NovelToon NovelToon
DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

DENDAM ISTRI YANG DIBUAT BUTA

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:3.3k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

"Tenang saja sayang, dia akan buta selama-lamanya..." Arga membiarkan kekasihnya bermain main di pangkuannya. Dalam nafsu yang terbakar suara erangan terdengar.

Kiara yang sudah bisa melihat. Ia mendengar segalanya, meraba bagian bawah matanya sendiri. Wanita yang tidak dapat melihat karena ulah suaminya.

Air matanya mengalir, pria manipulatif yang ingin menguasai hartanya.

Tapi tidak, dalam tangisannya dirinya berucap pelan.

"Aku dapat membuatmu bergelimang harta, maka aku juga dapat menyeretmu ke neraka..."

Sebuah pembalasan dendam dimulai. Semua bagaikan papan catur yang dimainkan oleh sang wanita yang dibuat buta untuk membalas suaminya.

"Satu persatu hutangmu akan aku tagih..." Senyuman menyeringai mengerikan. Perlahan tertawa dibalik tangisannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB — 35

Setengah jam kemudian, mobil sedan milik Rena memasuki pekarangan rumah mewah itu. Rena turun dari mobil dengan membawa tas laptop dan beberapa map tebal. Wajahnya terlihat sangat lelah dan dihiasi kepanikan yang belum mereda sejak malam sebelumnya.

Arga sudah menunggunya di depan pintu utama. Pria itu menarik tangan Rena dengan cepat, membawanya masuk, dan langsung mengunci pintu.

"Pelan-pelan, Arga. Tangan aku sakit," keluh Rena sambil mengusap pergelangan tangannya.

"Nggak ada waktu buat pelan-pelan. Kita kerja di ruang kerjaku di atas."

"Sayang? Ada tamu ya?"

Sebuah suara lembut menghentikan langkah mereka di anak tangga pertama.

Rena menoleh dan melihat Kirana berdiri di ujung lorong lantai bawah. Wanita itu mengenakan gaun tidur sutra yang elegan, meraba-raba udara di depannya dengan senyum polos yang mengembang.

"Wanginya familier banget. Ini parfumnya Rena kan, Sayang? Kamu nyuruh Rena datang ke rumah?" tanya Kirana.

Rena menelan ludah, menatap Arga dengan canggung. Arga langsung memaksakan sebuah tawa kecil.

"Iya, Sayang. Ada krisis di kantor, jadi aku minta Rena bawa berkas-berkasnya ke sini. Aku nggak mau ninggalin kamu sendirian di rumah setelah Marni aku usir."

"Oh, gitu. Halo, Rena. Maaf ya, suamiku ini emang gila kerja. Sampai-sampai sekretarisnya disuruh lembur ke rumah. Jangan sungkan-sungkan ya," sapa Kirana dengan nada yang sangat ramah.

"I-iya, Bu Kirana. Nggak apa-apa kok. Ini udah jadi tanggung jawab saya," balas Rena dengan suara bergetar. Hatinya selalu merasa tidak nyaman setiap kali berhadapan dengan istri sah pria yang sedang berselingkuh dengannya ini.

"Ya udah, kalian kerja yang fokus ya. Kalau butuh kopi atau camilan, bilang aja sama aku. Biar pelan-pelan aku buatin di dapur," tawar Kirana.

"Nggak usah repot-repot, Sayang. Kamu istirahat aja di kamar. Kami bakal sibuk banget di ruang kerjaku," potong Arga cepat. Pria itu segera menarik lengan Rena menaiki tangga, meninggalkan Kirana sendirian di bawah.

Begitu pintu ruang kerja di lantai dua dikunci rapat, Kirana yang semula tersenyum polos, perlahan-lahan menurunkan sudut bibirnya. Matanya yang tajam menatap lurus ke arah pintu ruang kerja tersebut.

'Silakan nikmati waktu berdua kalian yang terakhir. Hari ini, aku bakal bikin kalian saling membunuh dari dalam,' batin Kirana.

Di dalam ruang kerja, Arga langsung membongkar isi tas laptop Rena. Pria itu menyalakan laptop dengan tergesa-gesa.

"Kamu kenapa pucat banget sih, Arga? Emangnya alat penyadap itu beneran ada?" tanya Rena, duduk di sofa sambil memeluk bantal.

"Aku nemuin alatnya di bawah meja ini tadi siang, Rena! Pengacara itu benar-benar mau ngumpulin bukti buat ngelawan kita!" jawab Arga sambil terus mengetik di laptop. "Kita harus bikin laporan keuangan palsu buat nutupin uang sepuluh miliar yang pindah ke rekeningmu itu. Kalau polisi sampai meriksa pembukuan kita minggu depan, kita bisa dipenjara seumur hidup."

"Tapi Arga... gimana kalau polisi nanya soal Dokter Alibie? Aku masih takut banget. Bukti GPS mobilmu itu beneran nyata. Kalau polisi dapat bukti itu dari Pak Darmawan gimana?"

"Aku udah bilang kan semalam?! Itu bukti palsu yang sengaja dibuat Darmawan! Kamu kenapa masih nuduh aku terus sih, Rena?!" bentak Arga, memukul meja kerjanya dengan keras.

"Karena aku takut, Arga! Semua orang yang berurusan sama rahasia ini satu per satu mati! Kacul, Bi Titin, Dokter Alibie! Aku takut aku yang bakal jadi korban selanjutnya!"

"Kamu nggak bakal mati selama kamu nurut sama aku dan nggak banyak tanya!"

Ting!

Suara notifikasi pesan masuk terdengar dari ponsel Rena yang tergeletak di atas meja kaca.

