NovelToon NovelToon
Figuran Yang Polos

Figuran Yang Polos

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi / Mafia
Popularitas:28.2k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Raisa adalah definisi "gadis di dalam botol". Hidupnya hanya seputar dinding rumah, perpustakaan pribadi, dan petuah-petuah manis ibundanya. Dunia luar yang kejam? Raisa tidak kenal. Dunia Dark Romance yang penuh darah dan obsesi? Raisa bahkan tidak bisa mengeja kata "toksik".
​Semua berubah saat ia meminjam sebuah novel bersampul hitam pekat milik temannya. Baru membaca bab pertama, Raisa sudah pusing tujuh keliling. Namun, saat ia memejamkan mata untuk tidur, dunianya berputar.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

34

Axel tersenyum tipis melihat antusiasme Anna yang masih mengira mereka hanya akan bermain air di pantai. Ia merogoh saku celananya, mengambil ponsel pintarnya, lalu mencari sebuah kontak.

​"Tunggu di sini sebentar," ucap Axel lembut, menepuk pelan pinggang Anna sebelum menurunkan gadis itu dari pangkuannya agar duduk di sampingnya pada batang kayu.

​Axel menekan tombol panggil pada nomor Tuan Noah, ayah Anna. Hanya butuh tiga kali nada sambung sebelum panggilan itu diangkat dari seberang sana dengan nada suara yang terdengar sangat segan, bahkan cenderung sedikit gugup.

​"Halo, Selamat siang, Tuan Axel Elion. Ada yang bisa saya bantu?" suara Tuan Noah terdengar sangat formal dan penuh rasa hormat melalui pengeras suara ponsel Axel.

​Axel berdeham rendah, mengubah intonasi suaranya menjadi sangat berwibawa dan dingin, khas seorang pemimpin, namun tetap menyiratkan ketegasan yang mutlak. "Selamat siang, Tuan Noah. Saya menelpon hanya untuk mengabarkan bahwa putri Anda, Anna, saat ini sedang bersama saya di vila pribadi saya di pantai."

​Di seberang sana, Tuan Noah sempat terdiam sesaat, terkejut mendengar putrinya berada bersama orang paling berpengaruh di kota ini.

​"Ah, Anna bersama Anda, Tuan?" tanya Tuan Noah memastikan.

​"Ya. Mengingat besok adalah hari libur, aku berniat menahannya untuk bermalam di sini malam ini. Aku akan memastikan keamanannya secara langsung, jadi Anda tidak perlu khawatir," ujar Axel tanpa basa-basi, langsung pada poin utamanya tanpa memberikan ruang untuk penolakan.

​Tuan Noah yang mendengar hal itu tentu saja tidak bodoh. Mendapat lampu hijau dari seorang Axel Elion adalah sebuah kehormatan besar yang tidak mungkin ia sia-siakan. "Tentu saja, Tuan Axel! Tentu saja boleh. Saya sama sekali tidak keberatan. Malahan, saya sangat berterima kasih karena Anda mau menjaga Anna dan mengajaknya berlibur. Tolong sampaikan pada Anna untuk tidak merepotkan Anda di sana."

​"Dia tidak merepotkan sama sekali. Kalau begitu, selamat siang," ucap Axel datar, lalu langsung mematikan sambungan telepon tersebut sepihak.

​Sementara itu, di kediaman keluarga Anna, Tuan Noah perlahan menurunkan ponselnya dari telinga. Detik berikutnya, senyum lebar yang sangat cerah langsung merekah di wajah paruh bayanya. Ia mengepalkan tangannya ke udara dengan perasaan luar biasa senang.

​"Luar biasa..." gumam Tuan Noah dengan mata berbinar-binar.

​Ia berjalan mondar-mandir di ruang kerjanya sambil terkekeh pelan. "Jadi rumor itu benar? Anna benar-benar berhasil menarik perhatian Axel Elion? Sampai-sampai pria sedingin dan sekejam dia repot-repot menelponku sendiri hanya untuk meminta izin membawa Anna menginap?"

​Tuan Noah merasa seperti baru saja memenangkan lotre besar. Di dalam dunia novel yang penuh persaingan bisnis ini, memiliki hubungan keluarga atau keterikatan dengan keluarga Elion adalah tiket emas menuju puncak kejayaan.

​"Bagus, Anna. Papa tidak menyangka kamu sehebat itu bisa menaklukkan singa seperti Axel," ucap Tuan Noah penuh kemenangan, membayangkan masa depan bisnis dan posisi keluarganya yang akan semakin melambung tinggi berkat hubungan Anna dan pria paling berkuasa tersebut.

