NovelToon NovelToon
Transmigrasi : Menjadi Ibu Di Dunia Seribu Pintu

Transmigrasi : Menjadi Ibu Di Dunia Seribu Pintu

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Time Travel / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Identitas Tersembunyi / Keluarga / Romansa / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:301.9k
Nilai: 5
Nama Author: Serigala Kecil

-

Masuk ke dimensi lain, dan menjadi buronan di hari pertama yang menyebabkannya mati. Begitu mati, jiwanya memasuki tubuh lain lagi dan menjadi ibu tiri dari tiga orang anak.

Frustasi dan tertekan yang dirasakan Karina.

Tapi, demi bertahan hidup dan kembali ke dunia aslinya, Karina mau tidak mau harus menjalani kehidupannya di desa kecil seraya menyelesaikan serangkaian misi yang diberikan padanya.

Kuat tidak kuat Karina menjalaninya, ikuti terus kelanjutan ceritanya untuk mengetahui akhir dari perjalanan Karina!

-

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Serigala Kecil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mengurus Suami

*

*

Tertegun.

Keduanya saling menatap sebelum akhirnya Ganika ditarik oleh Serena. Serena menghadap Karina dengan senyum penuh semangat, ia hendak naik ke atas kursi kayu, Ganika hendak melarangnya, tapi Karina bergerak lebih cepat, membantu Serena naik ke kursi, membuat Serena duduk dengan baik.

Karina mengambil mangkuk untuknya, kemudian mengisinya dengan sup jamur dengan telur. Setelah melihat Karina mengedikkan dagunya, Serena pun mengambil sendok dan mulai memakannya.

"Panas, makan perlahan." Ingat Karina, membuat Serena yang hendak memasukkan sesuap sup ke dalam mulut, menghentikan niatnya dan meniupinya lebih dulu.

Ganika membuka mulutnya, tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Hati dan pikirannya terus bertanya, bukankah ada yang salah dengan ibu tirinya? Mengapa sifat dan perilakunya sangat aneh? Kenapa tidak seperti biasanya? Lalu, apa barusan? Ia bersikap lembut pada Serena, mengingatkan adik bungsunya untuk tidak melukai lidahnya? Banyak pertanyaan, tapi ia enggan mengutarakannya, jadi hanya bisa membuka mulut tak percaya dan banyak tertegun.

"Untuk apa berdiri melamun disana?! Cepat duduk dan mulai makan." Ucap Karina dengan nada di siniskan, mengikuti nada suara pemilik sebelumnya, seraya menyimpan mangkuk berisi sup di depan Ganika yang masih berdiri.

Ganika terbatuk kecil, melihat Serena yang terlihat lahap, ia kembali meneguk ludah. Setelahnya, iapun mengabaikan rasa gengsinya dan duduk, mulai makan dengan mata yang sering mengintip Karina yang sama-sama sedang makan.

*

"Adik Serena, tidakkah menurutmu ibu tiri sangat aneh?" Tanya Ganika, menatap Serena yang terduduk dengan senyum kecil di wajahnya. Keduanya sedang memperhatikan Karina, membereskan kamar Ayah keduanya.

"Um! Ibu tiri menjadi baik." Balas Serena berbisik. Aura jahat dan galak yang biasa ia rasakan sudah tidak ada, meski nada bicaranya masih terkesan sinis, tapi Serena anak kecil yang merasakan perubahan dan perbedaannya dengan jelas.

"Apa maksudmu?" Gumam Ganika bingung. Tapi ia tidak bertanya lebih lanjut, dan mencernanya baik-baik sendirian, mencari jawaban sendirian.

Di sisi lain, Karina terbatuk berkali-kali ketika membersihkan kamar suami barunya. Berdebu, kotor sampai berjamur dan sangat berantakan. Selain itu, suami yang tergeletak di atas dipan juga kotor sekali. Membuat Karina, meski enggan, tapi tetap membersihkan tubuhnya.