Mata Rena melirik ke arah layar ponselnya yang menyala. Sebuah pesan teks dari nomor tidak dikenal.

Rena membaca pesan itu dari layar kunci. Napasnya seketika tercekat. Matanya membelalak lebar.

"Arga baru saja memecat pembantunya siang ini agar rumah itu kosong. Kamu adalah target eksekusinya hari ini. Lari sekarang, Rena."

Melihat wajah Rena yang tiba-tiba sepucat mayat, Arga menghentikan ketikannya. Ia menatap Rena dengan penuh kecurigaan.

"Pesan dari siapa itu, Rena? Kenapa wajahmu panik begitu?" tanya Arga, matanya menyipit tajam.

"B-bukan siapa-siapa, Arga! Cuma pesan operator nawarin kuota internet," kilah Rena, buru-buru menyambar ponselnya dan menyembunyikannya di balik punggung.

"Jangan bohong. Kasih lihat ponselmu ke aku sekarang juga." Arga berdiri dari kursinya, melangkah perlahan mendekati Rena.

"Nggak! Ini privasi aku, Arga! Kamu nggak berhak meriksa ponselku terus-terusan!" Rena berdiri, berjalan mundur menjauhi Arga.

"Kasih ponsel itu ke aku, Rena!" Arga menerjang maju dan langsung memiting leher Rena dengan lengan kirinya, sementara tangan kanannya merebut paksa ponsel tersebut.

"Lepasin, Arga! Kamu nyakitin aku!" jerit Rena, meronta-ronta melepaskan diri.

Arga melepaskan pitingannya, mendorong Rena hingga terjatuh ke atas sofa. Pria itu membuka layar ponsel Rena dan membaca pesan yang baru saja masuk.

Wajah Arga berubah menjadi sangat gelap. Urat-urat di lehernya menonjol keluar. Ia menatap Rena dengan pandangan yang benar-benar mematikan.

"Kamu masih komunikasi sama Darmawan di belakangku, Rena?!" bisik Arga dengan suara yang sangat rendah dan menyeramkan.

"Bukan, Arga! Sumpah, aku nggak tahu itu nomor siapa! Dia yang tiba-tiba ngirim pesan itu ke aku!" isak Rena sambil menangis ketakutan.

"Pembohong! Kamu udah bersekongkol sama pengacara tua itu buat ngejebak aku kan?! Kamu yang ngasih tahu dia soal alat penyadap itu! Kamu sengaja datang ke sini bawa laptop biar Darmawan bisa melacak IP komputermu dan ngirim polisi ke rumah ini kan?!"

"Nggak, Arga! Aku nggak pernah bersekongkol sama siapa pun! Aku cuma mau hidup tenang!"

"Tenang?! Kamu nggak akan pernah hidup tenang, Rena!"

Arga mengambil sebuah vas bunga dari atas meja dan membantingnya ke dinding hingga hancur berkeping-keping. Pria itu telah benar-benar kehilangan kewarasannya. Paranoia yang ditanamkan oleh Kirana kini telah mekar dengan sempurna, menghancurkan sisa-sisa kepercayaan di antara kedua pengkhianat tersebut.

1
Muft Smoker
sesama pengkhianat saling membuka aib dan saling membunuh😏😏
Ma Em
Masa orang banyak kalah hanya dgn Arga seorang seberapa pintarnya Arga masa tdk ada yg bisa melawan Arga .
Muft Smoker
skraaang si agar2 yg ketakutan sendriii
Muft Smoker
awas nnti malah jd km yg gilaaa arga
Muft Smoker
lanjuuut kak ,,
Muft Smoker
wah ternyata rencana kirana ,,
Muft Smoker
ayoo kirana gerak cepat sebelum semua aset mu berpindah tangan,, ni gx da bantuan buat kirana apa kak???
Muft Smoker
aaaaa deg2an ,, semoga bukan arga
Muft Smoker
aduuuh kirana jgn ceroboh doonk ,,
Ma Em
Kirana terlalu ceroboh hrs nya pelan2 saja jgn sampai menimbulkan kecurigaan Arga kalau Kirana sdh bisa melihat , semoga tdk terjadi hal yg tdk di inginkan pada Kirana .
Muft Smoker
aduuuuh semoga kirana gx knp2 ,,
Ma Em
Kirana kamu jgn ceroboh si Arga ini licik ada perubahan sedikit saja dari Kirana Arga langsung curiga , makanya jgn melakukan yg akan membahayakan , Kirana .
Muft Smoker
akhirny kirana pura2 pingsan ,,
🤭🤭
Ma Em
Kirana hati hati jgn ceroboh dan hrs pintar berpura pura msh buta jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat , Kirana hrs cari akal agar bisa bebas dari Arga mokondo .
Muft Smoker
duuh jgn sampai deeh si arga tau kalo kirana udh bisa lihat ,,
Muft Smoker
duuuh aq yg deg2an iikh ,,
udh kirana tuk sekarang km mending pura2 buta aj ,,
sambil mencari bukti kejahatan si agar2 ,,
Ma Em
Kirana hrs hati2 jgn sampai Arga tau bahwa Kirana sdh bisa melihat lagi , jgn gegabah dlm bertindak Kirana hrs cerdik balas semua perbuatan Arga dan gundiknya .
Muft Smoker
perlahan ,, perlahan ,, akhirny penglihatan kirana kembali ,,
Sishrye
astaga nggragas🤣
한스 |HANSEN| Is Back: 😭🔥wwk
total 1 replies
Ma Em
Si Arga karena ambisi ingin menguasai harta orang cara apapun akan harga lakukan , semoga ada keajaiban untuk Kirana secepat nya bisa melihat lagi .
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!