Warning!!!
Banyak typo bertebaran
Sinopsis
Aku pikir kamu tulus mencintaiku, aku berjuang dan bersabar dengan sikap kasar yang kamu lakukan. Jika kamu tidak mencintaiku mengapa kamu melakukan ini semua mengapa seakan-akan kamu mencintaiku? Aku tau aku bukanlah gadis yang sempurna tapi salahkah aku mencintaimu.
Aku terus berjuang hingga akhirnya kamu mematahkan harapanku. Ternyata aku hanya bahan taruhanmu saja. Aku lelah dan aku memilih untuk pergi ~ Rain
Aku salah dan aku meminta maaf. Maaf karena telah menyakitimu terlalu dalam. Bisakah kamu untuk tidak membenciku? itu sangat menyakitkan. Dan bisakah kamu tetap berada disisiku? Walaupun kamu menolak aku akan tetap memaksa biarlah aku menjadi egois~ Sean
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Burik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
sorry ya readers baru bisa up,,
Soalnya author lagi sakit kemarin dan minggu sekarang juga lagi ada ujian sekolah,, so gak bisa up banyak
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Suasana gedung itu seakan hening. Sean diam membeku setelah mendengar bahwa Rain sedang hamil.
"Hamil?" ucap Vita mendekat ke arah Rain.
"Sean aku hamil anak kita" ucap Rain
PLAKKK
Tamparan itu tepat mengenai pipi Rain, Vita menamparnya dengan kuat sehingga membuat Rain meringis kesakitan.
"Dasar cewek jal**ng,, lo yakin itu anak Sean atau itu anak orang lain? karena cewek kayak lo itu udah banyak bertebaran di luaran" ucap Vita merendahkan.
"Sean tolong percaya sama aku" ucap Rain mendekat ke arah Rain tanpa mempedulikan Vita dan yang lainnya yang menatapnya horor
"Aku gak bohong, ini memang anak kita" ucap Rain sambil tersenyum.
"Stop!, lo jangan deketin Sean lagi. Sebentar lagi gua dan Sean akan bertunangan. Jadu lo jangan jadi benalu antara gua dan Sean" ucap Vita tajam
Sementara Sean hanya diam, pandangannya kosong entah apa yang sedang dipikirkan
Rain sakit hati mendengar bahwa sebentar lagi Sean akan bertunangan dengan Vita.
"Sean itu bohong kan? aku tau kamu hanya suka sama aku kan?" ucap Rain sendu
"Hahaha,, pede banget lo. Cewek jelek kayak lo gak mungkin dan gak akan pernah pantes buat Sean" ucap Vita sambil menggandeng tangan Sean.
"Wahh Sean siapa cewek ini?" tanya Riko yang sedaritadi menonton membuat Sean menatap tajam ke arah Riko
Sean pun melepas gandengan tangan Vita dan mendekat ke arah Rain, dia pun menatap penuh harap pada Sean
"Apa itu anak aku?" tanya Sean datar
"Iya Sean, ini anak kita" ucap Rain sambil mengusap perutnya yang masih datar.
"Apa aku harus percaya sama kamu? Aku gak percaya kamu cuma tidur sama aku, mungkin aja kamu tidur sama cowok lain dan hamil" ucap Sean
"Sean! Rain gak bohong" kini Leo angkat bicara
"Diem lo, gua gak ngomong sama lo!" ucap Sean membentak yang membuat Leo bungkam
"Sean tolong percaya sama aku,," ucap Rain lirih
"Sebaiknya kamu pergi dari sini! Aku udah banyak ketemu sama cewek kayak kamu” ucap Sean
Air mata Rain jatuh tanpa permisi, hatinya hancur seakan sekarang dadanya sesak dan susah bernafas.
"Sean aku mohon percaya sama aku, ini anak kamu" ucap Rain lirih dan memegang lengan Sean namun dihempas oleh Sean
"Sekarang kamu cepat pergi!" bentak Sean
"lo gak denger yaa? Sean bilang lo pergi" ucap Vita
Karena Rain yang tidak mau pergi Vita pun memanggil satpam dan maungusir Rain secara paksa, Leo yang melihat itu merasa iba, dia tidak bisa menolong Rain karena Sean.
Satpam yang menarik tangan Rain secara paksa, "Sean tolong percaya sama aku" teriak Rain sambil memberontak tapi tenaganya kalah telak dari dua pria berbadan kekar itu.
Sean hanya membuang muka tak berani menatap ke arah Rain yang semakin menjauh.
Pesta itu pun kembali seperti semula, para tamu pun mulai menikmati pesta.
......................
Sementara di luar hotel Rain memikirkan cara agar bisa masuk ke dalam lagi, Rain sama sekali tidak menyerah. dipikirannya sekarang adalah bagaimana dia bisa meyakini Sean.
Rain menatap ke arah dua bodygat yang berjaga di depan hotel, "pak tolong biarkan saya masuk" ucap Rain memohon.
NEXT