NovelToon NovelToon
Pewaris Kecil

Pewaris Kecil

Status: tamat
Genre:Romantis / One Night Stand / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.6
Nama Author: Mama Neo

Hi readers, dukung terus penulis ya. ini karyaku yang kedua setelah ' Terimakasih untuk, lukaku'. berikan saran ya, supaya penulis bisa menulis lebih baik di tulisan berikutnya.

Tulisan ini bercerita tentang kehidupan seorang gadis dan seorang pria yang berbeda status soaial. Tapi meninggalkan satu tali yang harus mempertemukan mereka. Tanpa kesengajaan mereka sudah menyandang status orang tua.

Ira Kusuma, gadis desa yang pintar, tapi sangat pendiam dan tidak gampang untuk bergaul. Karena keadaan tidak sadar tuannya sudah meninggalkan satu nyawa dirahimnya, yang tidak diketahui oleh sang tuan.

Marcel Sanjaya, Seorang pengusaha sukses, kaya raya dan berwajah tampan. istrinya seorang wanita cantik model papan atas. Laki-laki yang sudah memporak - porandakan hidup Ira.

Satrio atau Rio, anak yang awalnya tidak diharapkan kehadirannya, ternyata berkah terindah buat semua keluarganya.

Bu Ani, ibu dari Ira yang selalu menemani anaknya dalam susah dan sedih.

Bu Clara, orang tua Marcel yang baik pada semua orang tanpa melihat status.

Pak Kamal, orang yang bekerja dirumah Marcel dan banyak membantu Ira dan ibunya.

SELAMAT MEMBACA YA, SEMOGA SUKA🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Neo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 5 KITA BERCERAI

Disinilah Marcel sekarang berada, dirumah besar keluarganya. Dia ingin malam ini harus selesai bersama Ingrid. Semua hal dan bukti yang dia dapat sudah cukup untuk mengambil keputusan. Dia harus bercerai dengan Ingrid karena diantara mereka tidak ada saling mencintai, hanya Marcel yang cinta sama Ingrid.

Dan sekarang cinta Marcel terlalu kecil dibanding rasa kecewanya. merasa dibohongi, dipermainkan dan dimanfaatkan untuk kesenangannya sendiri.

Sekitar jam 11 malam Ingrid sampai dirumah itu. Begitu melihat mobil Ingrid masuk pekarangan, Marcel sudah turun dari lantai dua menuju ruang depan menunggu Ingrid masuk.

"baru pulang,? tanya Marcel pelan mengagetkan Ingrid yang baru masuk disusul Yanti asistennya.

"iya, saya cape mau istirahat" katanya enteng hendak berlalu dari tempat itu.

"jangan masuk ke kamarku lagi. semua barangmu itu sudah di packing sama Sri, dan ini hari terakhir kamu menginjakkan kaki dirumah ini"

degg

Ingrid sangat kaget dan shock.

'apa maksud Marcel, dia mengusirku. apa dia tahu aku sama si x tadi malam. tapi bodo amat dia kan cinta banget samaku nanti aku pura-pura nangis dikit deh, batin ingrid'

Dia berbalik menatap Marcel yang masih terlihat tenang dengan kedua tangan terlipat di dada.

"apa maksudmu" tanya Ingrid pura-pura bingung.

"biar aku jelaskan kalau begitu pelan-pelan" jawab Marcel tenang.

"Yanti, kemarin kalian pemotretan dimana"?

"daerah puncak tuan" Yanti sudah gemetaran melihat ekspresi Marcel begitu juga Ingrid. Marcel ngga pernah semarah ini, batinnya.

"sampe jam berapa"

"sampe malam tuan" bermaksud menutupi kesalahan Ingrid.

"kamu tidak bohong" tanya Marcel menatap tajam membuat Yanti tambah takut.

"ti...ti...." belum selesai ngomong sudah dipotong oleh Marcel lagi.

"kok kamu sepertinya sangat takut, apa kamu melakukan kesalahan" todong Marcel lagi. Yanti sudah sangat ketakutan biar bagaimana pun dia memang tahu bosnya selingkuh. tapi dia bisa apa, dia digaji oleh ingrid. lalu dia menoleh ke Ingrid majikannya berharap ada bantuan dan perlindungan. Dan Ingrid pun mengerti lalu menatap Marcel juga.

