NovelToon NovelToon
Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Terpaksa Menikah Di Usia Muda

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:770.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: Melly

Bagaimana rasanya ditinggal untuk selamanya oleh kedua orang tua, dan mempunyai ibu tiri yang yang gila harta, menjual anak tirinya kepada lelaki kaya demi uang, inilah yang dirasakan Lusiana gadis malang yang dijual ibu tirinya demi dirinya sendiri, dan harus menikah dengan pria yang membelinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Melly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 35 Rencana Tama dan Lusiana

Lusiana terus berusaha untuk membujuk Tama agar mau menemui papanya dirumah sakit.

"Sayang..besok kita kerumah sakit ya" bujuk Lusiana mendekati Tama

"Udah aku bilang aku nggak mau" jawab Tama cuek

"Cuma sebentar aja, papa kamu itu masih belum sadarkan diri sampai sekarang, mungkin dia akan sadar setelah kamu menemuinya"

"Semenjak kehadiran papa, fikiran ku merasa kurang tenang, ditambah lagi kita yang sering bertengkar karena masalah ini, aku udah capek seperti ini terus"

"Hmmmm kalau begitu kita pergi jalan-jalan keluar negeri atau kemana kek, yang penting kamu merasa tenang disana"

"Oh iya, bagus juga tu aku setuju, apalagi setelah sekian lama kita menikah kita nggak pernah pergi bulan madu, ya kita anggap aja jalan-jalan kita kali ini sebagai ganti bulan madu kita yang tidak pernah terlaksana"

"Tapi ada syaratnya"

"Syarat apa?"

"Sebelum kita pergi, kita jenguk papamu dulu dirumah sakit ya"

"Yaudah deh, nggak apa-apa tapi habis itu kamu nggak boleh mengingkari janji mu, bahwa kita akan pergi bulan madu tanpa membahas papa lagi dan ini hanya khusus kita berdua"

"Iya, aku janji"

"Yaudah aku hubungi Hendrik dulu untuk mengurus keberangkatan kita"

"Memangnya kamu nggak nanya dulu, aku mau pergi kemana?" tanya Lusiana kerena Tama langsung menghubungi Hendrik tanpa menanyakan kepada Lusiana kemana mereka hendak pergi.

"Oh iya, memangnya kamu mau kemana?" tanya Tama yang meletakkan handphone kembali dan duduk disamping Lusiana.

"Hmmmm, aku ngikut kamu aja deh, asalkan kita perginya berdua"

"Tapi aku mau kamu yang memilih tempatnya, karena sekarang aku yang akan mengikuti kemauan mu"

"Yaudah kalau gitu Korea aja" jawab Lusiana sambil tersenyum

"Memang kamu pengen banget kesana?"

"Iya, dulu papa pernah berjanji akan mengajak aku kesana, tapi sebelum itu terealisasi papa udah dipanggil Sang Kuasa"

"Kamu nggak usah sedih ya, sebentar lagi keinginan mu itu akan tercapai" ucap Tama mencoba menghibur Lusiana yang hampir menangis karena teringat papanya.

"Iya, makasih ya, kamu paling bisa membuat hatiku merasa tenang" Lusiana masih kelihatan murung

"Loh, kok kamu masih murung aja, kenapa, apa yang menggangu fikiran mu?"

"Aku teringat mama Naomi, dia dimana ya sekarang"

"Aku yakin mama Naomi mu baik-baik aja, soalnya dia itu perempuan kuat, kamu nggak usah mikirin dia ya" ucap Tama

"Aku nggak tau deh apakah dia benar baik-baik aja, atau dia malah lagi kesusahan sekarang"

"Aku salut sama kamu, kamu mempunyai hati yang sangat baik dan tulus, walaupun mama Naomi kamu tak pernah menyukai mu, dan selalu berbuat jahat padamu tapi kamu tidak pernah membencinya"

"Ya, bagaimana pun juga dia tetap mama aku, walaupun dia hanya ibu sambung ku, aku tetap sayang padanya"

"Tapi aku tidak bisa seperti mu, aku tetap nggak bisa menerima kelakuan papa padaku selama ini"

"Kamu pasti bisa, kamu coba deh fikirkan kalau kamu tetap tak mau menemuinya tiba-tiba kamu mendengar kabar bahwa papa kamu telah tiada"

Tama terdiam mendengar ucapan Lusiana, ia menyadari bahwa ucapan Lusiana ada benarnya juga.

"Kamu benar juga, aku akan mencoba untuk menerima papa dalam hidup ku kembali"

"Kamu benar, Romi yang hanya teman mu, kamu bisa memaafkannya, apalagi ini papa mu"

"Iya, kita akan kerumah sakit besok untuk menjenguk papa"

"Iya"

*Rumah Sakit*

Pagi itu Tama dan Lusiana telah siap untuk berangkat kerumah sakit untuk menjenguk Adam.

"Akhirnya kalian datang juga" ucap Nurin mendekati Lusiana dan Tama

"Bagaimana keadaan papa?" tanya Tama

"Sampai sekarang belum sadarkan diri juga"

"Apa kata dokter?" tanya Tama

"Dokter belum memastikan apapun tentang penyakit papamu, tapi dokter bilang kita harus banyak-banyak berdoa untuk kesembuhan papamu" ucap Nurin

"Karena kita udah datang, kamu boleh pulang" ucap Lusiana kepada Nurin.

