NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Fantasi / Bertani / Slice of Life
Popularitas:36.8k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

⚠️ PERHATIAN PEMBACA! ⚠️ Ini adalah Part 2 (Season 2) dari novel Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi. Sangat disarankan untuk membaca Part 1 terlebih dahulu guna memahami alur cerita, intrik karakter, dan sepak terjang sang Petani Sultan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengejaran Maut di Jalan Tol

Tepat saat kedua mobil itu melintasi sebuah persimpangan jalan, sebuah truk kontainer raksasa roda delapan belas mendadak melesat keluar dari jalan samping, menerjang ganas lurus ke arah van Mercedes-Benz yang melaju di depan! Banyu adalah orang pertama yang menyadari mara bahaya tersebut. Dengan refleks kilat ia berteriak pada sopir di kursi depan, "Tancap gas! Cepat!"

Sopir pribadi Pak Yapto Liem, Pak Lee, adalah mantan prajurit militer yang direkrut khusus sekaligus merangkap sebagai bodyguard. Waktu reaksi dan instingnya jelas selangkah lebih maju dari orang biasa. Begitu teriakan Banyu memecah keheningan, kaki Pak Lee sudah secara otomatis menginjak pedal gas dalam-dalam. Raungan mesin V8 Mercedes-Benz langsung menggelegar, dan mobil van itu melesat melompat ke depan layaknya anak panah. Efek G-Force dari akselerasi mendadak itu sukses mengempaskan tubuh seluruh penumpang ke sandaran kursi.

Berkat insting tajam Banyu dan kecepatan reaksi Pak Lee, van Mercedes-Benz itu berhasil lolos dari cengkeraman maut. Bumper depan truk kontainer raksasa itu hanya berjarak sekian milimeter, nyaris menyapu bersih bagasi belakang van mereka. Jika saja Banyu terlambat berteriak setengah detik, saat ini mereka pasti sudah hancur lebur menjadi serpihan logam berlumuran darah.

Namun, mobil pengawal yang melaju di belakang mereka tidak bernasib sebaik itu. Sopir pengawal itu tak punya cukup waktu untuk menghindar atau mengerem. Dengan kecepatan tinggi, mobil sedan itu menabrak telak dan menyeruduk masuk tepat ke bagian bawah sasis kontainer raksasa tersebut. Dalam hitungan detik, atap sedan itu langsung terkupas habis layaknya mobil convertible, tersangkut mati di kolong truk. Nasib dua bodyguard di dalamnya sudah bisa dipastikan: entah mati atau sekarat.

Berhasil lolos dari maut, insting manusiawi Pak Lee refleks berniat menginjak rem untuk mengecek nasib rekan-rekannya di belakang. Namun, sebelum kakinya sempat menyentuh pedal rem, Banyu kembali menggeram dengan nada memerintah, "Jangan berhenti! Terus tancap gas!"

Instruksi itu membuat Pak Lee ragu sejenak. Ia dilema apakah harus menuruti perintah pemuda ini atau tidak, lalu melirik ke kaca spion tengah untuk meminta persetujuan dari Pak Yapto Liem, sang bos besar. Sialnya, keraguan yang hanya berlangsung sekian detik itu terbukti fatal. Dari seberang jalan yang lain, dua unit mobil SUV hitam mendadak melesat keluar dengan kecepatan tinggi, memotong jalan mereka. Dari jendela atap kedua SUV tersebut, masing-masing menyembul sesosok pria bertopeng. Keduanya jelas-jelas mengacungkan senapan serbu otomatis ke arah mereka!

Melihat senjata api moncong panjang di depan mata, Pak Lee tidak butuh instruksi lagi. Ia langsung membenamkan pedal gas hingga mentok. Van Mercedes-Benz itu meraung beringas dan melesat ke depan. Kedua SUV yang sudah jelas-jelas menargetkan Banyu dan rombongannya itu langsung melakukan manuver putar balik brutal (drifting) di tengah jalan, dan melesat mengejar di belakang mereka bak anjing pemburu.

Banyu, yang memiliki visi penglihatan super berkat Cairan Ajaib, adalah orang pertama yang menyadari keberadaan para penembak jitu di atap SUV itu. Itulah sebabnya ia melarang keras Pak Lee menghentikan mobil. Sayangnya, karena keterlambatan reaksi Pak Lee tadi, mereka telah kehilangan momentum krusial untuk memperlebar jarak. Kalau saja Pak Lee langsung menancap gas sejak awal, kedua SUV itu pasti tertinggal jauh dan mereka tidak akan berakhir sebagai target sasaran tembak seperti sekarang.

