NovelToon NovelToon
Jadi Istri Ke Dua Cinta Pertamaku

Jadi Istri Ke Dua Cinta Pertamaku

Status: tamat
Genre:Menikah Karena Anak / Pihak Ketiga / Pengganti / Diam-Diam Cinta / Persahabatan / Cintapertama / Tamat
Popularitas:445.9k
Nilai: 4.8
Nama Author: Mrlyn

Banyak yang bilang jika persahabatan antara seorang pria dan wanita tidak akan bisa terjalin dengan murni, selalu ada perasaan cinta tersembunyi yang tertutup oleh status sahabat dan itu terjadi pada ku ...
Entah sejak kapan itu bermula, nama ku Jasmine, aku memiliki sahabat sejak kecil bernama Gibran, kami tumbuh besar bersama bahkan kedua keluarga kami juga kenal dekat sampai suatu hari ada usulan untuk menjodohkan kami berdua, saat itulah aku sangat senang tapi tidak dengan dia.
Dia mencintai orang lain, sahabat ku yang lain, Ruby.
Aku mencoba ikhlas, aku merelakan cinta pertama ku menikah dengan wanita pilihannya, tapi aku tidak pernah berpikir kalau takdir mengejutkan akan membawaku pada posisi menjadi istri ke dua Gibran.
Hanya saja kisah kami bukan kisah manis yang bisa membuatku mengungkapkan bahwa aku bahagia dapat menikah dengan sahabat sekaligus cinta pertama ku.

...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mrlyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada kamu diantara aku dan dia

“Jasmine!!!” Teriakan itu terdengar lantang hingga membuatku terkejut. Aku kemudian mengangkat kepalaku dan melihat ke arah suara itu. Gibran datang dengan nafas yang terengah-engah dan raut wajah yang khawatir.

“Gue kira lo diculik Alien!” Itu adalah kalimat pertama yang ia ucapkan setelah berada di hadapanku. Sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan, Gibran duduk di kursi depan mejaku. Dia menghadap ke arahku dan menatapku walaupun ia terlihat ingin mengatakan banyak hal, tapi ia masih terus mengatur nafasnya.

“Kenapa lo pergi tanpa bilang? Lo tau gak, Nenek sama gue tuh panik nyariin lo!” Gibran langsung memarahiku setelah itu.

“Gue udah bilang kok sama Nenek kalo hari ini gue mau jalan lebih pagi.”

“Terus kenapa lo gak bilang sama gue?”

“Kenapa gue harus bilang?”

Gibran seketika tertegun mendengar jawabanku yang balik bertanya padanya dengan nada dingin.

Suasana menjadi semakin hening sekarang, bahkan suara angin yang berembus di luar jendela dapat terdengar memenuhi kekosongan kelas dimana hanya ada aku dan Gibran.

“Lo kenapa sih?” Sekali lagi Gibran bertanya, tapi kali ini tidak ada kemarahan di intonasi suaranya.

“Gak kenapa-napa kok,” jawabku yang merasa enggan menatap wajahnya.

“Jasmine …” Gibran menyentuh tanganku dan menggenggamnya erat, dia mungkin tidak sadar jika sentuhan kecilnya membuat hatiku bergetar pilu. Semakin pilu bila aku ingat perlakuannya padaku belakangan ini.

Asing, aku merasa kami perlahan-lahan menjadi orang asing, kedekatan yang terjalin sepanjang hidup kami seolah tidak pernah terjadi.

Aku malu untuk mengakuinya, harga diriku rasanya hancur jika aku harus mengatakan kalau, "Aku merasa kamu mengabaikanku semenjak ada Ruby".

Aku tidak bisa mengatakannya dan itu menyiksaku sekarang. Andai saja kamu tidak membuangku setelah mengenalnya maka jarak diantara kita tidak akan sebesar ini.

“Loh Gibran!”

Gibran segera menarik tangannya, dia melepaskan tangan ku begitu saja ketika Ruby datang. Sekali lagi aku merasakan itu, rasa sesak yang tidak bisa aku deskripsikan saat aku berada diantara mereka.

“Kok, kak Gibran bisa ada di kelas sih? Aku kira gak datang jemput karena ada kuliah pagi banget,” tanya Ruby yang langsung duduk di tempatnya, tepat di sebelahku dan langsung mengalihkan perhatian Gibran padanya.