Ia takut dengan apa yang akan dilihatnya, tetapi ia tetap melanjutkan. Orang sakit jika tidak bersih, bukankah akan semakin sakit?

"Huek!" Karina mual seketika, ketika melihat luka besar yang ada di kaki sebelah kanan suami barunya. Yang membuat mual adalah, ketika luka yang dibungkus kain dibukanya, terdapat belatung, yang artinya lukanya tidak dibersihkan dengan baik, kan? Juga, sudah berapa lama luka ini?

"Apa yang dilakukan pemilik asli? Membiarkan luka sampai seperti ini, ugh!" Gumam Karina, segera ia keluar dan menatap Ganika datar. "Bawakan aku sebaskom air panas, aku akan membersihkan luka Ayahmu, cepat." Ucap Karina, membuat Ganika yang masih duduk dan mengintipnya, secara refleks menuruti Karina.

Karina kembali ke dalam, ia mencari apapun yang bisa dipakai untuk membungkus luka nantinya, tapi nihil. Kemudian mengandalkan ingatan pemilik asli, ia dengan cepat berlari ke kamarnya, dan membuka lemari.

Masih ada kain bersih juga beberapa herbal yang bisa dipakai. Jadi Karina membawanya, untuk dipakaikan pada suami barunya. Begitu sampai, Ganika juga sudah membawa air panas.

"Jangan keluar, bantu aku menyeka milik Ayahmu." Ucap Karina dengan nada pelan, malu. Menyebut begitu saja, wajahnya memerah.

Ganika menatap Karina sebentar, sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya. Lalu ia diam, menatap Karina yang mulai membersihkan luka di kaki Ayahnya.

"Selesai, giliranmu. Tapi ingat, jangan sampai mengenai luka yang baru saja dibalut." Peringat Karina, membuat Ganika menganggukkan kepalanya lagi.

Sebetulnya, bukan hanya Ganika, tapi setelah diingat-ingat, ketiga anak tirinya mempunyai sikap yang sangat masuk akal. Ketiganya bijaksana di usia yang masih kecil. Karina merasa bersyukur tapi sedih secara bersamaan.

Di usianya yang masih muda, ketiganya harus bertahan dari kejahatan pemilik asli, selain itu harus pergi mencari makanan sendiri, mengurus dirinya sendiri, juga menjaga Ayahnya yang sakit. Begitu berbeda dengan anak-anak seusianya yang lain yang tahu main saja.

"Serena, kemana kakak pertamamu pergi?" Tanya Karina begitu ia keluar dan duduk di samping Serena. Tangannya tanpa sadar terangkat, membuat Serena meringkuk, takut dengan tangan Karina karna mengira dirinya akan dipukul.

Karina melihat refleks kecilnya, dan hatinya merasa sakit, tapi ia tidak menghentikan tangannya, sampai tangannya mendarat di kepala Serena. Mengusapnya dengan lembut, membuat Serena tertegun, dan seketika rileks dengan sendirinya.

"Kakak Deraga pergi ke kota, mengikuti paman Baskar bekerja." Balas Serena dengan nada suara pelan.

"Untuk apa?" Tanya Karina merasa heran. Ia menjadi lebih rileks ketika dengan Serena, mungkin karena umurnya yang masih belum tahu apa-apa dan juga ia seorang perempuan.

"Kakak bekerja, untuk uang, dan makan. Siang nanti kembali." Balas Serena patah-patah.

Karina menganggukkan kepalanya mengerti. Pemilik asli tidak tahu dengan kegiatan putra tiri sulungnya, ia hanya tahu jika Deraga pergi untuk mencarikannya makanan. Tanpa tahu jika Deraga sebenarnya bekerja keras mengikuti orang di kota.

"Sudah selesai?" Tanya Karina begitu melihat Ganika keluar kamar Ayahnya.

Ganika mengangguk kecil.

"Oh, terimakasih. Aku akan mengurus sisanya." Balas Karina kembali ke stelan awalnya, mencoba setidak peduli mungkin. Tanpa sadar jika ia mengucapkan terimakasih, basic dari dunia aslinya.