Namun, nasi sudah menjadi bubur. Kedua SUV pengejar itu jelas sudah dimodifikasi secara khusus. Kecepatan mereka dengan cepat mengikis jarak dengan van Mercedes-Benz. Vila Pak Yapto Liem terletak di area pinggiran kota yang sangat sepi. Saat itu jalan raya benar-benar kosong melompong tanpa ada kendaraan lain. Tiga mobil itu memacu kecepatan maksimal, menggelar aksi kejar-kejaran maut bagai adegan film action Hollywood di atas aspal Los Angeles.

Bodyguard yang duduk di kursi penumpang depan sedang sibuk menghubungi layanan darurat 911, namun Banyu sangat pesimis polisi bisa tiba tepat waktu di lokasi seterpelosok ini. Melirik ke belakang, jarak kedua SUV itu semakin dekat dan mengancam. Jika terus begini, mereka pasti akan segera tersusul.

Saat jarak mereka menyusut menjadi sekitar dua puluh meter, mata Banyu menangkap kilatan cahaya kuning dari atap SUV BAM BAM BAM! Para pembunuh bayaran itu akhirnya melepaskan tembakan!

Banyu langsung menundukkan kepalanya, menjadikan sandaran kursi tebal di depannya sebagai perisai pelindung. Di saat yang bersamaan, tangannya bergerak cepat mencengkeram kerah Pak Yapto Liem dan menyeret taipan itu untuk ikut menunduk agar terhindar dari terjangan peluru.

Hampir bersamaan dengan gerakan merunduk mereka, kaca belakang van Mercedes-Benz hancur berantakan dihujani timah panas. Ribuan serpihan kaca tajam menghujani Banyu dan Pak Yapto Liem diiringi suara desingan peluru yang memekakkan telinga. Beberapa serpihan kaca menyabet wajah Banyu, meninggalkan goresan tipis yang mengucurkan darah.

"Bos, merunduk!" Bodyguard di kursi depan baru sempat berteriak memberi peringatan. Sambil setengah tiarap, ia mencabut pistol servisnya dan membalas tembakan ke arah pengejar mereka dari sela-sela kaca mobil yang pecah.

Ketiga mobil itu melaju dengan kecepatan sangat tinggi. Dalam kondisi bergoncang hebat, tingkat akurasi tembakan menurun drastis. Meski si bodyguard mengosongkan magasin pistolnya, tembakannya sama sekali tak menggores kedua SUV tersebut. Sebaliknya, karena senjata yang digunakan para pembunuh itu adalah senapan serbu otomatis assault rifle, daya rusak dan fire rate-nya (kecepatan tembakan) jauh lebih superior dibandingkan pistol kaliber kecil milik si bodyguard. Suara benturan logam clang! clang! clang! terus bergema saat peluru demi peluru merobek bodi belakang van Mercedes-Benz, mengubah bagasi mobil mewah itu menjadi rongsokan berlubang yang mengerikan.

Banyu merunduk di kursi belakang sambil merutuk dalam hati. Sialan, dia cuma berniat numpang mobil Pak Yapto Liem, tapi malah berakhir menjadi target operasi pembunuhan di jalan tol Amerika! Kejadian seperti ini biasanya cuma bisa ia saksikan sambil makan popcorn di bioskop, tapi sekarang ia merasakannya langsung. Rasanya benar-benar tidak lucu!

Dalam hitungan detik, otak Banyu menyusun puzzle misteri ini. Serangan tabrak lari yang menimpa Ibu Ratna kemarin sebenarnya hanyalah babak pertama dari konspirasi berdarah ini! Tujuan utama sang dalang adalah menggunakan Ibu Ratna sebagai umpan hidup untuk memancing Pak Yapto Liem agar segera terbang dari Hong Kong ke Amerika!

Skenario ini sungguh brilian dan licik. Melakukan pembunuhan di Amerika Serikat adalah pilihan sempurna: senjata api military grade bisa didapatkan dengan mudah di pasar gelap, dan setelah misi selesai, para pembunuh ini bisa menyusup kabur ke luar negeri tanpa perlu pusing diburu oleh birokrasi kepolisian setempat.

Pak Yapto Liem adalah pria super paranoid yang sangat mengutamakan keamanan. Kendaraan pribadinya di Hong Kong maupun di Amerika pasti sudah dilapisi baja anti-peluru level presiden. Namun, karena dilanda kepanikan luar biasa mendengar nasib istri dan bayinya, ia terbang tergesa-gesa tanpa persiapan matang. Ia hanya sempat meminjam van Mercedes-Benz standar dari kantor cabangnya di LA. Celah keamanan inilah yang diincar dan dimanfaatkan dengan sempurna oleh para pembunuh bayaran tersebut! Memikirkan hal itu, bulu kuduk Banyu seketika meremang. Dalang di balik layar ini benar-benar merencanakan kematian Pak Yapto Liem dengan sangat teliti dan kejam!

