seorang pemuda
mencari ke gunung untuk mint bantuaan kepada pendekar semeru.
karena kearganya dan kampung halamannya dibumi hanguskan Perampok Sadis.
Ketika Terjadi penindasan dan perampasan di dusun Bumi Asri.
yang dilakukan Perampok sadis dan Anak buahnya....
dengan Kemunculan kembali Pendekar semeru Para Tokoh Golongan Hitam menjadi Geger.
Mereka sepakat mengadakan musyawara besar.
dan hasilnya akan mengunakan jebakan dan tipu daya serta Racut.
Tertapi Pendekar Semeru mengetahui Rencana Busuk mereka..
perjalanam masih panjang..
silahkan disimak lebih lanjut...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sony Suprapto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ular Berkepala Mahlota bersama Kamandaka
35
Pendekar Gunung semeru
***
Pertengahan hari Kereta Barang memasuki kota Lawang Omboh.
Kreta berhenti di sebuah kedai untuk istiharat makan.
Para pedagang berganti pakaian dan mandi agar rapi nanti dihadapan Putri Seruni.
" Kalian yang tidak bawah ganti pakaian Belilah .. ada banyak pakaian di jual dipasar itu."
" Benar Tuan pendekar kami bermaksud beli pakaian dulu . Malu kalau nanti dihadapan Raden Ragil dan Putri Seruni pakaian kami kotor penuh bercak dara."
Mereka segera membeli pakaian yang sesuai atas saran Kamandaka..
Setelah selesai dan tampil rapi mereka melanjutkan pejalannan.
Begitu pula Raden Kamandaka berganti pakaian Pejabat, Rapi dan berwibawa.
Sungguh Gagah.
Sehingga para pedagang merasa heran.
Siapakah sebenarnya pendekar ini.
***
Sementara itu Putri Seruni dan Raden Ragil gede suaminya ditemani para pengawal
Sedang Berada di Halaman Rumahnya yang besar dan mewah.
" Hari sudah Sore kenapa Juragan Karman belum juga datang.
Bilangnya kemarin tengah hari sudah sampai.
Apa yang terjadi ... apa lupa dengan janjianya..? "
Suara Putri Seruni mulai gelisah.
" Sabar Istriku.. Mungkin sebentar lagi datang. Atau barangkai dijalan rodanya perlu perbaikan kan perjalanan jauh. "
Jawab Raden Ragil gede.
" Raden ..Itu Kereta Barang datang.."
Seru salah seorang pengawal.
Benar terlihat dari kejauhan kereta sedang menuju halaman rumah Putri Seruni...
Tatapi sebelum Sampai...
Kereta Berhanti.
Hal itu membuat para pengawal heran
" Ada apa ini.? "
Dan berhenti cukup lama tanpa ada keterangan...
Karena ditunggu Belum juga maju lagi...
Juga yang membawa Kereta Tidak turun.
Maka Raden Ragil perintahkan para pengawalnya untuk maju dan memeriksa.
" Periksa ..tapi Waspada hati hati.!! "
Perintah Raden Ragil.
7 orang pengawal pilihan segera maju kearah kereta barang yang pengendalinya ada didalam tidak turun.
" Turun Kamu Juragan Karman.
Tidak sopan !
Dihadapam Raden Ragil berani tidak sopan. Turun..! "
Para pedagang memang sudah diminta olah Raden Kamandaka Agar Diam didalam Kerata dagang saja.
" Aku semua yang urus, kalian jangan Khawatir tidak akan terjadi apa apa "
" Baik pendekar.. "
Karena tidak ada jawaban Maka pengawal mulai marah
" Keluar..!! "
teriak para pengawal berbarengan, Tak lama kemudian,
Terlihat seorang memakai penutup muka melesat menyerang 7 pengawal...
Haii !! Ciaatt !! Wus bet..!! Bet !! Jdugg !!!
Akh aduk uhk !!
" Kurang ajar berani Melawan !!! siapa kau.. "
Teriak Raden Ragil.
Sementara pengawal langsung menyerang Raden Kamandala yg sengaja menjajal ilmunya dihadapan Para pengawal Dan Menantunya Raden Ragil.
Pertarungan cukup Sengit.