"Iya, aku harus pulang sekarang karena papa, mama pasti udah nungguin aku dirumah" ucap Nurin

"Terimakasih karena telah menjaga papaku" ucap Tama

"Iya, dan terimakasih juga karena kalian udah mau datang kesini"

"Ini udah kewajiban aku sebagai anak untuk merawat papaku, Lusiana telah menyadarkan aku perihal ini"

"Kamu memang perempuan yang baik Lusi, Tama beruntung memiliki kamu" puji Nurin kepada Lusiana.

"Kamu juga perempuan baik" ucap Lusiana

"Yaudah, aku pamit dulu nanti aku akan balik kesini lagi" ucap Nurin

"Nggak usah, kamu nggak usah balik lagi, aku tidak mau menyusahkan kamu lagi, pasti orang tua kamu akan melarang mu untuk datang kesini lagi" ucap Tama

"Tapi aku merasa bertanggungjawab atas kesembuhan papamu, bagaimanapun juga dia calon suami ku"

"Yasudah, terserah kamu aja, kalau memang seperti itu yang kamu inginkan tapi aku sebagai anaknya, tidak mau menyusahkan kamu lagi" ucap Tama

"Iya, kalian silahkan masuk dulu, sebentar dokter akan datang, tapi aku harus pulang sekarang" ucap Nurin

Tama dan Lusiana dengan langkah perlahan menuju ranjang papanya.

"Pa, maafin Tama ya, Tama janji setelah papa sadar nanti Tama akan selalu berbakti dan menjaga papa" Tama duduk disamping Adam dan memegang tangan Adam

"Tangan papa bergerak tuh" ucap Lusiana melihat tangan Adam sudah mulai bereaksi

"Pa...papa bisa dengar Tama?" ucap Tama sambil mendekati wajah Adam

"Aku panggil dokter dulu" ucap Lusiana berlari keluar untuk memanggil dokter

"Dokter tangan papa saya bergerak barusan, tolong periksa keadaannya" ucap Tama yang melihat dokter Beni telah datang

"Iya, tuunggu diluar sebentar ya tuan, nona, saya periksa pak Adam dulu" ucap dokter Beni

Sementara dokter Beni memeriksa keadaan Adam. Lusiana dan Tama menunggu diluar sampai pemeriksaan Adam selesai. Tiba-tiba Romi datang kerumah sakit.

"Rom, ngapain kamu kesini?" tanya Tama heran melihat kehadiran Romi

"Nurin menelfon aku semalam, dia minta tolong untuk menjaga om Adam sebentar karena dia mau pulang dulu. Katanya kamu nggak mau datang, jadi dia tak tega meninggalkan om Adam dirumah sakit sendirian" ucap Romi

"Jadi loe datang kesini karena disuruh Nurin?" tanya Tama

"Iya, nggak mungkin juga gue menolaknya, apalagi gue kenal baik dengan papa loe" ucap Romi

"Owhhh begitu"

"Loe marah sama gue?" tanya Romi karena Tama menjawabnya cuek

"Enggak lah, mana mungkin gue marah atas niat baik loe yang udah mau jagain papa gue"

"Iya, santai aja kali, oh iya bagaimana keadaan om Adam sekarang?" tanya Romi

"Belum tau, dokter masih memeriksa keadaannya"

"Kok bisa begini, dan aku dengar sekilas dari Nurin bahwa mereka sedang melaksanakan ijab kabul, namun tiba-tiba aja om Adam pingsan, apa itu benar?" tanya Romi penasaran

"Iya, itu benar, aku menyaksikannya sendiri"

"Loe yang sabar ya, semoga papa loe cepat pulih"

Sambil menunggu dokter Beni memeriksa Adam, mereka berbincang-bincang dahulu diluar.

Bersambung 😍

1
Yuni Sari
Buruk
Yuni Sari
Biasa
imafe
tunggu2 rekaman adam kok ada yg janggal ya,
dr cerita dia (adam) mulai awal sampek kerumah nurin ,dan kehamilan nurin ,sampek diusir gk direstui oleh bram,
padahal habis pulang dr rmh nurin langsung meninggal si adam
imafe
eh eh eh.....knp yg cantik ini jadi nurin sipelakor sih ,padahan dia manis banget apalagi klo senyum,gigi gingsulnya bikin imut,
dan dlm semua dramanya sllu jadi protagonis dan mudah senyum
imafe: murah senyum
total 1 replies
imafe
kurang micin ceritanya dan sedikit gk nyambung
Lastri Gandhi
Kenapa hrs pakai kata ganti org kedua " Kau " sih thor....kaku bgt, lbh enak di baca dgn kata " Kamu. "
Keroppi
Kira-kira apa alasan tama membeli lusiana🤔
Dhina ♑
thor ayo promo
Shalwa Sabil
lanjut
Shalwa Sabil
..lanjut
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nur Hayati
bener Tama kl Nurin pengen blk sm Tama Krn harta
Shalwa Sabil
lanjut thour
Nia Bae
nunggu lagi ahhh
Nia Bae
makin suka aja ma ceritanya,, sayang ceritanya gak up tiap hari hehehe😁😁😁😁lama banget nunggu nya
Nilaaa🍒
like
Mirna Watie
lanjuttt
Nilaaa🍒
semangat kak
like episode tertinggal
salam dari IKYD
Shalwa Sabil
lanjut thour... kenapa senyum nya nurin sinis ya....
Kaka Pertama
lanjut thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!