Logika Banyu yang tajam tentu saja juga dipikirkan oleh Pak Yapto Liem. Sang taipan menatap Banyu dengan ekspresi penuh penyesalan. "Banyu, saudaraku... ini semua murni salahku! Aku terlalu gegabah dan malah menyeretmu ke dalam neraka ini!"

Andai saja Pak Yapto Liem tidak memohon padanya untuk terbang ke LA, Banyu pasti sedang tidur nyenyak di peternakannya sekarang. Pak Yapto Liem, yang sudah menganggap Banyu sebagai malaikat pelindung keluarganya, tentu saja merasa sangat berdosa.

Banyu sama sekali tidak menyalahkan Pak Yapto Liem. Lagipula, tak ada seorang pun yang bisa memprediksi takdir. Ia tersenyum tipis dan menjawab tenang, "Pak Yapto, tidak perlu merasa bersalah. Ini di luar kendali kita semua. Fokus kita sekarang hanyalah bertahan hidup dan lolos dari cengkeraman mereka!"

Pak Yapto Liem mengangguk mantap menyetujui kata-kata Banyu. Ia berteriak pada sopirnya, "Pak Lee! Lakukan apa pun untuk menyingkirkan mereka!"

"Siap laksanakan, Bos!" jawab Pak Lee dengan suara yang tetap stabil dan tenang, membuktikan mental baja tempaan militernya.

Sayangnya, takdir berkata lain. Tepat setelah Pak Lee membalas ucapan bosnya, sebuah peluru tajam yang melesat dari belakang menembus pelat besi jok pengemudi, lalu menembus lurus ke belakang tengkorak Pak Lee! Pria tangguh itu bahkan tak sempat menjerit. Kepalanya langsung terhempas mencium setir kemudi dengan bersimbah darah, tewas seketika.

Hilangnya kendali atas kemudi membuat van Mercedes-Benz yang melaju kencang itu oleng seketika. Bagaikan banteng liar, mobil itu menyimpang dari jalur aspal dan meluncur liar ke arah bahu jalan.

Bodyguard di kursi sebelah berteriak panik, mencondongkan tubuhnya mencoba meraih setir untuk meluruskan laju kendaraan. Namun nahas, bobot tubuh Pak Lee yang kaku menekan erat setir kemudi, membuatnya terkunci tak bisa digerakkan. Si bodyguard hanya bisa membelalakkan matanya ngeri saat van Mercedes-Benz itu melaju lurus ke arah sebuah pohon ek raksasa di tepi jalan...

BBAAAAMMMM!!

Tabrakan berkecepatan tinggi itu menghasilkan benturan yang luar biasa brutal. Pak Yapto Liem langsung terlempar ke depan, tubuhnya menghantam keras sandaran kursi di depannya. Terdengar bunyi krak yang mengerikan saat tulang bahunya bergeser dari persendiannya. Sang taipan mengerang tertahan menahan rasa sakit yang menusuk tulang.

Nasib si bodyguard jauh lebih mengenaskan. Tadi, demi kebebasan menembak ke arah belakang, ia telah melepas sabuk pengamannya. Efek momentum inersia dari tabrakan dahsyat itu melempar tubuhnya seperti boneka kain, menghancurkan kaca depan mobil hingga tembus, dan mendaratkan kepalanya telak ke batang pohon. Otaknya hancur berserakan, tewas seketika dengan pemandangan mengerikan.

Dari tiga orang yang masih hidup di dalam kabin, hanya Banyu yang kondisinya relatif aman. Mengandalkan insting dan refleks manusia supernya, sedetik sebelum benturan terjadi, ia telah menempatkan tubuhnya pada posisi protektif optimal. Meski tubuhnya ikut terbanting keras, ia sama sekali tidak menderita cedera serius.

Van Mercedes-Benz yang nahas itu kini nyaris terbelah dua di bagian depan. Kap mesinnya penyok melengkung ke atas, mengepulkan asap putih tebal tanda mesinnya sudah hancur total.

Dua unit SUV hitam yang mengejar mereka langsung mengerem mendadak diiringi bunyi decitan ban yang nyaring, lalu berhenti dalam formasi memblokade van tersebut. Dua orang pria bertopeng bersenjata laras panjang melompat turun dari salah satu SUV. Dengan langkah terukur bak pasukan komando, mereka berjalan pelan namun waspada mendekati van yang berasap itu.

