. "Terlalu beresiko," tambahnya.

Nicholas pun mengerti. Pembicaraan mereka terhenti ketika putri Nicholas satu-satunya datang mengetuk pintu ruang kerjanya. 

Antoinette Carter datang mencari ayahnya untuk menanyakan mengenai suatu hal. Begitu perempuan itu masuk, Raymond langsung berpamitan pada Nicholas. 

"Hei, Nak. Selamat tinggal," kata Raymond, menyapa Antoinette sebelum akhirnya mencapai pintu dan bayangannya ikut menghilang di balik pintu. 

Antoinette menatap ayahnya dengan heran. "Kenapa Paman Raymond langsung pergi? Apakah aku mengganggu pembicaraan kalian?" 

Nicholas menggeleng, "Tidak, memang sudah waktunya ia pergi. Ada apa, Nak?" tanyanya sambil duduk di kursinya. 

Antoinette terdengar menghela nafas berat, jelas sekali bahwa ia baru saja melalui pagi yang berat. "Aku hanya ingin bertanya, Yah. Aku baru saja mendapatkan kasus. Dennis Caldwell itu temanmu, kan?" 

Anne menunjukkan ponselnya, memperlihatkan berita yang sedang hangat dibicarakan sekaligus foto Dennis Caldwell. 

"Iya, benar. Dia teman, hanya teman biasa, bukan teman dekat. Ada apa memangnya?" tanya Nicholas, heran. 

Anne kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku, kemudian duduk di hadapan Nicholas. "Jika Ayah bisa menceritakan bagaimana Dennis Caldwell itu menurut pandangan pribadi Ayah sebagai teman yang pernah bergaul dengannya, pasti akan sangat membantu pekerjaanku.” 

Nicholas tampak berpikir, antara haruskah ia memberitahu kebenarannya pada putrinya itu atau tetap menutupi boroknya Dennis? 

Anne mungkin saja bisa membantu mereka, pikir Nicholas pendek. Tetapi kemudian, ia menggeleng pelan. 

“Ayah juga tidak tahu banyak, tetapi Ayah bisa pastikan satu hal. Dennis Caldwell itu pria yang baik. Rumor yang beredar itu pastilah tidak benar,” jelas Nicholas, berbohong. 

Lantas, Anne pun percaya saja pada apa yang dikatakan Nicholas padanya. Anne sangat menghormati ayahnya, bahkan mengagumi ayahnya lebih dari tokoh superhero. 

“Baiklah. Terima kasih, Ayah. Kini aku semakin yakin. Pasti ada seseorang yang berniat menjatuhkan nama baik Caldwell dan aku harus menemukan orang itu,” kata Anne yakin. 

Ia menyempatkan diri untuk mencium pipi Nicholas sebelum berpamitan pergi. Nick tersenyum dan melambaikan tangannya. 

***

Malam harinya, Elias baru saja selesai mandi dan bersiap untuk tidur saat terdengar bunyi notifikasi khusus di ponselnya. Ia cepat-cepat membaca notifikasi yang tertera di layar ponselnya. 

Setelah membaca notifikasi itu, Elias cepat-cepat menyalakan komputernya dan masuk ke sebuah laman khusus. 

“Aku tidak tahu siapa kau sebenarnya. Tapi bagiku, kau adalah pahlawan yang menyelamatkan, kau membantuku memberi keadilan yang tak bisa aku dapatkan. Terima kasih banyak. Semoga kau selalu sehat dan semoga Tuhan memberkatimu.” 

Elias membaca pesan itu dengan senyum lega dan perasaan yang sulit digambarkan. Elias merasa bersyukur sekaligus senang bisa menolong perempuan tak berdaya yang menjadi korban Dennis Caldwell itu. 

Tak lama, Elias pun mengetik pesan balasannya. Jarinya bergerak lincah di atas keyboard komputer. 

“Kau benar-benar pemberani. Mulai dari sekarang, kau bisa hidup dengan mengangkat kepalamu tinggi-tinggi. Hiduplah sebagaimana kau ingin hidup. Pria yang sudah menghancurkan hidupmu juga sudah menerima balasannya. Kau sudah bisa hidup dengan bebas dan tenang.” 

Setelah mengirimkan pesan itu, Elias beranjak dari duduknya dan merebahkan diri di tempat tidur. Matanya menatap langit-langit kamar apartemennya yang dominan putih. 

Di malam-malam yang sunyi seperti ini, Elias selalu teringat dengan ibunya. Ibu yang sudah membesarkannya sampai bertaruh nyawa untuk menyelamatkan hidupnya. 

“Aku merindukanmu, Bu.” Mata Elias mulai memanas, dadanya terasa sesak tiap kali mengingat kejadian malam itu. Malam berdarah di mana ibunya meninggal. 

Elias memejamkan matanya, berharap bayangan ibunya akan hadir. Namun, bukannya merasa lega, Elias justru merasakan kerinduan yang menyiksa batinnya.

“Aku tidak akan pernah memaafkan orang-orang kejam itu!” geram Elias dengan tangan terkepal di udara dan mata memerah menahan tangis.

Tangannya mengepal kuat, membayangkan orang-orang itu ada dalam genggamannya dan hancur oleh tangannya sendiri. 

Tiba-tiba, Elias teringat pertemuannya dengan pria bernama Raymond Knox. “Pria itu! Namanya benar-benar tidak asing. Aku harus mencari tahu tentangnya.” 

Elias kemudian bangkit dari posisi berbaringnya dan kembali menyentuh komputernya yang masih menyala. Ia tak lupa untuk mengambil hard disk peninggalan ibunya. 

“Ibu pasti memiliki data mengenai pria itu,” gumamnya, lalu mulai sibuk berselancar di antara file-file milik Anita Rainer. 

1
Gintania nia
keren dong
Akhmad Soimun
cerita yg bagus bgttt, dapet smuanya di cerita ini. Pokoknya the best , critanya masuk akal bgt, gak neko² gak berlebihan,gak terlalu halu. masuk akal utk di cerna👍👍🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
aku ingin
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
pengorbanan seorang ibu yang sangat berat 😭😭😭
yosh—
mantaps, ditutup dgn adegan rumtang dikit, nggak ngaruh. tp si penjahat dapet hadiahnya masing" 😄.
yosh—
luar binasa!😄
entahlah, apa lagi yang harus kubilang, terkadang aku merasa, ko sengaja menulis genre ini, biar aku bisa belajar banyak hal (kepenulisan). Terimakasih, karya yang luar biasa, Thor! 🙆🏻‍♂️
yosh—
apa ini, knox ditahan tanpa penyesalan (tanpa tahu putranya masih hidup). tapi oke sih, plot twist yang sedikit lumayan menguras isi ginjal.
HK: Nanti ada extra part, kalo inget 🥴
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Akhirnya Elias bertemu ibunya 🥺
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
sebelum
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Rumah kelahiranmu 🤭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
itu akan membuatmu menjadi lebih kuat 🥺
HK: Betul, betul, betul
total 1 replies
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
memegangi rambutnya kuat
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
Walaupun pahit itu kebenarannya 😔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
lama
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
😭😭😭
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
ternyata Aliyah dan Anne 🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
dimaafkan😜
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
hanya
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
orang tua aslinya
@◌ᷟ⑅⃝ͩ●Marlina●⑅⃝ᷟ◌ͩ☘𝓡𝓳
waduh,apa itu Anne 🤔
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨: 😜😜😜😜 dah keduluan mau jawab itu
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!