Para pengawal saling membantu menyerang Raden Kamandaka yang memakai penutup Muka.
Selang beberapa saat para pengawal mulai terdesak dan berjatuhan .
Gdabukk !! srookk !!! Platvdess !!! Aduuhh akkhh !!
Raden Ragil Penasaran para psngawal pilihannya dengan
muda dikalahkan oleh seorang tidak sopan dihadapannya. berani benar dia.
Raden Ragil Melesat menyerang Raden Kamandaka mertuanya...
pertempuran terjadi tampak seimbang.
Tetapi Raden Ragil merasakan ternyata jurus yang digunakan sama ..
Maka serangan ditahan.
" Siapa Kau..
katakan Kurang ajar ..!! "
Raden Ragil tetap bersiap Untuk Menyerang.
Tatapi Raden Kamandaka segera mundur selangkah dan membuka penutup Mukanya..
" Raden Ragil gede..
Maafkan Ramandamu.."
Suara itu benar dikenal oleh raden Ragil gede.
" Hah.. Raden Kamandaka..raden Kamadaka Ramanda seruni..! "
Seru Raden Ragil senang.dan langsung Memberi hormat dan Gembira.
Terlebih Putri Seruni dan Putri Telasih
Kaget dan gembira..
" Ramanda. !!!! Hu hu hu.. ! "
Kedua Putrinya berlari mendatangi Ramandanya dan langsung memeluk. Ramandanya.
Sambil menangis bahagia penuh haru..
" Ya. Putriku tenangkan hatimu Ramanda tak apa apa..
Aku senang aku juga kangen sama Kalian.."
ucap Raden Kamandaka.
" Kang Mas .."
Suara ibu Melati iatrinya menghapiri Raden Kamandaka Suaminya dan mengajaknya Masuk rumah.
" Raden Kamandaka ..ya ya
Raden Kamndaka..
Telah kembali. "
Ucap Para pengawal
" Raden Kamandaka Sudah kembali..!!
Dan sekarang Raden Kamandaka Berilmu tinggi dan sakti.."
Seru Para pengawal.
Berita kembalinya Raden Kamadaka tersebar luas ..
dikalangan masyarakat sekitar.
sehingga tidak lama rumah kediaman Raden Kamandaka ramai dikunjungi para kerabat dan jajaran pejabat kota termasuk toko masyarakat.
Mereka juga sangat bangga Mendengar bahwa Raden Kamandaka sekarang bukanlah Kamandaka yang Kamandaka yang dulu.
Tetapi kini raden kamandaka adalah wakil pejabat Kota Lawang omboh yang berilmu tinggi dan sakti.
Sehingga hal itu sudah jelas banyak membantu akan keamanan Kota Lawang Omboh.
" Ramanda ... Saya sungguh senang dan salut.. Dalam satu tahun lebih tidak ada kabar ..
Sekarang datang sudah menguasai ilmu Andalan Kerajan pusat.
Sungguh saya sangat senang.
Bagaimana Ramanda bisa memperoleh ilmu kanuragan yang begitu matang. "
Tanya Raden Ragil gede.
" Aku tidak mau di wilayah Lawang omboh digerogoti Perampok seperti yang sudah terjadi.
Aku sungguh traumah setelah mengalami menyekapan yang dilakukan Bajing sakti.
Maka saya mendalami Ilmu Kanuragan ini.
Kota Lawang omboh harus aman.
Juga harus ada kemajuan untuk peningkatan kemakmuran masyarakat Kota Lawang omboh."
ucapan Raden Kamandaka.
" Sekarang ini kita bersama yang harus memperjuangan nya."
Sambung Raden Kamandaka.
Sementara para Masyarakat yang hadir senang mendengar niat Raden Kamandaka untuk memajukan masyarakat Kota Lawang Omboh.
" Benar Ramanda Kamandaka. Semua itu dimulai dari dalam jajaran kepengurusan perintahan Lawang Omboh.
Benar benar harus besih dan Mengabdi kepada Masyarat Untuk kepentingan Masyarakat Luas. "
Sambung Raden Ragil gede menatunya juga atasannya sebagai Pimpinan Pejabat Kota Lawang Omboh...