Instruksi bos mereka jelas: Pak Yapto Liem harus mati. Mereka tidak boleh menerima laporan 'mungkin tewas dalam tabrakan'; mereka harus melihat mayatnya dengan mata kepala sendiri. Pendekatan ini dilakukan semata-mata untuk memastikan target benar-benar tewas, atau mengeksekusinya jika ia masih bernapas.

Salah satu pembunuh menangkap siluet mayat bodyguard yang terlempar ke depan mobil. Tanpa buang waktu, pria bertopeng itu mengangkat senapannya dan langsung membrondongkan peluru ke mayat tersebut memastikan tidak ada perlawanan. Suara rentetan tembakan itu otomatis menarik perhatian rekannya yang berjalan di sisi lain mobil. Secara refleks, si pembunuh kedua menoleh ke arah depan mobil untuk memeriksa apa yang baru saja ditembak temannya.

Banyu yang sedari tadi meringkuk tak terlihat di jok belakang menyadari bahwa inilah momen emasnya! Di detik si pembunuh menoleh, Banyu langsung menerjang keluar dari pintu van yang sudah penyok bagaikan macan kumbang yang kelaparan, melompat lurus menghantam si pembunuh dengan kecepatan kilat!

Si pembunuh malang itu sama sekali tak sempat bereaksi. Sebelum ia menyadari apa yang menimpanya, tubuh Banyu telah menabraknya dengan telak.

Dalam situasi hidup dan mati ini, Banyu tak punya niat sedikit pun untuk menahan tenaga. Dengan fisik mutan hasil evolusi Cairan Ajaib, hantaman pundaknya sekuat tabrakan truk diesel!

KRAAAKKK!!!

Rangkaian bunyi patahan tulang menggema ngeri di udara. Seluruh tulang rusuk si pembunuh remuk seketika amblas ke paru-parunya. Kekuatan hantaman itu membuat tubuh si pria bertopeng terlempar jauh ke udara, melengkung membentuk busur parabolik, sebelum akhirnya mendarat berdebum lebih dari belasan meter jauhnya! Bersamaan dengan hantaman telak itu, Banyu dengan licin menyambar senapan serbu otomatis yang terlepas dari tangan si pembunuh malang.

Semenjak akrab dengan Letkol Leon, Banyu cukup sering menghabiskan akhir pekannya di kamp militer untuk berlatih menembak secara kasual. Jadi, mengoperasikan senjata laras panjang bukan hal baru baginya. Tanpa ragu sedetik pun, Banyu langsung mengokang senjatanya, membidik akurat ke arah pembunuh pertama, dan menarik pelatuk!

Si pembunuh pertama yang terkejut melihat rekannya tiba-tiba terbang melayang, buru-buru memutar arah senapannya ke arah Banyu. Sayangnya, reaksi Banyu jauh lebih cepat.

RATATATATATA!

Rentetan tembakan Banyu memuntahkan belasan butir timah panas, merobek belasan lubang berdarah di sekujur tubuh si pembunuh itu. Pria bertopeng itu roboh telentang ke aspal dan tewas. Namun, insting tempur terakhirnya sempat memungkinkannya melepaskan dua tembakan balasan. Salah satu peluru itu berhasil menyerempet tipis, merobek goresan panjang berdarah di lengan kiri Banyu.

Bersamaan dengan tumbangnya dua algojo itu, dua pria lain sang pengemudi dari masing-masing SUV melompat turun membawa pistol. Instruksi atasan mereka adalah harga mati: target utama harus dihabisi bagaimanapun caranya!

Berlindung di balik bodi tebal SUV, kedua sopir pembunuh itu melepaskan tembakan bertubi-tubi ke arah posisi Banyu. Dalam hujan peluru ini, kelincahan Banyu benar-benar dipertontonkan layaknya jagoan film aksi The Raid. Ia berlari zigzag tak beraturan, menghindar, melompat, dan berguling di atas aspal dengan kecepatan mustahil. Meski kedua sopir itu memberondongnya tanpa henti, tak satu pun peluru yang mampu menyentuh ujung bajunya!

Dalam sekejap mata, Banyu berhasil memangkas jarak dan muncul tepat di hadapan salah satu sopir pembunuh. Ia langsung mengayunkan gagang senapannya dengan sekuat tenaga dan menghantamkannya tepat ke wajah pria malang itu. Tanpa sempat berteriak, pria itu langsung terjerembap tak sadarkan diri dengan rahang hancur.