Di tengah binar bahagia Anna yang masih membayangkan serunya bermain ombak, tiba-tiba handphone di dalam saku jaket putihnya bergetar dan berbunyi nyaring. Ada beberapa notifikasi pesan yang masuk berturut-turut.

​Anna segera merogoh kantongnya dan membuka layar ponsel. Ternyata itu adalah notifikasi dari grup chat bersama Emma dan Jolina.

​Jolina: Na! Em! Gabut banget nih hari libur. Jalan yuk? Main ke mall atau nongkrong di cafe biasa gilaaa, bosen banget gue di rumah!

​Emma: Gue ayo aja sih. Anna gimana? Bisa ikut gak lo, Na?

​Melihat pesan itu, Anna refleks mendongak menatap Axel yang masih setia berdiri di dekatnya. "Paman, ini Jolina sama Emma ngajakin main sekarang. Aku boleh—"

​"Tidak boleh," potong Axel cepat, bahkan sebelum Anna menyelesaikan kalimatnya.

​Suara berat Axel terdengar begitu mutlak, tanpa ada celah untuk dibantah. Pria itu merebut ponsel dari tangan Anna dengan gerakan tenang, lalu memasukkannya ke dalam saku turtleneck hitamnya sendiri. Tatapan matanya yang pekat mengunci manik mata Anna.

​"Hari ini fokusmu hanya padaku, Anna. Aku sudah meminta izin pada papamu, dan kau sudah sepakat untuk bermalam di sini. Jadi, lupakan tentang pergi bersama mereka untuk hari ini," lanjut Axel sembari mengelus pipi Anna yang kemerahan dengan ibu jarinya.

​Mendengar nada bicara Axel yang begitu posesif namun anehnya terasa begitu protektif, Anna hanya bisa menelan ludah. Mengingat status Axel sebagai kekasih barunya—dan tentu saja, orang paling berkuasa di dunia novel ini—Anna akhirnya memilih untuk patuh. Ia mengangguk pasrah, tidak berani lagi memprotes keputusan pria dominan di depannya.

​"Iya, Paman... aku gak pergi," cicit Anna pelan, membuat gurat kepuasan tercetak jelas di wajah tampan Axel.

​Melihat kepatuhan gadis kecilnya yang begitu manis, Axel tidak bisa lagi menahan diri. Tanpa aba-aba, ia kembali merengkuh tubuh mungil Anna, menyergap pinggang dan melipat lutut gadis itu hingga terangkat sepenuhnya. Axel menggendong Anna ala bridal style dengan sangat mudah.

​"Eh! Paman, kaget!" seru Anna spontan, kedua tangannya langsung melingkar erat di leher tegap Axel agar tidak terjatuh.

​Axel tidak menyahut, ia hanya menatap Anna dengan senyuman tipis yang sarat akan arti, lalu membalikkan tubuh. Dengan langkah yang lebar dan tegas, Axel membawa Anna yang berada di dalam dekapannya berjalan meninggalkan pantai, melangkah masuk ke dalam vila megah.

1
Marsya
so sweet😉😉😉😉,so bangkrut wijaya🤣🤣🤣🤣
Imas Karmasih
apasih ko paman mantan tunangan terus itu mama nya kemana pagi " ko sarapan cuma bertiga
Imas Karmasih
padahal pernah nginep, sempet juga kedapur masaka gatau letak toilet😄
falea sezi
lanjut
falea sezi
wihh keil🤣 kapok anna di embat cogan baru🤣🤣
falea sezi
pinter suka cwek g menye menye mending pindah dpet temen baru cogan baru🤣🤭
Nazia wafa abqura
aq tunggu kak up ny
Nazia wafa abqura
kak aq tunggu up ny
cerita ny bagus banget 😍
Marsya
udh pindah skolah juga msih difitnah,dsar zela brmuka dua,kyak ular dipotong ekornya baru gx agresif,nah klau org dihancurkn ksombongannya baru sdar diri😔😔😔😔😔
Rianie Sofyan
❤❤❤❤❤makasih kak...
Marsya
yg satu pikiran anak2 trlalu polos,yg satu pikiran dewasa,terlalu sungguh😄😄😄😄😄
@cristi
semangat up nya kakk, novelnya bagus😍
UMMI HABIBAH
lanjut thorrr
wahyu andria
suka karyanya. . .up yang bnyak thor
Teguh Aliyanto
up yg bnayak thorr jagan 1 satu aja
Teguh Aliyanto
semagat💪💪
Teguh Aliyanto
ug yg banyak thor😍😍
Teguh Aliyanto
lanjuth thorr😍
Teguh Aliyanto
lanjuttt🤭🤭
Teguh Aliyanto
lanjur thor😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!