"maksud kamu apa interogasi Yanti begitu" tanyanya masih mencoba mempertahankan egonya seperti biasa.

"diammmmm" teriak Marcel membuat Ingrid kaget sampai mundur beberapa langkah. Yanti jangan ditanya lagi takutnya, dia hanya bisa menunduk.

"apa tadi aku bertanya padamu, apa kamu itu Yanti",? teriak Marcel lagi.

Terlihat Leon sang asisten mendekat keruangan itu begitu mendengar teriakan tuannya tadi. tapi dia tetap jaga jarak jangan sampai terlalu ikut campur.

Ingrid sudah sadar sekarang dia dalam bahaya.

Tapi dia harus tetap sok dan egois untuk mempertahankan harga dirinya. dia harus bicara. tapi sebelum dia bicara lagi Marcel sudah mendekati Yanti.

"sampe jam berapa bekerja kemarin dan apa yang kamu lakukan dengan bosmu" suara Marcel sedikit rendah walaupun tetap mengintimidasi.

"hanya pemotretan tuan", jawabnya sudah hampir terbata-bata.

"jam berapa kalian ke hotel istirahat, jangan bohong, aku akan menyeretmu ke polisi kalau kamu bohong"

"kamu kenapa sih, kenapa kamu interogasi Yanti begitu, kami cape kami ingin istirahat" Ingrid sudah merapat ke tubuh Yanti untuk melindunginya.

Marcel menatap tajam Ingrid. Dari caranya Ingrid yang ketakutan Marcel sudah sangat yakin untuk bercerai.

"baik, kalau begitu istirahatlah. keluar dari rumah ini dan bawa semua barangmu beserta asistenmu itu, besok pengacara akan mengurus perceraian kita"

deggggg

Ingrid sangat kaget. dia memang ngga cinta sama Marcel tapi dia juga belum siap kehilangan Marcel.

"ohhhh kamu mau menceraikan saya, ok " jawab Ingrid masih dengan egonya seperti biasa. karena dia pikir dia sudah punya beberapa aset Marcel seperti rumah mewah, apartemen mewah dan juga mobil mewah.

"ayo Yanti," ajaknya ke asistenya."tolong panggil pak Tono untuk angkat semua barang saya" ucap Ingrid dengan sombongnya.

"iya Bu," ucap Yanti sambil berjalan menunduk keluar.

"iya Bu" pak Tono sudah datang setelah dipanggil Yanti.

"tolong angkat itu semua ke mobil' Ingrid menunjuk barang-barangnya yang sudah dipacking itu dan dengan somboongnya meninggalkan Marcel yang masih berdiri tenang.

"dimasukkan ke mobil yang mana Bu," tanya pak Tono setelah tiba diluar.

"ya mobil sayalah," ucap Ingrid yang sedang memainkan handphonenya.

"tapi...", pak Tono belum menyelesaikan ucapannya.

"tapi apa lagi sih pak, jangan ikut bikin aku pusing deh"

"kunci dan surat mobil sudah diambil pak Leon Bu"

"apaaa" dia melangkah masuk lagi.

"Leon Leon " dia masuk lagi memanggil Leon yang tadi masuk dari pintu samping.

"ada apa Bu," jawab Leon tenang di dekat tuannya Marcel.

"apa maksudmu mengambil kunci mobil saya," Ingrid sudah benar-benar emosi.

"saya hanya menjalankan perintah Bu," jawab Leon tenang melirik bosnya.

"kamu benar-benar kelewatan ya, sampai mobil yang sudah kamu kasih kamu tarik lagi, laki-laki macam apa kamu,"? tunjuk Ingrid diwajah Marcel. Sebenarnya Marcel ingin menampar wanita ini tapi dia ingat pesan Leon dan pengacaranya untuk jangan sampai main fisik.

"kenapa emang, dulu mobil itu aku kasih untuk istriku, yang aku anggap sayang sama aku. tapi sekarang istriku itu sudah tidak ada yang ada hanya sampah sisa orang, jadi aku ambil aja mobilnya buat aku sumbangkan ke orang yang membutuhkan." jawab Marcel setenang mungkin..

"ihhhhh kurang ajar kamu ya" ucap Ingrid sudah sangat geram. "kamu akan menyesal" ucapnya dan berlalu keluar.

Harus bagaimana sekarang, apa dia panggil sopir yang di rumah lama nya saja. Mau ngga mau harus begitu.