Ada satu hal lagi yang menggangguku karena panggilan Ruby pada Gibran kini telah berubah menjadi, “Kak Gibran”. Panggilan itu terdengar manis, tapi membuat hatiku perih.

“Kenapa sih?” tanya Ruby lagi yang menyadari jika ada sesuatu yang berbeda dengan sikapku dan Gibran sekarang.

“Gak kenapa-napa kok,” jawabku tersenyum tipis pada Ruby.

“Kirain aku ganggu kalian. Beneran gak ganggu kan?” ucap Ruby memastikan dan aku menjawab dengan singkat, “Gak kok!”

“Terus kenapa kak Gibran yang ganteng ini diem aja? Kakak marah karena kemarin aku tiba-tiba batalin janji?”

Janji? Mereka memiliki janji tanpaku?

Rasanya aku tertarik kebelakang, ke sisi yang sangat gelap meninggalkan mereka berdua dalam cahaya yang sulit untuk aku masuki.

“Bukan kok, aku ngerti," jawab Gibran tersenyum lembut, nada suaranya juga terdengar lembut berbeda ketika ia sedang bicara padaku, selalu terdengar seperti sedang marah.

“Iya, padahal aku udah rapih. Eh Papa tiba-tiba pulang dari dinas jadinya aku gak bisa pergi soalnya Papa kan jarang pulang jadi kami manfaatin banget waktu selagi Papa di rumah,” jelas Ruby bercerita.

Ada sedikit rasa iri ketika Ruby menyinggung soal kedekatannya dengan ayahnya, dia memiliki hidup yang hampir sempurna, wajah cantik, kehidupan yang sejahtera bahkan terbilang kaya dengan keluarga yang hangat dan utuh, otak yang cerdas dan pria tampan yang menaruh perhatian padanya.

Aku menatap Gibran ketika memikirkan pria tampan yang memperhatikan Ruby karena gambaran itu terlihat jelas dari cara Gibran menatap Ruby sekarang.

Tanpa sengaja kedua mataku dan Gibran bertemu pandang. Dia terlihat merasa bersalah, tapi pandangannya dengan cepat segera teralihkan pada Ruby ketika Ruby tanpa ragu menyentuh punggung tangannya. “Lain kali aja ya?”

Gibran tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Sepertinya mereka berdua tidak berniat untuk mengajakku bergabung, tapi aku juga tidak bisa menghindari situasi yang menyesakkan ini karena tidak ingin terlihat menyedihkan jadi dengan hati yang berat, aku tetap berada di tengah-tengah mereka.

Setelah itu, Gibran berpamitan pergi karena dia tidak bisa terus menerus berada di sekolah meskipun ini adalah sekolah almamaternya.

“Nanti gue jemput, jangan pulang duluan sebelum gue jemput,” pesan Gibran padaku sebelum pergi dan Ruby dengan senang hati mengantar kepergiannya. Ruby terlihat seperti sedang mengantar suaminya yang akan pergi bekerja, dia tersenyum sangat manis hingga banyak siswa di kelas melirik Gibran dengan tatapan iri begitu juga sebaiknya.

Harus aku akui jika mereka berdua sangatlah serasi.

***

Waktu pulang akhirnya tiba, aku merasa malas keluar dari dalam kelas, tapi Ruby dengan sabar menunggu ku bahkan membantuku merapihkan alat tulisku dan memasukkannya ke dalam tasku.

“Terima kasih,” ucapku tersenyum tipis meskipun aku tidak menyukai kedekatannya dengan Gibran, tapi aku juga tidak bisa membenci Ruby, ini membuatku merasa semakin sulit.

“Kamu kenapa sih? Dari kemarin aku liat kamu gak semangat banget?” tanya Ruby saat kami mulai melangkah keluar kelas secara bersamaan.

“Gak kenapa-napa kok, cuma lagi males aja.”

“Bukan karena aku deket sama Gibran, kan?”

Langkah kakiku seketika terhenti ketika Ruby mengatakan hal yang rasanya langsung menusuk jantungku.

“Ngomong apa sih?” tanyaku yang berusaha untuk tetap terlihat tenang dan melanjutkan langkahku.

“Syukurlah, soalnya aku takut banget kalau gara-gara aku persahabatan kalian jadi rusak.”

“Kenapa bisa rusak? Kecuali lo manipulasi dia, hubungan gue sama Gibran akan tetep baik-baik aja.”

