NovelToon NovelToon
Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Sekretaris Calon Istri Pilihan Nenek

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyelamat / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: istimariellaahmad

Elfesya terjebak perjodohan paksa dengan Ravion Arshaka, CEO angkuh yang terus menghinanya. Luka semakin dalam saat Elfesya tahu ayah Ravionlah yang menghancurkan bisnis ayahnya. Ia melarikan diri ke pesisir, hidup nestapa sebagai buruh ikan demi harga diri.
Sadar akan dosanya, Ravion melepaskan kemewahan demi menyusul Elfesya ke gubuk reyot. Di tengah bau laut dan kemiskinan, ego sang CEO runtuh demi meraih kembali hati sang sekretaris. Ini adalah kisah tentang pengkhianatan korporasi, penebusan dosa yang perih, dan cinta yang akhirnya berlabuh di dermaga ketulusan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon istimariellaahmad, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Benang merah di balik luka

Tangan Elfesya yang tadi gemetar kini bergerak mekanis, memeras handuk kecil dalam baskom berisi air hangat. Kemarahan yang membakar dadanya perlahan meredup, berganti dengan rasa sesak yang aneh saat melihat Ravion merintih dalam panasnya demam. Ia tak jadi pergi. Bagaimana bisa ia meninggalkan pria yang sedang berjuang melawan maut demi mengembalikan martabat ayahnya?

Tepat saat ia hendak menyeka kening Ravion, pintu apartemen terbuka. Langkah kaki yang tenang namun berwibawa terdengar mendekat. Elfesya menoleh dan menemukan Nenek Lastri berdiri di ambang pintu kamar. Wajah wanita tua itu tampak sangat layu, matanya yang biasa teduh kini menyimpan penyesalan yang mendalam.

"Biarkan Nenek bicara sebentar, Elfesya," suara Nenek Lastri terdengar rapuh.

Efesya berdiri, menunduk hormat meski hatinya masih bergejolak. "Nenek... Bapak sedang sangat panas."

Nenek Lastri mendekat ke sisi ranjang, menatap cucunya dengan tatapan pedih sebelum beralih pada Elfesya. "Nenek datang bukan untuk membelanya, tapi untuk mengakui dosa Nenek. Akulah yang memaksa Ravion menikahimu. Akulah yang menjebaknya dalam kesepakatan ini."

Elfesya terdiam, matanya menatap tajam mencari jawaban.

"Dulu, saat keluargamu hancur karena kekejaman putraku—ayah Ravion—Nenek hanya bisa diam karena ketakutan. Tapi saat Nenek melihatmu bekerja begitu keras di kantor, Nenek sadar bahwa darah Arshaka berhutang nyawa padamu," lanjut Nenek Lastri dengan air mata yang mulai menggenang.

"Aku meminta Ravion menikahimu sebagai bentuk perlindungan. Tapi Ravion... dia pria yang sombong dan terluka karena masa lalunya. Di pertemuan pertama kalian, dia mengira kamu adalah bagian dari rencana licikku atau wanita yang hanya mengejar harta untuk memulihkan Winda Jaya. Itulah sebabnya dia menghinamu begitu kejam. Dia mengira cintamu bisa dibeli, karena itulah satu-satunya cara yang dia tahu untuk berinteraksi dengan orang lain."

Nenek Lastri memegang tangan Elfesya, jari-jarinya yang keriput terasa sangat dingin. "Dia menghinamu karena dia takut, Elfesya. Dia takut bahwa hatinya yang beku akan luluh oleh gadis yang seharusnya paling membencinya. Tapi lihatlah sekarang... dia hampir menghancurkan dirinya sendiri untuk mengembalikan apa yang dicuri ayahnya darimu."

Elfesya menatap Ravion yang masih tak sadarkan diri. Kata-kata Nenek Lastri seperti kepingan puzzle terakhir yang melengkapi gambaran hidupnya. Penghinaan Ravion dulu bukanlah karena kebencian murni, melainkan sebuah pertahanan diri yang bodoh dari seorang pria yang tidak pernah diajari cara mencintai tanpa kecurigaan.

"Nenek minta maaf, Elfesya. Jika kamu ingin pergi setelah Ravion sembuh, Nenek tidak akan menahanmu. Kamu sudah cukup menderita di bawah bayang-bayang Arshaka," bisik Nenek Lastri sambil mengusap kepala cucunya untuk terakhir kali sebelum berpamitan keluar.

Keheningan kembali menyelimuti kamar. Elfesya duduk kembali di kursi, menatap handuk di kening Ravion. Ia teringat kembali ke desa nelayan—saat Ravion yang angkuh rela tidur di dipan kayu yang keras, makan nasi dengan sambal terasi, dan membiarkan kulitnya terbakar matahari demi membuktikan bahwa ia bukan lagi pria yang menganggap uang adalah segalanya.

"Kenapa kamu harus menanggung beban seberat ini, Ravion?" bisik Elfesya pelan. Ia menyentuh pipi Ravion yang panas. "Kenapa kamu tidak bilang saja kalau kamu sedang berusaha memperbaikinya?"

Tiba-tiba, mata Ravion bergerak-gerak. Ia menggenggam tangan Elfesya yang berada di pipinya, sangat erat, seolah takut jika ia melepasnya, wanita itu akan hilang seperti uap.

"Elfesya... maaf... jangan benci aku..." igau Ravion lagi, kali ini dengan air mata yang mengalir dari sudut matanya yang tertutup.

Hati Elfesya luluh sepenuhnya. Dinding kebencian yang ia bangun setinggi langit runtuh begitu saja oleh satu tetes air mata suaminya. Ia menunduk, membisikkan sesuatu di telinga Ravion yang mungkin hanya bisa didengar oleh jiwa pria itu.

"Aku tidak pergi, Ravion. Aku di sini. Sembuhlah... kita harus menyelesaikan rumah yang kita bangun di atas puing-puing ini."

Happy reading sayang...

Baca juga cerita bebu yang lain...

Annyeong love...

1
merry
Terima ajj el wlpun sakit hncur tp dr pihak musuh ada yg mau kembalikan milikmu ywd trma ajj aset aset emng milik ayah trs kembangkan buktiin pd org org yg hina kmu, buktiin kmu pengusaha hebat biar gk diremehkan lgg,mau lari kmn pun klo dh takdir tetap akn balik ke kmu
falea sezi
moga g meninggal
Nurjana Bakir
wanita kuat😍
falea sezi
lanjut donkk😍
falea sezi
laki bekas kayak. lu g cocok lu sama. bapak lu sama aja sama sama sampah.. g ada bedanya lu ma bapak lu yg main jalang ampe ibu lu meninggal😒
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!