Lalu dia telepon sopir dirumahnya yang lama untuk mengambil semua barangnya.

"Yanti pesankan kita taksi"

"baik Bu"

Lalu menunggu taksinya datang dia memainkan handphonenya.

gimana ini kalau Marcel menceraikannya, sementara sang fotografer masih punya istri. padahal sekarang dia butuh dada seorang laki-laki tempat bersandarnya.

tidak berapa lama taksi pun datang dan mereka berlalu dari tempat itu.

"kemana kita Bu" tanya Yanti hati-hati

"apartemen' jawabnya singkat dan masih memejamkan matanya.

"ke apartemen xxx pak"

"baik Bu" jawab sang supir.

Sampai di apartemen mewah itu jam sudah menunjukkan angka 3 subuh.

Yanti langsung mengambil kartu acces apartemen tersebut dan memasukkannya, tapi ditolak. dia coba lagi tapi ditolak lagi sampai tiga kali. Ingrid belum sadar apa yang terjadi, dia sibuk dengan handphonenya..

"kartu acces nya ditolak Bu,"

"apa"

"ini saya sudah coba 3 kali Bu"

"kurang ajar, sini gua coba," sambil mencoba dan karena ngga bisa melemparkan kartunya.

Karena melihat seperti butuh bantuan seorang security pun mendekat.

"ada yang bisa dibantu Bu," tanyanya sopan

"ini pak kayaknya accesnya diganti pak Marcel,"

"iya Bu kemarin orangnya pak Marcel mengganti kartu acces memang"

Ingrid sangat geram mendengarnya,

"kamu kurang ajar marcel' gumamnya.

"ya sudah Yanti kita kehotel aja dulu yang disebrang itu,"

"iya Bu"

Merekapun turun dan menuju hotel mewah disebrang jalan. Dengan sigap Yanti buka kamar untuk mereka.

"kamar VIP ya"

"baik Bu, ditunggu sebentar"

"bayar cash atau card Bu,"?

"card" jawab Yanti sambil menyodorkan black card Ingrid yang dibuatin oleh Marcel.

"sebentar ya Bu, " lalu pegawai hotel itupun menggesekkan kartunya.

"kartunya ditolak Bu, ada kartu lain"?

"apa, " card-nya juga sudah diblokir batin Yanti.

"kartu ini sudah ngga bisa Bu, ATM yang dikasih pak Marcel juga ngga bisa"

"apa,... Marcel benar-benar ya", makinya...

"ini pake atmku" lalu menyodorkan ATM pribadinya.

Setelah semua kejadian dan drama hari kemarin sampai subuh akhirnya mereka bisa tidur dan istirahat dihotel itu.

1
Yuni Martopo
/Rose//Rose//Rose//Rose/
Mazree Gati
orang kaya anak sakit malah di buang karena sibuk, bisa kan sewa perawat buat apa harta bendanya
Mazree Gati
jangan sampai balikan ya
juwita
terlalu banyak bagaimana nya km ra🤣🤣🤣
juwita
biasa pak klo emak" udh ber ghibah susah berhenti nya🤣🤣
juwita
untung Rio ketemu dgn org " baik mau nolong dia
juwita
mau tidur ya Thor di kasur🤣🤣😘
juwita
udh lah Ingrid jgn berubah
klo g mau lg msk ke hotel prodeo
juwita
inggrid thor bkn ira
juwita
bagus ceritanya
juwita
bagus ira lawan ulat busuk. hrs berani km jgn mau di tindas sm dia
juwita
jgn lama" keburu ulat bulu berulah
juwita
usia ira brapa tahun Thor? pas di perkosa msh umur 18 ya Thor?
juwita
dasar aj pedagang nya sombong masa nawar aj g boleh?
juwita
cm smpe 5 thn si Marcel melupakan kejdian itu. mgkn. klo dia g kecelakaan dn g di ponis mandul g akn ingat kejadian perkosaan ira
juwita
mampir
Asmainiati Pelis
ini peyebutan nama panggilannya berbeda terus,aku ke saya,saya ke aku tetapkan aja yg mana,biar enak kita bacanya,maaf ya.
Siti Nurjanah
yg di bicarakan itu darah daging mu Marcel
Siti Nurjanah
ah jetemu cucu gak sengaja
Siti Nurjanah
jangan jangan anak bik ani hamil anakmu marcel
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!