Ganika terkejut mendengar kata terimakasih dari ibu tirinya. Ia menatap punggung Karina yang semakin menjauh dan menghilang di balik pintu kamar Ayahnya. Rautnya dengan jelas bertanya-tanya tentang keanehan tersebut.

"Kakak Ganika?" Panggil Serena.

"Uh, ya? Ada apa? Apa ibu tiri memukulmu?" Tanya Ganika langsung berbalik, dan menatap Serena dengan cemas.

Serena menggelengkan kepalanya. Kemudian ia tersenyum kecil. "Ibu mengusap kepala Serena." Bisik Serena Dengan nada senang.

"Ah?" Beo Ganika semakin tidak percaya.

Di sisi lain, Karina memakaikan baju bersih pada suami barunya. Tentu dengan bagian sensitif yang telah ditutupi oleh Ganika. Jadi, ia sedikit rileks meski masih gugup karena melihat tubuh polos laki-laki di depannya.

Kemudian ia memberinya makan. Karena ia tidak sadar, jadi Karina hanya memberinya air sup saja. Jamurnya ia sisihkan karena takut tidak bisa dicerna dan menyebabkan masalah.

Setelah meminumkan air sup yang lumayan kental dengan telur, ia melihat jika suaminya masih bis menelan, membuatnya bernafas lega, itu artinya masih ada kemungkinan ia sadar.

Setelah selesai, Karina terbatuk, dan menyeka keringat di dahinya. Ia membawa semua kain termasuk seprai dan baju keluar untuk dicuci nanti. Semua yang dipakai di kamar tersebut, telah diganti dengan yang baru dan bersih, yang diambil dari kamar pemilik asli.

"Aku mau mencuci baju, Ganika jaga Ayahmu, Serena ikut aku." Ucap Karina, tanpa melihat keduanya, dan memasukkan baju kotor ke dalam keranjang.

Karina membawa Serena, karena rambutnya terlalu kotor. Ia hendak memandikannya nanti di sungai, sekalian mencuci baju. Untuk Ganika, biarlah nanti ia mandi sendiri saja di rumah.

"Serena? A-aku, kami, biarkan kami berdua saja yang menjaga Ayah. Ibu tiri, kau pergilah mencuci sendiri." Ucap Ganika dengan gugup, karena ia membantah permintaan Karina.

Karina terdiam, kemudian menghela nafas. "Kalau begitu, aku mencuci disini saja." Balas Karina. "Kau bantu aku mengambil air." Titah Karina pada Ganika.

*

*

1
Mine
gak ada bonchap kah ka??, bersatu kembaliii
Bunda Katrina
suka
Gezza
BAGUSSSS
Gezza
open ending ya jadinya, tpi gapapa udah memuaskan😭🔥
rina indriyani
good
PHSNR👾
pantesan langsung kaya jual ikan doang 😅
PHSNR👾
🤣😂😂, jurus jitu pura pura gak dengar
my favorit
BAGUSSS
Windy
Luar biasa
Mearly Early Mey
👍💯
Siti S
Luar biasa
Nur Lela
luar biasa
Bintang Juing
Luar biasa
lee zha
bagusss banget thor.....tapi kenapa sad ending??? kan pengin nya happy end. tapi nda apa2 lah...sesuai dengan kehidupan ada sedih, haru, tawa dan bahagia juga air mata 👍👍👍👍
Liana Simon
Keren ceritanya walaupun sad ending
andrea Kezia
Luar biasa
Sri Wahyuni
mengapa endingnya bikin mewek Thor,,, 😭😭😭,,, 👍👍👍💪💪💪💪🌹🌹🌹
Sri Wahyuni
apa yang terjadi... 🤔🤔🤔😲😲😲
Sri Wahyuni
👍👍👍🌹🌹🌹💪💪💪
Ana_Exo
200 peraknya kemana?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!