Sopir terakhir yang tersisa membelalak ketakutan melihat aksi brutal tersebut. Ia segera mengarahkan moncong pistolnya untuk menembak, namun Banyu melesat lebih cepat. Ia menangkap pergelangan tangan pembunuh itu, memutar sendinya ke belakang, dan mengentakkannya keras-keras!

KRAK! Lengan pria itu seketika patah dengan sudut yang tak lazim.

Pria itu langsung melolong histeris kesakitan. Namun Banyu tak melepaskan cengkeramannya. Sebaliknya, ia menekan lengan yang patah itu semakin ke belakang sambil membentak dengan aura membunuh yang kental, "Jawab! Siapa bangsat yang mengirim kalian?!"

1
Noor hidayati
kayaknya authornya ini memang menyukai free sex
Sri Murtini
Sesuai takdir Siska adalah isteri pertamamu banyu ...mslh dayang lainya ikuti mengalir saja tp dgn pertimbangan istri pertama ya !!
Yusup Surya
sialan plot twist dalam plot twist
Sri Murtini
Banyu segera nikahi Siska siapa tahu ada banyu yunior yg singgah dirahim siska sblm zina berlanjut💪😍😍
wan auw
ahhh kurang bnyak thorrr
isnaini naini
stlh beratus ratus episode...akhirnys....emang author satu ini pnuh kjutan
Memyr 67
𝗆𝖾𝗇𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖺𝗇𝗒𝖺𝗄 𝗍𝗎 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎. 𝖽𝖺𝗁 𝖻𝖾𝗋𝗁𝖺𝗌𝗂𝗅 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝗄𝖾𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇𝖺𝗇 𝗌𝗂𝗌𝗄𝖺, 𝗍𝖾𝗋𝗎𝗌 𝗆𝖺𝗎 𝗆𝖾𝗇𝗃𝖾𝖻𝗈𝗅 𝖺𝗇𝖺𝗄 𝗉𝖾𝗋𝖺𝗐𝖺𝗇 𝗒𝗀 𝗆𝖺𝗇𝖺 𝗅𝖺𝗀𝗂? 𝗍𝖺𝗇𝗉𝖺 𝗉𝖾𝗋𝗇𝗂𝗄𝖺𝗁𝖺𝗇? 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝖻𝖾𝗇𝖾𝗋 𝗉𝗅𝖺𝗒𝖻𝗈𝗒 𝖼𝖺𝗉 𝗄𝖺𝗉𝖺𝗄.
Hardware Solution
akhirnyaaaa.....
Memyr 67
𝗉𝗎𝖺𝗌𝗒, 𝗒𝗎𝖽𝗈 𝖽𝖺𝗉𝖺𝗍 𝖻𝖺𝗅𝖺𝗌𝖺𝗇 𝗌𝖾𝗍𝗂𝗆𝗉𝖺𝗅
Gege
akhirnya banyu pecah prewi...dan ular kadutnya pun berevolusi bukan buat kencing ajah...🤭🤣
Cui Lan Seng
hahaha emang benar novel terjemahan berarti emang indonesia bukan asia ya
Zamo: Anjirr, aku ampe mikir apa maksudnya ini? tapi bener juga ya, dikiranya Indonesia benua sendiri🤭
total 1 replies
Endro Budi Raharjo
lalu crita ditangkep polisi gmn kelanjutannya ???
Riyanganz
seperti biasa dramanya 4 chapter ga selesai selesai😄
Was pray: biasa .... muter2 kayak gangsing, satu konflik gak kelar2.. .. 🤭
total 1 replies
Memyr 67
𝗉𝖾𝗆𝗎𝖽𝖺 𝖺𝗌𝗂𝖺. 𝗄𝖺𝗇 𝗉𝗈𝗌𝗂𝗌𝗂 𝖻𝖺𝗇𝗒𝗎 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖽𝗂 𝖺𝗌𝗂𝖺 𝗍𝗁𝗈𝗋.
asammanis
wkwk bosen hidup🤣🤣
BaksoEnak
hahahah kayaknya ini novel terjemahan Da Xia yaa ketahuan kamu🤭🤭🤭
Was pray
jadi tersangka penganiayaan itu Rendi biar banyu mikir dulu kalau mau bertindak, udah jelas menganiaya Rendi di tempat publik( rumah sakit)itu udah veruko tinggi
Gege
othor berusaha membuat konflik yang memicu emosi pembacanya, ..🤣
asammanis
wkwk kekuatan amplop emang paling top🤣
asammanis
wkwk susternya kena mental 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!