Sejak kembalinya Raden Kamandaka di Kota Lawang omboh
Masyarakat sekitar dan tokoh masyarat setiap sore banyak berdatangan bertamu...
Mereka berani langsung mengunjungi Raden Kamandaka.
Memang sejak dulu saat menjadi wakil pejabat pada pejabat sebelumnya, Raden Kamabdaka seorang Pejabat yang baik ramah dan dermawan.
Tetapi waktu berkunjung ditentukan agar kegiatan bekerja masyarakat tetap tidak terganggu.
" Silahkan Bertanya kalau.memang ada yang perlu disampaikan jangan sungkan ya.. "
Raden Kamandaka tidak lupa waktu berlatih untuk menyempurnakan Jurus pamungkas yang terakhir diberikan oleh Raden Tarsan wono.
Tetap dilatih dengan rutin.
" Jurus Pamungkas ini akan Aku latih di dalam Derasnya air sungai Brantas.
Aku yakin hasilnya pasti luar biasa.... "
Cukup aku latih malam hari menjelang pagi agar kegiatan pemerintahan tetap bisa aku jalani dengan baik.
Tiap pekan dua hari penuh aku harus latih di dalam sungai brantas.
Saat ini aku sudah bisa berjalan cepat denga ilmu peringan tubuh kijang kencana...
Jadi tiap haripun aku sanggung pergi dan balik Dalam perjalanan pulang.
Dengan semangat Raden Menerapkan latihan jurus pamungkas dalam derasnya Air sungai brantas.
Haaiitt...!! Bruuss !
.. !! jeegarr..!!
" Hwooo.. !! ? Luar biasa. Tertnyata hasilnya sangat berbeda.
setelah 3 bulan aku tekun latih dengan beban didalm air derass hasilnya berlipat.."
Ketika raden Kamandaka bermakasud naik ke daratan beristirahat.. Mendadak Air Sungai Brantas bergejolak besar ..
Air muncrat berterbangan keatas dan muncul ular besar kepalanya memakai Mahkota sungguh aneh ..
hal itu membuat Raden Kamandaka tertegun tidak bergerak.
Surrr wuuss ..!
Hwess..
" Hah.. Ular besar..haiiit..! "
Masih berada di dalam Derasnya Air sungai brantas..
Ular sebesar pohon kelapa berkepala Mahkota ..
entah dari mana datangnya sudah siap mencaplok Raden Kamandaka.
Ser..wuss.. !!
Buntut ular sudah berhasil melibat dan melilit badan Raden Kamandaka...
" uhkk.. Aduhh kekar dan keras badan ular besar ini...aneh sungguh misterius..
masak disini ada ular sebesar ini...
Beratahun tahun aku disini tidak pernah melihat ular besar berkepala Mahkota disini..
" Uhk. !! Haaiiiyatt !! "
Raden Kamandaka berusaha menghindar dan menangkis serangan kibasan ekor ular misterius itu.
Wus!! Serrr....!
Haaiyaatttt... !!!!
Balasan Kamandaka tepat mengenai ekor dan badan ular...
Tetapi ular tidak bergeming hanya bergerak mundur.
Kepala ular itu mendadak membesar 5 Kali lipat .
Surrrr..sluuuppp.. !!!
Mulut Ular terbuka lebar langsung melahap Kamandaka
" Akh..aakhh. Hahh ..
Slub Glekk..! Gkekk...
bersambung Ke episode : 36
tekun rajin dekat semangat dan sabar keberhasilan tinggi menunggu ya jal cerita di bag ini bagus agar pembaca selalu semangat dalam berusaha menggali cita citanya
okey Cocok bagus
jangan takut dengan koruptor yang kaya dari merampok
yang menakutkan adalah sifat jahat orang yang berkuasa.
sikat saja habis
kalau dibuka bisa bebas dengan uang banyak.
hukum ya hukum.
tapi belum tentu bijak
ada orang curi uang 5 milyar
hukum nya sana mencuri
ada yang mencuri karena lapar
dirinya hany 50p rb
pasalnya sama nencuri
ini tidak Adil
5 milyar
sama hukumann6dengan curi 50p. rb
gua penasaran Melihat kelanjutan nya
lanjut kan
lanjutkan
lanjut kan ya