“Kamu kok ngomongnya gitu sih, aku janjian sama Gibran tanpa ngajak kamu soalnya kamu pernah bilang mau masuk universitas lain pas kuliah nanti terus aku emang udah ada rencana masuk universitas yang sama dengan Gibran jadi dia bilang bisa ajak aku liat-liat kampus sekalian cari-cari informasi,” jelas Ruby yang terlihat sedih ketika menjelaskan semuanya. Ia terlihat tidak ingin aku salah paham dan itu justru membuatku merasa bersalah karena sudah bersikap dingin padanya.

“Ya, makanya jangan tanya terus, gue kan udah bilang kalau gue gak kenapa-napa.”

Ruby seketika terdiam, aku tidak bisa mengekspresikan rasa bersalahku dengan benar sehingga aku malah bicara padanya dengan nada tinggi hingga semua siswa lain yang juga berada di lorong yang sama bersama kami langsung menatap ke arah kami dan memberikan tatapan sinis padaku yang sudah membentak Ruby. Gadis idola sekolah ini.

“Maaf, belakangan ini gue lagi cape karena harus persiapan ujian beasiswa,” ucapku menunduk menyesal dan menjadikan ujian beasiswa yang masih akan dimulai beberapa bulan lagi menjadi alasan karena aku tidak bisa mengatakan yang sebenarnya yang hanya akan menyakiti Ruby jika aku berkata dengan jujur kalau aku tidak menyukai kehadirannya di persahabatan ku dan Gibran.

Ruby kemudian melangkah mendekat, dia memelukku setelah itu membuatku merasa sangat terkejut. “Maaf ya, aku gak pengertian.”

Maaf, Ruby. Kamu terlalu baik untuk menerima kebencian tidak berdasar dariku.

***

1
Felycia Fernandez
Remaja labil, Jasmine cinta tapi gak berani ngomong.merasa posesif ke Gibran padahal hanya sahabat.kalau mank cinta ngomong donk.gak ada salahnya Gibran dekat ma Ruby karena kalian tidak ada hubungan.hanya pertemanan
Shifa Burhan
thor jika kau diposisi gibran manta, kau ketemu mantan dan dia bahagia berhubungan dengan wanita lain, dan kau berkali2 melihat kemesraan mereka, kau berkali2 ditolak dan tidak dianggap, apakah kau masih mau mengemis cinta pada mantan mu itu

jadi novel adil tu buang sisi wanitamu, bersikaplah netral lihat dari semua sisi, rasakan posisi semua sudut padang, jangan hanya melihat dan merasakan dari sudut padang pemeran utama wanita saja karena itu membuat jadi egois karena
Mrlyn: makasih kak masukannya 🫶🏻
total 1 replies
Rika
bagus
Kurnia Hany Aljafar
greget sma jasmin yg lemah
Siti Aminah
kayanya Gibran terpaksa menikahi Ruby krn desakan Bpknya Ruby krn Ruby mengidap suatu penyakit. sdngkan Gibran sblnya cintanya sm Jasmin.
Siti Aminah
sukurin....mkn tuh cinta kamu yg gila
Siti Aminah
jasmin mau jd pahlawan dgn mati sekatar krn sllu tersakiti.
Siti Aminah
malas bahas Jasmin
Siti Aminah
aku malas sama Jas.in terlalu cinta membuat dia jd wanita lemah.
Siti Aminah
jgn cpt terbuai Jasmin. ttp kamu hrs cuekin Gibran
Siti Aminah
kamu egois Gibran. sangat2 egois
Siti Aminah
apa mungkin papanya Jasmin jg papanya Ruby
Siti Aminah
nah loh
Siti Aminah
gibran kmbali baik sm Jasmin..jgn2 dia sdh putus sm Ruby makanya balik lg
Siti Aminah
awas hati2 Jasmin..kau akan lbh sakit lg nantinya teteplah jaga jarak
Siti Aminah
menjauhlah dan fokus lah Jasmin hindari mereka sebisa mungkin agar hatimu tdk lbh sakit lg.
Siti Aminah
seru thor...
Siti Aminah
bqru nyimak thor. kayanya ceeita nya bagus
Mrlyn: makasih kak, selamat membaca 💚✨
total 1 replies
Miche Rahmaya
mampus...😁
Miche Rahmaya
serah kau lah jasmine
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!